
'Lumayan dengan uang ini Aku bisa belanja,soal Bara bodoh amat,Aku tetap akan melanjutkan hubungan dengan nya!'
Aira menatap sebuah cek yang ada di depan nya.
"Ingat,tinggalin Anak Saya,Dia akan segera menikah dengan Dinda!"
Aira tidak menjawab,Tuan Faisal segera pergi meninggalkan wanita itu di restoran.
Aira mengambil cek yang ada di atas meja,lalu memasukan itu ke dalam tas nya.
Tuan Faisal melihat Aira dari dalam mobil nya,ia tahu kalau Aira pasti punya tujuan untuk tetap bersama dengan Bara.
Satu Bulan berlalu..!
Aira dan Bara masih berhubungan sampai sekarang,bahkan Aira tidak menggubris larangan dari Tuan Fasial Ayah nya Bara.
Hari itu Bara telat pulang ke rumah nya,padahal Ayah dan Mama nya sedang menuggu nya di rumah.
Ceklek !
"Bara!"
Panggil Tuan Faisal saat melihat Bara di ambang pintu utama.
"Yah!"
Bara menghampiri ke dua orang tua nya.
Tuan Faisal memberitahukan Bara,kalau satu Minggu lagi adalah pernikahan Bara dan Dinda.Tuan Faisal sudah menyiapkan semua nya termasuk baju pengantin dan juga menghubungi penghulu.
"Tapi Yah,sebelum nya Aku sudah menolak nya,Aku tidak akan menikahi Nya!"
Pungkas Bara,ia berdiri di depan Tuan Faisal.
"Keputusan Ayah,sudah final,mau tidak mau,suka atau tidak Kamu dan Dinda menikah Minggu depan !"
Tegas Tuan Faisal,lalu pergi meninggalkan Bara di ruang tamu.
"Bara,Kamu tau Ayah Mu,berhenti bersikap keras kepala,terima saja Dinda sebagai istriMu,ia sangat baik,Dia juga anak yang penurut!"
Nyonya Ratih mencoba memberikan saran kepada Anaknya.Lalu ia juga pergi meninggalkan Bara.
Bara yang masih tertekan dengan ucapan sang Ayah pun,pergi lagi untuk bertemu dengan Aira.Kali ini Bara ingin memutuskan hubungan nya dengan Aira,ia ingin menerima saran dari Ayahnya untuk menikahi Dinda.
Restoran Mawar !
Setelah Aira memesan dua gelas Vanila late blend,kesukaan Mereka berdua,lalu Bara membuka pembicaraan nya dengan Aira.
"Aira..!"
"Eeemmm"
Wanita ini menatap Bara yang duduk di depan nya.
__ADS_1
"Aku minta maaf,jika selama ini Aku mengecewakan Mu!"
Ujar Bara,Aira yang sedang sibuk dengan ponsel nya,lalu ia berhenti sejak dan melihat Bara dengan serius.
"Ada apa ?katakan !"
"Aira Aku harus menerima perintah dari Ayah,Ayah meminta Ku untuk menikah dengan Dinda!"
"Dinda,gadis kecil yang tinggal dirumah Mu?Bara Dia itu seperti ponakan bagi Mu,kenapa Kamu mau menikah dengan Nya!"
"Iya,tapi Kamu tau,Aku tidak bisa menolak nya,Ayah akan marah,Aku sebagai Anak tidak mau durhaka dengan ke dua orang tua Ku!"
'Heem,Bara itu terlahir dari keluarga yang agama nya bisa di bilang lebih kuat,tapi jika Aku mendesak nya sekarang,Aku tidak bisa bertemu dengan nya lain!'
Aira melihat kearah Bara tanpa berkata apapun.
"Maaf Aira,tapi Kita tetap akan menjadi sahabat kok,Aku janji Kamu akan selalu ada di hatiKu Ai.."
Pungkas Bara memegang tangan Aira.
"Meskipun kelak Kamu akan bersama yang lain,tolong jangan lupakan Aku Bar!"
Ujar Aira,membalas pegangan tangan Bara.
Meskipun ke dua nya telah menjalani hubungan begitu lama.Bara tidak pernah menyentuh Aira.Pria ini sangat menghormati wanita layak nya seperti ia menghormati sang ibu.
Ke dua nya melanjutkan makan siang di restoran mawar.Aira di depan Bara menerima semua nya,menerima kalau ia akan menikah dengan wanita lain.
Namun,sampai saat ini Aira tidak pernah tahu siapa Dinda,dan yang mana wanita yang telah merebut pacar nya itu.
Satu hari sebelum acara itu berlangsung,Aira berpamitan kepada Bara untuk kembali ke Jakarta*ia ingin berkunjung ke tempat paman nya,dan Bara mengiyakan nya,karena Bara tidak memiliki hak lagi untuk melarang apapun yang akan di lakukan wanita itu.
Malam pertunangan tiba....
Aira menyuruh dua orang Pria dewasa,untuk menculik Dinda,Aira sendiri tidak tahu yang nama Dinda,ia hanya memerintahkan menculik seorang perempuan yang akan bertunangan dengan Bara.
Setelah acara pertunangan selesai,dua orang pria yang di bayar oleh Aira,menyamar sebagai pelayan,menyusun rencana agar Dinda masuk ke dalam perangkap Mereka.
"Nona Dinda?"
Tanya Mereka yang hanya mengetahui namanya saja,tapi tidak dengan orang nya.
"Ia saya sendiri!"
"Tuan Bara menyuruh Anda untuk datang ke kamar hotel,ada sesuatu yang ingin ia berikan!"
"Oh baiklah !"
"Kami akan mengantar Kamu!"
Dinda mengangguk nya.
Dinda segera pergi mengikuti ke dua orang suruhan Aira.
__ADS_1
Di tempat lain...
Bara yang sedang menyapa sanak saudara nya,tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Dinda.
Tanpa sengaja Haikal melihat ke arah Dinda yang menaiki tangga hotel,dan ia mengikut ke dua pelayan yang ada di depan nya.
Haikal pergi mencari Bara,ia melihat Bara yang sedang mengobrol dengan paman mereka.Haikal memutuskan untuk melihat sendiri Dinda ke lantai atas.
Di saat Haikal tiba di lantai dua hotel,ia tidak mendapati adanya Dinda,bahkan ia tidak menemukan jejak Mereka.
Haikal berdiri di depan sebuah kamar,ia tahu malam ini tidak ada tamu hotel,karena seluruh hotel telah di booking oleh kelurga Ardiansyah.
"Tooolongg..."
Haikal mendengar suara orang minta tolong di ujung kamar dari tempat ia berdiri.
Haikal menempel kan telinga nya di daun pintu,untuk memastikan apa benar di dalam kamar itu suara yang ia dengar barusan.
"Tooolongg...Tolong..."
Teriak seseorang lagi.
Braakk!
Haikal mendobrak pintu kamar hotel,dan ia mendapati Dinda yang sedang ingin di kerjai oleh dua orang pria dewasa.
"Siapa Kalian!"
Teriak Haikal,ia melihat kearah Dinda yang sedang ketakutan.
Ke dua orang tersebut segera berlari,dari kamar hotel,Haikal memutuskan bawahan nya untuk mencari tahu dalang di balik kejadian itu,dan ke dua pria itu akhirnya di tangkap oleh bawahan Haikal.
"Din,Kamu gak pa-pa?"
Haikal membantu Dinda untuk membenarkan pakaian nya,
"Dinda gak Pa-pa Kak,Dinda takut!"
Dinda memeluk Haikal.
"Dinda gak perlu takut,ada Kakak disini,Kakak minta tolong Dinda untuk merahasiakan ini dari semua orang ya terlebih lagi Bara,Kakak janji Kakak akan menghukum ke dua pria itu!"
Pungkas Haikal menenangkan Dinda.
"Tapi Dinda takut Kak!"
"Tidak apa-apa sayang,ada kakak disini!Ayo,Kakak hantar Kamu pulang!"
Setelah kejadian itu,Haikal segera membawa Dinda pulang ke rumah.Besok nya Haikal menceritakan semua kepada keluarga Nya,kecuali Bara.
Dua hari setelah kejadian itu,Bara tidak pulang kerumah,ia sibuk dengan pekerjaan nya yang menjadi pilot.
Sementara Aira di kirim ke papu* oleh Haikal,Haikal memberikan satu kesempatan kepada Aira.Namun ia berharap Aira dapat berubah.
__ADS_1
Aira tidak pernah lagi bertemu dengan Bara,maupun dengan yang lain.Wanita itu tidak pernah lagi terlihat berkeliaran di kota surabay*.Sampai hari pernikahan pun tiba,Bara masih enggan untuk menikah,tapi Haikal menyemangati nya agar tidak menolak pernikahan itu.
FLASH BACK SELESAI.