
Bara meletakan kembali foto yang ia pegang,rasa nya ia juga tidak tega melihat Dinda yang begitu menderita.
"Katakan yang sebenarnya,siapa Kamu di hidup Ku?"
Bisik Bara,memeluk Dinda dari belakang.
Dinda menahan tangis nya,agar ia tidak terlihat cengeng di depan Bara.
Dinda belum menjawab pertanyaan Bara barusan,Bara mempererat pelukan nya,sehingga membuat Dinda ingin memberontak.
"Biarkan Aku memeluk mu sebentar!"
Ujar Bara.Lalu mencium bahu kecil Dinda,tubuh nya yang mungil membuat Bara begitu betah memeluk Dinda.
"Sudah berapa lama Kamu tidak makan,Kamu terlihat begitu kurus,liat saja tulang le her Mu terlihat begitu jelas!"
Goda Bara,wajah Dinda bersemu merah,ia tersipu malu.
"Selera Mu mungkin bukan Gue,Lo biasa nya suka yang berisi dan montok,sayang Nya Gue bukan orang yang seperti itu!"
Jawab Dinda kesal.
Bara melepas pelukan nya,lalu membalikan tubuh Dinda agar menghadap ke arah nya.
"Kamu lagi PMS ?"Tanya Bara yang ingin menggoda nya,tapi Dinda segera mengangguk.
"Iya!"
Jawab Dinda dengan ketus.
"Pantesan !"
"Aaww..sakit!"
Teriak Dinda saat Bara mencubit pipi Dinda.
"Kenapa melakukan ini?apa sengaja membuat Ku menunggu dan mengejar-ngejar Mu?"
Tanya Bara yang mulai sensi.
"Stop ya Tuan Bara,tidak perlu segitu nya pertanyaan!"
Jawab Dinda.
"Aku tau semua,Kak Wulan yang cerita,Dia juga bilang kalau Kamu sengaja pergi dari rumah karena marah sama Aku!"
Ujar Bara memegang tangan Dinda.
"Iya..awal nya Aku ingin pisah!tapi Ayah ngelarang nya!"
Cetus Dinda.
"Awww..Bara,apa yang Kamu lakukan sakit tau!"
Sambung Dinda,Bara kembali mencubit pipi Dinda,membuat gadis ini merengek kesakitan.
"Jangan ulangi kata pisah,kapan pun itu meskipun Kamu sedang sedih atau marah,jangan ucapkan kata-kata itu!"
Ujar Bara,
"Iya..ya!Aku janji!"
Jawab Dinda sambil mangut-mangut.
"Panggil Aku mas!Aku ini suami Mu!"
Tegas Bara,Dinda menaikan satu alis nya.
"Kenapa ?gak suka?"
Tanya Bara lagi.
"Bukan gak suka,aneh aja,manggil itu !"
Ucap Dinda berbalik badan menatap ke arah lain,tidak ingin Bara melihat nya yang sedang malu.
"Tidak suka tapi kamu merona,bilang aja kamu suka!"
"Bara,berhenti menggoda Ku!"
Ucap Dinda yang kesal,masih membelakangi Bara.
Bara segera menarik tekuk Dinda dan mencium nya,membuat Dinda memelototi Bara yang kini sedang menci um nya.
Bara tidak peduli dengan pandangan itu,ia terus menci um Dinda yang selama ini ia tunggu-tunggu dan cari,ternyata Dinda memang bagian dari hidup nya.
__ADS_1
Disaat Bara menci umi le her nya,Dinda sedikit gugup dan takut Bara yang dulu belum pernah melakukan hal sejauh ini.
"Lepas,apa yang Kamu lakukan !"
Ujar Dinda mencoba melepaskan tubuh Bara dari dirinya,yang terus menekan Dinda ke meja rias.
"Panggil Aku mas!maka akan ku lepas!"
Pinta Bara,yang masih menjelajahi le her Dinda dengan bi bir nya.
"Cepat katakan,kalau gak nikmati aja!"
Ujar Bara lagi,
"M..Mas!lepas!"
Rengek Dinda dengan manja,malah membuat Bara lebih bersemangat.
"Din,suara Mu lembut dan manja!"Bisik Bara
Deg..
Deg..
Dinda memegang bahu Bara yang sedang ingin ia dorong, namun tertahan dengan ucapan Bara barusan.
Bara menyatukan dahi nya dengan dahi Dinda,lalu mata mereka saling tatap satu sama lain.
"Ayo pulang bersama Ku,Mama pasti senang !"
Ujar Bara,
"Aku mau disini !"Jawab Dinda ragu.
"Disini bukan rumah Mu,Kamu harus kembali ke rumah Kita,ayo ikut dengan Ku!kalau Kamu enggak mau ikut,Aku tau cara nya supaya Kamu menyerah dan pulang!"
Sambung Bara dengan senyuman licik nya.
"Apa yang mau Kamu lakukan ?"
Tanya Dinda yang melihat Bara kembali ke ranjang,dan berbaring disana.
"Aku akan tidur di sini!"
Jawab Bara memejamkan matanya.
Dinda menarik tangan Bara.
"Panggil Aku mas!"
Pinta Bara lagi,menatap Dinda dengan datar.
"Iya..ya,Mas,ayo bangun!"
Sekali lagi,Bara menarik tubuh Dinda ke dalam pelukan nya.
"Ikut pulang bersama Ku?"
Ucap Bara,mempererat pelukannya.
"Eemm..iya ya,lepas dulu,pinggang Ku sakit!"
"Dasar bocah baru peluk sebentar aja udah sakit!"
"Dasar om-om!"
Cibir Dinda.
"Apa kata Mu!"
Bara berdiri di depan Dinda.
"Gak ada!mau pulang kan?ayo bantu Aku bereskan barang Ku!"
Ujar Dinda.
Bara membantu Dinda untuk membereskan semua barang-barang nya.
Beberapa saat kemudian setelah selesai ia segera keluar bersama dengan suaminya.
Ceklek !
Bara membawa koper Dinda,lalu ke ruang tamu untuk menemui Nadia.
"Lo mau kemana ?"
__ADS_1
Tanya Nadia .
"Gue mau ikut pulang sama ..."
"Sama suami Nya!"
Sambung Bara,
"Kalian berdua udah baikan?"
Tanya Nadia yang menaikan satu alis nya.
Bara segera menarik bahu Dinda,dalam pelukan nya.
"Ia,Dia akan ikut Aku untuk pulang kerumah,Nadia terimakasih banyak sudah membantu Dinda selama ini!"
Ujar Bara,
"Din,gimana cerita nya tiba-tiba Lo baikan Ama Dia!"
Bisik Nadia,menarik Dinda sedikit menjauh dari Bara.
"Panjang cerita nya Nad,ntar Gue cerita waktu Kita jumpa lagi !"
Dinda menoleh ke belakang,Bara menatap nya penuh tanda tanya.
"Yaudah,hati-hati di jalan,Gue bakalan sepi lagi!"
Ujar Nadia sedih,
"Gue nanti sering-sering datang kemari,dan juga nginap disini!"
Jawab Dinda memeluk Nadia.
"Boleh nginep tapi Aku ikut!"
Sambung Bara menarik Dinda dalam pelukan nya.
"Eheem!iya lah yang lagi jatuh cinta,cepat lah kalian pulang,jangan bikin Gue mati karena rasa iri ini!"
Cemberut Nadia melipatkan ke dua tangan nya di dada.
"He..he..he..Gue pulang dulu"
Nadia mengantar Dinda dan Bara sampai ke depan,terlihat Dinda yang melambaikan tangan nya ke arah Nadia,setelah masuk dalam mobil.
"Jangan lupa.....".Teriak Nadia dengan keras.
"Apa?"Tanya Dinda
"Gue tunggu kabar hadirnya ponakan Gue!"
Teriak Nadia lagi.
"Sialan Lo!"
Balas Dinda,lalu menaikan kaca mobilnya.Dinda terlihat malu mendengar ucapan sahabatnya itu.
Nadia segera masuk ke dalam rumah,sementara Bara segera memutar balikkan mobil nya untuk pulang.
"Eehem!"
Bara berdehem.
"Itu ucapan Nadia bisa di pertimbangkan !"
Sambung Bara.
Dugh!
Dinda memukul bahu Bara.
"Dia tuh cuma bercanda,jangan di anggap serius!"
Ketus Dinda yang fokus melihat ke depan.
"Tapi kalau benaran juga gak pa-pa,Aku enggak keberatan kan Kamu istri Ku!"
Ujar Bara,
Deg...
Deg ...
'Mak jang,jan tan ini bikin Gue spot jantung!'
__ADS_1
Dinda melirik ke arah Bara,Pria ini tersenyum sambil mengedip kan matanya,Dinda langsung berpaling.