
Dengan cepat Bara mengangkat panggilan dari Aira.
"Assalamualaikum Aira!"
"Waalaikumsalam !Bar...!"
Suara Aira terhenti,ia belum melanjutkan ucapannya,Bara menghentikan mobil nya.
"Bara,paman Ku sudah meninggal barusan,bantu Aku untuk menyiapkan makam untuk Nya!hiks..hiks.."
Suara getar Aira terdengar begitu jelas,Bara tahu saat ini posisi Aira sedang tidak baik-baik saja.
"Tunggu di rumah sakit,Aku akan segera kesana !"
Ucap Bara,memutuskan panggilan nya.
Bara segera memutar arah mobil nya,ia segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Aira yang sedang berduka disana.
Sampai di depan rumah sakit,Bara segera berlari kearah ruangan dimana Aira sedang menunggu surat kematian dari pihak rumah sakit.
Ceklek !
"Bara..!"
Tap..tap..tap..tap...
Bugh !
Aira berlari dan memeluk Bara dengan erat,Isak tangis memenuhi ruangan almarhum.Terlihat tubuh paman Aira yang kaku berbaring di tempat ranjang.
"Bara,Paman telah berjanji akan merawat dan menjaga Ku sampai Aku menikah,tapi kini Dia sudah pergi duluan dengan siapa Aku akan tinggal,dan siapa yang akan menjaga Ku,hiks...hiks...hiks..!"
"Tenang ya,semua akan baik-baik saja,kan masih ada Aku yang selalu siap membantu Mu!"Ujar Bara mengelus punggung Aira.
Begitu surat kematian di telah selesai di urus,pihak rumah sakit mengantar jenazah ke rumah duka.
Rumah sederhana milik paman Aira,begitu ambulance masuk ke dalam pekarangan rumah tersebut.Semua orang berangsur-angsur datang untuk belasungkawa kepada Aira atas meninggalnya paman Dia.
Bara juga membantu menyiapkan makam untuk paman Aira,dan juga membantu mengurus semua keperluan yang di perlukan oleh pihak yang membantu memakamkan jenazah paman Aira.
Dzzzrrt...
Dzzzrrt...
Ponsel milik Bara kembali bergetar,Pak Sukri menelponnya.
"Assalamualaikum Pak!"
"Waalaikumsalam,Tuan,bagaimana apa Non,Dinda sudah ketemu?"
Tanya Pak Sukri,Bara menepuk jidat,ia benar-benar lupa,karena terburu-buru ke tempat Aira sehingga membuat ia lupa untuk menjemput Dinda.
"Pak,Saya sudah mengetahui alamat nya,Saya akan menjemput Nya sebentar lagi !"
"Baik Tuan !"
Bara langsung memutuskan panggilan nya,Aira mendekat ke arah Bara yang berdiri sedikit jauh dari makam.
"Apa sesuatu terjadi?"
Tanya Aira,
"Aku lupa,kalau Aku belum menjemput Dinda di tempat penculikan!"
"Kamu yakin itu penculikan?nanti itu cuma akal-akal Dinda saja untuk membuat Kamu agar peduli kepada Nya"
"Dinda tidak seperti itu,Aku yakin Dia di culik,Aku pergi dulu Ai,jaga dirimu baik-baik!"
Ujar Bara,sambil memegang pipi Aira lalu berlalu dari makam paman Aira.
Aira memandang Bara pergi dengan sebuah senyuman,lalu menatap ke arah makam yang masih basah,Aira segera pergi meninggalkan makam tersebut setelah semua orang pergi.
__ADS_1
Di tempat lain !
"Siapa Kalian,kenapa Gue di culik ?"
Tanya Dinda yang tangan nya di ikat oleh dua orang preman.
"Ha..ha..ha..!Bro,Kita di tanya kenapa menculik Dia,ya demi uang lah !"
Seru mereka yang berdiri di depan Dinda.
"Uang,Gue gak punya uang Lo pada salah orang,harusnya bukan Gue yang Lo culik,noh anak pejabat harus nya Lo culik !"
Cetus Dinda,
"Anak pejabat ?Ha..ha..ha..,Lo emang miskin,tapi suami Lo itu orang kaya kan,cepat telepon Dia dan minta uang tebusan!"
Salah satu Preman memberikan ponsel ke pada Dinda untuk menelpon Bara.
"Ogah Gue,Gue lagi lapar gak mood ngomong ama Dia!"
Ketus Dinda dengan kesal.
"Lo mau makan apa,Gue cariin,tapi habis itu Lo telepon suami Lo dan minta uang tebusan,gimana setuju?"
Preman tersebut malah membuat kesepakatan dengan Dinda.
"Oke,Gue setuju,tapi Lo beli dulu makanan untuk Gue ya !"
"Lo mau makan apa ?"
"Gue main Sati kambing,martabak telur,bakso kuah dan juga Gue mau sup iga serta es campur dan juga cendol,ingat ya gak boleh kurang Gue lapar!"
"Bushet!Lo mau makan apa mau dagang ?"Tanya Preman yang satu nya.
"Makan lah,tenang aja ntar bayaran nya Gue tambahin deh dalam uang tebusan !"
"Oke deal ya,kalau Lo berani macam-macam awas Lo !"
'Hi..hi..jarang -jarang Gue bisa makan yang begitu !di kerjain aja preman nya '
Dinda melihat ke arah satu preman yang sudah pergi meninggalkan Mereka di gudang minyak terbengkalai.
"Eeh,bantu Gue lepasin ikatan nya dong,tangan Gue sakit !"
Pinta Dinda,
"Enak aja,Lo mau kabur kan ?"
Tanya preman itu dengan golok masih di tangan nya.
"Mana berani Gue,liat yang di tangan Lo aja Gue dah nelan ludah,udah jurusan cepat buka ikatannya,Gue gak akan kabur,kan Gue masih harus makan dulu!"
Akhirnya Preman itu membuka ikatan tangan nya Dinda.
"Uuh,akhirnya lepas juga,sakit benar ngikat nya,awas ya kalau tangan Gue lecet,uang tebusan nya Gue kurangin!"
Ancam Dinda dengan enteng,
"Eh,Lo dah janji barusan ya,bertingkah Gue ikat lagi nih!"
"Eehh selow bro....Gue cuman bercanda!mana sih teman Lo lapar banget Gue"
"Tunggu bentar lagi juga sampai !"
"Nih Gue bawain yang Lo pesan!"
Preman yang tadi pergi membeli pesanan Dinda akhirnya kembali dengan banyak makanan di tangan nya.
"Waah baik banget kalian,ayo,makan sama !"
Ajak Dinda,
__ADS_1
"Benaran ?"
Tanya Preman itu serentak,menatap smirk ke arah Dinda yang di kursi.
"Benar lah,Gue juga gak habis nih makan sendiri!"
Pungkas Dinda,lalu mengambil sebagian makanan dan memberikannya kepada Mereka.
"Wah,Lo baik banget,makasih yeee!Kita makan dulu,setelah ini Lo jangan lupa telepon suami Lo yang kaya itu!"
ingatin Mereka lagi kepada Dinda.
"Oke siap,tenang aja,Gue gak suka ingkar janji !"
Jawab Dinda dengan lahap memakan makanan yang mereka beli.
"Eeeeebbbbb....!Alhamdulillah kenyang banget!"
Ujar Dinda setelah selesai makan,semua pesanan di habiskan oleh Dinda.
"Kita juga kenyang!ayo,telepon suami Lo!"
Titah mereka,Dinda segera mengambil ponsel di tangan Mereka,ponsel milik Dinda sendiri.
Dinda segera membuka kontak yang ada di ponsel,dan mengambil nomer Bara.
Braaakk!!
Suara tendangan pintu gudang dengan kuat mengejutkan ke dua preman tersebut,dan juga Dinda.
"Bara...!"
Teriak Dinda dengan kuat dan berlari ke arah Bara.
"Dinda!"
Bara membalas pelukan Dinda.
"Kamu gak pa-pa?"
Sambung Bara lagi,
"Aku gak pa-pa,kenapa baru datang sekarang,Aku sudah menunggu Mu begitu lama!"
Dinda mengerucutkan bi bir nya.
"Aku sibuk!"
Bara membelai rambut Dinda,dengan lembut.
"heei,kalau mau pacaran di rumah jangan disini,mana uang tebusan nya!"
Teriak preman itu yang berdiri di depan meja.
"Kalian tinggal pilih,mau rumah sakit apa kantor polisi ?"
Tanya Bara dengan tatapan yang mengerikan.
"Tadi gak ada pilihan begitu,hei Lo tadi dah janji,mana makanan nya belum di bayar lagi,tadi Gue ngutang di warung !"
Ketus preman itu dengan kesal,Bara melirik ke arah meja banyak bungkusan makanan.
"Din,itu apa-apaan?"
Tanya Bara kepada Dinda.
"Tadi istri Lo bilang ke kita kalau Lo jemput kemari ia akan membayar dua kali lipat makanan ini,lagian penculikan ini juga ia yang rencana kan untuk melihat perhatian Lo!"
Deg...
Deg..
__ADS_1
Hallo semua nya,jangan lupa vote+fav ya,di tunggu gift nya 😘