Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Keinginan


__ADS_3

Bara menatap nanar ke arah Dinda,tanpa sengaja air mata Dinda menetes dan membasahi pipi tirus nya.


"Kita baru mencoba nya,dan itu butuh waktu untuk mendapatkan hasil,tidak bisa kah Mas,sedikit bersabar!"


Pungkas Dinda,melihat ke arah Bara,dengan netra nya yang berkaca-kaca.


'Apa yang ku lakukan,harus nya Aku bisa lebih dewasa lagi dari Dinda,bukan salah Dia,tapi salah Ku karena telah menolak nya begitu lama!'


Bara menyentuh pipi istri nya,lalu ia menyeka air mata yang mengalir di pipi tirus itu.


"Jangan bersedih oke,Aku hanya lelah,Kita akan coba lagi sampai itu berhasil!"


Ujar Bara,ia menarik tubuh Dinda salam pelukannya.


Dinda menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Kak Haikal saja bisa,Kita pasti bisa!"


Dinda mencoba untuk menyemangati dirinya.


Bara mengangguk nya,sambil mengelus lembut rambut Dinda.


"Tidur lah,Aku akan menemani Mu sampai Kamu terlelap!"Bisik Bara,masih dengan posisi yang sama.


Dinda mempererat kan pelukan nya.


Di kamar lain!


Nadia baru saja selesai berganti pakaian,ia melihat Marvel yang sibuk dengan game nya saja.


"Kapan Kamu akan masuk kuliah?"


Tanya Nadia.


"Satu Minggu lagi!"


Sahut Marvel masih sibuk dengan game nya.


"Bisa gak sih,kalau Gue lagi ngomong,Lo tuh dengerin!"


Ketus Nadia kesal,duduk di sebelah Marvel.


"Ia..ia maaf,ini lagi seru-seru nya!"


Pungkas Marvel,masih mengabaikan Nadia.


"Yakin Lo mau menikah,sedangkan sikap Lo aja masih gini?"


Marvel melirik saat mendengar perkataan Nadia.


"Apa yang salah?Gue cuma main game kan?"


Tanya Marvel dengan kesal.


"Jelas salah lah!Lo lagi ama Gue,kita lagi bahas masa depan!Lo sendiri malah sibuk dengan game!makan aja tuh game nya!"


Ketus Nadia lalu berdiri keluar dari kamar.


Blam!


Nadia membanting pintu depan.Marvel tahu kalau Nadia pasti sudah pergi,palingan ke tempat Dinda.


"Heeem ...bodoh amat!lanjut lagi main game!"


Gumam Marvel.


Sementara itu,Nadia sudah berjalan ke arah kamar Dinda.


Tok...tok..tok...


"Din...Dinda ...!"


Teriak Nadia dari luar,tapi gak ada suara yang menjawab dari dalam.


Tok...tok...tok..


"Din..."Panggil Nadia lagi.


Ceklek !


"Ada apa malam-malam teriak ?"


Tanya Bara,Nadia malah kaget.


Nadia segera masuk ke dalam dan mencari Dinda di kamar.


"Eeh...tunggu!"


Bara kesal melihat Nadia yang menerobos begitu saja ke dalam kamar nya.


Ceklek !


"Din......"


Panggil Nadia,tapi Dinda masih tertidur,Nadia mencoba menggoyangkan tubuh Dinda agar ia bangun.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?Kamu gak liat Dia sedang tidur"


Ketus Bara dengan kesal.


"Biarkan Aku nginap sini ya,Aku janji gak gangguin Dinda,Aku langsung tidur deh!"


Pungkas Nadia,membaringkan tubuhnya di sebelah Dinda.


"Heeem..."


Bara menghela nafas nya,sembari membuang nafas nya dengan kasar,lalu keluar dari kamar itu.


"Dasar bocah labil!"


Umpat Bara,lalu berbaring di sofa dan memejamkan matanya.


***


Ke esokan pagi nya.


Dinda baru membuka mata,ia terkejut melihat Nadia disebelah nya,tapi tidak mendapati adanya Bara di sebelah.


"Nad...bangun!"


"Apa?"


Nadia masih mengucek mata nya yang ngantuk.


"Dimana suami Ku?dan apa yang Lo lakukan disini?"


Dinda bertanya kepada Nadia,namun teman nya masih linglung.


"Tunggu Gue kumpulkan nyawa dulu,Lo jangan ganggu!"


Nadia kembali tidur.


"Nad,Gue gak lagi bercanda Gue serius.


Nadia tidak menjawab,ia melanjutkan tidur nya,Dinda yakin Nadia pasti lagi berantem dengan Marvel.


"Sayang udah bangun?"


Tanya Bara,yang berdiri di ambang pintu.


"Dia masih tidur?"


Sambung Bara,Dinda mengangguk nya,ia langsung turun dari tempat tidur.


"Aku udah siapin sarapan,mandi dulu,habis itu sarapan,Aku tunggu di depan TV!"


"Oke!"


Dinda segera berlalu ke kamar mandi,untuk melakukan ritual mandi nya.


Satu jam berlalu,Dinda keluar dari kamar menemui Suaminya.


"Kenapa lama sekali?bubur nya sudah dingin!"


"Gak pa-pa Aku akan memakan nya!"


Dinda segera melahap bubur yang disediakan suaminya.


"Mas,apa yang terjadi,kenapa Nadia di kamar kita?"


"Udah besar masih belepotan makan nya!"


Ujar Bara membersihkan sudut bi bir Dinda.


"Aku juga gak tau,datang-datang mata nya udah sembab seperti habis nangis!"


"Dia nangis?jarang Lo yang Dia nangis?apa yang di lakukan Marvel sehingga Nadia nangis ya?"


Tanya Dinda yang penasaran.


"Aku juga gak tau,ntar tanya orang nya langsung kalau udah bangun !"


Dinda mengangguk nya.


Tok...tok..tok...


"Siapa"


Dinda melihat suaminya.


"Pasti Marvel!"


Sahut Bara.


"Tunggu!"


Cetus Dinda berjalan ke arah pintu.


Ceklek !


"Marvel?"

__ADS_1


Dinda melihat pria yang di depan nya,seperti kurang tidur.


"Mana Nadia?"


Tanya Marvel.


"Ada tuh di kamar!"


Ketus Dinda.


"Aku akan mengajak nya kembali ke kamar!"


Dinda mengangguk nya.


"Sayang,Kenapa dengan Marvel,matanya itu kayak pocong!"Ledek Bara.


"Huusss!Jangan gitu,nanti Dia dengar!"


Tidak lama,Marvel kembali lagi ke ruangan dimana Bara dan Dinda sedang sarapan.


Bara menyenggol siku istri nya,saat melihat wajah lesu Marvel.


"Ada apa ?"


Dinda melirik,


"Masih marah,gak mau kembali !"


Marvel ikut duduk bersama dengan Mereka.


"Kamu kembali aja ke kamar,nanti Aku yang bicara ama Dia!"


Ujar Dinda.


"Sayang,Kamu gak boleh ikut campur masalah orang,tanpa tau penyebabnya apa!"


Dinda mengangguk.


"Kenapa Dia bisa marah?Katakan yang sejujurnya,Nadia jarang nangis begitu!"


Tanya Dinda,Marvel ragu untuk menceritakan nya.


Karena udah di desak oleh Dinda dan Bara,akhirnya Marvel mau menceritakan nya.


"Jadi gitu cerita nya!"


"Jelas lah Dia marah,kalau Aku jadi Nadia juga akan marah,Kalian itu harus memikirkan masa depan bukan leha-leha saja!"


Pungkas Dinda dengan kesal.


"Sayang,sabar!"


Bara menenangkan istri nya.


"Lo kembali dulu deh ke kamar,ntar Gue yang bicara ama Dia!"


Saran Dinda.Marvel segera berdiri.


"Bantuin Gue ya Din!"


Marvel memegang tangan Dinda.


Pak !


Bara menepis tangan Marvel yang memegang tangan istrinya.


Bara menatap tajam ke arah Marvel.


"Gue balik dulu deh!"


Marvel segera pergi meninggalkan kamar mereka,dan kembali ke kamar sendiri.


"Dia masih aja kayak anak kecil!"


Pungkas Dinda.


"Sama juga kayak Kamu sayang!".


"Sakit!"


Pekik Dinda saat Bara mencubit pipi nya.


"Ia tapi kan sekarang Aku udah dewasa sayang!"


Pungkas Dinda yang mengalungkan tangan nya di leher Bara.


Cup!


Bara segera mengecup bi bir istrinya,membuat Dinda merona.


"Udah balik Dia?"


Tanya Nadia,Dinda segera melepaskan tangan nya di leher Bara.


"Baru aja!"

__ADS_1


Sahut Dinda,Nadia menghampiri Dinda dan Bara.


__ADS_2