
"Lo siapa ?"
Pertanyaan itu di ulang lagi oleh Dinda,Gadis ini menunjuk jari telunjuk Nya kearah Laki-laki tersebut.
"Lo yang siapa ?magrib-magrib gedor rumah orang !"
Bentak Pria itu,Pak Sukri masih memantau dari dalam mobil,ia ingin turun namun tadi Dinda sudah menyuruh nya untuk pergi.
"Ini kosan kawan Gue,Lo yang siapa?tidak mungkin Gue salah alamat kan?biasa nya juga disini!"
Dinda mengintip ke dalam rumah.
"Eehh..Lo mau apa?Lo modus penipuan ya?"Ketus Pria itu sambil berkacak pinggang di depan Dinda.
"Modus?penipuan ?Lo buta ya!Gue datang kesini pakek mobil di bilang modus?"
Dinda menatap pria itu dengan kesal.
"Jaman sekarang banyak perampok yang menggunakan mobil,Gue gak percaya kalau Lo orang baik-baik!"
Pria itu bersikukuh menolak Dinda untuk masuk.
"Non,apa baik-baik saja?"
Suara Pak Sukri mengagetkan Dinda,yang datang menghampiri nya.
"Pak,udah pulang aja,jangan lupa bilang sama Tuan Aku gak pulang!"
Dinda menyuruh pak Sukri untuk pulang,sementara ia masih ribut dengan pria tadi.
"Kak,siapa yang datang?"
Suara Nadia yang baru selesai mandi,dengan handuk masih di kepala menghampiri sang kakak di depan pintu.
"Entah!Orang nyasar!"
Bohong Nya mau menutup pintu,namun Dinda segera mendorong nya.
Braaakk!
"Benar-benar Lo ya ajak ribut sama Gue"
Dinda mulai menaikan lengan baju kaos nya,
"Nadia keluar Lo!" Sambung Nya lagi melihat ke arah dalam rumah.
"Dinda...!kenapa baru datang,ayooo masuk !"
Ujar Nadia.
"Gue udah nyampek dari tadi,tuh makhluk gak ijinin Gue masuk!"
Kesal Dinda melewati Kakak Nadia.
"Itu,Kakak Gue,namanya Kak Arif,Dia baik kok,mungkin tadi belum saling kenal aja!"
Nadia memegang tangan Dinda mengajak Gadis ini untuk masuk ke kamar Nya.
"Nad,Dia benaran teman Mu?"Tanya Arif,Nadia mengangguk nya.
"Sorry ya!Gue salah sangka !"
Sambung Arif sambil mengangkat tangan nya ke arah Dinda.Dinda segera memalingkan wajahnya yang masih kesal.
Pak Sukri yang baru saja sampai rumah,setelah mengantar Dinda ke tempat Nadia,di depan rumah Bi Mina sudah menunggu Nya.
"Pak,Aden Bara telepon,ia nanya Non Dinda!"
Seru Bi Mina saat Pak Sukri sudah turun dari mobil Nya.
"Terus Kamu jawab apa ?"
"Aku belum menjawab Nya,tadi panggilan nya terputus,kata Den Bara begitu sampai tujuan Ia akan menelpon lagi!"
__ADS_1
Jelas Bi Mina yang khawatir.
" Aku juga bingung Bu,ngantar Non Dinda katanya ke tempat Nadia,tapi tadi yang keluar dari rumah itu seorang pria bukan wanita,apa Non Dinda selingkuh dari Tuan Bara?"
Pak Sukri duduk di kursi yang ada di teras rumah.
Bi Mina,sang istri Pak Sukri terlihat kaget,ia menutup mulut Nya,lalu duduk di sebelah sang suami.
"Pak,jangan bicara sembarangan kalau Aden Bara tau,ia bakal marah,Non Dinda bakal di cincang habis sama Den Bara!"
Bi Mina memegang bahu suami nya.
"Bu gak usah takut ya,Tuan Bara juga enggak mencintai Non Dinda,jadi Dia mana peduli akan hal itu !"
Di tengah - tengah perdebatan Mereka,telepon rumah berdering lagi,Bi Mina segera masuk untuk mengangkatnya.
Kriing ...
Kriing...
"Hallo..!"
"Bi Mina..!"
Benar saja Bara kembali menelpon ke rumah,ia ingin mengetahui kondisi Dinda,yang seharian tidak ada kabar,biasanya Dinda selalu menghubungi Bara duluan.
"Bi..mana Dinda?"
Tanya Bara,yang terdengar suara nya seperti orang yang sedang makan.
"Non..Non Dinda nginep tempat kawan Den..!"
Jawab Bi Mina ragu.
"Siapa yang ijinin Dia untuk keluar dari rumah,di malam hari?Bi Mina,Aku sudah ingatin Bibi sama Pak Sukri untuk menjaga Dinda,tapi kenapa malah di biarkan keluar ?"
Bara terdengar begitu marah,saat mengetahui Dinda tidak di rumah.
"Non Dinda maksa,kalau Kamu enggak ijinin Dia akan kabur,Dia mengancam enggak akan pulang selama-lamanya!Kami takut Den,jadi Bapak mengantarnya kerumah teman nya"
"Bu..biar Aku saja!"
Pak Sukri mengambil telepon di tangan istrinya.
"Tuan,ini saya Sukri!"
"Pak kenapa Dinda ijinkan keluar,Bapak tau kan Dia anak nya nekat,itu pasti tidak bisa diam begitu saja di rumah teman nya!"
"Maaf Tuan Bapak ngaku salah!"
"Siapa nama teman nya ?"
"Nadia Tuan,tapi tadi....".
Pak Sukri segera menutup mulut nya,ia baru ingat jika Bara melarang Dinda untuk dekat-dekat dengan Pria mana pun.
"Tapi apa pak?"
Hening....
Pak Sukri terdiam,ia melirik ke arah istrinya,Bi Mina menggelengkan kepala nya.
"Pak!Tapi apa Pak?"
Tanya Bara lagi,yang masih menunggu jawaban Pak Sukri.
"Yang di temui Non Dinda bukan Nadia,melainkan Cowok Tuan !"
"APAA...?"
Brakk!
Terdengar suara Bara memukul sesuatu.Pak Sukri gemetar saat mendengar suara bariton milik Bara.
__ADS_1
"Seperti apa Laki-laki itu?"
Tanya Bara yang penasaran.
"laki-laki itu tinggi,kulit nya kuning Langsat,hidung Nya mancung,pokoknya tampan Tuan !"
Jawab Pak Sukri jujur,namun di seberang sana Bara sudah naik pitam mendengar penjelasan Pak Sukri.
"Pak kirim alamat Nya kepada Saya,nanti Saya jemput sendiri!"
"Baik Tuan !"
Tut...Tut...Tut...
Bara sudah memutuskan panggilan Nya dengan Pak Sukri,ia ingin menghubungi Dinda,namun saat ini nomer telepon Dinda sedang tidak aktif.
"Dinda..!"
Bara menggertakkan giginya, saat mengingat kalau istrinya sedang berselingkuh dengan Pria lain.
"Besar juga nyali Mu ya,baru di tinggal sebentar sudah berani main-main dengan pria lain!"
Gumam Bara,yang menyimpan kembali ponselnya,lalu berjalan ke arah tempat parkir.
"Bar..."
Panggil Aditya yang melihat Bara menuju mobil.
"Aku pulang dulu ada hal mendadak,tolong bilang kepada ketua Administrator ya,Aku ijin besok !"
Ucap Bara yang langsung masuk mobil.
"Untuk apa ijin,Dia enggak kerja saja udah dapat gaji tiap bulan!wong Dia juga punya saham banyak disini!"
Gumam Aditya yang melihat Bara sudah pergi dengan mobil Nya.
Kosan Nadia...
Dinda yang sudah mulai akrab dengan Arif sang Kakak Nadia,terus saja mengobrol banyak,bahkan mereka dengan senang membakar ikan dan bernyanyi bersama di halaman kosan Nadia.
"Din,kalau setiap malam Minggu apa kalian selalu berdua disini?"Tanya Arif yang memberikan kipas kepada Dinda untuk mengibas ikan bakar .
"Tidak,Aku jarang kesini,karena keluarga kadang enggak bolehin,kalau ke tempat Nadia palingan siang saja!"
Jawab Dinda,yang berusaha mengibas-ngibas ikan bakar.
Nadia masih sibuk di dapur menyiapkan sambal untuk ikan bakar.
"Aaawww....!mata Gue...!"
Pekik Dinda yang memegang matanya.
"Lo kenapa ?"
Arif melangkah lebih dekat dengan Dinda.
"Mata Gue perih,bantu tiupin ..!"
Dinda masih merem,ia berusaha melek namun sulit.
"Sini Gue tiupin,tahan nya,lepas dulu tangan Mu !"
Arif segera meniup mata Dinda yang perih,sehingga posisi mereka membuat orang lain salah sangka saat melihat Nya.
"DINDA........!"
"Eehhh....!"
Teriak Bara dengan keras yang baru saja sampai ke tempat Nadia,membuat Dinda kaget.
Bersambung....
*Jangan lupa masukin ke Fav ya,like dan koment ya,terus dukung Kita ya..
__ADS_1
Salam sayang 😘*