Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Cantik.


__ADS_3

Bara dan yang lain menoleh ke arah sumber suara,Dinda segera masuk.


'Untung aja Asisten Le kasih tau tepat waktu,masih keburu untuk kesini'


"Maaf sekali lagi Tuan Chau!"


Ucap Dinda dengan tulus.


"Tidak apa-apa,silahkan duduk!"


Tuan Chau mempersilahkan Dinda untuk duduk.


Mereka berempat langsung membahas pekerjaan yang akan berlangsung begitu lama.


Amel terus menggoda Bara dengan kaki nya di bawah meja,namun membuat Bara sangat muak,ingin sekali mengakhiri rapat itu,tapi ia juga harus profesional.


"Baiklah,Tuan Bara terimakasih atas kerjasama nya,semoga kontrak ini bisa berjalan begitu lancar!"


Pungkas Tuan Chau,yang menyalami Bara dan juga ke dua wanita itu.


Tuan Chau,bersama dengan Asisten nya segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Bara menatap Dinda,begitu juga dengan Dinda.Amel mengetahui itu.


'Ini kenapa Mereka jadi saling pandang,sebenarnya apa yang terjadi beberapa bulan ini,kenapa Aku melihat ke dua orang ini seperti orang asing yang tidak saling kenal ?'


Amel,menatap tajam ke arah Bara.


"Tuan Bara!"


Panggil Amel,ketika Wanita ini sudah tidak ingin lagi menatap nya,gejolak asmara dalam tubuh Amel sudah memberontak ingin merangkul tangan Bara.


"Tolong singkirkan tangan Anda!"


Tegas Bara,Amel tidak menghiraukan nya.


Dinda menatap nya dengan geram,Bara mengetahui itu.


'Heeh!cemburu?sebenarnya siapa Kamu?'


Bara menatap lekat ke arah Dinda,tahu persis perubahan sikap dalam diri Dinda.


"Tuan Bara,saya memiliki pekerjaan lain,saya duluan !"


Ujar Dinda yang pergi meninggalkan Bara dan Amel.


"Tunggu !"


Teriak Bara,Amel menghalangi nya.


"Tuan Bara,tidak baik Lo meninggalkan klien perempuan seorang diri disini!"


Ucap Amel,sambil menyentuh wajah Bara.


'Kalau bukan karena Tuan Chau memilih mu jadi investor,mungkin sudah Ku patahkan tangan Mu'


Bara menatap tajam ke arah Amel.


"Han,urus perempuan ini,Saya ada pekerjaan lain!"


Bara segera mengejar Dinda,sampai ke pintu depan restoran.


"Dinda!"


Panggil Bara,Dinda berpura-pura tidak mendengar panggilan Bara,ia tidak ingin terlibat dalam hubungan asmara dengan tiga orang.


"Tunggu!"


Teriak Bara lagi.


Dinda semakin mempercepat kan jalan nya,


"Istri Ku!"


Teriak Bara lagi,spontan membuat Dinda berhenti,entah kenapa ucapan itu keluar begitu saja dari bibir Bara.


Bara tercengang melihat Dinda yang berhenti.


'Apa yang terjadi,apa ia sudah mengingatkan itu semua?'


Dinda tidak menoleh atau melirik sedikit pun ke arah Bara

__ADS_1


"Taxi!"


Panggil Dinda,ia langsung masuk ke dalam taxi.


Bara mengejarnya.Namun,taxi sudah melaju dengan kecepatan tinggi,sesuai yang di perintahkan oleh Dinda.


"Apa yang terjadi,Gue kenapa takut?Gue bukan sedang menganggu hubungan orang lain,yang hubungan nya sah Gue dengan Bara,bukan perempuan itu,dulu Aira,sekarang Amel !"


Dinda menepuk jidat nya berkali-kali.


"Non,kita mau pergi kemana ini?"Tanya sopir taxi,Dinda lupa memberikan alamatnya.


"Jalan mawar!"


Jawab Dinda singkat.


Masih di depan restoran, Bara menatap kepergian Dinda yang entah kemana sudah sampai.


"Bara!"


Panggil Haikal,yang datang bersama dengan Wulan.


"Sedang apa Kamu disini?"


Tanya Haikal lagi,


"Aku baru selesai bertemu dengan klien!"


Jawab Bara.


"Kak Aku ingin berbicara sesuatu dengan Kamu!"


Bara menatap Haikal dengan datar,Haikal sedikit gugup,ia tidak dapat menolak ajakan dan pertanyaan dari Bara.


"Baiklah,Ayo Kita duduk disana!"


Haikal menunjukkan kursi di pojokan restoran.


"Apa yang ingin Kamu katakan ?"


Tanya Haikal,saat mereka telah duduk di meja restoran,dan segera memesan minuman.


"Kakak,siapa Dinda di masa lalu Ku ?"


Haikal melirik Wulan.


"Masa lalu?"Haikal mengulangi ucapan itu.


Bara mengangguk nya.Lalu mengaduk kopi yang ada di dalam cangkir dengan sendok kecil,dan meletakan kembali sendok di piring.


"Dia bukan masa lalu Mu,tapi masa depan Mu!"


Ujar Haikal.


"Kak,Aku sedang tidak ingin bercanda,Aku ingin mengetahui nya!"


Tanya Bara lagi.


Semenjak hipnoterapi,Bara merasa ia telah melewati satu kehidupan yang sebelum nya,padahal itu hanya memori ingatan nya saja yang sebagian terhapus.


"Aku berkata dengan benar,Kalau Dinda masa depan Mu!"


Ucap Haikal tegas,Wulan menggenggam tangan suaminya,karena hanya Wulan yang tahu apa yang terjadi dengan Dinda selain Tuan Faisal.


"Aku menemukan nya beberapa hari yang lalu,dan juga hari ini,apa itu nyata?"


Tanya Bara kepada Haikal.


Pertanyaan Bara justru membuat Haikal syok.


"Itu nyata!"


Sambung Wulan.


Haikal dan Bara menatap Wulan dengan menyempitkan matanya.


Wulan sudah tidak ingin membuat Bara seperti orang gila,ia takut itu akan mempengaruhi kinerja otak nya.


"Jadi katakan dengan sejujurnya!"


Pinta Bara,ia menatap kopi yang ada di dalam gelas.

__ADS_1


Wulan pun mulai menceritakan nya,dari awal sampai hari ini,tapi Wulan tidak pernah menyinggung ada nya wanita yang bernama Aira,Wulan hanya memberitahukan kalau Bara pernah menyakiti hati Dinda,sehingga Dinda pergi.


"Sayang,Kamu tau semua nya,kenapa tidak bagi tau Aku!"


Marah Haikal mencengkram kuat tangan Wulan.


"Mas,sakit,apa yang kamu lakukan!"


Ucap Wulan,berusaha melepaskan tangan Haikal.


"Kamu berani berbohong kepada Ku?"


Tanya Haikal lagi,


"Mas,Aku di minta oleh Ayah untuk merahasiakan itu semua !"


Jawab Wulan,Haikal melepaskan tangan nya.


"Jadi sekarang,Kalian harus bantu Aku untuk mendapatkan Dinda kembali!"


Tegas Bara,menatap ke dua nya dengan tajam.


"Kok Aku,Kakak enggak mau ikut-ikutan Oke!"


Haikal berdiri.


Wulan menarik tangan suaminya agar kembali duduk.


"Harus,kalau enggak,Kakak akan tau,apa yang akan Ku lakukan pada perusahaan Kita!"


Ancam Bara.


"Baiklah,Kakak akan bantu Kamu!"


Terpaksa Haikal menerima tawaran Bara.


"Beberapa hari ini akan ada acara penyelesaian kontrak dengan Tuan Chau,Kakak harus ikut dengan Ku!"


Tegas Bara,


"Tapi ingat Aku tidak ingin terlibat terlalu jauh!"


"Tenang saja,Kakak hanya perlu mengatasi seorang perempuan aja,yang terus menggoda Ku!"


Ujar Bara,


"Siapa?"


Tanya Haikal yang penasaran.


"Amel,investor Tuan Chau!"


Jawab Bara.


"Amel?"


Haikal mengulangi nama itu.Bara mengangguk nya.


"Sejak kapan dalam bidang investor ada nama Amel?"Tanya Haikal yang penasaran.


"Aku juga tidak tahu,selama ini yang ngurus perusahaan Kakak,bukan Aku!"


Jawab Bara datar.


"Baiklah,akan Ku atasi!"


Haikal menerima tawaran Bara,karena bagiamana pun Dinda masih istri sah Bara.


"Jadi itu rencana kalian?"


Gumam Amel yang mendengar kan semua pembicaraan Mereka.


"Sebelum Kamu menyelidiki Ku,terlebih dulu Aku akan mempersiapkan semua nya!"


Sambung Amel lagi,meninggalkan tempat itu.


"Nyonya Amel,Tuan menyuruh Anda untuk datang ke hotel sekarang juga !"


"Apa Dia tidak membiarkan Aku untuk beristirahat sebentar,Aku terlalu lelah melayani Pria tua itu!"


Ucap Amel dengan marah,lalu masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Tinggalkan vote+like +koment+ dan hadiah untuk author ya biar semangat nulis dan up nya😘


__ADS_2