
Nadia di duduk di sofa di sebelah Dinda,dan menyenderkan kepala nya.
"Kembali lah,Kalian udah dewasa selesaikan masalah kalian!"
Saran Bara,lalu beranjak pergi ke kamar.
"Benar kata suami Ku Nad,Kalian harus menyelesaikan nya,jangan biarkan emosi menguasai Kalian !"
Dinda mencoba menenangkan Nadia.
"Dia tuh,gak ngerti apa mau Ku,Dia selalu begitu,selalu sibuk dengan game!"
Nadia malah semakin sedih saat mengingat Marvel.
"Udah,Ayo Aku antar ke kamar kalian!"
Bujuk Dinda memeluk Nadia.
"Gak mau,Aku mau disini!"
Nadia memaksa.
"Lo tau Bara kan?Dia gak akan suka,Lo harus baikan sama Marvel,ingat kalian bentar lagi mau menikah,udah bisa di buang sifat anak-anak kalian !"
"Pintar Lo sekarang ya,dah bisa nasehat orang lain!"
Cibir Nadia,Dinda malah tersenyum.
"Gue kan belajar dari Lo,dulu Lo nasehatin Gue,sekarang giliran Gue nasehatin Lo!Ayo...."
Dinda segera berdiri di depan Nadia,dengan malas nya Nadia ikut berdiri.
Ceklek !
"Lo gak sah anterin Gue,ntar lagi kan Kita mau kembali ke Surabaya Lo beres-beres kamar aja!Gue bisa balik sendiri!"
Ujar Nadia.
"Yakin?"
"Iya!"
Nadia mengangguk nya.
Nadia segera pergi meninggalkan kamar Dinda,sementara Dinda kembali ke kamar untuk membereskan barang-barang nya.
"Udah pergi?"
"Udah!Ayo bereskan barang,biar gak ketinggalan pesawat!"
"Iya!"
Bara sama Dinda langsung menyimpan barang nya dalam koper,dan membereskan kamar yang akan mereka tinggal.
Di Tempat Lain!
Nadia baru kembali ke kamar nya,untuk berbaikan dengan Marvel,sekalian membereskan barang nya.
Ceklek !
Marvel sedang menunggu Nadia di depan TV.
"Nad,Kamu kembali?"
Marvel segera menghampiri Nadia.
"Jangan ganggu Aku,Aku masih marah!"
Ketus Nadia.
"Nad,maafin Aku ya,jangan marah lagi,Aku janji Aku akan berubah!"
Marvel segera memeluk Nadia.
"Awas aja Kalau Lo ulangi lagi!"
"Janji gak bakalan !"
Sambil membuat jari dua angka.
"Yaudah awas,Aku mau mandi dulu!"
"Kamu mandi aja dulu,setelah itu sarapan,Aku udah bereskan barang Kita nanti bisa sama-sama ke bandara sama Mereka!"
Nadia mengangguk nya.
Dua jam berlalu,semua orang telah berkumpul di depan lobi resort.
Tuan Chau dan Asisten Le telah kembali duluan,semetara Amel,telah di pulangkan ke penjara Surabaya.
Kini hanya Haikal,Bara,dan juga Marvel beserta para wanita akan segera pergi ke bandara.
"Mama Dinda..."
__ADS_1
Panggil Arrayan.
Dinda menoleh,
"Kalian udah mau berangkat ya,mau Aku anterin?"
"Boleh juga!"
Sambung Marvel,
"Tunggu disini,Aku akan mengambil mobil,Din,Aku titip Arrayan!"
"Oke!"
"Sini sayang!"
Panggil Dinda.
Arrayan begitu akrab dengan Dinda,Bara bara merasakan ke ibuan dari dalam diri Dinda.
"Ayo..."
Ajak Ricko saat ia telah tiba di depan Mereka dengan mobil nya.
Mereka semua segera masuk ke dalam mobil,tidak ada yang tertinggal,yang tertinggal hanya lah kenangan manis dan pahit selama di resort ini.
20 menit berlalu mereka telah tiba di bandara Ngurah Rai,Mereka semua bersiap-siap untuk turun,Haikal memeriksa semua tiket yang telah ia pesan dua hari lalu,biar enggak ada yang ketinggalan.
"Selamat sampai tujuan ya!"
Ujar Ricko.
"Terimakasih !"
Haikal dan Bara berjabat tangan dengan Ricko,sementara Marvel segera memeluk paman nya.
"Jadilah Pria dewasa,jangan seperti anak kecil lagi,jangan buat Nadia menangis!ingat sebentar lagi akan menjadi suami!"
Pungkas Ricko.
"Siap bos!"
Marvel tersenyum.
"Arrayan,mama Dinda kembali dulu ya,nanti kalau ada waktu Kita jumpa lagi!"
Cup.Dinda segera mencium kedua pipi Arrayan.
"Oke paman,Bye...".
"Bye..."
"Bye.."
"Da..dah..Mama Dinda!"
Teriak Arrayan.
"Da..dah sayang.."
Mereka semua segera menuju Apron setelah tiket nya di periksa oleh Haikal.Karena sebentar lagi akan take off.
55 menit telah berlalu,mereka berada di dalam pesawat,kini sudah sampai di bandar udara internasional Juanda.
"Huuufff...melelahkan!"
Gumam Dinda begitu tiba di dalam Taxi.
"Sini peluk !"
Bara segera menarik Dinda dalam pelukan nya.
"Kalian bisa gak mesra nya di rumah saja nanti,jangan disini,bikin iri!"
Ujar Haikal,yang duduk di sebelah sopir taxi.
"He..he..he..!"
Wulan hanya tersenyum melihat mereka yang bermesraan di sebelah nya.
Setengah jam berlalu,dalam perjalanan dari bandara menuju rumah Ardiansyah.Akhirnya mereka baru sampai ke rumah.
Di depan rumah sudah ada Tuan Faisal dan Nyonya Ratih,menunggu mereka.
"Sayang..." Panggil Nyonya Ratih saat melihat Dinda turun dari dalam taxi.Dan ia segera memeluk Dinda.
"Mah,yang anak mama disini Aku sama Bara!"
Ketus Haikal menunjukan rasa cemburu nya.
"Bleeekk!"
Dinda menjulurkan lidah nya menggoda Kak ipar dan Suaminya.
__ADS_1
"Kalian ini,ayo masuk dulu,Kita bicara di dalam,di dalam juga ada Firman baru kembali kemarin!"
Pungkas Tuan Faisal.
Mereka semua segera masuk ke dalam rumah.
Terlihat di ruangan tamu,sudah ada Firman dan Karina.
"Bi...siapkan minuman dan cemilan ya!"
"Baik Nya!"
Sahut pelayan di dapur.
Mereka semua segera duduk di sofa,dan Tuan Faisal membuka pembicaraan nya,mengenai perusahaan dan juga kasus Amel.
"Ayah tau dari mana kasus Amel?"
Tanya Bara,
"Ayah melihat berita di televisi,dan Ayah sudah berkunjung ke penjara!Ayah pastikan Dia tidak akan bisa keluar lagi!"
Pungkas Tuan Faisal,yang lain hanya diam saja mendengar ucapan Tuan Faisal.
"Udahlah Yah,gak sah bahas orang gak penting,sekarang kita punya kabar penting!"
Ujar Haikal.
"Aku juga punya berita penting!"
Sambung Firman yang tersenyum.
"Mah,Yah,Alhamdulillah Wulan hamil anak ke dua "
"Waah selamat ya sayang !"
Ujar Nyonya Ratih.
"Selamat ya sayang!"
Ucap Tuan Faisal.
"Makasih mah,Yah!"
Wulan tersenyum.
"Alhamdulillah,Karin juga di berikan kepercayaan oleh Allah,Dia hamil udah 3 Minggu!"
Pungkas Firman,memeluk Karina.
"Selamat ya sayang,mama di berikan ke bahagian Doble"
Ujar Nyonya Ratih.
"Selamat ya sayang!"
Ucap Tuan Faisal.
"Selamat ya kak Wulan dan Kak Karina!"
Ujar Dinda sambil tersenyum.
"Terimakasih sayang !"
"Aku Ke kamar dulu Mah,Yah!"
Sambung Dinda.
Dinda segera pergi ke kamar dan menarik koper bersama dengan nya.
"Mah,Aku juga mau ke kamar!"
"Iya sayang "
Bara segera menyusul Dinda ke kamar.
Ceklek !
Bara melihat Dinda yang duduk di balkon kamar.
"Sayang sedang apa disini?"
Tanya Bara panik.
"Enggak ada,lagi liat langit aja!"
Sahut Nya,menatap ke arah langit.
"Ayo Kita mandi,lalu istirahat!"
"Mas,duluan aja,nanti Dinda nyusul !"
Bara hanya bisa membalas dengan anggukan,dan segera berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1