
"Aku mau mandi dulu,Kamu tidur duluan saja,pasti kecapean !"
Ujar Bara,Dinda mengangguk.
Bara segera masuk ke dalam kamar mandi,sementara Dinda mengantikan baju nya dengan piyama.
Dinda naik ke atas ranjang,lalu rebahan,seperti biasa,jantung nya masih berdegup begitu kencang,sesekali Dinda melirik ke arah kamar mandi yang masih tertutup,pertanda Bara belum selesai mandi.
Ceklek !
Bara membuka pintu kamar mandi,Dinda segera memejamkan matanya.
"Tidur saja,Aku akan sholat dulu!"
Ucap Bara yang melihat Dinda pura-pura tidur.
Suasana kamar menjadi hening,saat Bara akan sholat,sementara Dinda masih memejamkan matanya.
Dinda tidur menghadap lemari,ia membelakangi tempat Bara tidur.
"Akhirnya tidur juga!"
Gumam Bara,
Dinda mengetahui kalau Bara telah selesai sholat,baru kali ini mereka tidur bersama dalam keadaan serius,biasanya kalau enggak berantem pasti karena paksaan dari Dinda.
"Din"
"Haaah!"
Bara memanggil Dinda,wanita ini malah terkejut saat Bara menyentuh bahu nya,lalu ia segera duduk,menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Kamu kenapa ?"
Tanya Bara yang bingung,tangan nya masih menggantung di udara yang ingin menyentuh Bahu Dinda.
"A..Aku..gak pa-pa!"
Jawab Dinda terbata-bata.
"Kalau gitu tidur aja,kenapa malah duduk !"
Tanya Bara lagi.
"Ka..eemm..Mas,Mas Bara kenapa menatap Ku begitu,dan kenapa Mas tidak langsung tidur saja!"
Dinda masih terlihat belum nyaman saat di dekat Bara,sebelumnya mereka tidak memiliki hubungan yang begitu formal,apalagi masalah ranjang.
"Aku hanya senang aja,akhirnya Kamu kembali ke sini,ayo tidur !"
Puk..puk..puk..
Bara menepuk kasur agar Dinda kembali tidur.
Dinda segera merosot ke kasur dari duduknya,ia tidur terlentang,menatap langit-langit kamar dengan gugup.Tangan nya memegang selimut dengan kuat.
"Sayang,Kamu kenapa ?"
Deg...
Deg ..
Panggilan sayang,membuat Dinda menelan ludah nya,suara Bara begitu lembut.
"Tidur lah,Aku akan menjaga Mu disini!"Ujar Bara masih melihat ke arah Dinda yang tidur terlentang.
Dinda mengambil guling,lalu meletakan nya di tengah-tengah mereka berdua.
"Din,Kamu baik-baik saja?"
Bara dapat melihat sikap Dinda yang begitu berbeda.
"Apa Kamu gugup?"
Tanya Bara,Dinda segera mengangguk nya.
__ADS_1
"Kamu rileks saja,ini sudah larut malam,Kamu segera tidur lah!"
Pungkas Bara,yang ikut terlentang.
Dinda melirik ke arah Bara,kebetulan Bara juga melihat nya,Dinda segera membalikan tubuhnya membelakangi Bara.
'Masih belum terbiasa?'
Bara menatap Dinda lalu menghela nafas,demi kenyamanan Dinda,Bara juga membalikkan tubuh nya membelakangi Dinda.
Masing-masing dari mereka masih terlihat belum terbiasa,bahkan kedua nya merasakan rasa gugup yang luar biasa.
"Din,selamat malam,semoga mimpi indah!"
Ucap Bara masih dengan posisi semula,Dinda tidak menjawab nya.Namun,ia segera memejamkan matanya,berharap rasa gugup ini cepat berlalu,agar ia bisa bernafas begitu lega.
Ke esokan pagi nya....
"Selamat pagi...."
Ucap Bara,saat melihat Dinda membuka mata nya perlahan.
"Aahhh!"
Dinda kaget yang melihat Bara tidur di sebelah nya.
"Apa yang Kamu lakukan disini ?"Tanya Dinda lagi,yang masih setengah sadar dari tidur nya.
"Kamu lupa?ini kamar Ku,Kita kembali bersama!dan panggilan Mu itu salah!"
Tegas Bara,menatap datar ke arah Dinda.
"He..he..Aku lupa,maaf Mas!Aku akan pergi mandi dan sholat sebelum terlambat !"
Ucap Dinda yang melihat jam 4:55 pagi.
"Tunggu!"
Deg...
Deg...
"Mau mandi sama?"
Tanya Bara,Pria ini sedang ingi menggoda Dinda.
"Enggak!Aku akan mandi sendiri,lepas!"
Sahut Dinda,sambil menarik tangan nya agar Bara melepaskan pegangan nya.
"Ha...ha ..ha ..kenapa Kamu jadi takut dan gugup begitu?Aku hanya menggoda Mu!"
Bugh!
Dasar me-sum!"
Dinda melempar bantal ke arah Bara.
"He..he..yaudah mandi gih!ntar kalau udah siap Aku yang mandi,Kita sholat berdua!"
Dinda mengangguk,lalu segera pergi ke kamar mandi.
"Din,yakin gak mau mandi sama?"
Tanya Bara lagi saat Dinda sudah di depan kamar mandi.
"Mimpi !"
Teriak Dinda segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Din..da..Dinda!"
Bara menggelengkan kepala nya,lalu turun dari ranjang,merapikan tempat tidur nya.
Bara segera menyiapkan mukena dan sarung untuk Mereka sholat.
__ADS_1
Ceklek !
Setelah beberapa menit kamar mandi kembali terbuka,Bara menoleh.
Gluk!
Bara menelan saliva nya saat melihat Dinda hanya mengenakan handuk kecil saja,untuk menutupi tubuh mulus dan putih nya itu.
"A...Aku lupa mengambil baju mandi!"
Ucap Dinda malu.
"Heem,Aku akan mandi!"
Bara segera berjalan ke arah kamar mandi.
Beberapa menit kemudian ....
Begitu selesai sholat subuh,ke dua nya bersalaman,lalu Bara dengan berani mengecup pucuk kepala Dinda, saat istri nya menunduk menyalami tangan nya.
Sikap Bara yang begitu,sungguh membuat Dinda sekali lagi merasa gugup dan deg-degan,Dinda segera berdiri,dan menyimpan semua perlengkapan sholat mereka.
Bara masih mengenakan sarung,lalu duduk di tepi ranjang.
"Din,Aku ingin bicara dengan mu?"
Ujar Bara,melihat ke arah Dinda yang sedang menyisir rambut nya.
"Mau bicara apa?"
Tanya Dinda melirik ke arah Bara,sisir masih di tangan nya.
"Duduk lah disini !"
Dinda segera duduk di sebelah Bara.
"Ada apa Mas?"
Tanya Dinda dengan senyuman,meskipun ia gugup namun ia harus bisa bersikap normal di depan Bara,agar Bara berhenti menggoda nya.
"Mas ingin bertanya,Dinda udah siap belum ?"
Pertanyaan Bara membuat Dinda bingung,lalu ia menaikan satu alis nya sebelum ia menjawab.
"Gini maksud Mas,kalau Mas ingin memiliki Anak sekarang,Kamu udah siap belum untuk hamil?"
Ujar Bara,melirik ke arah Dinda.
Karena gugup ia segera memalingkan wajahnya.
"Kalau Kamu belum siap,Mas masih bisa menunggu !"
Sambung Bara lagi.
Karena tidak ingin berdosa,Dinda pun mengangguk nya.
"Aku udah siap Mas!"
Jawab Dinda menundukkan wajahnya,pipi nya merona,Bara sadar akan hal itu.
"Tapi bukan sekarang,Kita akan memulai itu saat Kamu sudah mulai rileks,untuk hari ini Kamu bisa belajar untuk terbiasa!"
Pungkas Bara,lalu berdiri.
"Terimakasih Mas,mau menunggu!"
Ujar Dinda,Bara mengangguk.
"Aku akan ke dapur bantu Mama Ratih masak!"
Dinda berdiri,
"Tunggu,kenapa harus Kamu yang bantu,di bawah ada dua pelayan yang siap bantu Mama!lagian Mama juga jarang di dapur".
Ujar Bara,lalu berjalan mendekati Dinda yang berdiri membelakangi Bara.
__ADS_1