Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Pertemuan.


__ADS_3

Sampai di seberang,Nadia kaget melihat Dinda pingsan dalam pelukan orang asing.


"heei,Lo apakan teman Gue,lepas,Dinda!"


Teriak Nadia,menarik Dinda dalam pelukan Bara.


"Saya enggak apa-apain Dia!"


Ujar Bara,


"Bara.."


Gumam Nadia dengan suara kecil,saat melihat ke arah Pria yang ada di dekat Dinda.


'Bagaimana bisa'


Nadia jadi panik,melihat Dinda dalam pelukan Bara.


"Kamu kenal cewek ini?"


Tanya Bara,


"Dia teman Gue,sini biar Gue aja!"


Ujar Nadia,


"Saya bantu!"


Saran Bara,


"Mobil Kami ada disana,bawa ke sana aja!"


Titah Nadia,


Tanpa menunggu lama,Bara segera mengendong Dinda,dan mereka membawa nya masuk ke dalam mobil.


Ceklek !


Nadia membantu membuka pintu mobil,Marvel kaget saat melihat Bara yang menggendong Dinda.


"Terimakasih !"


Ucap Nadia,saat Bara sudah meletakan Dinda di jok belakang.


"Kalian tinggal dimana?jika terjadi sesuatu Aku bisa ke sana?"


Pungkas Bara,


"Dia baik-baik aja!"


Jawab Nadia,lalu segera masuk ke dalam mobil,dan pergi.


Bara masih bingung dan melihat ke arah mobil yang telah meninggal nya barusan.


"Aku pernah melihat wanita yang itu,kemarin Aku nyasar ke tempat dia,mungkin ini takdir!"


Gumam Bara lalu kembali ke mobil,ia baru ingat roti yang di belikan oleh Nya dari Dinda ketinggalan di seberang jalan,Bara segera mengambilnya.


Dengan perasaan yang begitu senang,Bara segera berjalan ke arah mobil,setelah mengambil kotak roti.


"Aku harus segera pulang,Mama pasti senang!"


Gumam Bara,dengan wajah yang ceria.


"Aah!"


Bara memegang kepala nya lagi,hipnoterapi mulai menganggu nya lagi,apalagi sekarang ia bertemu dengan Dinda,meskipun ia memaksa tidak mengenal Dinda,tapi hati dan perasaan tidak dapat di bohongi,Bara pasti masih mengingatnya.


Begitu sampai di kediaman Ardiansyah,Bara segera turun mobil,lalu membawa kotak roti bersamanya.


Ceklek !


"Assalamualaikum mah!"


Panggil Bara dengan antusias.


"Waalaikumsalam,mama di dapur!"


Sahut Nyonya Ratih.


Bara segera menghampiri Nyonya Ratih.


"Mah ini roti nya!"


Bara memberikan dua kotak roti kepada Nyonya Ratih.


"Mah,tadi Aku bertemu dengan wanita di laptop Ku,Aku sudah menemukan nya,Dia Dinda!"


Ujar Bara dengan senang.


Bukk..!

__ADS_1


Kotak roti terjatuh ke lantai,Bara terkejut.


"Mah ada apa?"


Tanya Bara yang bingung,


"Mama tidak apa-apa,Mama akan mengambil nya !"


Dengan tangan yang gemetar dan rasa gugup tentu saja sudah mulai menyelimuti nya.


"Mah,are you oke?"


Tanya Bara lagi,kini memegang bahu Nyonya Ratih.


"Mama kenapa gugup begitu?"


Melihat Nyonya Ratih,semakin membuat Bara bingung.


"Duduk dulu!"


Cetus Bara,lalu memberikan segelas minuman kepada Nyonya Ratih.


"Dimana Kamu bertemu dengan wanita itu?"


Tanya Nyonya Ratih yang bingung.


"Aku bertemu dengan nya di toko roti!"


Jawab Bara.


Kriing...


kriing...


"Hallo,Alan!"


Jawab Bara,


"Tuan,di kantor ada investor baru dan ingin bertemu dengan Anda!"


Jawab Alan,sang asisten dan juga pengawal nya.


"Baik,Aku segera kesana!"


Bara segera mematikan handpone nya.


"Mah,Aku ke kantor dulu!"


Nyonya Ratih mengangguk nya.


"Apa karena hipnoterapi membuat Bara gila,dan ia halusinasi bertemu dengan Dinda?ya Allah jangan sampai anak Ku gila!"


Gumam Nyonya Ratih yang sedikit takut,ia memegang dadanya.


"Kenapa Mah?seperti habis melihat hantu!"


Tanya Haikal,yang baru saja datang ke dapur,


"Tidak ada,Kamu hari ini ada ke kantor ?"


Tanya Nyonya Ratih balik.


"Ada sebentar!kenapa?"


Haikal mengambil roti coklat dan keju yan di bawa pulang oleh Bara barusan.


"Kamu tau,Bara biasanya dingin dan jutek,hari ini tumben banget sikap nya seketika jadi lembut dan penurut!"


Jelas Nyonya Ratih.


"Memang nya kenapa ?bukannya itu yang mama mau?"


Haikal terlihat bingung,namun raut wajah Nyonya Ratih seperti ada yang lain.


"Mama ingat sesuatu,tadi sewaktu pulang Bara bercerita kalau ia baru saja bertemu dengan seorang wanita yang bernama Dinda,kata Bara wajah nya mirip dengan perempuan yang ada di laptop,sedangkan perempuan yang di laptopkan Dinda Kal?"


Nyonya Ratih terlihat semakin bingung,Haikal telah menghabiskan dua potong roti keju yang ada di atas meja.


"Apa jangan-jangan Bara gila?"


Cetus Nyonya Ratih.


"Siapa yang gila Mah?"


Tanya Tuan Faisal yang baru saja kembali bertemu dengan rekan kerja nya.


Nyonya Ratih menoleh,melihat Tuan Faisal dengan baju formalnya.


"Ayah dari mana rapi benar?"


Tanya Nyonya Ratih .

__ADS_1


"Baru dari rekan bisnis,berencana untuk datang ke acara perjamuan nanti malam,dimana Bara?"


Tanya Tuan Faisal yang tidak melihat keberadaan Bara.


"Baru saja kembali ke kantor lagi,katanya ada investor yang ingin bertemu dengan Bara langsung!"


Ujar Nyonya Ratih.


"Investor?"


Haikal menaikan satu alis nya,Nyonya Ratih mengangguk.


"Ayah tau?"


Tanya Haikal.


"Enggak!"


Jawab nya singkat,mengambil minum yang di tangan sang istri.


Tuan Faisal ikut mencicipi roti keju yang di bawa pulang oleh Bara,rasanya memang bikin nagih.


Di tempat lain,Bara yang baru saja kembali ke kantor dan segera bertemu dengan Alan.


"Tuan,Mereka ada di ruangan rapat!"


Ujar Alan.


"Baik,Aku segera kesana !"


Bara segera masuk ke dalam lift.


Alan mengikuti nya dari belakang.


Sampai di lantai ti-ga,lift berhenti dan Bara segera keluar.


Ceklek !


Alan membuka pintu ruangan meeting untuk Bara,Pria ini segera masuk.


"Maaf membuat kalian menunggu!"


Seru Bara melangkah masuk,dan duduk di kursi CEO.


Dua orang yang sedari tadi menunggu Bara segera berdiri.


"Tuan ini investor yang tadi saya cerita!"


Ujar Alan,Bara mengangguk.


"Perkenalkan Saya Bima,dan ini Direktur utama investor dari perusahaan KASA,Beliau Direktur Amel!"


Ujar Bima.


Amel mengulurkan tangan nya ke arah Bara.


"Amel ....!"


Ucap nya singkat,namun penuh tanda tanya,Bara ragu,namun ini investor perusahaan nya.


"Bara!"


Jawab Bara segera menarik kembali tangan nya.


"Tuan ini proposal yang mereka bawa!"


Alan memberikan nya ke pada Bara.


"Saya periksa sebentar !"


Bima dan Amel mengangguk.


Amel terus saja melihat ke arah Bara,dan Alan mengetahui itu,ia curiga dengan wanita yang di depan Bara.


"Persen nya tinggi,Saya tertarik,tapi saya perlu diskusi kan ini dengan yang lain,karena selain saya masih ada Kakak saya Direktur disini!"


Ujar Bara.


"Tidak masalah,Kami akan menunggu!"


Jawab Amel lembut.


"Kalau begitu,Alan antar Mereka sampai ke bawah,saya masih ada meeting di lain tempat!"


Pungkas Bara.


"Tuan,tunggu!apa tidak ada waktu untuk Kita minum-minum ?"Tanya Amel,


"Untuk hari ini mohon maaf belum ada!"


Jawab Bara datar.

__ADS_1


Terlihat Amel yang kecewa,namu ia akan berusaha lebih keras lagi.


Alan segera mengajak Amel dan Bima untuk meninggalkan ruangan tersebut.


__ADS_2