Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Salting


__ADS_3

Ha..ha..ha..


Dinda tertawa,lebih membuat Nadia kesal lagi,ia mengerucut kan bi birnya.


"Gemes!"


Cetus Marvel menarik pipi Nadia,Dinda yang melihatnya terkejut dan terdiam dari tawa nya.


"Eeh Lo apa-apaan sih!"


Teriak Nadia,lalu melirik ke arah Dinda.


"Cieeee merona!"


Goda Dinda.


"Gak kok biasa aja!"


Jawab Nya malu-malu.


"Eheem,udah jadian aja!"


Maksa Dinda.


"Cinta itu gak bisa di paksa!"


Sambung Nadia,Dinda mengerucutkan bi birnya padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin agar mereka jadian,namun ke dua nya terlihat tidak ada yang bergerak sama sekali.


"Mengecewakan !"


Gumam Dinda bersandar di jok,lalu melipatkan ke dua tangan nya.


Ckiiiitttt!


Tiba-tiba Marvel menghentikan mobilnya.


"Ada apa ?"


Tanya Nadia.Namun,Marvel hanya diam saja,ia melirik ke arah Dinda.


"Nad.."


Panggil Marvel,yang masih fokus ke depan,di belakang Dinda sudah bengong,melihat Marvel dan reaksi Nadia yang tegang .


"Iya!"


Jawab Nadia singkat,tapi sesekali melirik ke arah Dinda.


Hening...


Nadia atau Marvel kembali terdiam,setelah Marvel memanggil Nadia,pria ini malah diam tidak berkata apapun,namun Nadia sudah merasa gugup dari tadi,dan bahkan tangan nya kedinginan.


"Yaelah....Gue nungguin Lo nembak Nadia,malah bengong Kalian !"


Cetus Dinda yang enggak sabaran.


"DIAAM..!"


Teriak Nadia dan Marvel bersamaan,membuat Dinda segera tutup mulut nya.


Dinda melihat lagi ke dua sahabat nya yang di depan.Namun,masih saja saling diam tidak ada yang berbicara.


"Gue turun dulu,di seberang ada toko roti,tunggu Gue beli roti dulu!"


Ujar Dinda segera turun dari mobil.


'Memang kalau ada Gue kenapa,Gue kan mau dengar juga hi..hi..hi..'


Batin Dinda yang segera turun dari mobil.


"Din,cepat kembali ya!"


Teriak Nadia,Dinda mengangguk nya.

__ADS_1


"Kalau Gue gak turun tuh,gak bakalan mau nyatakan cinta Marvel!"


Gumam Dinda,langsung jalan ke arah toko roti yang di seberang sana.


Di dalam mobil...!


Dinda sudah turun lewat dari ti-ga menit,namun suasana masih saja hening,dan Marvel terlihat gugup banget,mungkin pertama kali bagi Dia untuk menyatakan perasaan nya.


"Nad..!"


Panggil Marvel lagi.


"Iya!"


Jawab nya singkat.


"Telah banyak waktuku terlewati bersamamu, suka maupun duka, senang maupun susah kamu telah menghiasi hariku saat aku bersamamu dan aku mau kita selamanya dekat denganmu,sampai Kakek Nenek dan maut yang misahin Kita!Nad...mau gak Lo jadi pacar Gue ?"


Kata-kata romantis yang awal nya di ucapkan Marvel jadi ambyar,setelah kata terakhir yang hanya ngalir begitu saja.


"Vel,kalau Lo belum terbiasa dengan kata-kata romantis,Lo gak perlu sibuk-sibuk untuk ngungkapin nya!"


Ujar Nadia yang tersenyum.Lalu ia menggenggam tangan Marvel.


"Biarkan itu mengalir begitu saja,mau jadi pacar atau sahabat itu sama aja!"


Pungkas Nadia lagi.


Marvel segera menggelengkan kepala nya.


"Itu dua kata yang berbeda,Lo jawab aja mau ata gak,Gue gak akan ngulangi nya lagi!"


Cetus Marvel yang sudah begitu malu di dekat Nadia.


"Gue gak mau sekedar pacaran!Lo ngajak Gue pacaran berarti Lo siap hidup susah Lo tau Gue kan?"


"Gue tau Lo,Gue cinta nya ama Lo bukan harta Lo !"


"Gue mau!"


Jawab Nadia singkat,lalu Marvel menarik Nadia dalam pelukan nya.


Di toko roti...


"Buk,dua kotak ya,berapa?"


"200ribu saja neng,ini sisa dua lagi,memang!"


Jawab ibu yang jualan .


"Buk,mama ada titip roti keju sama coklat ya,Saya mau mengambil Nya!"


Seru seorang pria yang baru saja datang entah dari mana.


Sedang roti keju dan coklat ada di tangan Dinda yang sudah siap di beli nya.


"Habis den,neng ini ambil dua barusan,ibu lupa buat simpan!"


"Siapa yang ambil buk?"


Tanya pria itu yang berdiri di lain sisi toko,lalu segera ke depan untuk melihat nya.


"Buk terimakasih ya !"


Ujar Dinda memberikan uang yang pas,dan segera pergi.


"Eeeh..tunggu !" Panggil Pria itu,saat melihat Dinda sudah ingin menyebrang jalan.


Dinda menoleh...


Deg..


Deg ..

__ADS_1


Tatapan nya terpaku,tubuh nya kaku,bi bir nya gemetar,barang bawaan nya jatuh,ia terkejut melihat seseorang yang barusan menghentikan langkah nya.


"Nona...tunggu,bisakah roti nya saya beli saja,tidak apa-apa,saya ganti lebih dengan harga yang Kamu beli,soalnya Mama Saya mau yang rasa ini?"


Jelas Pria itu.


Dinda masih kaku,ia melihat wajah yang sudah lama tidak pernah ia lihat lagi,terkahir kali ia melihat saat mereka berdua terpisah,bahkan saat siaran di televisi Dinda tidak pernah melihat Bara,sang suaminya.


"Heii,Nona bisa gak roti nya Saya beli?tidak apa-apa beli dengan harga lebih!"


Ulangi Bara lagi.


"Eeemm,boleh,tunggu!"


Dinda segera mengambil kota roti yang barusan terjatuh,lalu memberikan nya kepada Bara.


"Ini Saya ganti lebih ya!"


Bara memberikan uang 100ribu li-ma lembar,Dinda mengambilnya,ia melihat ke arah Bara dengan tatapan kaku nya,saat Bara akan pergi,Dinda pun berpaling.


Bara menghentikan langkah nya sejenak.Lalu Bara menoleh ke arah Dinda,seperti nya ia mengingat sesuatu.


Dinda sudah mau menyebrang jalan,namun ia tidak hati - hati dan tidak melihat ada mobil yang melaju ke arah nya.


"Heeei,awas......!"


Bugh!


"Kamu gila yah!"


Teriak Bara dengan keras,Dinda masih bengong,kini wajahnya begitu dekat dengan Bara,bahkan ia posisinya dalam pelukan Bara.


Spontan ke dua jantung Mereka berdegup bersamaan,dan detak jantung nya juga begitu kencang.


'Seperti nya Aku mendengar sesuatu?'


Batin Bara menatap Dinda.


'Gue,Gue mau pingsang ....'


Dinda akhirnya pingsan saat jantung nya berdegup begitu kencang,mungkin ia juga syok dengan kejadian barusan.


"Eh,bangun,jangan tidur!"


Bara membangunkan Dinda.


"Kenapa Aku tidak asing dengan wajah gadis ini?"


Gumam Bara lagi,masih dalam keadaan,memangku Dinda.


"Aku baru ingat,Dia gadis yang ada di handpone dan laptop Ku,benar Dia!"


Bara memeluk Dinda dengan erat,ia senang telah menemukan Nya.


Dari dalam mobil,Nadia yang merasa Dinda lama sekali kembali,akhirnya turun untuk melihat nya.


Karena mobil lalu lalang di jalan,sehingga Nadia tidak dapat melihat Dinda dan Bara yang tengah duduk di aspal.


"Sayang ati-ati!"


Teriak Marvel dari dalam mobil,


"Iiih,apaan sih!"


Ketus Nadia yang malu.


"Fokus ke depan banyak mobil!"


Teriak Marvel lagi,


"Iya..ya,bawel!"


Nadia segera menyebrang,untuk melihat Dinda yang sudah lama tidak kembali ke mobil.

__ADS_1


__ADS_2