Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Perusahaan


__ADS_3

Haikal segera berdiri untuk menjelaskan lebih lanjut kepada Tuan Chau,dan yang lain yang hadir pada acara tersebut.


"Baik,kalau begitu meeting sudah dapat Kita bubarkan,Tuan Chau terimaksih kerjasama nya !"


Pungkas Bara,menjabat tangan dengan Tuan Chau.


"Baik Tuan Bara,Saya permisi dulu,semoga ke depan nya dapat bekerjasama lagi!"


Ujar Tuan Chau.


"Tentu!"


Jawab Bara,


"Bagaimana kalau Kita merayakan kesuksesan Proyek ini di Bali!"


Saran Amel,Bara dan Dinda terkejut,dan saling pandang,itu adalah rencana bulan madu mereka sebelumnya.


"Heeemm,boleh juga!"


Sahut Tuan Chau,


"Tapi Tuan..."


Bara ingin menolak,namun ia tahu Tuan Chau bukan lah orang yang bisa di tolak secara langsung.


"Tidak masalah Kita akan pergi ke Bali,Aku juga ingin membawa keluarga Ku ke sana !"Pungkas Haikal.


"Baik,kalau begitu sampai jumpa besok pagi di depan perusahaan PT.Metropolitan"


Ujar Tuan Chau.


Setelah Asisten Le dan Tuan Chau keluar,Amel segera berdiri.


"Bolehkah Saya berbicara empat mata dengan Anda?"


Tanya Amel.


Bara melirik ke arah Dinda,gadis itu mengiyakan nya,agar tidak ada masalah lagi.


"Baik Din,kalau gitu mari kita keluar!"


Ajak Haikal,Dinda segera keluar bersama dengan Haikal.


Blam!


Pintu ruangan Meeting tertutup kembali,kini hanya tinggal Bara dan juga Amel di dalam ruangan tersebut.


"Udah gak pa-pa,percaya ama Bara,Dia gak akan macam-macam!"


Bisik Haikal menggoda Dinda.


"Iiih apaan sih Kak!"


Sahut Dinda yang malu.


"Ayo,Kakak ajak Kamu ke kantin,disana ada menu baru pasti Kamu suka!"


Haikal segera menggandengkan tangan Dinda menuju kantin perusahaan.


Alan melihat Haikal dengan Dinda,namun tidak menemui ada nya Bara bersama dengan Mereka.


"Pak Haikal!"


Panggil Alan.


"Iya!"


Haikal menoleh.


"Dimana Pak Bara,Saya ingin memberikan berkas yang ia suruh selidiki dua hari lalu!"


Pungkas Alan,Haikal melihat ke arah Dinda.


"Kenapa liat Aku,Aku juga gak tau!"


Sahut Dinda.


"Berkas apa?"


Tanya Haikal penasaran.


"Maaf Pak,ini milik Pak Bara,hanya beliau yang bisa melihat nya!"


Pungkas Alan.


"Saya istrinya,boleh kah Saya yang melihat nya?"


Tanya Dinda,Alan ragu,karena Bara sudah melarang Akan untuk memberitahukan tentang berkas yang ia selidiki kepada keluarga Nya.


"Ada apa ?Kamu tidak mempercayai Saya?"

__ADS_1


Sambung Dinda lagi.


"Bukan begitu Buk,Saya bekerja untuk Pak Bara,dan tidak mungkin berkas penting Nya saya berikan kepada orang lain!ini privasi pak Bara!"


Jelas Alan,


"Saya bukan orang lain,Saya istri nya!"


Kesal Dinda,namun Alan masih tetap bersikukuh,tidak ingin Haikal dan Dinda mengetahui nya.


"Saya tau,namun Pak Bara sudah mengingatkan Saya Buk!"


Alan,masih pada pendirian nya.


"Yaudah kalau begitu,ayo Kak Kita makan!"


Ajak Dinda menarik tangan Haikal.


"Ya!"


Haikal menatap Alan dengan tajam,Pria itu menunduk.


Haikal penasaran dengan isi berkas yang di pegang Alan,namun ia tahu Alan bekerja untuk Bara.


Sampai di kantin,Dinda melamun,Haikal dapat melihat kegelisahan Dinda.


"Ada apa?"


Tanya Haikal,yang melihat Dinda tidak menyentuh makanan nya.


"Tidak !"


Sahut Dinda singkat.


"Apa semua baik-baik saja?"


Sambung Haikal,Dinda mengangguk nya.


"Eeemm,apa ya isi berkas di tangan Alan !"


Gumam Haikal.


"Kakak juga memikirkan berkas itu?Aku juga penasaran sih!"


Jawab Dinda.


Haikal segera menghabiskan makanan di piring nya,Dinda malah menyisakan separuh piring.


Brak!


"Ada apa?"Tanya Haikal mendongakkan kepala nya.


"Kita harus menemui Bara!"


Ujar Dinda yang pergi meninggalkan kantin.


"Tunggu,Din!"


Panggil Haikal.Dinda menoleh.


"Kakak ada rapat di luar kantor,Kamu pergi sendiri gak pa-pa kan?"


"Gak kak!"


Dinda segera pergi meninggalkan kantin,dan menuju ruangan Meeting.


Ruangan Meeting...


"Katakan!"


Ketus Bara yang kembali duduk di kursi nya.


"Eem..begini Tuan Bara,saya sungguh tidak menyangka kalau Anda telah menikah,dan Dinda sungguh tidak terlihat seperti istri Anda,ia lebih cocok menjadi Adik untuk Anda,bisa di bilang mungkin usia nya baru 19 tahun!"


Pungkas Amel,yang berdiri menghampiri Bara.


"Bukan kah,Dia terlihat begitu imut?Aku sungguh sangat mencintai nya!"


Jawab Bara,tanpa melihat ke arah Amel.


"Cinta?apa Anda yakin?bukan kah harusnya ada masa lalu sebelum menikah?kebanyakan orang sih seperti itu!"


Cetus Amel yang kini menyender di meja dekat Bara.


"Apa yang Kamu ketahui tentang masa lalu Saya?"


Tanya Bara yang berdiri dari tempat duduk nya.


"Saya tahu banyak !"


Jawab Amel,yang kini memegang bahu Bara.

__ADS_1


"Jangan mencoba menggoda Saya,Saya tidak tertarik!"


Pungkas Bara,menepis tangan Amel.


"Saya tidak menggoda Anda,tapi Saya akan mengingat Anda tentang masa lalu,kalau hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya !"


Ujar Amel,Bara menatap nya dengan tajam.


"Jangan mempermainkan emosi Saya,katakan,apa yang Kamu ketahui!"


Tegas Bara,mencengkram kuat tangan Amel.


"Jika ingin tau,Aku punya syarat!makan malam bersama bagaimana?"


Amel menatap Bara begitu dekat.


"Jika Kamu setuju,tunggu Saya di Kafe mawar malam ini!"


Sambung Amel.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,Dinda menyusul Bara di dalam ruangan nya.


"Sayang...."Panggil Bara,segera menghampiri istrinya.


"Apakah belum selesai juga?"


Tanya Dinda,yang melangkah masuk.


"Udah,ini juga Saya akan pergi,Tuan Bara,jangan lupa hubungi Saya!"


Pungkas Amel,lalu pergi meninggalkan mereka.Amel melewati tempat Dinda berdiri,dan tersenyum sinis.


Blam!


Pintu kembali tertutup,kini hanya ada Bara dan Dinda di dalam ruangan.


"Kenapa ?"Tanya Bara,saat melihat raut wajah Dinda yang begitu masam.


"Cemburu?"Sambung Bara,menyentuh pipi Dinda dengan lembut.


"Si..siapa yang cemburu,orang habis makan,masih kenyang!"


Bohong Dinda.


"Benaran?"


Tanya Bara,mendekatkan wajahnya dengan Dinda.


"I..iya!"


Jawab Dinda gugup.


"Ayo,kembali ke ruangan Ku!"


Ajak Bara menggandengkan tangan nya Dinda.


Ceklek !


"Tuan!"


Alan sudah berdiri di depan ruangan meeting menunggu Bara.


"Ada apa?"


"Ini berkas yang Anda minta!"


Alan memberikan berkas tersebut kepada Bara,Dinda melirik ke arah Bara.


Bara segera mengambil berkas yang ada di tangan Alan,lalu Alan berpamit.


"Ayo!"


Bara mengajak Dinda,gadis ini mengangguk nya.


Dinda terus saja menatap map yang ada di tangan Bara,tapi Bara tidak memberitahukan Dinda mengenai berkas tersebut.


'Apa ya isi nya!'


Dinda melihat ke arah berkas itu,sehingga tidak memperhatikan ucapan Bara.


"Sayang!"


"Sayang !"


Panggil Bara lagi,Dinda masih belum merespon nya.


"Sayang!"


Kini Bara memegang kedua bahu Dinda.

__ADS_1


"Iya!"


Jawab Dinda seketika,Bara menghela nafas nya.


__ADS_2