Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Merajuk


__ADS_3

Rayhan segera menarik tangan Dinda untuk menyusul Bara yang sudah berjalan duluan menuruni anak tangga.


"Heeemm..!"


Nyonya Ratih menaikan satu alis nya, melihat ke arah Dinda dan Rayhan yang begitu akrab.


Namun,berbeda dengan Bara,wajah nya suram,ia berjalan ke arah meja makan dengan kedua tangan nya di masukan ke saku celana.


Bara segera menarik kursi untuk Dinda.


"Duduk !"Titah Bara,menatap ke arah Dinda.


"Duduk sini aja!"


Rayhan kembali menarik lengan Dinda,dan menekan bahu gadis itu,untuk segera duduk di kursi yang ia pilih.


"Kakek,dimana Papa sama Mama ?"


Rayhan tidak melihat adanya orang tua Dia.


"Orang tua Mu belum kembali,mereka ada tugas mendadak!"


Jawab Tuan Faisal.


"Mari makan,nanti lagi bicara setelah selesai makan!"


Sambung Nyonya Ratih,Rayhan mengangguk nya.


Dinda berinisiatif mengambil makanan untuk Bara,namun Rayhan juga ingin Dinda memperhatikannya.


"Aku juga mau!"


Cetus Rayhan,memberikan piring kepada Dinda.


Bara sekali lagi menatap Rayhan,namun kali ini ia memalingkan wajahnya.


'Aku memang tidak mencintai Dinda,tapi kalau melihat Dia dekat dengan Pria lain,rasa nya seperti barang kesayangan Kita yang di rebut orang,tidak rela !'


Bara terus saja menatap Dinda yang tengah asik dengan Rayhan,Nyonya Ratih bersama dengan Tuan Faisal menyadari hal itu.


Nyonya Ratih,takut Bara bersikap kasar kepada cucu nya itu,apalagi saat ini status Dinda adalah istri Bara.


"Kakek,Aku ingin menikah dengan Dinda!"


"Apa?"


"Apa?"


"Uhhuukk..uhuukk..!puk..puk.."


Ting...


Tuan Faisal dan juga Nyonya Ratih kaget mendengar ucapan sang cucu,Bara tanpa sengaja menjatuhkan sendok yang di tangan nya,saat mendengar perkataan Rayhan.


"Uhuk..uhuk..!"


Dinda masih saja menepuk-nepuk dada nya karena tersedak.


"Minum dulu!"


Bara memberikan minuman kepada Dinda.


Gluk...gluk...gluk..


"Apa Aku mengagetkan Kamu?"


Tanya Rayhan kepada Dinda.


Dinda takut,tangan nya gemetar,saat ini Rayhan belum tahu status Dinda,tapi Rayhan sudah meminta ia menikah dengan Nya.


"Kakek!"


Panggil Rayhan lagi yang tidak mendengar jawaban dari sang kakek.


"Makan saja dulu,nanti bicara kan lagi!"


Tegas Tuan Faisal membuang wajah nya dari pandangan sang cucu.


'Kenapa semua orang terlihat kaget,Aku kan cuma meminta menikah dengan Dinda!'


Rayhan menatap dalam ke arah Dinda,gadis itu menunduk.Rayhan memegang tangan kanan Dinda sehingga membuat ia tidak bisa lanjut makan.

__ADS_1


"Rayhan lepas!" Bisik Dinda,namun Rayhan secepat nya menggelengkan kepalanya.


"Kamu gak lanjut makan!"


Tanya Bara saat melihat Dinda tidak menghabiskan nasinya.


"Aku...!"


Dinda terdiam tidak melanjutkan ucapan nya,Bara melihat ke arah Rayhan,mata nya tertuju ke arah tangan Rayhan yang menggenggam erat tangan Dinda.


'Rayhan,semakin berani memegang tangan Dinda!'


"Aku juga sudah tidak makan lagi,ayoo temani Aku ke ruangan kerja,bantu Aku untuk menyiapkan laporan !"


Ketus Bara,ia menatap ke arah Rayhan,sekilas memberi peringatan kepada ponakan nya.


Rayhan segera melepaskan tangan Dinda.Lalu Dinda meraih gelas yang ada di atas meja,dan meminum air yang isi nya hampir habis.


"Mama Ratih,Ayah,Dinda temani Aa Bara kerja dulu!"


Pungkas Dinda,


"Iya sayang!"Sahut Nyonya Ratih tersenyum.


"Aku ikut!"Sambung Rayhan


"Kamu disini saja,Kakek ingin bicara dengan Mu!"


Tuan Faisal menatap ke arah Rayhan,saat melihat netra Tuan Faisal,Rayhan mengurungkan niat nya untuk ikut dengan Bara.


Blam !


Suara pintu yang di banting oleh Bara.


"Aku udah ingatin Kamu,jauhi Rayhan,liat sekarang Dia terang-terangan meminta untuk menikahi Kamu!"


Bara mengingatkan Dinda lagi.


"Aku hanya menganggap Dia saudara atau keluarga,namun Aku tidak pernah menganggap ucapan nya itu adalah serius!"


Dinda duduk di depan Bara,Pria itu memberikan selembar kertas kepada Dinda.


Bara memberikan sebuah pensil kepada Dinda.


Dinda mengambil nya dan mulai memeriksa isi kertas tersebut.


Nada dering ponsel Bara


🎢Welcome to my paradise


Where this sky so blue


Where the sunshine so bright


Welcome to my paradise


Where you can be free


Where the party never ending


"Aku angkat ponsel sebentar,Kamu lanjut memeriksa nya !"


"Iya!"


Bara segera pergi sedikit menjauh dari meja kerjanya.


"Bara ..!"


Suara seorang perempuan di masa lalu,sudah mulai memberikan sinyal baru kepada Bara.


"Aira..!"


Bara memelankan suara nya,ia melirik kearah Dinda yang tengah sibuk memeriksa kertas yang di berikan Bara.


"Aku dengar dari Aditya Kamu ambil cuti seminggu,apa semua baik-baik saja?"


Tanya Aira yang khawatir dengan Bara.


"Semua baik-baik saja,Aku sedang di rumah besar,Aku tidak bisa berbicara banyak dengan Mu!"


Sekali lagi Bara melirik ke arah Dinda.

__ADS_1


"Aku juga kebetulan mengambil cuti li-ma hari,paman Ku sakit,jadi Aku merawat nya di kota Surabaya,Aku baru teringat dengan Mu,Kamu kan tinggal di Surabaya sekarang,apa Kita boleh bertemu,selain Kamu Aku tidak kenal siapapun disini!"


Aira memelas kepada Bara,agar mau menemui nya.


"Aku..."Bara tidak langsung menjawab,ia sekali lagi melirik ke arah Dinda yang sudah tertidur di atas meja kerja nya.


"Bar,Aku tidak macam-macam,Aku hanya ingin mengobrol,setelah orang tua Ku meninggal hanya paman yang Ku punya,Aku panik saat mengetahui ia masuk rumah sakit !"


Aira menahan tangis nya,Bara yang mengetahui itu tidak tega menolak ajakan Aira,bagaimana pun ia pernah memperjuangkan Wanita itu selama enam tahun.


"Baik lah,Kita bertemu nanti malam,Aku akan menjemput Kamu di rumah sakit,Kamu share loc saja ?"


"Baik Bar!sampai jumpa nanti malam !"


"Eemm!"


Bara memutuskan panggilan nya,ia kembali ke meja kerja.


Bara tidak membangunkan Dinda,ia melanjutkan menyelesaikan tugasnya.


'Siapa Aira,kenapa selama ini Aku tidak pernah tau,kalau Bara punya kenalan cewek diluaran sana !'


Dinda pura-pura tidur di atas meja,hanya ingin menguping pembicaraan nya dengan Aira tadi.


'Bara,Aku harap Kamu tidak mengkhianati Aku !'


Dinda melanjutkan memejam matanya,ia tidak ingin membuka nya saat ini.


Begitu selesai,Bara mengangkat tubuh Dinda ke kamar,lalu membaringkan tubuh istrinya di atas kasur.


Setelah itu Bara masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya,Bara melakukan kewajiban nya sebagai muslim.


Dinda yang berpura-pura tidur kini malah ketiduran.


Bara tidak membangunkan Dinda,karena ia tahu kalau Dinda tidak bisa sholat.


Malam pun tiba....


Jam di dinding kamar menunjukan pukul 18:40,Bara baru saja selesai sholat,ia segera mengantikan baju nya dengan baju lain.


Dinda yang baru siap keramas,keluar dari kamar mandi.


"Sudah bisa sholat?"


Tanya Bara,Dinda mengangguk.


"Sholat gih,sebelum habis waktunya"


Sambung Bara,Dinda mengangguk nya.


Dinda segera berjalan ke arah tempat penyimpanan mukena dan sajadah.


Bara melanjutkan menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan Aira.Tanpa menunggu Dinda selesai sholat,Bara segera keluar dari dalam kamar,menuju lantai bawah.


"Bara,mau kemana ?"


Tanya Tuan Faisal,saat melihat anak bungsu nya yang sudah rapi.


"Bara mau bertemu dengan teman Yah,titip Dinda ya !"


Tuan Faisal mengangguk nya Bara segera keluar,menuju mobil.


Dinda yang mengetahui suaminya telah pergi,ia segera mengejar nya.


Tap ..tap ..tap...tap..


Suara anak tangga,Tuan Faisal melirik,ia melihat ke arah Dinda yang menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa,dalam keadaan masih mengenakan mukena nya.


"Ayah,dimana Bara..?"


"Baru saja keluar !"


Ceklek !


Dinda membuka pintu utama,namun mobil Bara sudah keluar dari halaman rumah Nya.


"Dinda ada apa?"


Tanya Nyonya Ratih yang melihat Dinda di ambang pintu.


Hallo,readers salam sayang,jangan lupa fav +like ya,tinggalkan komentar kalian,dukung kita dengan memberikan gift.😘😘πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2