
Setelah semua masalah terselesaikan,Bara dan Dinda kini hidup tenang dan bahagia.Meskipun kebahagian Mereka bum lengkap,Bara dan Dinda masih berusaha untuk mencoba nya.
Hari ini adalah hari pernikahan Nadia dan Marvel.Mereka bertiga telah masuk di universitas pada semester pertama,tapi keluarga Marvel memaksa untuk langsung menikah,sambil kuliah,tidak masalah bagi keluarga ini untuk membiayai Kuliah Nadia hingga lulus.
"Sayang...udah siap belum?"Teriak Dinda dari luar kamar.
"Tunggu sayang sebentar lagi ya!"
Sahut Bara dari dalam kamar.
"Aku tunggu di bawah!"
"Eeemm"
Dinda segera turun ke lantai bawah.Disana sudah ada Nyonya Ratih dan Tuan Faisal,sementara Haikal dan yang lain,sedang berada di tempat kerja.
Kak Ipar Wulan tidak bisa ikut karena mabuk perjalanan kalau sedang hamil.
"Udah semua?"
Tanya Bara begitu sampai di bawah.
"Udah ayo!"
Dinda mengalungkan lengan suami nya dengan mesra.
"Sabar sayang,jalan nya pelan-pelan,entar Kamu jatuh lagi!"
Bara ngilu melihat istri nya yang menggunakan high heels tapi jalan nya enggak bisa pelan.
Blam!
Setelah semua nya masuk mobil,Bara segera menyalakan mesin mobil,dan ia memutar arah mobil nya.
"Dimana acara nya?"
Bara melirik ke arah Dinda.
"Di gedung Gita Tamtama!cepat Mas,ini udah mau akad!"
"Iya sabar,biar pelan asal selamat !"
Sahut Bara.
"Tenang Sayang,yang nikah Nadia,kenapa Kamu yang gugup!"
Tanya Nyonya Ratih.
"Karena Dinda bahagia mah!"
Jawab Dinda.
"Bagaimana pulang dari acara nikahan Kita kerumah sakit!"
Saran Nyonya Ratih.
"Untuk apa Mah?"
Bara melirik.
"Ya untuk memeriksa kesehatan sayang,siapa tau kan kalian telat punya momongan karena ada faktor lain!"
Pungkas Nyonya Ratih.Seketika raut wajah Dinda berubah masam.
Bara melirik ke arah istri nya,sebelumnya ia sudah berjanji tidak akan membahas itu.
"Mah,gak sah lah kerumah sakit,Kak ipar dua-dua nya sedang hamil,kalau tambah Dinda lagi,ntar mama gak punya waktu untuk merawat semua nya!"
"Udah lah mah,Kita tunggu saja kapan berhasil nya!"
Sambung Tuan Faisal.
"Tetap berusaha ya sayang,jangan berkecil hati Mama sayang Dinda!"
Nyonya Ratih,menenangkan Dinda.
Ckkiiiittt!
__ADS_1
Bara menghentikan mobilnya,tepat di tempat parkir di gedung Gita Tamtama.
Begitu mereka tiba akad nya baru saja selesai,dan sekarang di mulai dengan acara berikut nya.
Dinda langsung menghampiri Nadia dan memberi selamat.
"Nad,selamat ya "
Dinda memeluk haru Nadia dan mereka berdua cipika cipiki.
Setelah memberikan selamat kepada pengantin,Mereka mencicipi hidangan nya.
"Dinda..."
Panggil Arif,Kakak Nadia.
"Kak Arif!"
Sapa Dinda,
Mereka berdua langsung mengobrol begitu akrab,semangat Bara dan Tuan Faisal sedang berbicara dengan Ayah Marvel.
"Selamat ya kak atas pernikahan Nadia !"
"Makasih Din,pada akhirnya Kakak tinggal sendiri!"
Arif melihat ke arah Nadia yang begitu bahagia.
"Kakak jangan sedih,bagaimana pun Dia tetap adik Kakak,Kami tidak akan meninggalkan Kakak sendiri,dan Dinda doain Kakak cepat nyusul ya!"
Dinda menepuk bahu Arif sembari memberi semangat kepada Nya.Dari jauh Bara melihat itu,dan rasa cemburu nya kembali menyala,saat melihat Dinda dekat dengan Pria lain.
"Yah,Bara kesana dulu!"
Tuan Faisal mengangguk nya.
"Din.."
Panggil Bara,Dinda segera menoleh.
"Kak,Aku kesana dulu ya!"
"Sayang sedang apa Kamu disana ?"
Tanya Bara dengan raut wajah yang cemburu.
"Aku hanya mengobrol saja Mas!"
"Ayo Kita pulang duluan,Ayah sama Mama katanya pulang terlambat!"
Pungkas Bara.
"Baik,tunggu Aku pamit dengan Nadia dulu!"
Dinda segera bertemu dengan Marvel dan Nadia,sembari pamit.
Setelah berpamitan Mereka berdua segera menuju tempat parkir.
Sepanjang jalan Bara hanya diam saja,tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Dinda.
"Mas..."
Bara menoleh.
"Kamu kenapa ?Kamu marah sama Aku karena berbicara dengan Kak Arif?"
"Gak!"
"Gak marah,tapi Aku di cuekin!"
Ketus Dinda.
"Sayang,Aku gak marah,hanya saja,Aku sedang lagi banyak pikiran,pekerjaan Ku banyak di kantor,dan Aku belum menyiapkan Proposal baru,dan besok Aku harus terbang ke Jakarta!"
Pungkas Bara dengan nada marah.
"Kenapa Mas harus marah,jika pekerjaan menganggu Mas,kenapa gak nganggur aja!"
__ADS_1
Ketus Dinda dengan kesal.
"Kalau Aku nganggur,Kita mau makan apa?"
Dinda menaikan alis nya,mendengar ucapan Bara.
"Sejak kapan Kita keluarkan uang untuk berbelanja bahan dapur,selama ini Mama yang belanja!"
Ha..ha..ha..
Dinda menertawakan suami nya.
"Mas,kalau cemburu bilang,jangan egois dan marah-marah begitu,lucu tau!"
"Aawww sakit!"
Kini Dinda yang menarik pipi Bara,membuat Pria ini menatap nya dengan tajam,seakan -akan ingin memakan nya hidup-hidup.
"Ayo turun !"
Tanpa terasa mereka telah sampai di rumah,Dinda segera turun dan melangkah masuk ke dalam rumah,terlihat rumah masih sepi,ke dua kakak Nya belum kembali.
Dinda segera melepaskan baju nya,dan memakai baju mandi.
"Sayang,apa Kamu sedang menggoda Ku!"
Ujar Bara yang sedang melepas kemeja nya.
"Gak!Siapa yang ganggu Mas!"
Dinda memeluk Bara dari belakang.
"Ayoo..."
Bara mengedipkan mata ke arah Dinda.
"Tunggu Mas,Aku belum siap!"
Pekik Dinda,saat Bara sudah membuang
baju mandi nya ke lantai.
Entah sejak kapan Bara sudah berasa diatas Dinda,dan menci umi seluruh tubuh istri nya.
"Aaahh...Aahh!pelan sayang!"
Bara merasa telah menahan begitu lama,ia tidak akan membuang-buang waktu walau sedetik.
"Agggrghh sayang!"
Dinda merasakan gerakan Bara kali ini sedikit brutal,sehingga membuat nya menjerit lebih kuat.
"Ooh!!Uuhh sayang ...Aaahhh!"
Dinda menjambak rambut Bara,saat Kepala naga menusuk nusuk goa Dinda,dan memuntahkan nya beberapa kali sampai kedua nya begitu lemas.
Bugh!
Bara menjatuhkan tubuhnya kesamping tubuh Dinda.
Cup !
Bara mengecup kening istri nya.
"Besok mas,pergi dinas dua hari,Kamu baik-baik dirumah !"
"Iya sayang,Aku akan menunggu Mas pulang!jangan lupa bawa oleh-oleh!"
Dinda memeluk Bara dengan hangat.Meskipun belum di beri kepercayaan oleh Allah untuk memiliki momongan tapi Dinda dan Bara tetap berusaha,dan mereka yakin,pasti suatu saat Mereka akan menjadi orang tua .
"Sayang,bagaimana kalau Kita adopsi anak saja!"
Tanya Bara,
"Gak sayang,untuk apa adopsi anak,Kita ini masih tergolong gak cukup lama dalam pernikahan telat memiliki anak itu hal wajar,Kak Firman juga gitu,tapi karena usaha nya sekarang liat hasil nya kan?"
"Iya sih sayang,Aku mah terserah Kamu saja sayang!"
__ADS_1
Cup !
Bara kembali mengecup kening Dinda,dan menyuruh sang istri untuk istirahat,karena besok mereka akan berpisah dia hari .