
Setelah mengunci pintu kembali,Dinda menyusul Bara di dalam kamar.
"Mas...!"
Panggil Dinda lagi,Bara masih mengabaikan sang istri.
"Dosa lo abaikan istri !"
Sambung Dinda lagi,duduk di tepi ranjang,melihat Bara yang sedang membenarkan tempat tidur nya.
"Cepat tidur udah malam nih!"
Titah Bara,yang segera naik ke atas ranjang.
"Sayang..berhenti lah merajuk!"
Dinda mencoba membujuk sang suami,yang sejak pulang tadi sudah mengabaikan nya.
"Aku tidak merajuk,hanya kesal aja!"
Pungkas Bara lalu memejamkan mata nya.
Dinda segera pergi ke kamar mandi,untuk gosok gigi dan membersihkan wajahnya.
Setelah semua siap ia,ia segera naik ke atas ranjang,dan menyelinap masuk ke dalam selimut yang saat ini masih menutupi tubuh Bara.
"Sayang.."
Panggil Dinda lagi,yang saat ini sedang berada di samping dada bidang nya.
"Sayang,kalau Kamu merajuk Aku akan pergi,dan tidur di luar!"
Ketus Dinda,lalu ingin turun dari ranjang.
"Mau kemana?"
Tanya Bara,saat melihat Dinda akan turun dari ranjang.
"Mau pergi!"
Ujar Dinda segera turun dari ranjang,namun Bara segera menahan nya.
"Jangan pergi!ayo tidur"
Bara memegang bahu Dinda,lalu mengajak nya tidur sama.
"Jangan merajuk lagi!"
Dinda menyentuh pipi Bara,Sang suami segera mengecup bi bir Dinda,dan mereka berdua kembali berbaikan.
"Jauhi Ricko,Aku gak mau Kamu dekat-dekat pria itu!"
"Ia sayang!"
Bara segera memeluk Dinda,dan mereka berdua terlelap dalam tidur nya,setelah menyelesaikan masalah hari ini.
***
Ke esokan pagi nya,ke dua nya telah bersiap-siap akan pergi ke tempat rapat.
Tuan Chau,mengadakan rapat penting proyek nya yang telah selesai,ia ingin proposal terakhir dari Bara,mengenai rincian nya.
"Sayang,ambil kan laptop Ku!"
Teriak Bara yang sudah berdiri di ambang pintu kamar.
"Iya!"
Sahut Dinda masih di dalam,dan segera keluar menemui suaminya.
"Mana laptop nya?"
Dinda segera memberikan nya kepada Bara.
"Udah siap?"
Bara menoleh saat mendengar suara Haikal.
"Udah kak!"
Mereka berempat segera pergi untuk menghadiri rapat tersebut.
"Asisten Le,dimana Tuan Chau?"
Tanya Bara saat bertemu Asisten Le di depan dapur.
__ADS_1
"Tuan Chau ada di lantai atas,tapi seperti nya dapat ini hari hanya kita saja yang hadiri,para wanita di larang ikut!"
Ujar Asisten Le.
"Tapi Kami membawa istri bukan orang lain!"
"Saya tau Tuan Bara,tapi Kita sendiri sudah lama bekerjasama dengan Tuan Chau,setiap membahas proposal terakhir proyek beliau selalu tidak mengijinkan wanita untuk ikut!"
Pungkas Asisten Le.
"Sayang,Aku gak pa-pa,Kami akan menunggu di depan resort!"
Ujar Dinda,
"Kamu belum sarapan !"
"Kami akan sarapan bersama!"
Sambung Wulan.
Bara mengangguk nya.
"Tunggu Aku ya,Aku aku ikut rapat dulu!"
Dinda mengangguk nya,Bara dan Haikal segera mengikuti Asisten Le.
"Mau sarapan apa?"
Tanya Wulan,saat mereka telah tiba di depan Resort.
"Roti bakar di pagi hari seperti nya enak Kak!"
"Ayo!"
Wulan segera membawa Dinda ke cafe yang ada di depan resort.
"Pesan apa mba?"
Seorang pelayan menghampiri Mereka.
"Roti bakar dua,susu keledai hangat dua!"
"Baik Mba,tunggu sebentar ya!"
Dinda mengangguk nya.
Sementara di tempat lain,Bara,Haikal dan yang lain sedang mengikuti rapat penting.
Benar saja,di dalam ruangan itu,hanya ada empat Pria,bahkan Amel tidak di bolehkan ikut rapat itu.
"Tuan Chau,ini proposal nya!"
Bara membuka laptop nya,lalu memperlihatkan nya kepada Tuan Chau.
Tuan Chau segera melihat anggaran yang ia keluarkan dengan yang tertulis di proposal.
Braak!
Tuan Chau mengebrak meja,yang lain ikut terkejut.
"Apa-apaan ini"
"Ada apa Tuan?"
Tanya Haikal.
"Kenapa anggaran yang Saya keluarkan berbeda dengan Proposal ini!"
Tanya Tuan Chau,
"Berbeda bagaimana ?"
Bara menarik laptop nya kembali,lalu melihat isi proposal yang ia buat semalam.
"Seharusnya Proposal ini sama dengan anggaran yang Tuan Chau berikan,tapi kenapa disini berbeda?"
"Tuan Bara,Anda yang membuat Proposal ini,seharusnya Anda yang lebih tau,kalau begitu kerjasama nya saya bisa rugi,Anda berniat menipu Saya!"
Tegas Tuan Chau yang berdiri di depan Bara.
"Proposal dengan anggaran tidak ada yang beda,dan itu sama,ini pasti ada yang mengubah nya!"
"Bagaimana bisa ini kan laptop Anda,tolong jelaskan ini di kantor polisi nanti nya,Anda telah menipu Saya!"
Tuan Chau segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
"Tuan tunggu dulu,Kami akan memperbaiki nya,jangan begini,Kita sudah lama bekerjasama nya!"
Haikal mencoba menenangkan Tuan Chau.
"Saya rasa ini pasti ada kesalahan,tidak mungkin Tuan Bara melakukan penipuan !"
Sambung Asisten Le.
"Saya sudah terlanjur kecewa,maaf Tuan Haikal!"
Tuan Chau segera pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Bar,kenapa ini bisa terjadi?"
Haikal bertanya kepada Bara,saat melihat Tuan Chau sudah pergi.
"Aku juga gak tau,tapi Aku yakin pasti ada yang menyabotase laptop Ku!"
Ujar Bara.
"Kita akan periksa cctv resort ini,Aku yakin pasti ada yang sengaja melakukan ini!"
Sambung Haikal.
"Aku rasa juga begitu!"
"Minta Paman Marvel untuk mengecek cctv Resort hari ini juga,sebelum seseorang menghapus nya!"
Saran Haikal.
"Ricko?maksud Kakak Aku minta tolong sama pria itu?"
Bara menatap Haikal.
"Iya!"
"Tidak,Aku tidak ingin bertemu dengan Pria itu lagi!"
"Bar,ini bukan saat nya untuk egois,tapi Kamu harus mencari dalang nya,kita harus bisa menemukan pelaku nya dan menjebloskan Dia ke penjara!"
"Baiklah!"
Akhirnya Bara mendengar saran yang di berikan oleh Haikal.
Mereka bertiga segera keluar dari ruangan rapat.
Bara dan Haikal menyusul Istri Mereka di depan resort.
"Mas sini!"
Panggil Dinda saat melihat Bara dan Haikal.
"Kenapa wajah kalian begitu suram?"
Tanya Wulan yang melihat wajah suami dan adik ipar nya.
"Ada yang sabotase laptop Bara,proposal nya telah berubah,jadi Tuan Chau marah dan melaporkan Dia ke polisi!"
Pungkas Haikal.
"Apa?bagaimana bisa Mas?"
Dinda terlihat begitu panik.
"Aku juga gak tau,Aku yakin ini ada hubungan dengan Amel,semalam kalian berdua mengerjakan Dia!"
"Memang wanita ular itu ya suka kali cari masalah!"
Sambung Wulan.
"Gini saja Bar,Kita cari bukti dulu,lalu Kita jebak Dia,kali ini Aku akan menjebloskan Dia ke dalam penjara,kalau langsung membun*h nya seperti nya itu terlalu mudah,tapi kalau di dalam penjara,Kita bisa menyuruh tahanan lain untuk menyiksa nya!"
Pungkas Haikal.
"Aku setuju Kak!"
"Mas apa itu tidak terlalu berlebihan ?"
Tanya Dinda.
"Yang Dia lakukan lebih kejam Din,"
Sambung Wulan.
"Kamu gak sah khawatir Aku akan menangani semua nya,Ayo lanjut sarapan !"
__ADS_1
Mereka semua lalu mulai menyusun rencana untuk menjebak Amel,dan mencari bukti.