Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Pangeran kodok


__ADS_3

"Haah!"


Dinda kaget,saat seseorang datang menolong nya.


'Bara'


Dinda menatap Bara dengan hati yang berdebar,bahkan ia terlihat begitu kaku.


"Kamu enggak apa-apa?"


Tanya Bara,


Semua wartawan dan memotret mereka,apalagi pose mereka yang begitu romantis akan menjadi berita utama besok pagi.


"Lihat Mereka menggunakan cincin yang sama !"


Ucap salah satu tamu,semua orang langsung melihat ke arah mereka,Dinda segera menyembunyikan tangan nya.


'Gue,lupa lepasin cincin nikah Gue!'


Dinda terlihat gugup.Bara menatap ke arah Dinda,lalu melihat cincin yang di tangan nya.


'Aku sudah lama memakai cincin ini,tapi lupa ini cincin apa,kenapa Wanita ini juga bisa memiliki cincin yang sama'


Bara menatap ke arah Dinda,ia ingin bertanya sesuatu kepada Dinda.


"Maaf,semua nya,Nona Dinda tidak suka keramaian,mohon memberikan jalan !"


Asisten Le,segera membawa Dinda untuk ke tempat lain,dan aktor utama malam ini telah datang yaitu perusahaan Asing,perusahan Xixang,perusahaan dari cina,ia ingin menjalin kontrak dengan perusahaan yang ada di Indonesia,hanya dua perusahaan yang beruntung yang bisa bekerjasama dengan Mereka.


Bara melihat ke arah Dinda yang sudah berlalu,Bara ingin mengejar Dinda,namun ia telah di kerumunin oleh banyak wartawan.


"Tuan,katakan apa Dia tunangan Anda?"


"Tuan kenapa memakai cincin yang sama?"


"Tuan Apa Anda mengenal wanita itu?"


Berbagai macam pertanyaan yang di lontar kan oleh wartawan,namun satu pun dari mereka tidak di jawab oleh Bara,karena ia sendiri,tidak tahu apa yang telah terjadi.


"Maaf,Aku tidak bisa menjawab sekarang!"


Pungkas Bara,lalu segera pergi,Asisten Han datang untuk menghalangi Wartawan.


"Selamat malam Tuan Chau!"


Sapa Dinda mengulurkan tangan nya,


"Malam!"


Berjabat tangan dengan Dinda,


"Hallo Tuan Chau,Saya Bara,perwakilan PT.Metropolitan,senang bertemu dengan Anda!"


Ujar Bara,


kedua orang tersebut berkenalan,terlihat Bara melirik kearah Dinda,sebisa mungkin Dinda untuk menghindari kontak mata dari Bara.


Dinda sudah mencoba melepaskan cincin nikah nya,namun sial,cincin itu begitu ketat,sehingga tidak bisa di lepaskan.


"Ini proposal dari perusahaan Textile,Saya berharap Tuan Chau mau memberikan kesempatan ini kepada Saya dan rekan tim saya!"


Dinda memberikan map biru kepada Tuan Chau,sang Asisten Tuan Chau segera mengambil nya.


"Tuan Bara,untuk kontrak baru ini Saya serahkan kepada Anda,Saya percayakan kepada Anda,mungkin Anda dapat membantu untuk mencarikan satu rekan kerja lain !"


Pungkas Tuan Chau.


"Tuan Chau terimakasih,atas kepercayaan Anda,seperti nya saya telah menemukan rekan bisnis Kita yang lain!"


Ujar Bara,melirik kearah Dinda.


"Perusahaan Textile sangat bangus,mungkin cocok untuk ikut bekerjasama dengan Kita!"


Jelas Bara,meskipun sedikit ragu,Tuan Chau langsung mengiyakan ucapan Bara.

__ADS_1


"Ijinkan Saya memperkenalkan diri!"


Seru seseorang yang baru saja datang.


"Amel,Tuan Chau,saya bisa menginvestasikan dana di kontrak baru Anda,Saya juga tertarik bangunan yang Anda kontrak dalam tahun ini,ijinkan saya untuk bergabung di bagian investor!"


Sambung Amel,melirik kearah Bara dengan tatapan genit,Bara segera membuang wajah nya.


Lalu tanpa sengaja Amel melihat kearah Dinda,ia terlibat syok.


'Dinda!'


Dinda langsung melihat ke arah Amel dengan sikap nya yang sedang terkejut.


'Kenapa Dia?'


Dinda mengabaikan nya.


'Dia masih hidup?tapi kenapa Bara dan Dinda seperti tidak saling kenal?'


Amel melihat ke arah Dinda lalu berbalik menatap Bara.


"Tuan Bara permisi dulu,untuk proyek ini sampai bertemu lagi besok !"Ujar Tuan Chau.


Bara mengangguk sambil berjabat tangan.


"Selamat ya Dinda,Kamu berhasil mendapat kan kerjasama ini!"


Pungkas Asisten Le.


"Yang penting usaha!"


Jawab Dinda.


Bara mengulurkan tangan nya kearah Dinda.


"Selamat !"


Ucap Bara singkat.


"Terimakasih,selamat juga untuk Anda,Saya permisi !"


Ujar Dinda,lalu pergi ke tempat lain.


"Apa Kalian saling kenal?"


Tanya Amel yang ingin tahu,hubungan Bara dan Dinda.


"Seperti nya begitu,tidak saling kenal,tapi Kami sangat dekat !"


Jawab Bara,lalu pergi meninggalkan Amel sendiri.


"Ck,sial!"


Umpat Amel yang kesal,saat mengetahui Dinda masih hidup.


kriing...


kriing...


Ponsel Amel berdering.


"Hallo!"


"Sayang,cepat kemari,di hotel Wyndham Aku menunggu Mu,Aku ingin Kamu malam ini memua skan Ku,sesuai yang Kamu janji kan!"


Ujar seseorang di balik panggilan.


Amel kembali kesal.


"Besok malam saja!"


"Tidak bisa Aku mau sekarang!"


"Baik lah!"

__ADS_1


Dengan rasa yang kesal,Amel segera mematikan ponsel nya.


Demi bertahan hidup dan memiliki banyak uang,Amel sekarang menjadi simpanan pengusaha- pengusaha kaya di kota Surabay*.


Amel yang di temani oleh Asisten sekaligus sopir pribadi nya,segera meninggalkan acara pesta tersebut.


Dinda berusaha untuk menghindari Bara,namun Pria itu selalu saja berusaha agar bisa berbicara empat mata dengan Dinda.


Bara menghampiri Dinda yang sedang menunggu Asisten Le,lalu Bara membawakan dua gelas jus jeruk dingin kepada Dinda.


"Nih,untuk Mu sebagai tanda merayakan keberhasilan kontrak Mu!"


Ujar Bara,Dinda segera mengambil gelas di tangan Bara.


"Tuan Bara selamat juga untuk Mu!"


Ting!


Mereka berdua bersulang,Dinda segera meminum dan menghabiskan setengah gelas jus jeruk yang di bawakan oleh Bara.


Prang..!


Gelas di tangan Dinda terjatuh,semua orang melirik ke arah Nya,bahkan Bara yang di depan nya juga ikut kaget.


"Dinda,Kamu kenapa ?"


Tanya Bara,ia merasa panggilan nya terhadap wanita yang di depan nya ini terasa begitu akrab.


"Awww perut Ku!"


Keluh Dinda memegang perut nya.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Asisten Le,yang baru kembali dari toilet.


"Saya tidak tahu,Dia hanya minum jus jeruk,la lalu mengeluh sakit perut"


Jelas Bara,yang sedang memangku tubuh Dinda.


'Kata Tuan Andi,Dinda tidak boleh minum jus Jeruk,lambung nya bermasalah !'


Andi segera memegang tangan Dinda.


"Biar Aku saja,Ayo ke mobil!"


Ujar Bara yang segera mengendong Dinda ke dalam mobil.


Asisten Le mengikuti Bara dari belakang.


"Pakai mobil Ku saja,nanti Kamu mengikuti dari belakang !"


Titah Bara,Asisten ke tidak menolak,entah kenapa ia tidak curiga terhadap pria yang mengendong Dinda.


"Baik lah!"


Asisten Le segera masuk ke dalam mobil nya dan mengikuti mobil Bara.


"Sabar ya Din,Kamu pasti baik-baik saja!"


Gumam Bara yang sedang menyetir.


Bara menghentikan mobil di depan klinik,entah kenapa ia bisa pergi ke klinik itu,Bara tidak langsung turun dari mobil,ia menatap Dinda,kejadian ini tidak asing bagi Nya.


Seorang satpam membuka gerbang,Bara segera masuk bersama dengan mobil nya.


Setelah memarkir dengan benar,Bara segera turun dari dalam mobil.


Ceklek !


Saat Bara membuka pintu mobil,satpam tadi menghampiri Bara.


"Tuan Istri Nya sakit lagi ya?"


Tanya Satpam tersebut,langsung membuat Bara kaget.

__ADS_1


"Istri?"


__ADS_2