
"Tidak!Ku mohon Tuan Haikal,lepaskan Aku!"
Teriak Aira dengan keras,Wanita dengan nama lengkap Almira itu di tinggalkan di tepi jurang oleh Haikal bersama dengan ke dua anak buah nya.
"Aaahhhhhh....tidak..!Aku bersumpah,suatu saat Aku akan kembali membalaskan dendam Ku pada Kalian semua !"
Jeddder.....!
Suara petir menyambar ke arah bumi,sedetik saja baru berlalu seseorang di dorong dengan paksa ke dalam jurang,sedikit setelah nya hujan turun begitu lebat.
"Bagaimana?"
Tanya Haikal yang duduk di dalam mobil.
"Sudah di bereskan Tuan!"
"Ini bayaran kalian,dan ini tiket untuk Kalian,mulai sekarang kalian bukan warga Indonesia lagi!"
"Baik Tuan,Terimakasih !"
"Pak Sukri jalan,Kita pulang!"
"Baik Tuan!"
Mobil Haikal melewati hutan yang sebelum nya ia lewati bersama dengan Pak Sukri.
Di bawah jurang...!
Tubuh Aira tergeletak di dasar jurang,tubuh nya rusak begitu parah,wajah nya tergores oleh ranting pohon sehingga saat sulit untuk di kenali.
"Heii...cepat kemari !"
Teriak Pria yang memegang senjat* di tangan nya,Mereka masuk ke dalam hutan untuk berburu.
"Ada apa teriak-teriak,Kamu bisa membuat binant*ng buruan Kita kabur!"
Ketus teman Pria itu.
"Aldo liat ini seperti anak mayat,tapi Kita tidak dapat mengenali wajah nya!"
Ketus Andi.
"Cepat periksa,mana tau masih hidup!"
Cetus Aldo.
Andi segera memeriksa,dan benar saja Aira masih hidup,beruntung sekali wanita ini,jatuh ke dalam jurang masih saja hidup,memiliki nyawa lebih dari satu,mustahil.
"Cepat bawa Dia ke juragan Bahron,Kita bisa melunasi hutang Kita dengan memberikan Wanita ini kepada Dia!"
Saran Aldo.
"Kamu gila,Kita akan di bunuh oleh Juragan Bahron,Kamu gak liat wajah wanita ini rusak!"
Ketus Aldi,berdiri dan ingin meninggalkan wanita itu.
"Tunggu,Aku punya ide!"
"Apa ide Mu?"
"Ayoo,bantu Aku mengangkat wanita ini"
Aldo dan Andi segera mengangkat Aira,dan membawa nya keluar dari hutan tersebut,saat ini mereka sedang berada di luar jawa,tidak tahu ada di mana keberadaan nya.
"Sedang apa kalian kemari !"
Teriak juragan dengan satu tongkat di tangan nya,di belakang ada beberapa anak buah yang menjaga Pria tua ini.
__ADS_1
"Juragan Bahron,Kami membawa wanita untuk Mu,tapi wajah nya sedikit rusak!"
Jelas Aldo,memperlihat kan Aira kepada Tuan Bahron.
"Tidak masalah selama ia muda Aku akan menerima nya!bawa Dia kerumah sakit,pengobatan nya Aku yang tanggung,dan satu lagi minta pihak rumah sakit untuk mengoperasi wajah nya !"
"Baik Juragan,itu juragan...anu...!"
Aldo terlihat gagap namun juragan Bahron sudah bisa menebak nya.
"Kalian tenang saja,biaya rumah sakit seluruh nya Aku yang bayar,di tambah lagi hutang Kalian lunas!"
"Waah,Juragan,Kamu sungguh baik,Aku akan segera melaksanakan tugas Ku!"
Juragan Bahron melambaikan tangannya,menyuruh Aldo dan Andi segera pergi meninggalkan rumah Nya.
Juragan Bahron adalah pria tua berusia 50 tahun,dengan memiliki li-ma orang istri.Jika Dia tertarik kepada Aira,maka wanita itu akan menjadi istri ke enam nya.
Juragan Bahron tinggal di daerah kaliman*an timur,Dia adalah pria kaya di kota tersebut.
Aldo dan Andi tiba di rumah sakit kota,tepatnya di Jak*rta setelah perjalan memakan waktu kurang lebih dari 27 jam perjalanan,Mereka menggunakan mobil juragan Bahron,dan semua biaya akan di tanggung oleh Pria tua itu.
"Suster ...!"
Teriak Aldo,beberapa orang suster keluar dan juga dokter ikut menghampiri mereka.
"Apa yang terjadi?"
"Bantu obati wanita ini,dan tolong segera kan operasi wajah nya,Kamu menginginkan wajah baru,Dia adalah korban tabrak lari,Dia anggota keluarga Kami!"
Jelas Aldo,dokter terlihat curiga,namun di saat Andi memperlihat uang nya,Dia diam,dan segera membantu Mereka mendorong bed pasien ke ruang operasi.
Rumah Ardiansyah!
Haikal baru saja tiba di rumah,Wulan menunggu nya di ruang tamu,ia terlihat begitu gugup.
Mengetahui pintu utama terbuka,Wulan segera melangkah untuk melihat siapa yang datang.
"Mas!"
Panggil Wulan.
"Belum tidur?"
Wulan menggelengkan kepala nya,Haikal menarik istri nya dalam pelukan.
"Sudah tidak apa-apa semua sudah beres!"
Ucap Haikal,Wulan tertegun.
"Sayang,benar Kamu membereskan wanita itu,Kamu membunuh nya?"
Tanya Wulan dengan bi bir bergetar.
"Aku mendorong nya ke jurang,tapi pasti tidak membuat nya meninggal,setidak nya ia akan jera!"
Jawab Haikal.
"Sayang,memb*nuh itu bukan nya dosa ya kenapa Kamu melakukan itu?"
Wulan masih takut,jika Aira di temukan dan melaporkan Haikal ke polisi ia takut suaminya di tangkap.
"Biarkan ini menjadi urusan Ku sayang,Kamu tidak perlu takut,yang penting keluarga ku aman,dan jauh dari gangguan!"
"Kamu tetap harus hati-hati Sayang!"
Ujar Wulan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Bara apa ada perkembangan ?"
Tanya Haikal.
"Belum sayang,memang harus segera memulihkan agar tidak menjadi Pria koma sepanjang hidup nya!"
Tegas Wulan.
"Dinda bagaimana?sudah ada kabar belum!"
Mendengar pertanyaan Haikal,Wulan tertunduk.
"Sayang,ada apa ?"
Tanya Haikal lagi,memegang bahu istrinya.
"Sudah tidak ada harapan sayang,polisi telah menemukan seorang korban di sungai,dan belum di ketahui identitasnya,namun wajah nya rusak !"
Jelas Wulan,
"Tidak mungkin itu pasti salah!"
Ketus Haikal yang tidak percaya.
"Benar atau tidak besok keputusannya dari pihak rumah sakit,setelah hasil otopsi keluar dan juga tes DNA keluar !"
"Kalau begitu Kita,ayo Kita istirahat,besok harus mengantar Mama ke bandara!"
Wulan mengangguk lalu mengikuti langkah kaki suaminya,menuju kamar.
Ke esokan pagi nya!
Mereka semua telah berada di halaman rumah Ardiansyah,dengan beberapa koper di tangan Wulan dan juga Nyonya Ratih,setelah membantu memasukan Bara dalam mobil,Haikal segera masuk ke dalam mobil.
Disaat Mereka hendak keluar,mobil polisi masuk ke dalam halaman rumah Ardiansyah.
"Tunggu dulu!"
Ujar Tuan Faisal,yang kembali turun dari mobil nya.
"Selamat pagi Tuan Faisal!"
Sapa Komisaris.
"Pagi pak!"
"Ini hasil otopsi dan tes DNA!"
Tuan mengambilnya,lalu membaca dengan seksama dan juga begitu teliti.
"Jadi Pak benar ini mayat menantu Saya?"
Tanya Tuan Faisal,komisaris mengangguk nya.
"Kami akan menjemput Dia sebentar lagi dirumah sakit,dan membawa nya ke kampung halaman dimana ia di lahirkan,Kami akan memakamkan nya disana !"
Jelas Tuan Faisal.
"Semoga seluruh keluarga tabah ya Tuan menerim cobaan ini!"
"Baik Pak,terimakasih !"
Tuan Faisal dan komisaris berjabat tangan,lalu komisaris kembali ke kantor,sementara Tuan Faisal memberikan hasil tes DNA kepada istrinya.
Meskipun begitu Tuan Faisal,tidak ingin Mereka menunda kepergian nya,ia ingin Nyonya Ratih segera membawa Bara ke psikiater agar ia segera sembuh.
Di dalam mobil terlihat begitu haru dan sedih,apalagi Nyonya Ratih,ia belum sanggup ke hilangan sang menantu kesayangan nya.
__ADS_1