Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Ujian Selesai


__ADS_3

Akhirnya UAN selesai juga,tinggal menunggu pengumuman ke lulusan.


Dinda bersama dengan Nadia melangkah keluar dari dalam kelas,dengan tergesa-gesa Marvel mengejar mereka.


"Dinda,Nadia !"


Panggil Marvel saat melihat Mereka telah melewati tempat parkiran.


Mereka menoleh melihat Marvel berlari ke arah tempat Mereka berdiri.


"Kalian mau pulang bareng Gue ?"


"Gak aah,mana buat naik motor,nih Lo antar aja Nadia,Aku bisa di jemput sama paman!"


Jawab Dinda.


"Lo yakin gak mau Gue tunggu !"


Bisik Nadia


"Ini kesempatan Lo dekat ama Dia bodoh,cepat pergi !"


Jawab Dinda setengah berbisik.


"Jadi enggak ada yang mau pulang sama Gue nih?"


"Nih,Nadia mau!udah kalian duluan aja!"


Dinda mendorong pelan Nadia,agar pulang bareng Marvel.


"Eeeh..Lo sendiri gimana ?"


Nadia melirik ke arah Dinda,


"Gue gampang,nanti Gue tunggu paman disini!"


"Benaran?"


"Iya cepat pulang!Gue enggak apa-apa!"


"Oke,duluan ya !"


"Bye..."


"Bye..!"


Dinda melambaikan tangan ke arah Nadia yang pulang bersama dengan Marvel.


Dinda sudah menunggu 1 jam lebih di depan gerbang,namun tidak ada jemputan untuk Nya.


"Uuhh!mana sih Bara!"


Dinda menghentakkan kaki nya dengan kesal.


Dinda sudah menelpon Bara berkali-kali,namun Pria itu tidak mengangkat nya,sehingga membuat Dinda kesal.


"Bisa-bisa nya ya Gue di abaikan gini !mana sepi lagi gak ada orang disini,dah lebih satu jam Gue nunggu Sapi Banggala !"


Cerocos Dinda dengan kesal,berdiri di bawah pohon besar yang ada di depan sekolah.


Suasana begitu sepi karena sekolah terletak sedikit ke dalam,harus melewati jalan lain untuk keluar dari sekolah tersebut,bukan berada di jalan besar,yang di lalui oleh orang banyak.


"Dimana Bara sialan ..!Aaaggrh!"


Kesal Dinda mengendong pohon tersebut.Sehingga membuat Kaki nya sakit,lalu berjongkok sebentar,setelah itu kembali menelpon Bara.


Lalu Dinda menelpon Bara yang kesekian kali,akhirnya di menit terakhir Bara mengangkat nya.


"Ada apa?Aku lagi kerja,jangan ganggu Aku !"


Ketus Bara dengan kesal.


"Gue masih nunggu Lo depan sekolah,siapa yang jemput Gue?"


"Pulang sendiri aja!Aku lagi sibuk!"

__ADS_1


"Gak mau,Gue mau Lo jemput !"


"Aku sibuk!jangan manja,tunggu Pak sukri saja!"


"Gak mau,Gue mau Lo yang jemput,sibuk apa sih Lo,Gue ini istri Lo,bisa gak sedikit lebih baik ke Gue !"Dinda semakin kesal mendengar ucapan Bara.


"Aku sibuk!tunggu Aku menelpon pak Sukri untuk menjemput !"


"Gak usah Gue pulang sendiri!"


Dinda dengan kesal segera mematikan handpone nya.


"Din..."


Tut...Tut...Tut..


Panggilan terputus,Bara terlihat menatap layar ponselnya.


"Siapa ?"


Tanya seseorang yang sedang bersama dengan Bara,sedang makan siang bersama.


"Dinda"


"Istri Mu?ada apa ?"


"Dia menyuruh Aku menjemputnya,Dia sekarang masih di depan sekolah,tapi Aku sudah menyuruh sopir untuk menjemputnya!"


"Bagus lah,tapi kenapa Kamu enggak jemput Dia saja dulu?"


"Tidak perlu,ayo lanjut makan !"


"Bar,benaran enggak apa-apa,kalau bukan Kamu yang jemput,kasian nanti Dinda nungguin !"


Aira memberi pengertian kepada Bara.


"Cepat habisin makanan Mu,enggak usah mikirin Dinda!"


"Baik lah!"


Bara dan Aira segera melanjutkan makan siang nya,di sebuah restoran dekat dengan rumah sakit dimana paman Aira di rawat.


Meskipun Bara menyangkal tidak mencintai Dinda lagi,namun Aira bisa merasakan kalau Bara masih mencintai dirinya,seperti dulu.


"Bar,coba yang ini,pasti enak!"


Ujar Aira memberikan satu suapan makanan yang dari sendok nya,Bara ragu namun tidak enak menolak nya.


"Baiklah!"


Bara segera menerima suapan dari sendok Aira,Wanita ini tersenyum melihat ke arah Bara.


Dzzzrtt...


Dzzzrtt...


Ponsel Bara bergetar,Pak Sukri menelpon.


"Iya pak !"


"Tuan,Non Dinda tidak ada di depan sekolah,Aku sudah bertanya kepada satpam tapi tidak ada siswa dan siswi yang tinggal di sekolah semua sudah pulang !"


"Kok bisa?apa Dia pulang naik taxi?"


"Enggak mungkin Tuan,Non Dinda jarang pulang sekolah naik taxi !"


Pak Sukri terlihat begitu panik.


"Coba cari di sekitaran sekolah Pak,mungkin Dia masih ada disana !"


"Sudah Tuan,disini sepi,tidak ada seorang pun!"


"Pak minta satpam sekolah untuk memeriksa cctv di depan gerbang !"


"Baik Tuan!"

__ADS_1


Panggilan nya segera terputus,Bara segera menelpon Alan untuk melacak keberadaan Dinda.


"Baik Tuan,akan segera saya selidiki!"


"Terimakasih !"


Setelah menelpon,Bara menyimpan kembali ponsel nya,lalu berdiri.


"Ada apa ?"Tanya Aira yang melihat Bara berdiri dari duduk nya dengan panik.


"Aku harus pulang,Dinda tidak di sekolah,Dia hilang !"


Jawab Bara mengeluarkan uang seratus ribu beberapa lembar dan meletakan nya diatas meja.


"Mungkin nanti pulang bersama teman nya ?"


"Bisa jadi,itu anak selalu saja nyusahin !"


"Bara,Kamu jangan terlalu keras dengan Dia,Dinda itu masih kecil,wajah sikap nya begitu !"


Pungkas Aira memegang bahu Bara.


"Aku harus pulang untuk melihat nya,Kamu enggak pa-pa kan,kembali sendiri ke rumah sakit?"


"Aku enggak apa-apa,semoga Dinda baik-baik saja!"


"Terimakasih ya,sudah ikut mengkhawatir kan Dinda!"


"Sama-sama!"


Aira tersenyum ke arah Bara.


"Kalau Aku ingin ikut Kamu cari Dinda boleh ?"


"Jangan kalau Kamu ikut mencari Dinda yang ada Dia salah paham,Kamu cukup berdoa saja,semoga Dia tidak apa-apa !"


Aira tersenyum,Bara menyentuh pipi Aira,lalu berpamitan untuk pergi mencari Dinda.


Sampai di mobil...!


"Bagaimana Pak ?"


Tanya Bara saat panggilannya terhubung.


"Tuan gawat !"


Ketus Pak Sukri,


"Gawat kenapa ?"


"Non Dinda di culik,Saya sudah mengambil plat mobil penculik,Saya akan mengirim nomer itu kepada Tuan!"


"Kok bisa di culik?siapa yang menculik Dia?Aku akan segera melacak keberadaan mobil itu,Pak tolong lapor polisi ya!"


"Baik Tuan !"


Setelan memutuskan panggilan,Bara menerima pesan dari Pak Sukri,lalu plat mobil tersebut di kirim kepada Alan.


"Aah sial !siapa lagi yang berani menculik keluarga Ardiansyah !"


Gumam Bara segera melajukan mobil nya,setelah beberapa menit ia sudah mengetahui titik keberadaan penculik yang menculik Dinda.


Bara sendiri begitu panik,jika ke dua orang tua nya mengetahui penculikan Dinda,maka orang Tua Bara akan memarahi nya lebih dari sekedar cekcok mulut,mungkin Bara akan di suruh resign dari pekerjaan nya yang menjadi pilot.


Alhasil hari ini Bara enggak bekerja,ia telah membohongi Dinda,bahkan bukan sekali sudah dua kali ia membohongi istri kecil nya itu.


"Din,semoga aja Kamu enggak apa-apa"


Gumam Bara yang membelokkan mobilnya ke alamat yang di kirim kan oleh Alan.


Bara terus melajukan mobil nya mencari alamat tersebut,tiba-tiba ponsel nya bergetar kembali.


Dzzzrtt....


Dzzzrrtt...

__ADS_1


"Aira..?"


Ternyata Aira kembali menghubungi Bara.


__ADS_2