Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Paman Vs Ponakan


__ADS_3

Tatapan Bara sangat tajam melihat ke arah Rayhan yang masih memeluk Dinda.


"Rayhan...!"


Panggil Bara dengan keras,mengejutkan Nyonya Ratih yang duduk di sofa.


Rayhan menatap kearah Bara,yang bersamaan dengan Dinda.


"Eeem..eemmmm!"


Dinda memberontak,ia merasa sesak di peluk begitu erat oleh Rayhan.


'Dia memeluk Dinda begitu erat pasti dada nya tertekan ke payu dara Dinda !'


Bara segera melangkah mendekati mereka.


"Lepas!"


Bara menarik sweater yang di kenakan oleh Rayhan.


"Paman..!Paman,apa-apaan sih,orang Aku masih kangen sama Dinda!"


Cetus Rayhan yang belum tahu kalau Bara dan Dinda telah menikah.Bara masih memegang leher baju Rayhan sehingga membuat leher nya sakit.


"Ukhh...ukh..Pa..Paman..!"


Bugh !


Bara melepaskan tangannya,kini tatapan nya tertuju ke arah Dinda.


"Dinda,aayooo ikut Aku ke kamar,Aku akan menunjukan barang yang tidak pernah Kamu liat sama siapapun !"


Rayhan segera menarik lengan Dinda.


"Tunggu,Ray....!"


Tap...tap..tap..


Mereka menaiki anak tangga,namun Dinda masih melihat ke arah Bara yang sedang melihat nya dengan marah.


"Sudah,biarkan saja mereka bermain-main,kan mereka seumuran hanya beda satu tahun,Rayhan teman yang cocok untuk Dinda!"


Seru Nyonya Ratih,yang melanjutkan merajut baju baby.


"Kenapa Dia pulang ?"


Bara duduk di depan Nyonya Ratih.


"Siapa ?Rayhan?"


Nyonya Ratih menaikan satu alisnya.


"Iya!"


Jawab Rayhan males.


"Kan memang setiap hari Minggu ia pulang,bahkan kali ini ia akan lama disini sampai satu Minggu !"


Jelas Nyonya Ratih,Raut wajah Bara seketika berubah.


"Aku akan ke kamar,sekalian memeriksa pekerjaan di laptop!"


Nyonya Ratih mengangguk nya,Bara sudah berlalu ke kamar,Nyonya Ratih hanya bisa menggelengkan kepala nya.


"Ha...ha...ha...ha..!"


Mendengar suara tertawa nya Dinda,Bara berhenti tepat di depan kamar Rayhan,yang kebetulan satu arah dengan kamar Dia.


"Iiihh...geli,banyak buku nya!"


Sambung Dinda.


Langsung saja otak Bara ngebleng,pikiran nya kemana-mana.Bara mengepalkan tangan nya.


"Kamu pasti belum pernah melihatnya kan?pasti Paman Ke dua tidak memperlihatkan nya kepada Mu,Kamu tahu benda ini bahkan Mama Ku sangat suka !Papa sering memperlihatkan itu kepada Mama!"


Jelas Rayhan.


"Ha...ha..ha.."Tawa Dinda semakin keras.

__ADS_1


"Jangan di sentuh ujung nya,nanti ia berdiri !"


Ketus Rayhan lagi.


"Mau nepuk ujung nya kalau berani berdiri!" Ha


.ha..ha..


Ketus Dinda,namun masih bisa tertawa


'Dinda....!'


Bara terlihat begitu geram mendengar obrolan Dinda dan keponakan nya.


"Tuh kan berdiri deh,jangan di elus lagi,itu geli tambah bediri !"Cetus Rayhan.


"Sekali lagi ya,Aku jarang-jarang Lo bisa liat yang begitu,rupa nya bikin nagih ya sentuh ujung nya !"


Ujar Dinda yang senang.


Brakkk...!


Bara menendang pintu kamar Rayhan,yang kebetulan tidak di kunci nya.


"Paman..!"


"Aa....!"


Rayhan dan Dinda kaget,ia menatap ke arah


Bara yang berdiri di ambang pintu.


"Kalian sedang apa ?"


Baru saja bertanya,namun pandangan nya sudah teralih kepada benda yang ada di tengah -tengah mereka berdua.


"Kami sedang bermain kucing,Aku baru membawa nya pulang hari ini!"


Ucap Rayhan,membelai kepala kucing miliknya,bulunya sangat banyak,bahkan membuat ia tidak berhenti mengelus nya.


"Kucing ?"


"Iya kucing,memang nya paman Pikir apaan ?"


Tanya Rayhan balik,wajah Bara merona ia malah memikirkan hal mes um.


'Hanya kucing,kenapa obrolan mereka begitu me sum!'


Bara menatap lekat ke arah dua orang yang duduk di atas ranjang.


"Dinda ikut Aku ke kamar !"


Titah Bara,


"Aku mau disini!"


Dinda menolaknya,ia takut kalau Bara akan menghukum dirinya lagi.


"Tidak bisa,harus ikut ke kamar!"


Bara menatap nya dalam,Dinda berdecak kesal,dan segera turun dari ranjang Rayhan.


Bara berbalik,sebelum melewati pintu keluar,ia menoleh menatap ke arah Rayhan.


"Jauhi Dinda!"


Peringatan Bara membuat dirinya gemetar,tatapan nya seperti aura pembunuh.


"Ciihh...cemburu,padahal Aku duluan yang naksir Dinda,Kami sebaya lagi,berharap banget paman mau makan daun muda !"


Gumam Rayhan memasukan kucing miliknya ke dalam kandang yang ada di kamar.


Bara terlihat begitu gelisah saat sampai di dalam kamar.


"Aa...kenapa muter-muter kayak kipas angin dari tadi pusing tau!"


Ketus Dinda yang duduk di atas ranjang.


Bara menoleh ke arah Dinda,tatapan nya tajam.

__ADS_1


"Aku gak ngomong apa-apa !"


Sambung Dinda menutup mulut.


Bugh !


Bara mendorong tubuh Dinda ke atas kasur,dan mengunci ke dua tangan Dinda ke atas.Bara menatap lekat netra Dinda,netra berwarna coklat pudar dengan pandangan matanya yang sayu.Bi bir nya yang sexy menggoda jan tan di depan yang sedang melihat nya.


"Aa...apa lagi Kamu mau,Aku sudah mengikuti kata-kata Mu,memanggil Mu Aa,padahal itu sangat memalukan!"


Protes Dinda yang melihat Bara di atas nya,menekan kedua tangan nya keatas.


"Jauhi Rayhan,ingat sama lawan jenis tidak boleh bersentuhan,apalagi duduk di atas ranjang yang sama !"


Saran Bara,kepada Dinda,namun wajah Dinda memperlihatkan kebingungan.


"Rayhan adalah ponakan Aa,dan Aku istri Aa,salah nya dimana?bukan kah Rayhan juga termasuk ponakan Ku ya?"


Dinda terlihat bingung.Namun,Bara paham kalau Dinda belum mengerti betul bahaya apa yang akan terjadi jika ia terlalu dekat dengan lawan jenis.


Tok...Tok...Tok


"Tuan,Nyonya memanggil untuk makan siang!"


Ucap seorang pelayan di balik pintu kamar Bara


"Anu...itu,pelayan memanggil Kita!"


Dinda terlihat begitu gugup bila melihat Bara secara dekat,apalagi posisi nya saat ini Bara berada di atas Dinda.


'Sial,akhir-akhir ini junior sering banget aktif


nya '


Bara segera turun dari posisi nya semula,lalu duduk di tepi ranjang.


"Ayooo turun Kita makan bersama!"


Ajak Bara mengulurkan tangan nya ke arah Dinda.


"Aa belum sholat?"


"Selesai makan,Aku sholat,karena mau mandi dulu!"


Dinda menggenggam tangan Bara,lalu keluar dari kamar bersama dengan suaminya.


Ceklek !


"Dinda..."


Panggil Rayhan yang sudah menunggu Dinda di depan kamar Bara.


"Eeh..Rayhan,kenapa Kamu disini?"


Dinda melirik ke arah Bara dengan raut wajah yang masam.


"Ayooo,Aku mau ajak Kamu makan sama !"


Rayhan menarik tangan Dinda,namun Bara belum melepaskan tangan Dinda.


"Aaakkh..!"


Dinda merasa tangan nya sakit,saat kedua orang tersebut menggenggam tangan nya dengan kuat.


"Lepas!"


Titah Bara,menatap ke arah Rayhan dengan tatapan sangar,Bara tidak mau berdamai sedikitpun dengan ponakan nya itu.


"Paman,mengalah dong,yang muda mau pacaran,masak paman mau ikutan Kami juga,Kita sudah gak seumuran apa lagi selevel !"


Ketus Rayhan,yang mengejek Bara.


'Astagfirullah,apa yang di katakan Rayhan,Bara bisa marah !'


Dinda melongo ke arah Bara dengan tatapan nya yang kaget.


Bara melepaskan tangan Dinda.


"Eeh...Aa..!"

__ADS_1


Dinda terlihat bingung saat melihat Bara mengalah dengan Rayhan.


__ADS_2