
Ceklek !
Marvel membuka pintu,ia kaget melihat Bara di depan pintu.
Bara segera menerobos masuk.
"Bara "
Gumam Nadia segera duduk kembali saat melihat Bara kembali ke rumah tersebut.
Lalu Nadia berdiri saat Bara masuk ke dalam menuju ruang tamu.
"Dinda ada di kamar,apa perlu Gue panggil ?"
Tanya Nadia.
"Gak usah,Aku liat sendiri ke kamar !"
Ujar Bara,sambil berjalan ke arah kamar Dinda.
"Nad,kenapa Dia kembali lagi?"Tanya Marvel yang kebingungan.
"Entah!"
Jawab Nadia sedikit malas,lalu bersandar kembali di sofa.
"Eh tunggu!apa Dia sudah ingat dengan Dinda ?"
Ujar Nadia yang terkejut.
"Entah!Gue harus kembali pulang,nanti Mama nyariin!"
Ujar Marvel berdiri.
"Ciieee...Anak Mama!"
Goda Nadia,
"Bukan begitu,Gue Janji mau bantuin Mama untuk membeli handphone baru !"
Jelas Marvel.
"Oke,baik lah,Anak Mama!"
Goda Nadia lagi,
"Berhenti menggoda Ku,kalau gak Gue akan nginap di sini nih!"
Ancam Marvel yang kembali duduk.
"Gak boleh Lo harus segera pulang,ayo!"
Bugh !
Nadia menarik tangan Marvel agar segera pergi untuk pulang.Namun,Marvel menarik kembali tangan Nadia,sehingga membuat gadis ini terjatuh ke atas tubuh nya.
Wajah Nadia merona,ini untuk pertama kali di perlakukan romantis oleh seorang laki-laki,meski pria itu berstatus tunangan nya.
Cup!
"Gue pulang dulu!"
Ujar Marvel setelah mengecup bi bir Nadia.
Nadia hanya mengangguk,dan tersenyum menahan malu.
"Ayo,Gue antar ke depan!"
Nadia segera mengantar Marvel ke depan rumah,sementara Bara berdiri di depan kamar Dinda untuk menemui istrinya.
Tok..tok..tok..
"Gue lagi gak mau di ganggu!"
__ADS_1
Teriak Dinda dari dalam kamar,yang tidak mengetahui keberadaan Bara.
Tok...tok...tok...
"Nad,please deh,Lo bisa tidur di kamar Kak Arif,hari ini Gue yang make kamar ini sendiri!"
Ketus Dinda yang masih terlungkup di atas ranjang.
Tok...tok..tok..
"Ngeselin banget ya jadi teman,awas aja ya Gue makan Lo baru tau!"
Ketus Dinda dengan kesal,lalu turun dari ranjang,berjalan kearah pintu kamar.
Ceklek !
"Lo bisa diam gak ya,heran Gue,kamar lain ada iseng banget ganggu Gue!"
Ujar Dinda,pintu kamar baru di buka dengan lebar,sehingga ia baru melihat kalau yang di depan kamar Dinda adalah Bara.
"Aku bawa makanan,Kamu belum makan kan?pasti lapar!ayo,makan dulu!"
Cetus Bara yang menerobos masuk kedalam kamar Dinda,sementara gadis ini nampak terkejut melihat Bara kembali lagi.
"Eh tunggu!Lo main nyelonong aja ke kamar Gue,keluar Lo!"
Ketus Dinda dengan raut wajah masih marah.
Bara duduk di tepi ranjang,lalu melihat isi kamar Dinda,yang sebenarnya ini milik Nadia tapi karena Dinda disini jadi mereka berbagi berdua.
"Lo keluar dulu gih,gak baik di liat orang nanti,kalau Gue bawa masuk lakik ke dalam kamar!"
Ujar Dinda berusaha mengusir Bara.
Bara berdiri,lalu menghampiri Dinda yang berdiri di dekat meja rias,karena Dinda meletakan bingkai foto Dia bersama dengan Bara,waktu mereka nikah dulu,jadi Dinda sengaja menutupi nya dari Bara.
"Kenapa Kamu marah sama Aku sampai segitu nya?"
Tanya Bara berdiri begitu dekat dengan Dinda.
Jawab Dinda berbohong.
"Kamu marah sama Aku sehingga menyakiti dirimu dengan tidak makan,Kamu lupa Kamu itu punya riwayat lambung?"
Ujar Bara,Dinda terdiam.
'Dari mana ia tau!'
Dinda menaikan satu alisnya.
"Tuan Bara,Gue lagi gak mood berdebat,jadi silahkan tinggalkan kamar ini!"
Titah Dinda,sambil menunjukkan pintu dengan tangan nya.
"Kalau Aku enggak mau keluar?"
Tanya Bara,berdiri di depan Dinda.
"Kalau Lo gak mau keluar biar Gue yang ke luar!"
Dinda segera berbalik untuk meninggalkan Bara di kamar.Namun,belum sampai Dinda di pintu dengan cepat Bara menarik tangan Dinda,sehingga membuat Dinda berpaling dan menatap Bara lebih dekat dari sebelumnya.
Cup!
Bara menci um bi bir Dinda dengan begitu lembut.Bara tahu Dinda tidak menolak nya,karena Bara adalah suaminya.
"Tuan Bara,apa yang Lo lakukan,jangan berani berbuat kurang ajar ya !"
Ketus Dinda mendorong tubuh Bara,yang memaksa menci umnya.
"Aku kurang ajar?tapi Kamu menikmati ciu man Ku kan?"
Tanya Bara,sambil mengedipkan mata nya ke arah Dinda.
__ADS_1
"Si..siapa yang menikmati nya,hanya saja Gue kaget,jadi terlambat untuk menyadari nya!"
Ujar Dinda,memalingkan wajahnya.
"Din,sampai kapan Kamu akan berpura-pura di depan Ku!Aku tau Aku salah karena mengajak Amel ikut makan dengan Kita,itu Aku lakukan untuk menguji kepedulian Mu kepada Ku!"
Pungkas Bara,yang memegang tangan Dinda.
"Lo tau,dari dulu Gue berjuang untuk mendapatkan perhatian Lo,tapi Lo selalu menganggap Gue ponakan,kapan Lo anggap Gue Istri Lo Haah?Gue tanya pernah gak Lo anggap Gue ini Istri!"
Teriak Dinda tanpa sadar telah keceplosan terhadap Bara,Dinda langsung menutup mulut nya setelah menyadari ada yang salah dengan ucapan nya.
"Eemmm,pokonya Lo harus keluar dari kamar ini!"
Dinda menarik Bara untuk segera keluar dari kamar.Sebelum Bara menyadari akan ucapan Dinda.
Brak!
Bara menutup pintu kamar,lalu mengunci kedua tangan Dinda di atas yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang tertutup.
"Apa yang Kamu katakan tadi,tolong katakan sekali lagi!"
Tanya Bara,menatap Dinda hanya berjarak dengan satu jari saja.
"Lepas!"
Ucap Dinda memalingkan wajahnya dari Bara.
"Liat Aku!siapa Aku di hatiMu!ayo jujur!"
Bisik Bara,membuat jantung Dinda berdegup kencang.
Deg..
Deg ..
Dinda dapat merasakan hembusan nafas Bara di telinganya,sehingga membuat ia geli.
"Tuan Bara jangan begini,Kita tidak saling kenal,tolong hargai Saya sebagai perempuan !"
Ujar Dinda,
Lalu Bara melepaskan tangan Dinda,ia berjalan ke arah meja rias.
"Katakan kalau Kamu mencintai Ku!"
Pinta Bara.
"Tidak!Gue tidak pernah jatuh cinta ama Lo,jadi berhenti bermimpi!"
Ketus Dinda yang masih berusaha untuk berbohong.
"Katakan yang sejujurnya,siapa Aku di hidup Mu?"
Tanya Bara lagi.
"Lo hanya rekan bisnis saja,tidak lebih,jadi Tuan Bara yang terhormat,tolong tinggalkan kamar saya!"
Titah Dinda dengan tegas.
"Heeeh!"
Bara menoleh ke arah Dinda dengan senyum kecut di ujung bi bir nya.
Dinda terlihat bingung dengan sikap Bara.
"Sampai kapan Kamu akan terus begini?Aku dekat dengan Amel Kamu marah,bukan kah itu tanda nya Kamu mencintai Ku?"
Ujar Bara lagi,Dinda menghela nafas nya dengan kasar.
"Gue udah katakan ya,Gue gak pernah suka ama Lo!jadi tolong pergi"
Teriak Dinda sekali lagi,namun mata nya sudah berkaca-kaca menahan tangis nya.
__ADS_1
"Ini apa Din?"
Tanya Bara memperlihatkan foto nikah mereka yang dulu.Dinda terlihat begitu terkejut.Lalu segera memalingkan tubuhnya menghadap pintu kamar,Dinda tidak sanggup melihat ke arah Bara.