Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Bara


__ADS_3

Dinda terkejut begitu membuka pintu,Bara berdiri di depan lemari tanpa mengenakan handuk,hanya mengenakan CD nya saja.


"Kenapa berteriak,tutup kembali pintu Nya!"


Titah Bara,Pria ini segera memakai celana kantor nya.


"M..Mas,kenapa Kamu tidak mengenakan handuk,kalau ada yang liat bagaimana ?"


Tanya Dinda yang berjalan ke arah Nya.


"Kalau Dinda yang liat kan gak papa,itung-itung untuk memicu has rat Mu!"


Jawab Bara enteng.


"Sejak kapan Mas jadi me-sum begitu?"


Tanya Dinda lagi,dulu nya Bara tidak pernah berbicara begitu apalagi bercanda mengenai hal itu.


"Sejak Aku jatuh cinta pada Mu!"


Jawab Bara lagi,lalu berdiri di depan Dinda.


"Apa?"


Tanya Dinda,Bara berdiri di depan nya dengan berkacak pinggang.


"Bantu Aku benerin dasi!"


Bisik Bara,padahal Dinda sudah mundur sedikit saat Bara ingin berbisik di telinga Dinda.


"Kenapa?apa Aku akan memakan Mu,sehingga Kamu mundur!"


Ketus Bara,yang mengerutkan dahinya.


"Bu..bukan,hanya saja Aku terkejut Mas!"


Ujar Dinda membenarkan dasi Bara.


Cup!


Bara mencium kening Dinda membuat wajah Dinda bersemu merah karena malu.


"Ayo,cepat siap-siap,Kita akan pergi ke kantor !"


Sambung Bara.Dinda mengangguk nya,lalu berjalan ke arah lemari.


"Sayang!"


Ucap Bara mendekap tubuh Dinda dari belakang.


"Eeem!"


Dinda menoleh,sehingga wajah nya dengan wajah Bara begitu dekat.


"Bagaimana kalau Kita program untuk memiliki bayi?"


Gluk!


Dinda menelan saliva,saat mendengar pertanyaan Bara.


"Mau ya!"


Tanya Bara lagi,Dinda lalu mencoba melepas pelukan Bara.


"Kenapa ?Kamu tidak mau kalau kita memiliki Anak?"


Sambung Bara,


"Memang nya Aku ada bilang gak mau?"


Tanya Dinda berbalik kepada Bara.


"Jadi itu arti nya Kamu mau ?"


Tanya Bara lebih antusias lagi,dan ia sangat bahagia,apalagi saat Dinda mengangguk nya.


"Terimakasih sayang!"


Ujar Bara memeluk Dinda.


"Mas,lepas,Aku akan berganti pakaian"


Cup !


"Kamu bersiap-siap lah,Aku akan menemui Ayah untuk meminta laporan kontrak!"


Ujar Bara,


"Iya Mas,tunggu Aku di mobil,Aku segera menyusul !"


"Oke sayang !"


Bara menyentuh pipi lembut Dinda,lalu berjalan keluar dari kamar,menuju kamar sang Ayah.


Dinda mengambil baju formal nya,sepanjang ia bersiap-siap hanya senyuman manis yang terus ia kembangkan.Saat ini hati nya sedang berbunga-bunga.

__ADS_1


Dinda keluar dari kamar,ia segera mengunci pintu kamar,lalu turun untuk menemui suaminya di mobil.


Ceklek !


"Maaf Mas,lama!"


Cetus Dinda yang segera duduk di sebelah Bara mengemudi.


"Gak pa-pa,dua jam lagi Aku masih sanggup menunggu hasil nya tidak mengecewakan!"


Pungkas Bara,tersenyum ke arah Dinda.


"Udah cepat jalan,nanti terlambat !"


"Siap Tuan putri,jangan lupa pakai sabuk pengaman !"


Dinda mengangguk,Bara segera menyalakan mesin mobil nya.


"Sayang..!"


Panggil Bara,melirik ke arah Dinda.


"Eeemmm!"


Dinda juga melirik ke arah Suaminya yang sedang fokus menyetir.


"Ayo,bulan madu ke Bali !"


Saran Bara,Dinda malah tersenyum malu.


"Kenapa ?kenapa wajah Mu merona?"


Tanya Bara,Dinda menggigit bi bir bawah nya.


"Enggak!Aku hanya senang aja!Bali adalah impian Ku!"


Jawab Dinda,kembali menggigit bi bir bawahnya yang masih malu.


"Berhenti menggoda Ku dengan bi bir Mu!"


Ketus Bara,yang menatap me-sum ke arah Dinda.


"Haah!apaan sih!"


Dinda mengerucutkan bi bir nya.


"Awww sakit!lipstik Ku!"


Pekik Dinda,saat Bara menarik bi bir Dinda dengan tangan nya.


Goda Bara,Dinda segera ngaca.


"Iiih ..boong ya?"


Cetus Dinda yang melihat di kaca,Bara hanya tertawa geli,melihat tingkah Dinda.


"Din..."


Panggil Bara lagi,


"Eeemm..."


Dinda menoleh,


"Jangan pernah ninggalin Aku lagi ya!Aku gak bisa hidup tanpa Mu!"


Ujar Bara,namun pandangan nya masih fokus menyetir.


"Berhenti ngegombal,nyetir aja yang bener!"


Pungkas Dinda,


"Aku gak sedang ngegombal,tapi Aku serius!jangan tinggalin Aku!"


Sambung Bara,


"Aku gak pernah ninggalin Mas,tapi Mas yang ninggalin Aku!"


Cetus Dinda.


"Mas,gak tau,apa yang udah mas perbuat di masa lalu,tapi mas minta maaf sama Dinda,mas minta maaf udah nyakitin hati Mu sayang,Mas janji untuk ke depan nya Mas akan lebih memperhatikan Kamu lagi!"


Bara tersenyum,Dinda juga ikut tersenyum,ia menundukan kepala nya karena malu.


Ckiiitttt!


Bara menghentikan mobil nya,Dinda menoleh ke arah Bara.


"Kenapa berhenti Mas?"


Tanya Dinda,


"Kita udah sampai,ya berhenti lah,ayo turun !"


"Oh,he..he...maaf!"

__ADS_1


Dinda segera turun,dan di susul oleh Bara.


Bara merangkul pinggang Dinda.Namun,wanita ini sedikit malu.


"Mas,ini di kantor,apa yang Kamu lakukan!"


Bisik Dinda,


"Aku sedang memeluk istri Ku,apa itu salah?"


Bara menatap Dinda dengan tajam,dan mendekatkan wajahnya.


"Berhenti menggoda Ku,ini di kantor Mas!"


Dinda risih di perlakukan begitu romantis.


"Panggil Aku sayang,maka Aku akan melepaskan Mu!"


Bisik Bara,


"Gak mau!"


Tegas Dinda,Bara semakin mempererat pelukan nya.


"Mas!"


Ketus Dinda dengan kesal.


"Panggil Sayang!"


Pinta Bara,kini ke dua tangan nya melingkar di pinggang kecil Dinda.


"Sa..Sayang !"


Ketus Dinda dengan kesal.


"Yang lembut dong,sa...yang ....!gitu!"


Tegas Bara,mengajari Dinda.


"Iya...Sa......yang........!udah lepas!"


Ujar Dinda dengan wajah yang di perbuat-buat,dengan senyuman palsu nya.


"Nah gitu dong,tapi lain kali wajah nya lebih tulus ya sayang !"


Goda Bara.


Cup!


"Mas!"


Pekik Dinda,saat Bara mencium pipi Dinda,tanpa sepengetahuan gadis ini.


"Ayo masuk!"


Bara menggandengkan tangan Dinda,menuju lift yang berada di tepat parkir lantai atas.


"Pak !"


Sapa Alan yang baru saja datang.


"Alan,siap kan semua berkas meeting hari ini ya,tolong antar ke ruangan Saya!"


Pungkas Bara,Alan mengangguk,ia berada di dalam lift yang sama dengan Bara.


"Mas,lepas,kita sudah mau sampai,jangan begini di liat orang malu!"


Bisik Dinda,


"Biarin aja orang liat,biar mereka tau sekarang Aku udah punya istri yang begitu cantik dan juga imut!"


Goda Bara,saat Bara mau mencium Dinda,gadis ini menghindar nya.


"Masih ada orang !"


Ujar Dinda,memelankan suara nya,Bara menoleh ke arah Alan,Pria itu terlihat begitu canggung.


"Ya udah nanti di ruangan Ku aja!"


Pungkas Bara,melepas tangan di pinggang Dinda.


'Masih ada nanti lagi?dasar me-sum!'


Dinda menatap ke arah Bara dengan mengerutkan bi bir nya.


"Jangan bilang Kamu sedang memaki Ku dalam hati Mu!"Cetus Bara,malah membuat Dinda terkejut.


"Mana ada,siapa Aku berani memaki seorang putra dari keluarga Ardiansyah !"


Sahut Dinda.


"Semoga aja gak!"


Mereka berti-ga segera keluar dari lift.

__ADS_1


__ADS_2