Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Gugup !


__ADS_3

Bara memeluk Dinda dari belakang.


Deg..


Deg ..


Sekali lagi jantung Dinda berdegup begitu kencang.


"Tadi katanya tidak untuk saat ini,namun ini apa?"


Cetus Dinda.


"Tapi memeluk begini boleh dong,masak ia tidak boleh !"


Cup!


Bara menci um bahu Dinda,tentu saja membuat Dinda panik,dan gugup.


"Mas,Aku mau turun ke bawah,mungkin Mama butuh sesuatu,Aku akan membantu nya!"


Pungkas Dinda berusaha untuk melepaskan pelukan Bara.


"Eeemm...eeemm!tidak tunggu sebentar!biarkan Aku memeluk Mu sebentar,Aku sudah lama tidak memeluk tubuh kecil ini!"


Ujar Bara,yang kini membenamkan wajah nya di bahu Dinda,sesekali mengecup nya.


Dinda yang gugup pun merasa tubuh nya akan segera keluar keringat.Akibat Bara terus memeluk nya membuat nya benar-benar mati berdiri.


"Masih gugup?"


Tanya Bara,


"Iya..!"


Bara segera melepas pelukan nya,lalu membalikan tubuh Dinda agar menghadap ke arah nya.


"Jangan gugup,Aku masih Bara mu yang dulu!"


Ucap Bara memegang ke dua pipi Dinda,wajahnya segera merona.


Bara mendekatkan bi bir nya saat melihat Dinda sudah begitu rileks.


Cup!


Bara menci um Dinda,awalnya ia ingin menolak,namun Bara sudah menekan tekuk nya.Terpaksa Dinda hanya bisa mengikuti nya saja.


Mereka berdua berci uman begitu mesra,Bara mulai terbawa suasana,sehingga tangan nya begitu nakal menyelusuri setiap inci tubuh Dinda.


Tangan Bara menyelinap masuk ke dalam dress yang di kenakan Dinda.Meskipun ia tadi merasa gugup,namun sekarang Dinda sudah lebih rileks lagi.


Mata Dinda melotot saat jari nakal Bara menyentuh choco chip milik Dinda,tentu saja membuat ia terkejut,dan ingin mendorong tubuh Bara.


Namun,sudah terlambat,Bara sudah terbawa suasana,Bara segera mendorong tubuh Dinda ke ranjang,lalu membaringkan nya dengan pelan,masih dengan posisi mereka yang sedang berci uman.


"Cup..cup..eem..eemm..!"


Dinda mere mas ke dua bahu Bara,saat Pria ini mempercepat kan ciu man nya dengan Dinda.


"Haaah!"


"Haah!"


Ke dua nya mengatur nafas,setelah mereka berdua melepaskan ciu man nya.


"Masih terasa gugup?"


Bisik Bara.


Gluk!


Dinda menelan ludah nya,hembusan nafas Bara membuat Dinda geli.


"Nanti juga akan terbiasa!ayo turun untuk sarapan !"


Ujar Bara,

__ADS_1


"Iya!"


Dinda segera berdiri,dan membenarkan pakaian dan rambut nya yang kembali acak-acakan.


Bara menggenggam tangan Dinda,lalu ke dua nya berjalan ke arah pintu.


Ceklek !


"Silahkan Tuan Putri!"Ujar Bara menggoda Dinda,membuat Dinda tersenyum malu.


"Kamu cantik kalau lagi malu!"


Bisik Bara,


"Mas,apaan sih,dari tadi menggoda Ku,kalau begini terus Aku tidak jadi sarapan !"


Ujar Dinda yang cemberut.


"He..he..he..Aku hanya bercanda,ayo!"


Bara,kembali menggenggam erat tangan Dinda,lalu mereka berdua mulai menuruni satu persatu anak tangga.


Sampai di ruang makan,terlihat semua orang yang sedang sarapan.


"Pagi mah!"


Sapa Bara,


"Pagi Sayang!"


Sahut Nyonya Ratih,saat melihat Dinda dan Bara.


"Kalian tidur nya begitu nyenyak!"


Goda Haikal,Dinda hanya bisa tersenyum karena malu.


"Ayo Din,duduk,jangan di dengerin ucapan Kakak Mu itu,ia hanya bisa menggoda orang saja,Dia sendiri baru turun untuk sarapan !"


Cibir Nyonya Ratih,membela Dinda.


Sambung Tuan Faisal.


Dinda segera mengambil bubur ayam untuk Bara,semua orang melihat ke arah mereka dan tersenyum.Sungguh perubahan yang luar biasa dari pemandangan itu,biasanya mereka akan berdebat dulu baru sarapan,namun kali ini sikap ke dua nya lebih dewasa lagi dari sebelum nya.


"Bara,Aku dengar ini hari Tuan Chau akan datang ke kantor,apa rencana Mu?"


Tanya Haikal di sela-sela sarapan.


"Seperti biasa Aku akan datang dan menemui nya saat rapat,dan Dinda juga akan ikut,sebagai seseorang yang di percayaan proyek oleh Tuan Chau,tentu Aku tidak bisa membuat Nya kecewa!"


Pungkas Bara,melanjutkan makannya.


"Kenapa Aku harus ikut Mas?"


Tanya Dinda,sembari melirik ke arah Bara yang duduk di sebelah nya.


"Awwww,Mas...!"


Ucap Firman yang kaget,


"Mas,Mas enggak tuh!"


Ledek Haikal lagi,yang sedang menahan tawanya.


"Kalian ini bisa nya cuma godain Bara saja,kenapa gak di habisin saja sarapannya lalu pergi kerja!"


Ujar Tuan Faisal.


"Yah Ayah!gak seru Aaahh!"


Ketus Firman,lalu meletakan mangkuk yang sudah siap sarapan.


"Mah Aku berangkat kerja,Sayang Aku berangkat !"


"Hati-hati Mas!"

__ADS_1


Firman mengecup kening istri nya,lalu berpamitan dengan semua orang,sebelum ia pergi bekerja.


"Yah,berkas yang semalam udah siap?"


Tanya Haikal tiba-tiba,namun Tuan Faisal baru mengingat nya.


"Yah ..Ayah lupa,Mama semalam ajak Ayah tidur cepat jadi lupa !"


Ujar Tuan Faisal.Namun,Haikal menatap Tuan Faisal dengan penuh rasa intimidasi dan ia menaikan satu alis nya.


"Apa?"Ketus Tuan Faisal yang dilihat oleh Anaknya dari tadi.


"He..hee..Gak!Haikal ngerti,Haikal mau berangkat kerja,nanti berkas itu Ayah titip ke Bara saja ia akan pergi ke kantor jam 10 pagi kan Bar?"


"Iya Kak,benar!titip ke Aku aja Yah!"


Sambung Bara,lalu meletakan mangkuk bubur.


Dinda memberikan minuman mineral serta satu gelas jus kepada Bara.


"Makasih Sayang!"


Ucap Bara,tersenyum ke arah Dinda.


"Uhuk...uhuk...!"


Haikal Terkejut mendengar ucapan Bara barusan,itu pertama kalinya ia mendengar Bara memanggil Dinda dengan sebutan sayang.


"Minum dulu Mas"


Wulan memberikan minuman kepada Haikal.


Wajah Dinda merona,karena mendengar panggilan Sayang,dari Bara yang pertama kali nya.


"Cieee...!"


Sambung Haikal lagi,


Bara hanya bisa memalingkan wajahnya,menyembunyikan wajah nya yang sedang merona itu,dari semua orang.


"Aku akan kembali ke kamar,sekalian berganti pakaian!"


Ujar Bara.


"Aku berangkat kerja Mah,Sayang!"


Haikal ikut pamit.Tuan Faisal segera pergi ke kamar untuk memeriksa berkas yang di berikan Haikal semalam.


"Mah,Dinda bantu ya?"


Ucap Dinda,sembari membereskan meja makan.


"Gak perlu sayang,nanti pelayan akan bereskan,mending Kamu siap-siap,biar bisa pergi bareng Bara ke kantor!"


Saran Nyonya Ratih.


"Tapi Mah!nanti orang kantor akan tau,dengan hubungan pernikahan Kami!"


Sahut Dinda yang sedang ragu.


"Biarin aja orang tau,kan Dinda sudah lulus SMA,jadi tidak masalah lagi!"


"Baik lah,kalau gitu Dinda kembali ke kamar dulu Mah!"


Ucap Dinda,


"Iya Sayang!"


Dinda segera menaiki tangga menuju lantai atas,ia akan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


'Aduuhh kenapa gugup banget!'


Dinda memegang dada nya sembari menarik nafas dalam-dalam.


Ceklek !

__ADS_1


"Aaaaaa.....!"


__ADS_2