Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Jodoh


__ADS_3

Dinda menghela nafas,lalu melihat ke arah Nadia.


"Gimana,ambil gak?


Tanya Dinda.


"Ambil aja,kalau uang nya cukup!"


Saran Nadia.


"Cukup,malah lebih,tapi Gue kasian uang nya,secara Gue gak pernah ngeluarin duit kalau belanja!"


Sambung Dinda.


"Iya,ini kan Lo gak ngeluarin duit juga,ini kan Lo di bayarin juga!"


Cetus Nadia.


"Oh iya..he..he..lupa!"


Jawab Dinda sambil garuk kepala nya yang tidak gatal.


Dinda segera mengambil gaun yang ia lihat barusan,dan Nadia membantu nya membayar di kasir,sementara Dinda pergi untuk melihat kosmetik yang tertera di sana sedang banyak yang promo.


"Lo ngapain?"


Tanya Dinda.


"Gue mau beli alat makeup biar sekalian Kita belajar!"


Cetus Dinda.


"Merek ini bagus,ayo beli !"


Dinda dan Nadia segera memilih makeup yang akan ia gunakan nanti.


Ada yang jualan gantungan kunci,Dinda segera pergi untuk membeli nya.


"Nad,Lo liat deh imut banget"


Cetus Dinda memegang gantung kunci boneka dengan bulu yang lembut.


"Gue mau juga!"


Nadia segera merebut nya di tangan Dinda.


"Hanya ada dua,ini untuk Gue sama Bara,Lo ambil yang model lain aja!"


Ketus Dinda.


"Yaudah Gue beli lain aja!"


"Nad,ayo Kita ke lantai tiga,biasanya banyak barang diskon !".


Ujar Dinda.


"Ayo,Lo beli buat Gue ya!he...he..


Namanya juga Anak SMA,suka berburu barang diskon,apalagi emak-emak berdaster biasanya paling suka beli barang diskon.


Mereka segera naik ke eskalator menuju lantai tiga,gantung kunci yang Dinda beli tadi tanpa sengaja jatuh.


"Eeeh!gantungan kunci Gue jatuh satu!"


Teriak Dinda,saat melihat gantungan boneka itu melayang ke bawah.Sementara,mereka sudah berada di atas.


"Ayo,cepat turun!"


Dinda menarik tangan Nadia,menuju eskalator di sebelah untuk turun kembali.


"Ehh,tunggu pelan,hati-hati Lo banyak orang!"


Ketus Nadia kesal,yang di tarik-tarik kayak Anak kecil.


Sementara di bawah tepat nya di lantai dua.


"Tuan Bara,silahkan sebelah sini,nanti Saya perlihatkan pemasaran toko Kita yang ada disini!"


Pungkas dewan pemasaran yang ada di perusahaan Bara.


"Aaahh!"


Bara memegang kepala nya,sesuatu terjatuh ke lantai,ia segera mengambil nya.


"Ini?"


Gumam Bara.


"Tuan,Saya akan membereskan nya mungkin seseorang tanpa sengaja menjatuhkan nya!"


Seru Dewan pemasaran yang terlihat takut.


"Tidak masalah,akan saya bawa bersama!"

__ADS_1


Bara dan Dewan pemasaran segera melanjutkan jalan nya,dan di ikuti oleh dua orang pengawal di belakang mereka.


"Mari Tuan !"


Bara mengangguk nya.


Dinda dan Nadia baru saja sampai ke lantai dua,setelah berdesakan dengan orang di eskalator.


"Mana?"


Tanya Dinda.


"Hilang Nad..?"


"Tuh kan hilang,Kamu nih,lama sekali!"


Ketus Dinda kesal,kini tinggal satu di tangan nya.


"Udah dong,jangan ngambek,nanti Kita beli yang baru,ayo keluar,kasian Marvel nunggu lama!"


Ajak Nadia,menarik tangan Dinda.


"Huuh!"


Dinda masih terlihat kesal.


Sampai di tempat parkiran,Marvel sedang menunggu Mereka di mobil.


"Udah belanja nya?"Tanya Marvel saat melihat ke dua orang itu kembali dengan wajah yang cemberut.


"Loh napa?"


Tanya Marvel,saat melihat Dinda yang cemberut saja dari tadi.


"Gantungan boneka ilang!"


Jawab Nadia,Dinda segera masuk mobil.


"Heeem bagaimana kalau Kita pergi beli es krim biar suasana hati Mu mencair"


Goda Marvel.Tapi,Dinda masih terlihat kesal dan tidak bersemangat.


"Pulang aja lah,tidak jadi ke salon!"


Ketus Nadia kesal,melipatkan ke dua tangannya di dada.


'Loh kok malah dia yang marah,barang gue juga yang ilang '


Dinda melihat ke arah Nadia yang ikut cemberut.


Ajak Dinda,Nadia menoleh ke belakang.


"Lo udah gak ngambek?"


Tanya Nadia.


"Gue gak bisa liat Lo merajuk gitu!"


Pungkas Dinda,


"Gini baru sahabat Gue!"


Mereka segera berpelukan.


"Nanti Kita beli yang baru,Lo tenang aja!"


Ketus Nadia,


"Udah bisa pergi sayang-sayang Ku!"


Sambung Marvel.


"Idiiih,Gue males dengerin Lo manggil Gue sayang !"ha..ha..


Ketus Dinda yang tertawa.


"Yaudah,sayang nya buat Nadia aja!"


Deg..


Deg...


Wajah Nadia merona,mendengar Marvel menggoda nya.


"Ciiieeee merona nih!"


Goda Dinda.


"Apaan sih Lo!"


Nadia semakin salting di ejek oleh teman nya.


"Udah - udah,Kita sudah mau pergi nih,jangan ribut,nanti konsentrasi Gue ilang!"

__ADS_1


Ketus Marvel.


Bara bersama dengan Dewan pemasaran,berjalan ke arah tempat parkir.


"Bagaimana Tuan,apa Anda puas?"


Tanya Dewan pemasaran .


"Tuan Andri,Saya cukup puas dengan kinerja kerja Anda,bulan depan Anda dapat bonus!"


Ujar Bara.


"Terimakasih Tuan!"


"Saya kembali ke kantor,nanti malam akan hadir di acara perjamuan !"


Pungkas Bara,sudah berasa di dalam mobil.


"Saya akan hadir dengan istri Saya!sampai jumpa nanti malam!"


Bara mengangguk nya,ke dua pengawal segera masuk ke dalam mobil dan menyetir.


"Kita kembali ke kantor!"


Titah Bara.


"Baik Tuan !"


Mobil segera melaju dan keluar dari tempat parkir.


Bara melihat benda lembut yang ada di tangan nya,ia menatap boneka itu dengan wajah smirk,entah kenapa boneka itu membuat ia tersenyum.


Bara segera mengambil kunci kamar nya dan memasang boneka tersebut.Lalu melihat nya lagi sehingga dapat membuat nya tersenyum.


"Siapa yang menjatuhkan benda sebagus ini!"


Gumam Bara,lalu ia melihat gantungan love yang terbelah di dada boneka itu.


"Ini pasti gantungan couple,tapi terlalu imut jika di buang!"


Lanjutnya lagi.


"Tuan,di depan macet!apa perlu mencari jalan lain?"


Tanya Pengawal


"Kalau bisa cari jalan lain aja,Saya ada meeting di kantor!"


Tegas Bara.


"Baik Tuan !"


Mobil Bara segera berbelok mencari jalan yang tidak macet.


Sementara di sisi lain ada mobil Marvel yang berada di jalan yang sama.


"Kenapa harus macet sih?"


Ketus Dinda kesal,dengan es krim masih di tangan nya.


"Sabar nona-nona,ini kan hari Sabtu malam Minggu,banyak orang yang mau ke puncak untuk weekend,gak kayak Kita hanya mutar-mutar disini aja!"


Jawab Marvel,masih fokus menyetir.


"Kapan Kita liburan ke puncak?"


Tanya Nadia.


"Eeehh,Kita masih banyak acara dan rencana,jangan mikirin liburan dulu!"


Tegas Dinda.


"Baik lah Tuan Putri,Anda yang ngejar Suami,Gue yang repot!"


Cibir Nadia.


"Lah,Lo ngapain kejar orang nya ada disini!"


Sindir Dinda,


Marvel segera menatap ke arah Dinda,sementara Nadia menunduk malu.


"Marvel Lo udah pacar?"


Tanya Dinda,


"Belum!"


Jawab Marvel singkat,tapi mampu membuat Nadia salting.


"Noh teman Gue jomblo karatan Lo mau gak?"


Tanya Dinda lagi,

__ADS_1


"Lo nawarin Gue macam nawarin sayur aja!"


Ketus Nadia yang tengah malu.


__ADS_2