Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Dinas


__ADS_3

Pagi - pagi sekali,Dinda telah menyiapkan keperluan Bara,dan ia telah merapikan barang nya dan di masukan segera kedalam koper.


"Mas sudah siap?"Tanya Dinda.


"Sebentar lagi sayang!bantu masukan ke dalam koper!"


Bara memberikan laptop nya kepada Dinda.


Dinda segera memasukan nya ke dalam koper.


"Sini,biar Aku yang bawa turun!"


Bara mengambil alih koper di tangan Bara.


Dinda segera memeluk lengan suaminya.


"Mas gak sarapan dulu?"


"Mas sarapan di jalan aja,cepat mas pergi cepat pulang!"


"Dua hari juga!"


Sahut Dinda mengerucutkan bi bir nya.


"Jangan ngambek,ntar mas bawa oleh-oleh !"


"Aku gak perlu oleh-oleh,yang penting Mas kembali dengan selamat !"


"Iya sayang,Cup! "


Bara mengecup kening istri nya,Alan sudah menunggu nya di depan rumah.


"Alan bawa ini kesana!"


"Baik Pak!"


Alan mengambil koper di tangan Bara,lalu meletakan nya di bagasi mobil.


"Aku pergi dulu,jangan nakal!"


"Iya sayang !"


Setelah berpelukan salam perpisahan Bara segera masuk ke dalam mobil.


"Hati-hati Mas!"


Dinda melambaikan tangan nya ke arah Bara,sampai bayangan mobil Bara hilang dari pandangan nya.


"Sayang,udah pergi Bara?"


"Udah Mah!"


"Ayo masuk ke dalam,mama mau Kamu bantu Mama satu hal!"


Dinda mengangguk,lalu masuk bersama dengan mertua nya.


"Ada apa Mah?"


"Besok kan ultah Bara,Mama mau membuat sendiri kue untuk Nya,sudah lama Bara tidak merayakan ultah dirumah!"


Pungkas Nyonya Ratih.


"Dinda juga mau memberikan kejutan kepada Mas Bara,ntar Kita pergi beli bahan kue Mah!"


"Iya sayang,tunggu Kak ipar Mu pulang,biar ada yang anterin Kita beli bahan Kue!"


Dinda mengangguk nya.


Dinda segera membantu mertua nya membereskan piring yang ada di atas meja.


"Sayang,Kamu mandi saja dan siap-siap biar pekerjaan ini mama yang selesaikan !"


"Baik Mah!"


Dinda segera berlalu menuju lantai atas.


"Bi..tolong periksa isi kulkas apa saja yang habis,Kami akan pergi berbelanja !"


"Baik Nya.."


Semetara itu,Dinda masuk ke kamar nya,ia merasa kalau dirinya kurang enak badan,dan bahkan tiba-tiba ia meriang,suhu tubuh nya lumanyan panas.


"Kenapa tiba-tiba sakit saat Mas Bara gak ada disini!"


Gumam Dinda membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Tanpa Dinda sadari,ia sampai terlelap diatas ranjang.


Jam 11:00.

__ADS_1


Ceklek !


Karena tidak ada jawaban Nyonya Ratih sudah mengetuk begitu lama pintu kamar.


"Sayang!"


Panggil Nyonya Ratih,tapi tidak ada jawaban.


Nyonya Ratih melihat di atas ranjang Dinda yang berbaring lemah.


"Din,Kamu kenapa ?"


Nyonya Ratih duduk di tepi ranjang.


"Heeemm"


Dinda membuka mata nya.


"Aku gak pa-pa Mah!"


Nyonya Ratih meletakan tangannya di dahi Dinda.


"Gak pa-pa gimana,ini demam sayang,tunggu disini Mama akan panggil kan dokter!"


"Iya!"


Dinda lanjut tidur lagi.Sementara Nyonya Ratih kembali ke lantai dasar untuk menghubungi dokter.


Satu jam berlalu,dokter yang di panggil oleh Nyonya Ratih pun datang.


"Sebelah sini dok!"


Ceklek !


"Tunggu sebentar ya,biarkan Saya periksa dulu!"


"Silahkan dok!"


Nyonya Ratih menunggu nya disebelah ranjang.


Dokter Maria langsung memeriksa kondisi Dinda.


"Bagaimana dok!"


"Tidak apa-apa,hanya demam saja,tapi saran jika demam nya besok tidak turun langsung di bawa ke rumah sakit saja,nanti saya tulis resep obat Anda bisa menebus nya di apotik!"


"Baik dok!"


"Saya permisi dulu!"


"Baik,mari saya antar!"


Nyonya Ratih mengantar dokter Maria ke depan,Haikal dan Wulan baru saja kembali dari kantor.


"Siapa yang sakit mah?"


Tanya Haikal,saat dokter Maria telah pergi.


"Dinda demam,Sayang bantu Mama tebus obat ini ya!"


"Baik mah"


Haikal segera pergi,sementara Wulan masuk bersama dengan Nyonya Ratih.


"Wulan nanti siang temani Mama belanja ya,tadi berencana mau pergi sama Dinda,tapi Dianya malah sakit!"


Ujar Mama Ratih sedih.


"Iya,gak pa-pa Mah,Aku bisa bantu temani kok!"


"Makasih sayang!"


Wulan mengangguk nya,"Mah Wulan ke kamar dulu!"


"Iya sayang".


Nyonya Ratih,menghubungi sanak saudara nya,mengundang mereka ke acara ultah Bara,dan juga sekalian mau merayakan kehamilan ke dua menantu nya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam !"


Sahut Nyonya Ratih,lalu pergi untuk melihat,suami nya yang baru pulang.


"Dari mana yah?"


"Dari Pak Anwar,Kita dapat undangan dua hari lagi,anaknya nikahan di Jakart*"


"Waaah,gak nyangka ya pah,Dia dulu sangat pemalu,tapi bisa dapat suami yang jauh dari kampung nya!"

__ADS_1


"Itu lah Mah,jodoh,mana Bara udah berangkat?"


"Udah Yah,tadi pagi langsung berangkat,tapi Dinda malah sakit !".


"Sakit?sakit apa mah,dimana Dia?"


"Ada dikamar!"


"Ayo Kita liat!"


Nyonya Ratih mengangguk nya.Mereka segera naik ke atas untuk melihat keadaan Dinda.


Ceklek !


"Sayang masih tidur?"


Tanya Mama Ratih.


"Iya mah!"


"Bangun dulu sayang,minum obat,bentar lagi Haikal pulang!"


"Iya mah!"


Nyonya Ratih membantu Dinda untuk duduk.


"Mah,ini obat nya,tadi Aku juga membeli bubur untuk Dinda!"


"Bawa sini sayang!"


Haikal memberikan obat dan bubur kepada Nyonya Ratih.


Nyonya Ratih menyuapi Dinda makan bubur,lalu memberikan nya obat.


"Sayang istirahat saja ya,Mama pergi berbelanja dengan Wulan saja!"


"Maaf ya mah,Dinda gak bisa temani Mama!"


"Iya sayang,gak pa-pa Kamu istirahat saja,Kami keluar dulu ya!"


Dinda mengangguk nya.Karena sudah meminum obat membuat ia mengantuk.


"Mah gak kabarin Bara kalau istri nya sakit?"


Tanya Haikal.


"Gak,Dia baru saja pergi,kalau di beri tahu sekarang takut membuat ia hilang konsentrasi nya!"


"Benar kata Mama Mu!"


Mereka semua segera turun ke lantai dasar,di ruang tamu,Wulan sedang menunggu mertua nya.


"Udah siap sayang?"


Mama Ratih melihat ke arah Wulan.


"Udah Mah,yuk pigi!"


"Iya sayang!"


"Mas,minta kunci mobil nya!"


"Aku aja deh yang antar kalian,Aku khawatir Kamu yang nyetir!"


Pungkas Haikal.


"Gak lama kok Sayang,bentar aja di sekitaran sini belanja nya!"


"Iya,tapi tetap aja,biar Mas anter!"


"Benar Mah,biarkan Haikal ikut kalian!"


"Baiklah,ayoo"


Mereka bertiga segera keluar dari dalam rumah,menuju mobil.


"Jangan lupa sabuk pengaman nya!"


"Iya sayang!"


Nyonya Ratih hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Anak dan menantu nya.


"Mah,mau belanja dimana ?"


"Di Papaya supermarket aja!"


"Boleh juga lebih dekat !"


Haikal segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang,karena ia sedang membawa ibu hamil dan wanita tua ibu nya sendiri.

__ADS_1


Haikal akan mengkondisikan cara ia berkendara jika ada Wulan,karena keselamatan istrinya lebih penting.


__ADS_2