
Mereka berli-ma sudah duduk di meja,nomer 023,mereka tersebut berada di luar resto.
Tiba-tiba pelayan mengantar beberapa hidangan untuk mereka,bebek panggang dengan li-ma batok kepala muda yang berjejer di atas meja.
Yang lain saling tatap satu sama lain.
"Maaf,mba,Kami belum pesan,mungkin Anda salah meja!"
Ujar Bara,
"Benar kok ini pesanan dari Tuan Richo !"
Sahut mereka melihat kertas di tangan nya.
"Paman kapan Anda memesan ini?"
Marvel pun ikut bingung.
"Tadi saat Kita di mobil!"
"Yaudah,yuk makan,kalau udah siap gini kan tinggal makan!"
Ketus Nadia yang langsung mengambil paha bebek untuk melahap nya.
"Mama........."
Panggil seorang anak kecil berlari ke arah Dinda,yang duduk di sebelah Bara.
Brak!
Tubuh Dinda menyenggol meja,saat anak kecil itu memeluk Dinda dari belakang.
"Haah!"
Bara dan Nadia kaget,
"Maaf Tuan Ricko,Tuan muda memaksa untuk kemari saat melihat mobil Tuan di tempat parkir !"
Ujar seorang pelayan,
"Jam berapa ini kenapa Dia belum tidur?"
Tanya Ricko yang langsung berdiri dari tempat nya.
"Tuan Muda udah bangun,tapi katanya rindu Tuan Ricko,jadi minta untuk di temani jalan-jalan di luar resto!"
Pungkas pelayan itu.
"Kamu boleh pergi!"
Pelayan itu segera pergi meninggalkan Mereka.
"Mama..Arrayan mau duduk di pangkuan mama!"
Ujar Anak kecil itu,Dinda menatap nya heran.
Brak!
"Ricko maksud Kamu itu apaan!kenapa Dia menyebut istri Ku mamanya !"
Teriak Bara dengan emosi.
"Sayang tenang,banyak orang yang melihatnya!"
Dinda mencoba menarik tangan Bara.
"Ini pasti akal-akal Kamu kan!"
Sambung Bara,
"Aku bisa jelasin,ini gak seperti yang kalian tuduh,Rayan,mari sini sayang,Papa akan memangku Kamu!"
Ricko menarik tangan Arrayan agar menjauh dari Dinda.
"Kita makan dulu,setelah ini Aku akan menjelaskan nya kepada Kalian!"
"Benar Bar,Kita duduk dan lanjut makan dulu!"
Sambung Marvel.
"Mas!"
Akhirnya Bara duduk kembali,namun selera makannya tiba-tiba hilang,ia hanya minum kepala muda saja.
Melihat Bara yang tidak nafsu makan,Dinda segera menyuapi Bara.
"Sayang .."
Bara segera membuka mulutnya saat melihat tangan Dinda sudah dekat dengan bi bir nya.
Dua puluh menit berlalu,setelah semua nya selesai makan,Marvel,Bara,Nadia dan Dinda,ikut Ricko menuju kamar Arrayan yang ada di lantai atas resto.
Ceklek !
__ADS_1
"Ayo masuk!"
Titah Ricko yang masih menggendong Anaknya,Arrayan terus saja melihat ke arah Dinda.
"Kalian duduk dulu,Aku akan membawa Dia ke kamar!"
Mereka berempat segera duduk,semetara ricko dan Arrayan pergi ke kamar.
"Sayang,tunggu disini ya,nanti Papa suruh Mama kesini!"
Pungkas Ricko,Arrayan mengangguk nya.
Ricko segera mengeluarkan album keluarga nya .
"Nih!"
Ricko memberikan itu kepada Bara,Dinda dan Nadia,ikut melihat nya secara bergantian.Sementara Marvel sudah tahu sejak dulu.
"Wanita ini sangat mirip dengan Ku!"
Ujar Dinda.
"Dia istri Ku,nama nya Calista,ia meninggal saat usia Arrayan 1tahun,Aku tidak pernah mengaku Dinda adalah mama nya,mungkin karena kalian terlihat mirip,maka nya Arrayan mengira Kamu adalah ibunya!"
Pungkas Ricko.
"Saat Aku pindah ke SMA tempat kalian sekolah,Aku juga kaget,tapi saat mengetahui nama nya lain dan usia yang beda,Aku juga merasa kalau Dinda dan Tante Calista orang yang beda!"
Sambung Marvel.
"Papa...kenapa Mama belum ke kamar?"
Tanya Arrayan berdiri di ambang pintu kamar.
"Sini sayang..."
Panggil Dinda,Bara melihat nya.
"Aku akan berusaha menjelaskan nya!"Bisik Dinda ke Bara.
Tap...tap...tap...
"Maaamaaa..."
Untuk pertama kali nya Marvel melihat ponakan nya begitu bahagia.
Ricko sendiri tanpa sengaja menetes air mata saat melihat senyuman manis di bibir malaikat kecil nya.
"Sayang,Aku ini bukan mama Mu,yang ini mama Mu!"
"Tapi Kamu boleh kok anggap Aku mama Mu,Aku tidak masalah !"
Dinda kembali memeluk Arrayan.
"Apa Kita kan tidur sama?Papa sama Mama?"
Tanya Arrayan,Bara kaget,lalu melotot ke arah Dinda.
"Tidak bisa!"
Sambung Bara segera berdiri.
"Kami akan pulang!"
Bara menarik tangan Dinda.
"Mas tunggu !"
Dinda segera menurunkan Arrayan.
"Papa...."
Arrayan merengek lagi saat Bara membawa Dinda pergi.
"Paman,Aku akan coba bicara dengan Mereka,yuk Nad!"
Marvel dan Nadia segera menyusul Bara dan Dinda.
"Mas,Kamu apa-apaan sih,Arrayan itu masih kecil,Dia itu gak tau apa-apa!"
Ujar Dinda saat tiba di tempat parkir.
"Anak nya ia masih kecil,tapi Ricko? apa Kamu gak bisa liat Pria dewasa itu,bagaimana ia melihat Mu?"
Teriak Bara dengan keras.
"Bar,tenang,Kamu salah paham,Paman Ku orang yang setia,Dia udah menduda lebih dari li-ma tahun semenjak istri nya meninggal,belum ada perempuan yang ia dekati selain Dinda!"
Sambung Marvel yang baru saja tiba.
"Ini semua gara-gara Kamu,kalau Kamu gak kesini,Kita gak akan bertemu dengan paman sialan Mu itu!"
"Kamu pikir ini tempat pribadi Mu!"
__ADS_1
Teriak Marvel.
"Udah!udah kenapa kalian jadi yang berantem !"
Teriak Nadia.
"Kalau kalian masih berantem Aku akan pulang sendiri!"
Cetus Dinda meninggalkan mereka bertiga.
"Din...tunggu!"
Teriak Nadia.
"Dinda !"
Panggil Bara.
Tidak ada yang di respon oleh Dinda,sampai lah ke depan resto,namun tidak ada taxi yang lewat di jam itu.
Ckiiitttt!
Sebuah mobil berhenti di depan mereka.
Ceklek !
"Mari Tuan,dan Nyonya ikut saya,Tuan Ricko memerintah saya untuk mengantar Kalian pulang!"
Ujar sang Sopir.
Bara hanya diam saja.
"Ayo Din,kita pulang!"
Nadia menarik tangan Dinda,Marvel segera nyusul,dan termasuk Bara juga ikut.
"Mulai besok Aku tidak ingin melihat Kamu dekat-dekat dengan Pria itu!"
Tegas Bara,
"Mas,yang dekat-dekat Dia siapa?itu kan hanya kebetulan !"
Nadia dan Marvel hanya menggelengkan kepala saat melihat dia sejoli itu yang sedang ribut.
"Aku juga tidak mau Kamu dekat-dekat dengan Anak nya!"
Sambung Bara lagi.
"Bar,Dia itu hanya anak kecil Gak tau apa-apa!"
Sambung Marvel.
"Kamu Diam!"
Teriak Bara,Marvel hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Dasar bocah!"
Umpat Marvel.
Suasana di dalam mobil semakin menegang,Bara dan Dinda saling marahan,Nadia juga tidak bisa berbuat apa-apa,ia tidak ingin ikut campur dengan masalah mereka,karena ia tahu mereka akan segera baikan setelah ini.
Sampai di depan Resort,Bara dan Dinda segera pergi setelah turun.
"Pak makasih ya!"
Ujar Marvel,sang sopir mengangguk nya.
"Heemm...perang dunia lagi!"
Gumam Nadia yang melihat ke arah Dinda dan Bara.
Marvel kembali menggelengkan kepalanya.
"Mas...tunggu!"
Teriak Dinda namun Bara mengabaikan nya,sampai di depan pintu kamar.
"Dimana kunci nya?"
Tanya Bara,
"Bukannya sama mas ya?"
Dinda berbalik bertanya.
Ceklek !
"Pintu nya gak di kunci,ceroboh amat sih!"
Ketus Bara yang marah.
Dinda menghela nafas,lalu ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
Grazy up untuk pencinta karya ini,jangan lupa beri hadiah untuk karya ini ya😘