
Bara berencana untuk bertemu dengan Ricko,ingin meminta bantuan nya agar bisa mengecek cctv resort.
"Sayang,coba Kamu ajak Marvel dan Nadia untuk main kesini!"
Saran Bara.Dinda menatap nya dengan heran.
"Mas,kenapa tiba-tiba menyuruh Aku untuk mengajak mereka main kesini,bukan kah mas sendiri yang bilang,jangan bawa orang lain ke kamar?"
Dinda masih mencari jawaban dari Bara.
"Jadi gini,Aku ingin bicara dengan Marvel,ingin meminta Dia agar membantu Ku untuk bertemu dengan Ricko!"
Pungkas Bara,yang sedang menyetel remote.
"Apa?Aku gak salah dengar mas?bukannya Mas sendiri yang bilang,Kita tidak boleh bertemu dengan Ricko lagi?"
Tanya Dinda lagi.
"Ia tapi ini keadaan nya berbeda,ayolah cepat kamu hubungi Nadia!"
Rengek Bara yang tidak sabaran untuk menjebak Amel.
"Ia tunggu!"
Dinda segera berdiri dan masuk ke kamar untuk mengambil ponsel nya.
Tok...tok...tok..
"Sayang ..coba liat siapa yang datang !"
Teriak Dinda dari dalam kamar.
"Kamu aja yang!"
Bara sedang berbaring santai di sofa yang ada di depan kamar nya,malas untuk bangun membuka pintu.
Dinda segera keluar dari kamar nya menuju pintu depan.
Ceklek !
"Dinda !"
Nadia mengulurkan ke dua tangan nya ke depan,dan langsung memeluk Dinda.
"Kebetulan sekali,Aku tadi mau Wa Kamu tapi udah ke buru datang,ayo masuk!"
Dinda menarik tangan Nadia.
"Mas,orang nya udah disini!"
Ujar Dinda,Bara segera duduk,dan mempersilahkan mereka semua untuk duduk.
"Ada apa Din?"
Tanya Nadia,tumben bangat Bara bersikap lembut pada mereka,biasa nya cuek.
"Jadi Gini......"
Bara langsung menceritakan kronologi kejadian hari ini,dan Dia ingin meminta bantuan Ricko.
"Jadi gitu vel!"
Sambung Dinda.
"Minta bantuan Paman?Aku sih bisa nolongin,namun setuju gak nya paman kalian berdoa saja,alnya sulit ngomong ama Dia kalau udah di buang kesal!"
Pungkas Marvel.
"Kita coba dulu!"
Sambung Nadia.
"Hari ini Dia masuk kerja gak?"
Tanya Bara,
"Tadi sih Ku liat ada di lobi,samperin aja!"
Ujar Marvel.
__ADS_1
"Kamu ikut Aku,Kita sama-sama samperin Dia!biar Nadia dan Dinda tinggal disini!"
Saran Bara.
Marvel mengangguk nya,dan langsung berdiri.
"Mas ingat bicara baik-baik jangan emosi!Kita lagi butuh bantuan nya!"
"Iya Sayang,tenang aja!Aku pergi dulu!"
Dinda mengangguk nya,Marvel dan Bara segera keluar dari kamar Mereka.
"Kita mau ngapain nih?"
Tanya Nadia,
"Cari cemilan yuk,Gue lapar!"
Ujar Dinda,berdiri di depan Nadia.
"Ayo!"
Nadia dan Dinda segera keluar dari kamar,dan pergi menuju cafe untuk mencari cemilan untuk menghilangkan lapar.
"Lo yakin Din,Amel yang ngelakuin itu?"
"Gue yakin,alnya semalam Kita ngerjain Dia!"
Tanpa sengaja Dinda melihat Amel yang sedang mengobrol dengan Tuan Chau,lalu tidak lama kemudian Tuan Chau pergi.
Dinda segera menghampiri Amel,yang masih duduk di kursi cafe.
"Jauhi Bara,jangan pernah gangguin Suami Ku lagi!"
Amel menoleh saat mendengar seseorang berbicara dengan Nya.
"Heeh!Kamu berbicara dengan Ku?"
Amel langsung berdiri di depan Dinda.
"Memang nya disini,ada ja lang selain kamu?"
"Seharusnya Bara sudah menegaskan pada Mu malam itu,untuk menjauhi Dia!Aku adalah istri Sah nya,hidup Kami sudah bahagia tidak perlu ada orang lain lagi untuk ikut campur urusan rumah tangga Kami!"
Ucap Dinda lantang.
"Dengar tuh lampir!"
Sambung Nadia.
"Kalian cuma menikah,bahkan ia enggan untuk mengakui Kamu sebagai istrinya,kenapa Aku harus repot -repot untuk mengakui Kamu adalah istri nya?"
Amel menantang Dinda.
"Eemmm..ia Kami hanya menikah,dan Kami melakukan lebih dari sekedar menikah,apa itu di bilang hanya menikah?"
"Melakukan lebih dari kedar dari menikah?Kamu yakin?Dia hanya menikahi mu bukan menafkahi Mu!"
Ujar Amel.
"Kamu yakin?Kami tinggal 24 jam bersama,apa perlu mengubar apa yang terjadi dengan Kami?yang jelas jika ku ceritakan Kamu tidak akan sanggup mendengar nya.Kamu pacaran dengan Nya li-ma tahun lebih,tapi pernah gak Dia ci um Kamu,peluk Kamu atau melakukan lebih?paling juga pegang tangan !"
Cibir Dinda.
"Pegang tangan ?tukang bakso ngasih kembalian juga kadang tersentuh tangan Kita!"
Sambung Nadia,ikut meledek Amel.
"Jadi Kamu sudah tau kalau Aku Aira?"
"Iya,Bara memberitahukan Aku,ia tidak ingin Aku sedih atau cemburu,jadi Dia memberitahukan Aku semua,dari pertama Kalian bertemu sampai Kalian putus!menurut dari cerita Bara tidak ada yang menarik tuh kisah kalian !"
Amel terlihat kesal mendengar perkataan Dinda.
"Sampah tetap sampah!"
Ketus Dinda,Amel segera menangkap tangan nya ingin menampar Dinda.
*Pak!
__ADS_1
Brak*!
Dinda menangkap nya.Lalu segera mendorong Amel hingga jatuh ke kursi duduk nya kembali.
"Ingat !hari ini terakhir kali Aku melihat Mu menggoda suami Ku,jika ada ke depan nya Kau akan tau akibat nya,bermain-main dengan Ku!"
Pungkas Dinda,lalu berbalik pergi.Nadia juga ikut pergi meninggalkan Amel sendiri di cafe.
"Aaah sial !"
Brak!
Amel mengebrak meja cafe,semua orang memperhatikan nya.
"Din,bagaimana Kamu bisa melakukan itu?"
"Kamu tau kan,Gue akan kuat jika ada orang yang berani ganggu suami Gue,Lo ingat beberapa bulan lalu saat Gue hajar tu ja lang?"
"Gue ingat,waktu itu juga keren banget!"
Nadia memeluk teman nya,Dinda hanya bisa tersenyum sendiri.
Mereka berdua segera pergi meninggalkan cafe tersebut,dan Nadia berpisah dengan Dinda di depan kamar nya.
"Lo mau kemana lagi?"
Tanya Nadia.
"Gue masih ada urusan,Gue pergi dulu!"
"Hati-hati!"
Dinda mengangguk nya,Dinda segera pergi meninggalkan kamar Nadia,ia mengeluarkan ponsel milik nya.
"Hallo Nya?"
Sahut orang di seberang sana.
"Alan,Aku punya tugas untuk Mu,akan ku kirimkan lewat Wa!"
Ujar Dinda.
"Baik Nya!"
Dinda segera memutuskan panggilannya,lalu pergi untuk mencari suaminya,yang sudah lama pergi.
"Din,ngapain disini?"
Haikal bertemu dengan Dinda di lobi.
"Aku mau mencari Mas Bara kak,tadi sih katanya mau bertemu dengan paman Marvel!"
"Ayo pergi sama-sama!"
"Oke!"
Dinda,Haikal serta Wulan segera pergi mencari Bara di depan lobi.
Terlihat dari jauh Bara dan Marvel serta Ricko sedang berbicara mengenai kesepakatan mereka.
Ricko segera berdiri setelah berbicara dengan Bara dan Marvel.
"Mas!"
Panggil Dinda,Bara menoleh.
"Sayang sedang apa Kamu disini ?"
"Aku mencari Mu,Vel,Nadia menunggu Mu di kamar!"
"Oke,Gue pergi dulu!"
Dinda dan Bara mengangguk nya.
"Bagaimana Mas?"
Tanya Dinda yang penasaran,begitu juga Haikal.
ayo Vote+beri hadiah,๐untuk dukung karya ini!
__ADS_1