Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Resort


__ADS_3

Dinda mengikuti Bara dari belakang.


Ceklek !


Bara membuka pintu kamar Nya.


"Mas,Kamu kenapa sih!"Tanya Dinda yang terus saja mengikuti sang suami dari belakang.


"Heeemm!"


Bara menoleh,Dinda berada tepat di belakang nya.


"Masih nanya Aku kenapa?"


Bara menatap tajam ke arah Dinda.


"Mas cemburu ya?"


Ujar Dinda,dengan senyuman nya yang sedang menggoda Bara.


"Heeem!"


Bara segera berlalu ke kamar,lalu melepaskan celana dan kaos,ia meraih handuk nya,menuju kamar mandi.


"Mas,kalau lagi marah berarti itu nya tunda dulu kan ?"


Teriak Dinda dari luar.


"Tunggu siap Aku mandi!mana bisa tunda-tunda junior dah tegang nih!"


Sahut Bara,yang sudah tebal muka nya,rasa malu entah sudah di buang kemana.


"Mas,mau liat !"


Goda Dinda di balik daun pintu.Sambil menahan tawa nya yang geli.


Ceklek !


"Aaah "


Bara membuka pintu kamar mandi saat mengetahui Dinda berdiri di daun pintu.Dan menarik sang istri masuk ke dalam.


Bugh!


Bara mendorong tubuh Dinda sampai menempel di dinding kamar mandi.


Dinda membulatkan matanya melihat sang suami yang sudah di guyur oleh shower.


"Nih!"


Ketus Bara,Dinda mengikuti jalannya netra Bara.


"Aaagrrh"


Dinda segera menutup wajahnya,saat melihat benda yang berdiri di bawah sana.


"Tadi kata nya mau liat,sekarang kenapa menutupi wajahnya !"


Bisik Bara,Dinda menurunkan tangan nya,saat Bara menempelkan tubuhnya dengan tubuh Dinda.


Bara segera menciumi le her sang istri,ke dua nya berdiri di bawah shower yang masih menyala.


"Aaahh!"


Bara dengan sengaja menggigit le her Dinda,tangan nya kini menyelinap masuk ke dalam kaos putih sang istri.


Bara menarik kaos Dinda dan melepaskan nya,serta membuang br* nya ke lantai kamar mandi.


Bara menciu mi dua gunung salju yang menonjol di depan mata,bekas kepemilikan yang ia tinggal pada malam itu masih terlihat disana.


Bara sengaja menambah lagi,membuat Dinda mendongakkan kepala nya ke atas.


"Uuhh!Aaaggrh!"


Tangan Dinda mencengkram kuat ke dua bahu Bara,Pria ini perlahan -lahan mulai turun ke bawah perut,dan membuka hotpant yang dikenakan Dinda,serta membuang nya ke lantai.


"Aaakhhh!Aaagggrrrhh !M-mas...!Aaaggrrhhh!"


Cai ran hangat keluar dari bi bir goa mengenai li dah Bara.


Bara segera berdiri,dan menuntun junior masuk ke dalam sarang nya.


"Aakkkhh!"


Beberapa kali Bara menghentakkan junior di dalam goa Dinda.

__ADS_1


Bara melu matkan bi bir Dinda,Dinda menarik tekuk Bara dan ke dua nya saling berciu man dibawah deras nya air shower.


Dinda mencakar kuat punggung Bara,sehingga terlihat garis-garis dari kuku Dinda di punggung Bara.


"Aaaaaaahhhhh!"


Ke dua nya merasakan pelepasan setelah sekian lama pergulatan di bawah air.


Bara segera menggosok tubuh Dinda dengan sabun,dan membantu memandikan istrinya.


Beberapa menit kemudian ke dua nya keluar dari kamar mandi.


"Udah Mas,turun kan Aku!"


Titah Dinda yang terus di gendong oleh Bara sampai ke tepi ranjang.


"Mau pesan makanan lagi?"


Tanya Bara,saat mengambil baju nya di koper.


"Gak!kenyang,mau tidur aja!"


Dinda segera memakai piyama lalu naik ke atas ranjang,dan berbaring.


"Yaudah,Kamu tidur saja duluan,Mas mau mengerjakan tugas persentasi untuk besok,Tuan Chau,meminta Mas untuk menyiapkan itu besok,karena proyek nya udah kelar!"


"Baiklah sayang!"


Dinda segera menarik selimut dan memejamkan matanya,sementara Bara,membawa laptop ke ruangan televisi.


Di Tempat lain !


Amel yang sedang memakai kembali dress nya,ia segera menatap Pria tua di depan nya yang masih berbalut dengan selimut.


"Tuan,ingat ya besok rencana kita!"


Ujar Amel.


"Baik,Kamu tenang saja,Aku bisa membantu Mu!"


Sahut Pria yang bernama Tuan Chau.


Setelah melayani Tuan Chau,Amel segera pergi meninggalkan kamar tersebut.


"Dasar Pria tua kalau bukan karena rencana Ku itu,ogah Aku mau melayani mu itu!"


Bara masih belum tidur menyiapkan laporan pekerjaan nya,meskipun mata nya yang sudah mengantuk tapi ia menahan itu.


Tepat jam 02:00 malam ,Bara belum tidur,Dinda bangun dan menghampiri suaminya.


"Mas,belum tidur?"


Bara menoleh mendengar suara Dinda.


"Belum siap sayang,sebentar lagi,mungkin satu atau dua lembar lagi!bantu Aku ambil kan charger laptop sayang di koper!"


"Eeemm!"


Dinda segera kembali ke kamar nya.Tidak lama kemudian ia kembali dengan charger di tangan nya.


"Nih"


"Makasih sayang !"


Dinda mengangguk nya.


"Ada apa ?"


Tanya Bara yang melihat wajah Dinda masam.


"Lapar...."


Rengek Dinda mengerucutkan bi bir nya.


"Ayo,cari makan!"


Ajak Bara,


"Tapi kan tugas Mas belum kelar?"


"Yaudah tunggu li-ma menit lagi ya,Mas bereskan ini dulu,Kita keluar cari makan yang dekat-dekat sini aja!"


Pungkas Bara,Dinda mengangguk sambil menelan remote televisi.


Bukan lima menit,tapi sudah berlalu setengah jam Dinda menunggu nya.

__ADS_1


Tap!


Bara menutup laptop nya,lalu membiarkan itu di meja.


"Ayo,cari makan!"


Dinda segera berdiri,dan mengikuti suami nya.


Bara membenarkan piyama Dinda yang terbuka,dan segera mengancingkan nya.


Mereka berdua keluar dari kamar menuju lorong resort,di persimpangan jalan Mereka bertemu dengan Ricko.


"Kalian mau kemana?"


Tanya Ricko,


"Mau cari makan!"


Ketus Bara,Ricko tersenyum,karena ia tahu Pria di depan nya saat ini sedang cemburu akan dirinya.


"Ayo ikut Aku!"


"Gak aah!"


Sahut Dinda.


"Aku akan membawa kalian ke tempat makanan yang enak di jam ini,hanya ada satu resto yang buka,yang lain mah tutup!"


Dinda melirik Bara,Pria itu menghela nafas nya.


"Yasudah!"


Ke dua nya segera mengikuti Ricko dari belakang,tanpa sengaja di tempat parkir malah bertemu dengan Nadia dan Marvel.


"Kalian sedang apa di mari?"


Tanya Dinda.


"Din..."


Nadia menoleh.


"Kami mau cari makan,Dia ngeluh gak bisa tidur karena lapar!"


Ujar Marvel.


"Dasar memang dia bocah ini,bisa samaan ya,ini juga Dinda katanya lapar!"


Sambung Ricko


"Ayo,pergi sama!"


Ajak Dinda.


Marvel dan Nadia segera ikut bersama dengan mereka,Ricko menyalakan mobil nya,membawa dua pasangan itu untuk mencari makan malam .


"Kalian suka pedas gak?"


Ricko menoleh ke belakang.


"Boleh,Aku suka!"


Sahut Dinda dan Nadia secara bersamaan.


"Baik,Kita akan makan bebek panggang cabe ijo!"


"Wiihhh...kesukaan Dinda itu!"


Nyela Nadia,


Bara melirik ke arah Dinda.


"Sejak kapan Kamu suka bebek?"


Bisik Bara kepada Dinda.


"Udah sejak dulu,waktu di sekolah ia sering makan bebek goreng di kantin!"


Sambung Nadia,


Dinda mencengkram pa ha Nadia,biar gak menyela saat Bara bicara,nanti Bara tambah cemburu.


"Kok Aku gak tau?"


"Mas gak nanya"

__ADS_1


Sahut Dinda,Bara segera terdiam,ia memalingkan pandangan nya ke samping.


__ADS_2