Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
kukung


__ADS_3

Semakin lama tubuh Bara semakin terasa panas,bahkan ia tidak dapat menahan nya lagi.Meskipun hanya mengenakan celana pendek saja Bara terasa tubuh nya begitu terbakar.


'Sial,Aku yakin Kak Haikal memasuki sesuatu ke dalam minuman Ku!'


Bara segera meraih selimut tebal yang ada di samping nya,lalu ia membungkus tubuh Dinda dengan erat.


"Mas,apa-apaan Kamu ini,lepas Gak!"


Teriak Dinda dengan kencang.


"....."


Bara masih sibuk dengan tugasnya membuat Dinda seperti ke pompong.Setelah selesai ia segera berlari ke kamar mandi untuk berendam.


"Mas,Lepaskan Aku!"


Pekik Dinda.


Blam !


Pintu kamar tertutup,Bara segera menghidupkan keran air,dan mengguyur seluruh tubuhnya,namun hawa panas itu masih saja berlanju.Bahkam hanya mandi saja tidak membuat ia sembuh dari pengaruh obat peran sang.


Brak !


Dinda mencorong pintu kamar mandi,Bara menoleh.


"Kamu kenapa sih Mas,aneh banget!"


Ketus Dinda,yang melintas Bara sedang berdiri di bawah shower.


Bugh !


"Aaah!"


Pekik Dinda saat Bara menarik tubuh nya,dan berada di bawah air yang sama dengan dirinya.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Dinda gugup,kini netra Bara penuh naf su,Dinda memegang lengan Bara,ke dua tangan Bara mencengkram bahu nya.


"Bisa kah bantu Aku,Aku benar tidak bisa menahan nya!"


Bara menjatuhkan kepala nya di bahu Dinda.


Dinda mengangguk nya,Bara segera menatap sang istri kembali.


Cup!


Bara mencium lembut bi bir Dinda,dan Dinda membalas nya,ia tahu meskipun menahan nya sudah lama,yang namun ini pasti akan terjadi.


"Aakkh!"


Bara segera mengendong tubuh Dinda,membuat gadis ini terkejut.


Bara membawa Dinda keluar dari kamar mandi menuju ranjang mereka,entah sejak kapan ke dua tangan Dinda sudah mengalungi le her Bara.


Bara merebahkan tubuh istri nya dengan lembut,lalu ia kembali melu matkan bi bir mungil milik Dinda.

__ADS_1


Dinda yang menerima nikmat nya ciu man Bara ia segera mere mas rambut suaminya,ia menyalurkan kenikmatan yang ia terima dengan membalaskan ci uman Bara kembali lebih panas lagi.


"Eeem...eeemm"


"Kontrol ******* Mu sayang,kalau Gak besok Kita akan di sidang !"


Bisik Bara di sela-sela ciu man nya,Dinda mengangguk.


"Aaaggrh!"


Dinda kelepasan saat Bara meninggalkan bekas kepemilikan nya di le her Dinda.


Dinda segera menutup mulut nya,dan itu sungguh membuat ia tersiksa.


Bara dengan buas nya menyapu seluruh le her jenjang milik Dinda,dengan cepat ia menarik piyama yang di kenakan Dinda dan kini terlihat dua gundukan gunung masih berbalut br*.


"Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"


Sebelum melanjutkan nya,Bara masih sempat berniat,karena terlebih dulu berdoa,baru ia akan melanjutkan nya,ia hanya menginginkan keturunan yang baik diantara yang terbaik.


Entah sejak kapan,br* tersebut telah terlempar ke lantai.Kini hanya tersisa cela na piyama dan juga CD yang membalut goa kenikmatan.


Bara menurunkan celana piyama Dinda,beserta dengan CD nya.Lalu ia mengecup lembut pa ha putih mulus milik sang istri.


'Sungguh indah ciptaan Mu Tuhan,kenapa Aku bisa mengabaikan nya begitu lama !'


Bara menatap benda kecil yang ada di depan mata nya,hanya di tumbuhi bu lu lebat di sekitaran pinggir bi bir goa.


Bara meminta izin kepada Dinda,karena sebelum nya mereka telah berjanji akan bulan madu di Bali,namun malah terjadi insiden seperti ini yang tidak dapat di hindari eh ke dua nya.


Dinda mencoba mere mas sprei,saat Bara akan bersiap-siap untuk menikmati goa indah tersebut.


"Tahan sedikit ya sayang,mungkin pengalaman pertama membuat Mu akan tersiksa!"


Ujar Bara,Dinda mengangguk nya.


"Eeem...!"


Dinda men desah,saat kepala naga menyentuh bi bir Goa.


Bara kembali menuntun kepala naga tersebut agar bisa menebus masuk ke dalam goa nya.


"Aaggrh!"


Satu tangan Dinda mencengkram kuat lengan Bara,Dinda menggigit bi bir bawah nya.


"Ooh...Aah!"


Saat kepala Naga masih belum bisa menebus Goa yang sempit itu,Dinda mencoba merileks kan tubuh nya,tapi pada kenyataan itu tetap membuat ia mende sah.


*Jleb!


"Aaagggrrrhh*!"


Seketika Dinda menutup mulut nya,saat suara de sahan nya kelepasan.


Air matanya mengalir,Bara mendiami nya sejenak,ia tahu saat ini Dinda sedang merasakan sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Bara juga merasakan ada cai ran hangat yang mengalir di bawa sana,namun ia mengabaikan nya.


"Aku lanjut sayang!"


Dinda mengangguk nya.


Entah bagaimana rasa sakit yang awal nya di rasakan oleh Dinda,kini berubah menjadi kenikmatan tiada tara.


Dinda juga lupa akan suara desa han nya,ia tetap mende sah walaupun hanya terdengar begitu kecil.


Bara masih mengikuti irama pinggul nya yang bergo yang di atas tubuh Dinda,sesuai dengan ritme yang ia mainkan,kini ia lah Tuan nya,ia yang menjalankan irama tersebut,hanya Dia yang bisa menghentikan nya.


"Aaaakkhh!"


Suara pelepasan mencapai puncak kenikmatan,Bara segera menjatuhkan tubuh nya diatas tubuh Dinda.


Cup!


Bara mengecup kening Dinda,lalu beralih mengecup bi bir istri nya.


"Sayang terimakasih!"


Ucap Bara,merebahkan tubuh nya masih di atas Dinda.


Tangan nakal Bara masih memainkan ke dua gunung tersebut.


Dinda kembali merasakan gai rah saat tangan Bara memelin tir pu ting su su Dinda yang mungil itu.


"Aah,Sayang sakit!"


Ujar Dinda,saat Pria ini mengigit nya.


Bara kembali mencumbu le her Dinda,membuat wanita ini memalingkan kepala nya ke kiri dan ke kanan.


Bara men cabut naga yang bersemayam di dalam goa.Lalu ia membaringkan tubuh nya di sebelah Dinda.


Mereka berdua menyelimuti dirinya dengan selimut yang sejak tadi mereka gunakan untuk menutupi tubuh Mereka.


"Mas sayang Kamu Dinda !"


Bara kembali mengecup kening Dinda.


"Aku juga sayang mas!"


Dinda mempererat kan pelukan nya,ia membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


Saat ini Bara dapat merasakan hembusan nafas Dinda yang begitu hangat,membuat tubuh nya kembali bergairah.


Sekali lagi Bara menaiki tubuh kecil sang istri,sampai ke dua nya lelah dan tertidur.


Bara sendiri tidak kerasa telah melakukan itu berkali - kali hanya dalam semalam,saking nikmat nya yang baru pertama kali ia rasakan.


Hujan pun turun membasahi kota Surabaya*.Membuat ke dua pasangan ini semakin di mabuk cinta,dan ke dua nya terlelap dalam kepuasan setelah bercinta.


"I love you Dinda !"


Itu selalu yang ia ucapkan saat sang istri telah tertidur begitu pulas.

__ADS_1


__ADS_2