
Ke esokan paginya..!
Di ruangan makan begitu tenang,semua anggota keluarga Ardiansyah berkumpul di meja makan sedang menikmati sarapan pagi.
Kecuali Bara yang belum turun ke bawah.
"Dimana Bara,kenapa tidak ikut sarapan?"
Tanya Sang Kakak pertama.
"Mungkin masih bersiap-siap,semalam kata dokter sih sudah gak pa-pa,cuma ia terlalu memaksa untuk mengingat wanita yang pernah hadir di mimpi nya!"
Jelas Nyonya Ratih.
"Yah,kalau misalnya ada keajaiban Dinda hidup lagi gimana ?"
"Uhuukk..uhuuk!"
Mendengar ucapan Firman,membuat Tuan Faisal kaget.
"Tentu aja Bara akan senang,jadi Kita tidak perlu takut untuk kesehatan nya,kalau Dinda kembali seperti yang di katakan dokter,itu akan membuat Bara lebih tenang di masa depan,ia tidak perlu merasakan kalau dirinya sedang halu,disaat ia merasakan sosok kehadiran Dinda!"
Jelas Tuan Faisal.
"Yah,kenapa Ayah begitu yakin?"
Tanya Nyonya Ratih,yang curiga terhadap suaminya.
"Mah,kekuatan cinta itu lebih besar,dari insting apapun !"
Tegas Tuan Faisal,lalu menyudahi sarapan nya.
"Pagi mah!"
Sapa Bara yang baru saja turun.
"Pagi anak mama,ganteng banget!"
Ujar Nyonya Ratih,yang tersenyum,namun Bara hanya menanggapi nya biasa saja.
"Hari ini ada acara perjamuan di kantor pusat!Kamu mau ikut?"
Tanya Haikal.
"Kakak aja!"
Ketus Bara,lalu mengambil roti tawar miliknya.
"Ikut aja,ada keponakan Ayah yang baru pulang dari jakarta,ia akan menetap di Surabaya,nanti Ayah kenalin,Mama aja ikut !"
Sambung Tuan Faisal,sembari mengambil kopi milik nya.
"heeem,Bara tidak tertarik Yah!"
Jawab nya malas.
"Datang aja,Kamu itu gak muda lagi,butuh pendamping!"
Cibir Firman.
"Bisa di pertimbangkan,tapi tidak janji!"
Ketus Bara,melanjutkan sarapan nya.
"Aku duluan !"
Ujar Haikal yang berdiri,bersama dengan istri nya.
"Wulan,tolong pulang kerja Kamu ambil pesanan Mama di butik ya,gaun yang akan mama pakai nanti malam !"
"Iya mah,Kami pergi dulu,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam"
Jawab mereka serentak,Haikal dan Wulan segera pergi meninggalkan meja makan.
"Firman gak kerja?"
Tanya Nyonya Ratih,
"Hari ini gak mah,Aku baru di pindahin ke Bogor,jadi hari ini cuma mau ngambil surat pindahan aja,sekalian ngurus barang yang mau di bawa!"
Jelas Firman,
"Waaah,bakalan sepi ni rumah,gak ada Kamu sayang !"
Pungkas Nyonya Ratih.
__ADS_1
"Doain Firman mah,semoga Karina cepat ngisi !"
"Amiin!semoga ya sayang,tetap berusaha!"
Nyonya Ratih,memegang tangan Karina,wanita ini hanya bisa tersenyum,mendengar ucapan sang mertua .
"Bara duluan ya Yah,hari ini Bara ada proyek baru,jadi Bara berencana untuk datang melihat nya langsung ke lapangan"
Bara berdiri,
"Baik,hati-hati,jangan lupa pakek pengaman kepala kalau masuk ke dalam tempat proyek!"
"Iya yah!Bara pergi,Assalamualaikum !"
"Waalaikumsalam!"
Bara segera pergi meninggalkan meja makan.
Di Tempat Lain...!
Nadia sedang menunggu Dinda di ruang tamu.Nadia dengan celana hotpant dan juga kaos putih,dengan snaker putih,sudah khas penampilannya yang imut.
"Dinda.....cepat!"
Teriak Nadia dengan keras.
Tit..Tit..Tit..
Suara klakson di luar rumah,pertanda Marvel telah tiba,datang menjemput.
"Tunggu !"
Sahut Dinda dari kamar.
Tap...tap..tap...
"Sabar Gue belum siap pakek sepatu sebelah lagi!"
Ujar Dinda sambil duduk disebelah Nadia,lalu memakai sepatu sebelah lagi.
"Hari ini mau kemana aj?"
Tanya Nadia lagi,sedang memeriksa isi dompet nya.
"Kita beli baju dulu,setelah itu ke salon,nanti malam Gue mau ikut Ayah ke tempat perjamuan,dan itu Gue pergi nya ama tema Ayah!"
"Ayo,Gue dah siap!"
"Lo yakin mau ikut untuk acara nanti malam?"
"Iya,emang nya napa?bukan kah ini kesempatan ya!"
"Iya sih,Gue hanya bisa ingatin Lo aja moga aja rencana Kita ini lancar-lancar aja!"
Cetus Nadia,lalu berjalan ke arah pintu utama.
"Udah lama ?"
Tanya Dinda.
"Gak!baru aja 2 jam nunggu nya!"
Jawab Marvel datar.
"2 jam mah lama,maaf ya,Gue tadi lagi nyari barang Gue yang ilang!"
Jawab Dinda.
"Iya,gak pa-pa,udah bisa berangkat?"
Tanya Marvel lagi,yang melihat Nadia dan Dinda masih di luar mobil.
"Nadia Lo duduk di depan biar Gue aja sendiri di belakang !"
Saran Dinda,mendorong tubuh Nadia,sambil mengedipkan matanya.
Ceklek!
Dinda segera masuk ke dalam mobil,begitu juga Nadia.
"Ini kemana dulu kita?"Tanya Marvel.
"Ke mall dulu,Dinda pengen beli baju,sekalian mau beli gaun Dia!"
Ketus Nadia.
"Kalau mau beli gaun di tempat mama Gue aja!"
__ADS_1
Ujar Marvel.
"Boleh juga,diskon kan?"
Tanya Dinda yang sedang bercanda.
"Boleh !"
Jawab Marvel sambil tersenyum,lalu menyalakan mesin mobil.
"Pakek sabuk pengaman !"
Ujar Marvel,yang membantu Nadia memasang sabuk pengaman.
"Cieee.....ehem!"
"Eehh!"
Nadia kaget,saat Marvel membantu nya.
"Apaan sih Lo Din!"
Nadia terlihat malu di goda oleh Dinda.
"Udah pada sarapan belum ?"
Tanya Marvel,yang ia sendiri belum sarapan.
"Udah!"
Jawab Nadia.
Nadia menoleh ke belakang melihat Dinda yang sedang asik dengar musik.
"Gak pa-pa sih,Gue belum soalnya!He..he"
Marvel tertawa kecil melirik ke arah Nadia,sehingga membuat gadis ini salting.
"Fokus nyetir,Gue gak mau mati muda"
Ketus Nadia,menyadarkan Marvel dari pandangan nya.
"Aah iya!"
Marvel segera fokus nyetir,namun masih mencuri pandang dengan terhadap Nadia.
"Udah Kalian berdua belanja aja,Gue tunggu di mobil,sekalian Gue mau nyari makan buat nganjel perut!"
Pungkas Marvel.
"Oke,Kita belanja dulu,Lo tunggu disini jangan kemana-mana!"
"Siap Bos!"
Jawab Marvel,begitu semangat.
Dinda dan Nadia segera masuk ke dalam mall,sementara Marvel mencari makanan yang bisa ia makan.
Mereka singgah di Grand City Surabaya*.
Karena hari Sabtu,dan nanti malam,malam Minggu hari ini pengunjung nya terlihat begitu ramai,dan bahkan banyak anak-anak dan juga remaja pada datang ke mall tersebut.
"Din,beli gaun disini aja ya,Gue malas ketempat Mama Marvel!"
Saran Nadia.
"Boleh,ayo,bantu Gue milih!"
Dinda menarik tangan Nadia,mereka masuk ke dalam sebuah toko yang menjual kan berbagai macam gaun untuk pesta dan untuk nikahan,semua gaun yang ada di toko itu terlihat begitu cantik dan elegan.
Ada satu gaun bewarna biru muda,membuat Nadia jatuh hati,gaun itu terlihat lebih dewasa,dan rancangan nya juga elegan.
"Lo suka?"
Tanya Nadia.Dinda mengangguk nya,sembari mengecek harga.
"Ya salam mahal banget!"
Ketus Dinda.
"Berapa mahal nya?"
Nadia juga ikut melihat.
"Astaga naga..!"
Teriak Nadia yang ikut kaget.
__ADS_1