Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Hadiah


__ADS_3

Nadia menyiapkan sarapan pagi,sementara Dinda sedang merapikan tempat tidur nya.


Begitu selesai membereskan kamar dan tempat tidur,Dinda segera keluar menuju dapur untuk melihat Nadia.


"Apa sudah siap ?"


Tanya Dinda,


"Sudah,kemari lah,Kita makan sama!"


Ujar Nadia,


Dinda membuka kulkas,untuk mengambil susu,disaat Dinda membuka kulkas,terlihat lemari es yang kosong melompong,tidak ada satu pun yang bisa di makan atau di minum.


Nadia hanya terdiam saja.


"Ini sudah kosong kenapa gak kasih tau Gue?"


Dinda menatap ke arah Nadia,dengan posisi kulkas masih terbuka.


"Tabungan Gue menipis,harus hemat-hemat,Kakak belum ngirim uang bulanan!"


Cetus Nadia,mengambil nasi goreng untuk Dinda.


"Ayo,nanti Kita belanja bersama!"


Ajak Dinda.


"Jangan,tabungan Lo gak boleh Lo habisin,masih banyak kebutuhan Kita kedepannya!"


Tolak Nadia,


"Lo tu sahabat Gue!ya Gue harus belanja juga masak mau makan enak aja Gue!"


Ketus Dinda,mengambil piring nasi di depan Nadia.


"Oke,nanti belanja sama !"


Nadia tersenyum,sekaligus terharu.


"Udah gak sah sedih,kayak ama orang lain aja Lo!"


Dinda langsung melahap nasi goreng nya.


Ting tong...Ting tong...


"Ada yang tekan bel!"


Seru Nadia,


"Iya,tunggu Gue liat dulu!"


Dinda segera berdiri,keluar dari dapur,menuju pintu utama.


Ceklek !


"Ada kiriman untuk Nona Dinda,dan juga ini !"


Ujar sang kurir yang mengantar sebuah kotak berisi anak kucing dan juga obat.


"Dari siapa?"


Tanya Dinda,


"Dari Tuan Bara Rastafara Ardiansyah !"


Membaca nama yang tertera di lembar kertas resi.


"Bara ?"


Gumam Dinda,


"Benar,tolong tanda tangan disini!"


Setelah Dinda bertanda tangan,kurir segera pergi,Dinda membawa masuk kucing anggora kedalam rumah,dan juga ia melihat obat sakit perut.


"Siapa ?"


Tanya Nadia yang membawa piring nasi ke ruangan tamu.


"Kurir!"

__ADS_1


Jawab nya singkat,mengeluarkan kucing dari dalam kotak.


"Iiih,lucu Nya,dari siapa?"


Tanya Nadia,


"Bara!"


"Bara?"


Dinda mengangguk nya,saat Nadia mengulang nama itu.


Ting !


[Apakah paket nya sudah sampai?Bara]


"Siapa?"


Tanya Nadia,saat Dinda membuka ponsel nya.


"Bara?"


"Kok bisa Dia ada nomer Mu,bukannya ini nomer baru?"


Tanya Nadia,


"Seperti nya ia mengambil nya tadi malam!"


Jawab Dinda,semetara Nadia mengendong kucing,Dinda membalas pesan Bara.


[Sudah terimakasih !]


Pesan terkirim.


Ting..


[Nanti malam ada waktu,Aku ingin mengajak Mu,makan malam]


Dinda membaca pesan itu,mengerutkan dahi nya,ia memperlihatkan nya kepada Nadia.


"Udah terima aja,Kita belanja lain waktu aja!"


Saran Nadia,


Pesan kembali terkirim.


[Oke,sampai jumpa nanti malam ]


Setelah membaca balasan pesan dari Bara,Dinda menyimpan kembali ponsel nya.


***


Di tempat PT Metropolitan.


Bara sedang berada di meja kerja nya,Alan menunggu nya untuk membahas kerjasama dengan perusahaan lain.


Brak!


Seseorang mendorong keras pintu ruangan kerja Bara,Pria bertubuh sedikit gendut dengan perut buncit masuk ke dalam ruangan Bara,di belakang nya ada beberapa bawahan yang mengikuti nya.


"Tuan Bara,harusnya Anda sudah mengetahui kedatangan Kami kemari,Saya mendapat keluhan dari konsumen,bahwa produk yang saya ambil di perusahaan Anda adalah produk tiruan.Secepatnya konsumen meminta ganti rugi dua kali lipat dari harga normal,dan juga jika tidak mengantikan rugi,Tuan Reno selaku klien yang menerima kontrak kerjasama ingin menuntut CEO Bara yaitu Anda sendiri!"


Jelas Pria gendut tersebut.Pria itu melemparkan berkas kerja sama di atas meja Bara,Alan mengambil nya dan segera memeriksa nya.


"Dan Tuan Reno itu adalah saya!Saya meminta Anda segera meninggalkan perusahan ini,dan staf karyawan harus di hentikan selama 10 hari selama kasus ini di selidiki!"


Pungkas Pria gendut itu dengan nama Reno.


Bara hanya menatap nya sinis.Alan menatap nya dengan penuh tanda tanya.


"Tuan jika staf karyawan di hentikan,bukannya Kita akan rugi?"


Tanya Alan.


Bara menatap Tuan Reno,lalu ia mengambil ponsel nya dan berdiri.


"Baik,Alan Kita pergi!"


Ujar Bara,Alan segera pergi meninggalkan ruangan CEO.


"Kenapa disini begitu panas!"

__ADS_1


Cibir Alan,sembari membuka pintu untuk Bara.


Haikal langsung datang keruangan CEO.


"Tuan Reno,Anda sudah melakukan kesalahan yang fatal,dengan menyinggung Adik Saya,Kamu tidak akan bisa tau,apa yang akan ia lakukan,jika Anda berani menipu Nya!"


Pungkas Haikal,berdiri diambang pintu,Tuan Reno berbalik menatap Haikal.


"Kenyataan nya memang seperti itu,Kalian menipu Kami dan konsumen Saya!"


Teriak Tuan Renon,


"Sebelum kasus ini di putuskan Anda tidak berhak menyalahkan perusahaan Kami!"


Tegas Haikal yang terlihat begitu marah.


"Silahkan tinggalkan ruangan ini!"


Titah Haikal,dengan rasa malu dan marah,Tuan Reno pergi meninggalkan ruangan CEO.


Haikal yang tadi melihat Bara pergi,ia tidak tahu kemana adik nya pergi.


Haikal segera menghubungi Bara,namun tidak ada jawaban.


"Tuan kemana Kita pergi?"


Tanya Alan,saat mobil telah melaju meninggalkan perusahaan.


"Ke restoran Anggrek,Tuan Chau,dan rekan nya menunggu Kita disana !"


Ujar Bara,


"Baik Tuan !"


Alan melajukan mobil nya dengan santai,Bara melirik ponsel nya,ia terus melihat Dinda,ia masih memikirkan ucapan dokter semalam,kalau Bara dan Dinda punya hubungan spesial.


'Tapi kenapa Dia tidak mengenali Ku?apa Dia kecelakaan terus hilang ingatan ?'


Bara terus bergelut dengan hati dan perasaan nya.


'Aku harus bertanya ini kepada Ayah dan juga mama !'


Bara kembali menyimpan ponsel nya saat mengetahui Alan sudah menghentikan mobil nya.


Ceklek!


"Tuan Kita sudah sampai!"


Ujar Alan membuka pintu untuk Bara.


Bara segera turun,dan masuk ke dalam restoran,seorang pelayan datang menghampiri Bara.


"Selamat datang Tuan Muda ketiga Ardiansyah !"


Sapa Mereka.


Bara hanya tersenyum datar,lalu ia mengikuti pelayan itu masuk ke dalam.


Di sebuah ruang VIP restoran,disana sudah ada Tuan Chau,dan juga Amel sang investor yang mewakili perusahaan nya.


"Maaf sudah menunggu begitu lama!"


Ucap Bara,dan segera duduk di kursi nya,Amel menatap nya dengan genit,ia sengaja menggoda Bara.


"Tuan Bara dimana Nona Dinda,bukan kah Anda,yang merekomendasi gadis itu?"


Tanya Tuan Chau.


'Oh iya Aku lupa menanyakan Dinda!'


Bara menatap Alan,ia menyuruh Alan untuk menghubungi Asisten Le.


"Belum apa-apa udah buat Kita rugi waktu menunggu nya,tidak bisa tepat waktu,dan juga apa Dia tidak terbiasa dengan pekerjaaan disiplin?"


Cibir Amel,sengaja menjelekan Dinda di depan Tuan Chau dan Bara.


Bara menatap nya dengan tajam,ia tidak senang ada orang lain berkata buruk tentang Dinda.


Ceklek !


"Maaf,menunggu lama!"

__ADS_1


Ucap Dinda yang membuka pintu ruangan ViP.


__ADS_2