Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Manisan


__ADS_3

Nadia segera melangkah masuk saat Nyonya Ratih membuka pintu nya.


"Masuk sayang,mau duduk dulu,atau langsung ke atas,Dinda masih di dapur,Tante lagi bantu Bibi masak!"


"Langsung ke kamar aja deh Tan!"


"Oke sayang,anggap rumah sendiri ya sayang!"


"Makasih Tan"


Nadia dan Marvel segera naik ke lantai menuju kamar Bara dan Dinda.


Ceklek !


Karena mengetahui Dinda hanya sendiri,Nadia segera membuka pintu nya.


"Din..."


Panggil Nadia saat melihat Wanita itu sedang duduk.


"Nadia"


Dinda terlihat bahagia saat sahabat nya sayang berkunjung.


"Apa Kamu menginap disini,bawa barang begitu banyak!"


Dinda melihat koper dan barang lain yang di bawakan Nadia dan Marvel.


"Besok ultah Suami Mu,tidak mungkin Aku tidak memberikan nya hadiah!"


Pungkas Nadia.


"Terimakasih,Kamu selalu ada!"


Nadia memeluk Dinda,Marvel melihat kedekatan itu membuat ia ikut bahagia.


"Nih untuk Mu!"


Nadia memberikan manisan untuk Dinda,ia segera mengambil nya,dan betapa bahagia nya ia saat Nadia membawa manisan itu.


"Kau sekedar suka atau kelaparan,makannya gak bisa pelan?"


Tanya Nadia.


"Ini enak banget tau,lezaaattt...."


Dinda langsung memakan semua manisan yang di bawakan oleh Nadia.


"Kamu sakit apa?"


"Hanya demam,tapi ini demam nya udah turun,Aku sudah baik kan!"


"Bagus lah,kalau Kamu udah baikan!"


Mereka segera mengobrol membahas acara pernikahan Nadia kemarin,karena Dinda pulang duluan jadi ia tidak melihat nya sampai selesai.


Malam pun tiba...


Di meja makan terlihat semua orang sedang menikmati makan malam nya.Hari ini mereka kedatangan tamu,jadi Nyonya Ratih menyiapkan lauk dan sayuran sedikit banyak.


"Ini sangat enak,dirumah jarang ada yang begini!"


Ujar Marvel,Nyonya Ratih tersenyum.


"Ibu Mu kan keturunan orang luar,jadi tidak terbiasa dengan masakan orang Kita!"


"Benar,Aku juga sering mendengar Ayah nya sering mengeluh,dirumah setiap hari daging !


He..he..he..


"Benar paman,kadang Kamu sering memesan dari luar,mama masak nya hanya untuk Dia sendiri!"


Ketus Marvel.


"Hehehe...tapi kan sekarang udah ada Nadia,Dia bisa masak apa aja yang Kamu suka!"


Goda Dinda.


"Cieee...pengantin baru"


Haikal juga ikut Goda.


"Vel udah itu belum!"


"Uhuukk..uhukk..."


Nadia tersedak mendengar ucapan Firman.


Dinda menggelengkan kepala nya,ia teringat saat Haikal dan Firman menggoda nya dulu.


"Kamu akan terbiasa,jika di dekat mereka !"Bisik Dinda.


"Apa Kamu juga merasakan itu setiap hari ?"

__ADS_1


Dinda mengangguk nya.


"Sial!"


Dinda tertawa kecil.


"Apa yang kalian bisikan !"


Tanya Marvel.


"Kepo!"


Ketus Dinda,semua orang tertawa,hanya Dinda yang tidak memiliki pasangan saat ini,sedang kan yang lain semua nya berpasang-pasangan.


"Kapan Kita buat Kue ultah?"


Tanya Dinda.


"Sebentar lagi sayang!"


Dinda mengangguk nya.


Setengah jam berlalu,setelah membereskan meja makan,Mereka langsung membuat kue,terlihat Dinda begitu bersemangat.


"Huueeekk..hueeekk!"


"Kamu kenapa ?"


Nyonya Ratih melihat Dinda yang mual-mual


"Bau telur nya busuk kali mah,Aku gak kuat!"


Ujar Dinda.


"Yaudah istirahat saja dulu,biar mama yang buat,disini juga ada Nadia yang bantuin!"


"Iya Kamu duduk aja disana,biar Aku aja!"


"Iya!"


Dinda hanya bisa melihat saja,ke dua orang di depan nya sedang membuat kue untuk suami nya.


Dua jam pun berlalu kue nya belum juga siap,sedangkan Nadia dan Dinda sudah mulai ngantuk.


"Kalau Kalian ngantuk duluan aja,besok harus bangun pagi untuk menghias rumah!"


Pungkas Nyonya Ratih.


"Kalau Kami tidur duluan gak pa-pa Mah?"


Tanya Dinda.


"Baik Mah!"


"Ayo ikut Aku!"


Nadia dan Marvel segera mengikuti Dinda menuju kamar tamu.


"Kalian malam ini tidur disini,baik-baik jangan membuat kegaduhan !"


Goda Dinda.


"Apaan sih Lo.!"


"Cieee...."


Dinda paling suka menggoda teman nya itu.


"Aku naik ke atas dulu Aku juga mau tidur!"


Dinda segera pergi meninggalkan mereka berdua di kamar tamu.


Ceklek !


Dinda melihat kamar nya yang sepi,biasanya ada Bara yang selalu menganggu nya.Tapi kali ini ia hanya bisa tidur sendiri.


"Sayang..!"


Gumam Dinda,menatap langit - langit kamar.


Dinda terlelap dalam kerinduan nya,ia merindukan suami nya saat ini,suami yang selalu ada saat ia butuh,suami yang selama ini telah menjaga dan merawat nya.


Angin di luar menerpa kain gorden,lalu memperlihatkan ke indahan langit di malam hari.


Kriing..


Kriing...


kriing...


"Hallo!"


Dinda mengangkat nya dalam keadaan masih ngantuk.

__ADS_1


"Sayang,apa Kamu sudah tidur?"


"Sayang..!"


Dinda langsung segera duduk.


"Aku tadi udah tidur,tapi terbangun Kamu menelpon !"


"Maafkan Aku menganggu tidur Mu,Aku tidak bisa tidur,Aku merindukan Mu!"


Pungkas Bara.


"Aku juga merindukan Mu,cepat lah kembali!"


"Aku akan kembali besok,tunggu lah Aku!"


"Aku pasti menunggu Mu!"


"Sayang,bagaimana keadaan Mu,apa udah sembuh?"


"Udah mendingan sayang,disini juga ada Nadia,mereka menginap disini!"


"Bagus lah sayang,jadi tidak membuat Mu terlalu sepi!"


"Iya sayang!"


"Yaudah tidur lagi ya,Aku besok harus kembali pagi-pagi,jadi Aku akan tidur cepat malam ini"


"Baik sayang,bye.."


"Bye..Cup!"


Dinda meletakan kembali ponsel di atas nakas,lalu ia berbaring kembali,walaupun hanya sebentar namun suara Bara telah mengobati rasa rindu nya.


Rindu adalah rasa yang tidak bisa di tahan dan di pendam,semakin Kita memendamnya,semakin dalam kita hanyut dalam kesedihan.


Pendar cahaya perlahan menghilang


Setelah mendengar suara Bara,semakin membuat Dinda untuk sulit memejam kembali mata nya.Bahkan Dinda tidak dapat menghilangkan rasa rindu yang kian menusuk.


Kring..


Kring..


Ponsel Dinda kembali berdering,saat melihat layar nya,ia segera mengangkat nya.


"Belum tidur?"


Tanya Bara.


"Belum Aku tidak bisa tidur lagi!"


"Kenapa ?"


"Aku merindukan Mas,cepat lah kembali!"


"Aku akan kembali besok,cepat lah tidur nanti sakit !"


"Jangan matikan Aku akan tidur dalam keadaan panggilan terhubung!"


Pungkas Dinda.


"Baik lah!tidur lah,Aku akan menjaga Mu!"


Dinda segera memejam mata nya,tapi li-ma menit sekali ia memanggil Bara,ia takut jika Bara tidur sebelum dirinya.


"Sayang.."


Panggil Bara lagi,


"Iya!"


"Masih belum tidur?"


"Mas manggil,ya pasti Aku jawab!"


Ketus Dinda dengan kesal.


"Ha..ha..ha..yasudah,Aku enggak akan manggil Kamu lagi,tidur ya!"


"Ya !Aku matikan?"


"Boleh !"


Tut..Tut..Tut...


Panggilan nya terputus lagi.


Kali ini Dinda sudah bertekad untuk tidur agar besok bisa membantu Nyonya Ratih untuk menghiasi rumah.


Dinda sudah mencoba tidur segala arah namun ia tetap tidak bisa,bahkan posisi tidur segala macam telah di coba nya tetap gagal.


"Aaahhhh!"

__ADS_1


Teriak Dinda yang frustasi,akhirnya ia membiarkan bantal menutupi wajahnya sampai tertidur.


__ADS_2