
Ceklek !
Pintu kamar Bara terbuka,keluarga merasa Bara belum keluar dari kamar nya dari tadi siang,lalu waktu malam,Wulan datang untuk melihat nya.
"Bara ..."
Wulan menghampiri sang adik ipar,melihat nya terkapar di lantai,kamar nya berantakan,bahkan sprei dan selimut jatuh ke lantai.
Gorden jendela yang terpasang begitu rapi bisa rusak di buat oleh Bara.
"Apa yang terjadi?"
Gumam Wulan,melihat Bara yang masih terkapar di lantai.
Wulan segera keluar dari kamar Bara,dan berdiri di tangga.
"Mas...!"
Teriak Wulan,
"Mas Haikal....!"
Mendengar suara teriakan Wulan,membuat seluruh anggota keluarga bergegas ke tangga.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Haikal menatap ke arah Wulan yang berdiri di tangga.
"Mas,cepat kemari,Bara pingsan!"
Teriak Wulan yang panik.
Haikal beserta yang lain segera naik ke lantai atas untuk melihat keadaan Bara.
"Sayang,bangun,ini Mama Sayang!"
Nyonya Ratih memegang tangan Anaknya,Tuan Faisal memangku kepala Bara.
"Yah,apa ini tidak apa-apa?"
Tanya Nyonya Ratih yang panik.
"Mah,Aku sudah menghubungi dokter Robert,ia akan segera kemari!"
Pungkas Haikal,sembari membantu Ayah nya mengangkat tubuh Bara ke atas ranjang.
Nyonya Ratih membelai rambut anaknya,tadi pagi menantu nya hilang,kini Anaknya yang kehilangan kesadaran,ia takut terjadi sesuatu kepada Anak dan menantu nya.
Ceklek !
"Yah,mah,dokter Robert disini!"
Pungkas Firman,
"Dok,tolong periksa Anak saya,tiba-tiba ia pingsan setelah mengetahui istri nya mengalami kecelakaan !"
Tuan Faisal,menyambut dokter Robert.
"Tuan,Nyonya harap bersabar ya,Saya akan memeriksa Tuan Bara,kalian bisa menunggu nya di luar,berikan sedikit ruang untuk saya!"
Tuan Faisal beserta yang lain,akhirnya menunggu di luar kamar Bara.
Dokter Robert memeriksa Bara dengan begitu teliti ,ia tidak ingin melakukan kesalahan terhadap pasien nya,dan Robert adalah dokter pribadi keluarga Ardiansyah.
__ADS_1
Setelah siap memeriksa dokter Robert keluar,dan menemui Tuan Faisal.
Ceklek !
"Dok,bagaimana ?"
Tanya Tuan Faisal,saat dokter Robert keluar.
Raut wajah dokter Robert lesu dan juga kurang bersemangat.
"Dok apa yang terjadi?"
Sambung Nyonya Ratih yang ikut bertanya.
"Tuan,Saya saran kan Tuan Bara perlu di bawa ke psikiater,sepanjang Saya memeriksa Nya,ia terus menyebut nama Dinda,dan meminta Wanita yang bernama Dinda itu untuk kembali,bahkan ia berulang kali meminta maaf,seandainya ia hanya mengigau,ketika Saya bangun kan ia terbangun,tapi ini sulit ia ingin bangun tapi seakan -akan jiwa nya begitu jauh dari raga nya!"
Jelas dokter Robert,namun Nyonya Ratih belum mengerti sepenuh nya yang di jelaskan oleh dokter.
"Ya Allah,Yah,bagaimana ini?"
Nyoya Ratih memeluk suaminya,ia baru kehilangan menanti Nya,tapi sudah di kejutkan dengan kondisi Bara saat ini.
"Tuan,sebelum terlambat lebih baik segera di atasi,semetara di kota Kita belum ada psikiater yang bagus,Tuan Anda boleh mencoba nya di luar negara ini,karena banyak yang berhasil setelah pengobatan psikiater berjalan dengan lancar ia akan kembali normal !"
Saran dokter Robert,Tuan Faisal mempertimbangkan,ia tidak ingin sesuatu terjadi dengan putra nya.
"Dok,apa Dia akan baik-baik saja?"
Nyonya Ratih kembali bertanya.
"Dukungan keluarga sangat penting dalam pengobatan ini,jangan pernah menyalahkan sesuatu hal yang terjadi kepada Nya,itu akan mengganggu mental nya,jalani hidup yang baru saat ia belum mendapatkan masalah apapun dalam hidup nya,setelah ia normal,Tuan Bara akan kembali seperti dulu!"
"Baik dok,Kami menerima saran Anda!"
"Silahkan dok!"
Firman mengantar dokter Robert ke teras rumah,semetara Tuan Faisal beserta istrinya melihat Bara di dalam kamar,yang disusul oleh Wulan dan Haikal.
"Ayah,bagaimana kalau Kita membawa Bara ke Inggris,disana ia bisa tenang dalam pengobatan,tanpa terbeban dengan masalah yang ada!"
Pungkas Haikal,memberi saran.
"Bagaimana dengan Dinda,ia belum di temukan!"
"Mama yang akan mengantar Bara ke Inggris,sementara Aku dan Ayah akan tetap disini,menunggu kabar di temui nya Dinda!"
"Ayah setuju!"
Jawab Tuan Faisal dengan tegas.
"Baik kalau begitu,Aku akan membantu semua keperluan nya!"
"Haikal,rahasia kan kepergian Bara dari siapapun,Aku tidak ingin ada yang mengacaukan kepergian Dia!"
Tegas Tuan Faisal,Haikal mengangguk nya.
"Aku akan mengambil tiket di tempat lain,Aku tidak akan pergi ke tempat Bara bekerja !"
Sambung Haikal lagi.
"Bagus,satu lagi,pastikan Aira segera hilang di kota Surabaya ini,terserah Kamu membawa nya kemana,dan minta bawahan Mu untuk membuat Aira benar-benar meninggalkan kota ini!"
"Baik Yah,Haikal sudah paham!"
__ADS_1
Cetus Haikal.Lalu pergi meninggalkan kamar Bara.
Nyonya Ratih duduk di tepi ranjang menyentuh wajah Anak nya.
"Yah,apa ada hubungan nya Aira dengan kecelakaan Dinda ?"
Pertanyaan Nyonya Ratih membuat Ayah Bara kaget.Lalu ikut duduk di dekat istri nya.
"Ayah juga berpikir begitu,soal nya semenjak hadirnya perempuan itu lagi,kebahagian Bara dan Dinda sering kali terusik !"
Pungkas Tuan Faisal,sembari menatap wajah Anak nya yang memejamkan matanya.
"Kalau Dinda tidak di temukan bagaimana ?"
Nyonya Ratih menatap suaminya.
"Pasti di temukan,tidak mungkin tidak,Dia gadis yang kuat,Aku yang merawat dan menjaga nya selama ini,tidak boleh ada yang menyakiti Nya!"
Tegas Tuan Faisal,betapa hancurnya hati keluarga Ardiansyah saat mengetahui kalau Dinda kecelakaan.
Tok...tok...tok..
"Siapa ?"
Sahut Tuan Faisal dari dalam saat mendengar suara ketukan dari luar kamar Bara.
"Ayah,di ruang tamu ada komisaris datang untuk bertemu dengan Ayah!"
Ujar Wulan,yang masih berdiri di depan kamar.
Mendengar komisaris datang,Nyonya Ratih dan Tuan Faisal bergegas untuk datang menemui mereka di bawah.
Ceklek !
"Ayah akan menemui mereka!"
Ucap Tuan Faisal keluar dari kamar Bara.
Tuan Faisal menuruni satu persatu anak tangga,ia berjalan ke arah ruang tamu,lalu menyapa Komisaris.
"Selamat datang Pak!"
Tuan Faisal tersenyum ramah,lalu duduk di depan Komisaris.
"Bagaimana ?"
Lanjut Nya.
"Tuan,Kita sudah menghentikan pencarian,sebab Menantu Anda telah di temukan!"
Tegas Komisaris,sambil menunjukkan foto Dinda di sebuah foto.
Tuan Faisal mengambil foto di tangan komisaris,lalu menatap nya dengan seksama.
"Pak,kenapa wajah nya tidak terlihat begitu jelas?"
Tanya Tuan Faisal.
"Menurut tim penyelamat,Mereka menemukan mayat tersebut 10 meter lebih jauh dari TKP,dan di pastikan terjadi kerusakan kepada wajah korban karena tergores benda tajam di dasar sungai!"
Jelas Komisaris,memperlihatkan foto yang lain.
"Mayat ?"
__ADS_1
Tuan Faisal terkejut,mengingat pernyataan Komisaris,yang menyebutkan Dinda mayat.