Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Kado spesial untuk Suami


__ADS_3

Tepat di hari minggu adalah hari ultah Bara.Mereka semua telah menghias rumah,Nyonya Ratih juga telah menyiapkan berbagai macam cemilan dan juga makanan lain nya.


Sudah menunjukan pukul 11:00,Tapi Bara belum juga sampai ke rumah,Dinda sudah risau menunggu nya.


"Kenapa lama sekali ya ?"


Ujar Dinda.


"Sabar sayang,bentar lagi juga sampai !"


Dinda mengangguk nya.


"Tapi Dinda gak sabar Mah!"


Dinda terlihat kesal.Semua saudara dari keluarga Bara telah hadir,bahkan Ricko ikut hadir di undang oleh Haikal.


"Hai Din,Kita bertemu lagi!"


Sapa Ricko,begitu melihat Dinda.


"Haii,dimana jagoan?"


Dinda tidak melihat ada nya Arrayan bersama dengan Ricko.


"Arrayan di tempat nenek Nya tidak bisa ikut,Aku kemari mendapat undangan dari Tuan Haikal!"


Ujar Ricko,


"Masuk lah semua orang ada di dalam,sedang menikmati acara nya!"


Pungkas Dinda.


Ricko tersenyum.


"Ric udah datang?"


Haikal baru saja keluar dari rumah nya.


"Baru sampai!"


Haikal tersenyum.


"Ayo masuk,di dalam ada yang lain juga sedang menikmati cemilan nya,Kamu juga harus gabung!"


"Baiklah!"


Ricko segera masuk,sementara Dinda memilih untuk di luar saja menunggu suaminya.


Sebuah mobil baru masuk ke dalam pekarangan rumah Ardiansyah.Itu adalah mobil nya Bara,yang datang bersama dengan Alan.


Ceklek !


Bara segera turun dari mobil,tidak menunggu Alan untuk membuka pintu mobil nya.


"Sayang.."


Dinda berlari ke arah Bara.


Bugh!


"Aku merindukan Mu mas!"


Bisik Dinda,saat sudah memeluk sang suami,Alan hanya bisa tersenyum melihat ke bahagia Bos nya.


"Sama Aku juga!dimana yang lain?"


Tanya Bara saat melihat di luar begitu sepi.


"Semua nya ada di dalam menunggu Mas datang,ayo masuk,Alan ayo masuk!"


"Baik Buk!"


Alan ikut masuk bersama dengan Bara dan juga Dinda.


"Surprise.......!"


Teriak semua orang yang berada di dalam saat Bara membuka pintu utama.


Bara terkejut melihat semua nya merayakan ultah nya begitu antusias,sebelum nya Bara selalu menolak untuk merayakan nya.


Wulan bersama dengan Karina baru saja keluar dari dapur,dan membawa kue di tangan dan juga tumpeng untuk Dinda.


🎢🎢


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia


Selamat panjang umur dan bahagia


Happy Birthday to You Happy Birthday to You


Happy Birthday Happy Birthday Happy Birthday to You


Panjang umurnya

__ADS_1


Panjang umurnya


Panjang umurnya


serta mulia


serta mulia


serta mulia


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia


Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umurdan bahagia


Selamat panjang umur dan bahagia


"Jangan berdoa"


Ucap Nyonya Ratih,Bara mengangguk nya.


'Semoga di usia ini,Aku dan istri di berikan kepercayaan oleh Allah untuk memiliki momongan,Amiin'


Setelah berdoa dalam hati Bara segera meniup lilin nya,dan Haikal memberikan pisa* potong kue untuk Bara.


"Potongan pertama untuk Istri tercinta!"


Ujar Bala,lalu menyuapi Dinda.


"Dan ini untuk Mama dan Ayah!"


Dan seterusnya Bara menyuapi Kakak dan Kak ipar nya,serta semua saudara yang ikut hadir.


"Ayo Din,potong tumpeng pertama untuk Mertua Mu!"


Ujar Wulan,Dinda tercengang.


"Kenapa harus Dinda?yang hamil Kak Wulan sama Kak Karina!"


Pungkas Dinda.


Bara melihat kekecewaan dari raut wajah istrinya.


"Mama buat tiga,yang ini satu untuk Mu,Kita semua memiliki harapan yang sama untuk Mu,Ayo sayang !"


Dinda melihat semua orang yang saat ini juga menatap nya.Dinda merasa sedih bila orang-orang beranggapan kalau ia tidak bisa memiliki keturunan.


Dinda segera berlari menuju lantai atas.


"Din...Dinda!"


Panggil Bara,namun Dinda mengabaikan nya,sampai bayangan nya di tangga tidak terlihat.


"Bara,Kamu harus membujuk nya,mungkin ia berpikir berlebihan,tapi Mama memperlakukan menantu mama sama semua nya,gak ada yang beda-beda kan !"


Pungkas Nyonya Ratih.


"Bara mengerti Ma,maafkan sikap Dinda ma"


Bara memeluk ibu nya,lalu berpamit untuk melihat Dinda ke atas.


Sementara yang lain,melanjutkan menikmati hidangan penutup.


Bara segera menyusul Dinda ke atas.


Ceklek !


"Sayang...."


Panggil Bara,saat pintu kamar terbuka,namun tidak ada jawaban nya.


"Sayang ......"


Teriak Bara,saat melihat Dinda yang pingsan.


"Sayang..bangun!apa yang terjadi!"


Bara mencoba membangunkan Dinda.


Melihat Dinda yang tidak sadarkan diri,lalu Bara menggendong nya ke bawah.


"Apa yang terjadi ?"


Tanya Tuan Faisal saat melihat Bara turun dengan Dinda dalam keadaan pingsan.


"Aku juga gak tau,Aku akan membawa nya ke rumah sakit!"


Pungkas Bara.


"Aku dan Marvel ikut,biar Tante melayani tamu dulu,nanti bisa nyusul !"


Ujar Nadia.


"Iya sayang!"


Bara segera membawa Dinda keluar dari rumah,dan menuju mobil.

__ADS_1


"Vel Kamu yang nyetir !"


Bara memberikan kunci mobil untuk Marvel.


"Coba pakai ini dulu,siapa tau berhasil!"


Nadia memberikan Bara minyak kayu putih.


Tapi,Dinda masih saja belum sadarkan diri,ia terlihat begitu pucat.


"Dia semalam hanya demam,tidak sampai sepucat ini!".


Nadia melirik kearah Dinda yang berbaring di pangkuan suaminya.


Ckiiittttt!


Marvel menghentikan mobil nya di depan klinik terdekat.


"Bawa Dia keruang dokter,Aku akan bantu mengurus nya!"


"Baik!"


Bara segera membawa Dinda ke ruangan dokter.


"Apa yang terjadi?"


Tanya dokter Maria saat melihat Bara mengendong Dinda menuju ruangan nya.


"Aku juga gak tau dok,tiba-tiba ia pingsan !"


"Baringkan disana,Aku akan memeriksanya !"


Bara mengangguk nya,ia segera menunggu di belakang dokter Maria.


Beberapa setelah nya,dokter Maria memasang infus di tangan Dinda,melihat ia yang begitu pucat dan juga lemah.


"Dok,apa yang terjadi?"


Bara masih khawatir.


"Tidak apa-apa Tuan,ia hanya kecapean saja,nanti istirahat yang total juga segera membaik!"


Ujar dokter Maria.


"Ia terlihat begitu pucat!"


"Itu bawaan ibu hamil memang begitu Tuan!"


"Hamil?"


Bara terkejut saat mengetahui istri nya hamil.


"Ia,apa Anda tidak tau?"


Bara segera menggeleng,saat dokter bertanya.


"Selamat ya Tuan,Istri And benar positif hamil,kalau mau tau lebih lanjut Kita bisa melakukan USG nya!"


"Terimakasih dok,ini suatu kebahagian bagi Saya!"


"Dimana Aku!"


Dinda sudah siuman,Bara segera menghampiri istrinya.


"Sayang Kamu ada di rumah sakit,Sayang sebentar lagi Kamu akan menjadi seorang ibu,dan Aku akan menjadi Ayah!"


Pungkas Bara menggenggam erat tangan istrinya.


"Apa Mas,itu benar?Mas gak lagi bohongin Aku kan?"


"Benar sayang !"


Bara segera memeluk Dinda.


Ceklek !


"Apa yang terjadi?bagaimana keadaan Dinda?"


Tanya Nyonya Ratih,begitu sampai.


"Mah,Mama akan bertambah satu cucu lagi,Dinda hamil mah!"


Ucap Bara begitu antusias.


"Selamat ya sayang,mama senang,akhirnya Kamu di berikan kepercayaan oleh Allah!"


Nyonya Ratih memeluk Dinda.


"Selamat ya Din!"


Nadia juga ikut memeluk Dinda.


"Aku doakan Kamu segera menyusul"


"Nadia mengangguk nya!"


Semua orang terlihat bahagia mendengar kehamilan Dinda.Apalagi Bara.Dia sudah lama memimpikan hal itu.


Di tempat lain!


Di sebuah pusat pertahanan,di penjara wanita,terlihat seseorang yang sedang di bawa kerumah terdekat.


Keadaan nya begitu prihatin,seluruh tubuh nya terluka,bahkan wajahnya hampir setengah rusak,setiap hari ia disiksa oleh tahanan lain nya.


Itulah karma yang di dapat kan Amel atau Aira dari perbuatan jahat nya.


END !

__ADS_1


TERIMAKASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MENDUKUNG KARYA INI SAMPAI TAMAT!


BERTEMU DI LAIN WAKTU DENGAN CERITA YANG BERBEDA.


__ADS_2