
Dinda menatap Bara,namun ia segera memalingkan wajahnya saat Bara melihat nya dengan tajam.
"Apa yang terjadi,kenapa melamun!"
Bara masih memegang ke dua bahu ia nya,dan sedikit menurunkan kepala nya ke depan wajah Dinda.
"Emm..berkas apa yang di berikan Alan?"
Mendengar pertanyaan Dinda,Bara kembali menghela nafas nya,melepaskan tangan nya kembali duduk di meja kerja.
"Bukan apa-apa hanya berkas perusahan !"
Bara menyimpan berkas tersebut di dalam lacinya.
"Apa rencana Kita besok ke Bali?bagaimana dengan bulan madu yang telah mas rencana kan ?"
Dinda duduk di depan meja Bara.
"Bagaimana kalau liburan sambil bulan madu,Nanti Mas akan memesan kamar untuk Kita khusus,dan berbeda dengan yang lain,kita ambil paket honey moon!"
Pungkas Bara,
"Eeemmm!"
Dinda terlihat begitu bersemangat,seperti kehilangan kecerian nya.
"Ada apa ?katakan !"
Dinda menghela nafas nya,lalu ia fokus menatap netra suaminya.
"Apa yang Mas bicarakan sama perempuan itu tadi?"
Dinda mengerucutkan bi birnya,namun Bara malah tersenyum.
"Apa yang mas tertawakan!"
Ketus Dinda kesal.
"Ini senyum sayang,bukan tertawa!"
Bara mencubit pipi Dinda karena geram.
"Sama aja!"
Jawabnya ketus,lalu memalingkan wajahnya.
"Sayang dengar!"
Bara memeluk Dinda dari belakang.
"Aku senang Kamu cemburu begini,itu tandanya Kamu mencintai Ku,tapi Kamu harus percaya sama Aku,Kami tidak ada apa-apa!"
Pungkas Bara,masih memeluk Dinda dengan erat.
"Siapa yang cinta sama mas!"
Dinda menoleh ke arah Bara,Pria itu segera mengecup bi bir istrinya lalu tersenyum.
"Mas!"
Dinda menghentakkan kaki nya karena terus-terusan di goda oleh suaminya.
"Aku cuma menggoda Mu saja,ayo pulang !"
"Mau es krim ?"
Rengek Dinda mengalungkan ke dua tangan nya di leher Bara.
"Eeemm!boleh!"
Sahut Bara,menyentuh rambut sang istri.
"Iiih..Mas,Aku bukan Anak kecil lagi,kenapa harus di sentuh rambut Ku!"
Ketus Dinda.
__ADS_1
"Iya..ya,Kamu bukan anak kecil,tapi calon ibu si kecil kan?"
Goda Bara lagi,Dinda memalingkan wajahnya karena malu.
"Udah ah,ayo pergi!"
Dinda segera menarik tangan Bara untuk menuju lobi kantor.
Dinda tidak melihat ada nya Haikal di kantor.
"Ada apa ?siapa yang Kamu cari?pujaan hati Mu,ada di sebelah !"
Pungkas Bara,
"Aku mencari Kak Haikal!tadi janji pulang sama!"
Dinda masih mencari sosok Haikal.Namun,pria itu tidak terlihat meskipun hanya batang hidung nya.
"Kak Haikal ada rapat di luar kantor,mungkin belum kembali,kita duluan aja,Kak Haikal juga bawa mobil sendiri,jadi Kamu tidak perlu repot-repot untuk mikirin Dia!"
Bara segera pergi meninggalkan Dinda.
"Mas,tunggu!"
Dinda mengejar suami nya,yang sudah sampai di depan pintu utama perusahaan.
"Selamat sore Tuan !"
Sapa security yang berada di pintu depan kantor.Bara hanya mengangguk nya saja,lalu segera pergi.
"Kamu tunggu disini,Mas ambil mobil dulu!"
Dinda mengangguk,Bara segera pergi.
"Selamat ya!"
Ujar seseorang yang baru saja datang setelah Bara pergi.Dinda menoleh,melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Eeem!"
"Aku benar-benar tidak menyangka ya,kalau Tuan Bara,seorang CEO PT.metropolitan,tapi punya istri kecil seperti Kamu!jangan kan urus suami mungkin urus diri sendiri saja Kamu belum becus!"
Cibir Amel,yang berdiri di depan Dinda dengan ke dua tangan nya di lipat kan di dada.
"Heeh!Nona Amel,tidak perlu sibuk-sibuk memikirkan rumah tangga Saya,karena Anda tidak akan di gaji bila mengurus rumah tangga Kami!urus aja urusan Anda sendiri!"
Melihat mobil Bara yang sudah datang ke arah nya,Dinda segera pergi meninggalkan Amel.
"Restoran mawar jam 20:00 nanti malam!"
Ujar Amel,saat Dinda sudah pergi,namun ia masih sempat menoleh ke belakang saat Wanita itu berteriak.
Ceklek !
Dinda segera masuk dengan raut wajah yang cemberut.
Blam!
Dinda membanting pintu mobil dengan keras,Bara terkejut melihat perubahan sikap istrinya.
"Ada apa ?"
"Tidak ada apa-apa,cepat jalan !"
Bara segera melajukan mobil nya,dan pergi untuk mencari es krim untuk Dinda.
"Apa yang perempuan itu katakan,sehingga membuat Mu kesal!"
Bara melirik ke arah Dinda,yang sedang cemberut.
"Gak ada!"
"Kalau perempuan sudah bilang gak ada,pasti ada apa-apanya!katakan Amel bilang apa?"
Bara terus memaksa agar Dinda mau berbagi sedikit masalah dengan Nya,namun ia lebih memilih untuk memendam nya sendiri.
__ADS_1
"Berhenti sebut nama Wanita ganjen itu,Aku gak suka!"
Ketus Dinda,semakin kesal.
"Iya..ya !"
Bara menyentuh kepala Dinda dengan lembut.
"Ayo turun !"
Ajak Bara,ia berhenti di sebuah toko es krim langganan Dinda sejak SMP dulu.
"Mas,masih ingat tempat ini?"
Dinda melirik ke arah Bara.
"Iya,kan ini tempat favorit istri Ku tercinta,ayo turun cepetan,nanti keburu ramee!"
Pungkas Bara,Dinda mengangguk,ia segera turun dari dalam mobil.
"Pak es krim rasa coklat mix melon sa-tu,dan es krim rasa keju mix nanas sa-tu"
Pesan Dinda kepada abang-abang jualan es krim,mungkin umur nya lebih tua dari Mereka.
"Siap neng,tunggu sebentar ya!"
Dinda mengangguk nya,lalu abang-abang es krim melihat Bara.
"Kalian sudah lama tidak kemari,tapi semakin terlihat lebih akrab ya,dulu waktu kemari,Neng selalu berantem dengan Kakak Nya!"
Pungkas Abang es krim.
"Heeh!"
Dinda tersenyum.
"Neng sudah lulus SMA kan?gak lanjut kuliah?"
"Kuliah Pak,masih tunggu pengumuman kapan mau masuk !"
"Nih es krim nya!"
Dinda segera mengambil nya,lalu memberikan nya kepada Bara sa-tu,setelah pria itu membayar nya.
Mereka kembali ke mobil dengan raut wajah yang kesal.
"Ada apa ?kenapa wajah Mas begitu masam,apakah es krim nya tidak enak!"
"Bukan es krim gak enak,tapi omongan mamang es krim itu bikin orang kesal!"
"Udah jangan di pikirin,kan dulu Mas selalu yang bilang ama tukang es krim itu kalau Mas Kakak Ku,jadi salah mas lah bukan tukang es krim!"
"Iya ..ya..!tapi kan sekarang udah beda sayang,pokoknya mulai sekarang siapapun yang nanya Kamu harus bilang kalau Kamu itu istri Mas!"
"Siap juragan!"
Sahut Dinda dengan satu tangan nya menghormat Bara.
"Panggil Sayang,gak mau juragan!"
Rengek Bara,Dinda kembali menghela nafasnya.
"Iya..Ayang Ku yang tampan rupawan, bak Pangeran kodok yang di sambar petir di siang bolong,Ha..ha..ha..!"
Ledek Dinda yang masih tertawa.
"Eeem!"
"Mas!"
Pekik Dinda,
Bara mengoles es krim milik nya di pipi Dinda.
"Hap..!habis!"
__ADS_1
Disaat Dinda mau membalas nya,Bara segera melahap es krim milik Dinda sampai habis yang ada di kerucut.