Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Masa lalu suami


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Dinda membuat Haikal ngerem mendadak mobil nya.


"Mas..!Kamu apa-apaan sih!"


Kesal Wulan yang kaget,suaminya ngerem mendadak.


"Kak Haikal !napa sih?apa pertanyaan Ku ada yang salah?"


Tanya Dinda lagi,Haikal masih diam,ia melirik kearah istrinya.


Wulan tahu tentang Aira,tapi tidak ada yang berani membuka suara mengenai hal Aira di dalam keluarga Ardiansyah.


"Kamu tau dari mana nama itu?"


Haikal berbalik bertanya kepada Dinda.


"Aku...pernah bertemu dengan Nya!"


"APA ?" Teriak Haikal dengan keras.Membuat Dinda dan Wulan kaget.


"Mas!"


Cetus Wulan dengan kesal yang kaget.


"Dimana Kamu bertemu dengan Aira?Kamu yakin itu Aira ?"


Tanya Haikal balik ke pada Dinda.


"Iya Aku yakin,Aku liat nya sendiri,Dia datang ke bioskop bersama dengan Bara!"


Dinda mengerucutkan bi bir nya.


"Kapan itu?kenapa Kamu gak pernah cerita?"


"Satu bulan yang lalu!"


"APA?"


Teriak Haikal lagi,satu bulan yang lalu tapi Dinda malah nanya sekarang,benar-benar bikin orang kaget.


"Kenapa sih dari tadi teriak-teriak mulu,kak Haikal kenal?"


Tanya Dinda,Haikal memalingkan wajahnya,ia duduk dengan tegap dan melihat ke depan.


"Kak Haikal kenal?"


Tanya Dinda lagi yang penasaran.


"Iya,Kakak kenal,Dia mantan Bara!"


"Apa?mantan ?"


"Tapi Din,Kamu tenang aja,Dia itu jauh banget dari Kamu,Lo itu udah baik,pintar lagi,yang lebih penting Lo itu masih....."


"Mas!"


Teriak Wulan,membuat Dinda kaget dan juga Haikal.


"Udah ya Din,Kamu percaya sama Kakak,Aira itu cuma mantan,dan Kamu itu masa depan,jadi lupakan saja masalah itu oke,ini juga udah satu bulan kan?"


Wulan menenangkan Dinda agar tidak ke pikiran soal Aira mantan Bara.


"Dinda,percaya sama Kak Wulan!dah Kak Haikal ,cepat jalankan mobilnya biar pulang Kita !"


Ucap Dinda,Wulan tersenyum,Haikal segera menyalakan mesin nya.


Meskipun Wulan dan Haikal menyembunyikan kenyataan dari Dinda,namun Dinda bukan lah orang bodoh,Dia pasti akan cari tahu sendiri mengenai Wanita yang bernama Aira.


"Din,Kamu masuk duluan aja ya,Kak Wulan mau pergi berbelanja dengan Mas Haikal!"


"Oke Kak!"


Dinda segera turun dan masuk ke dalam rumah,karena Bara enggak pulang selama sebulan lebih,Dinda terpaksa tinggal bersama dengan keluarga Ardiansyah.


"Mas,Kamu ini kenapa sih,cerita hal itu kepada Dinda?"


Marah Wulan kepada suaminya.

__ADS_1


"Sayang,Aku tuh enggak mau Dinda itu nanti tau soal Aira dari orang lain,kalau Ayah sama Mama tau Bara bertemu dengan Wanita itu lagi,Aku enggak bisa bayangkan apa yang bisa Ayah lakukan untuk Bara!"


"Tapi mas,Bara tuh masih nganggap kalau Ayah yang buat ia pisah dengan Aira,padahal Wanita itu sendiri yang memilih untuk pergi karena takut Ayah akan mengadu kepada Bara tentang ke jadian di hotel Surabaya tiga tahun lalu !"


Wulan dan Haikal terlihat bingung masih duduk dalam mobil.


"Pokoknya Kita bantu Dinda agar lebih dekat dengan Bara!"


Ketus Haikal,Wulan mengangguk nya.


"Ayooo,kita pergi belanja !"


Haikal segera memutar balikan mobilnya ke arah gerbang rumah.


 


Begitu selesai mandi dan sholat,Dinda bersiap-siap untuk pergi mengerjakan tugas kelompok yang di berikan oleh sekolah.


"Non Dinda mau pergi lagi ?"


Tanya pelayan saat melihat Dinda sudah rapi dengan pakaian baru.


"Bi,kalau Tuan dan Nyonya pulang,bilang Aku pergi untuk membuat tugas kelompok dengan teman -teman ya !"


"Baik Non,apa perlu di antar sopir Non?"


"Gak usah Bi,Aku naik taxi aja jemput Nadia"


"Hati-hati Non"


Dinda mengangguk,lalu memberi salam.


Lebih dari satu jam Dinda baru sampai ke tempat Nadia,Gadis itu segera masuk ke dalam taxi dan pergi ke restoran yang di janjikan oleh Marvel.


"Lo yakin ini tempat yang di janjikan manusia itu?"


Tanya Dinda yang melihat kearah restoran.


"Marvel!manusia-manusia,kebiasaan manggil nama orang dengan sebutan manusia!"


"Lah,memang manusia,dari ada Gue manggil setan kan,hayooo?"


"Dah lah sa karep mu !"


Mereka berdua segera turun setelah membayar taxi.


"Eh,kalian udah datang ?"


Tanya Marvel,saat melihat Dinda dan Nadia menuju meja tempat ia duduk.


"Kalau udah disini,ya berarti Kita udah datang !"


Jawab Dinda jutek.


"Huusss,Kamu apaan sih!"


Nadia menyenggol Dinda.


"Kalian duduk dulu,Aku pesan minum,Kamu mau minum apa?"


Tanya Marvel kepada Dinda.


"Kelapa muda kalau ada!"


Jawab Dinda,Nadia menggelengkan kepala nya.


"Mana ada disini kelapa muda,pesan Aku jus jeruk,Dinda jus semangka,ingat punya Dinda Jangan pakek gula!"


"Siap juragan!Kalian tunggu dulu ya!"


Nadia mengangguk,Marvel segera pergi untuk memesan minuman nya.


Dinda segera mengeluarkan laptop milik nya,dan Nadia juga sama,mereka mulai mengerjakan tugas yang di berikan sekolah.


beberapa menit kemudian,minuman yang mereka pesan sampai.


"Minum dulu gih!"

__ADS_1


Ucap Marvel,Nadia segera mengambil gelas jus nya,begitu juga Dinda.


"Bagaimana menurut kalian,begini bagus gak?"


Tanya Marvel memperlihatkan hasil makalah yang ia kerjakan.


"Bagus banget !"


Nadia bukan melihat ke arah laptop,namun ia menatap ke arah Marvel yang sedang melihat ke arah Dinda.


"Bagus,begini saja udah cocok,tinggal Kamu print saja,ntar kasih Nadia biar Dia sampul!"


Saran Dinda.


"Aku aja,ntar sekalian pulang!"


Mereka langsung menghabiskan minuman,saat Dinda mau pulang enggak sengaja Dinda melihat Aira,begitu juga Aira.


"Dinda....!"


Panggil Aira,padahal Dinda sudah berusaha untuk menghindar.


"Din,Aku ingin berbicara sebentar dengan mu"


Aira mengejar Dinda.


"Jauhi teman Gue!"


ketus Nadia,dan berusaha menarik lengan Dinda.


"Ini soal Bara!"


Dinda menghentikan langkah nya.


Aira segera berjalan ke arah Dinda.


"Aku ingin bicara sebentar apa bisa ?"


"Katakan,Gue gak punya waktu!"


Dinda melihat ke arah Aira dengan malas.


"Berdua saja!"


Dinda melihat ke arah Nadia,dan Nadia segera paham.


"Awas Lo kalau macam-macam !"


Ancam Nadia dan segera menuju mobil Marvel.


"Ada apa ?"


Dinda melipatkan kedua tangan nya di dada.


"Kamu istri Bara?"


Aira bertanya kepada Dinda,Dinda segera menoleh.


"Kenapa ?apa ada yang salah ?"


Dinda melihat ke arah wanita yang berdiri di depan nya,bertubuh tinggi,putih dan juga sexy,sesuai dengan kriteria pramugari.


"Gak salah sih,hanya Aku merasa kasian dengan Mu,kenapa Kamu mau menikah dengan Pria yang jelas-jelas tidak mencintai mu!"


Ucap Aira,langsung membuat Dinda naik pitam.


"Jadi Kamu merasa kalau Bara mencintai mu?ya?"


Dinda menekan kan ucapannya.


"Bisa di bilang begitu,liat saja,dalam sebulan ia libur lima hari tapi gak pulang tuh temui Kamu di rumah!"


"Mau Dia pulang kek,gak pulang kek,itu bukan urusan Mu!"


Dinda segera pergi meninggalkan Aira saat mengetahui kalau percakapan mereka gak ada manfaat nya.


"Dinda,Bara itu nginap di tempat Aku !"

__ADS_1


__ADS_2