Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Kencan?


__ADS_3

Bara menoleh saat sang Ayah bertanya kepada Nya.


"Ayah titip Dinda,Aku mau pergi sebentar,ada sesuatu yang ingin Aku bahas dengan Alan!"


Bara menoleh ke arah Dinda,yang tidak menggubris perkataan nya.


"Kamu gak ikut Din?"


Haikal bertanya kepada Dinda,karena ia melihat seperti nya Dinda sedang menyembunyikan sesuatu.


"Dinda gak ikut,hari ini Dinda terlalu capek seharian di kantor,biar Dia dirumah saja istirahat!"


Pungkas Bara,yang lain melihat ke arah Bara sembari melongo.


"Iya Aku gak ikut,ayo lanjut makan !"


Ujar Dinda,tanpa melihat ke arah Bara yang berdiri di depan ruang makan.


"Aku pergi dulu Mah,yah,Din,nanti tidur duluan aja,tidak perlu menunggu takut pulang terlambat !"


"Eeem!"


Sahut Dinda,


Bara segera pergi meninggalkan rumah Ardiansyah.


Dinda melirik jam di dinding,pukul 20:10 itu adalah jadwal yang di tentukan Amel tempo hari saat Mereka bertemu di depan kantor.


"Din,Kamu enggak pa-pa?"


Tanya Haikal,yang melihat wajah Dinda murung.


"Gak!biasanya juga seperti ini kan?"


Dinda tersenyum ke arah Haikal,Pria itu juga ikut tersenyum meskipun hanya menunjukan senyuman kecut nya.


"Ayo lanjut makan,nanti sayuran nya keburu dingin !"


Sambung Tuan Faisal mencairkan suasana yang begitu dingin.


Beberapa menit berlalu,semua nya telah selesai makan,termasuk Dinda.Biasanya urusan membantu untuk membereskan meja makan,Dinda paling bersemangat,tapi malam ini ia terlihat begitu tenang dan hanya diam saja.


"Aku akan naik ke atas Mah,mau istirahat!"


Ujar Dinda yang berdiri.


"Sayang mau yogurt?mama beli banyak tadi"


Ucap Nyonya Ratih hanya sekedar basa-basi untuk mencairkan suasana hati Dinda.


"Gak Mah!kenyang Aku nya.Aku naik dulu semua nya,selamat malam !"


Pungkas Dinda,semua nya hanya melirik satu sama lain.


Dinda berjalan ke arah tangga,tanpa menoleh kebelakang padahal Firman memanggil nya sejak dari tadi.


"Ada apa dengan Dinda?di panggil tapi gak nyahut!"


Ketus Firman yang kesal karena di abaikan.


"Biasa,Bara bertingkah lagi!"


Sambung Haikal.


"Ada apa ?"


Tuan Faisal menatap anak pertama nya yang tiba-tiba terkejut mendapati pertanyaan sederhana dari sang Ayah.


"Eehh...itu,hari ini Mereka mengumumkan pernikahan Mereka waktu meeting,dan disana ada Tuan Chau dan juga Amel,rekan kerja Bara!"


"Terus masalahnya dimana ?"


Tuan Faisal belum bisa menanggapi jawaban sang Anak.


"Masalah nya,hari ini Alan asisten Pribadi Bara,yang seorang detektif itu kan sudah selama satu bulan kerja di perusahaan Kita,Dia membawa berkas penting,khusus untuk Bara,Aku dan Dinda tidak boleh menerima atau mengetahui isinya!"

__ADS_1


"Jadi maksud Kamu Kak,Dinda curiga dengan berkas tersebut?"


Firman menatap Haikal,Pria itu mengangguk nya.


"Kal,ini tugas Mu!Kamu harus bisa membantu Dinda,ajarin Adik Mu itu supaya tidak bertingkah seperti dulu lagi!"


Tegas Tuan Faisal yang berdiri dari tempat duduk nya.


"Iya Ayah,masalah itu serahkan pada Ku saja,besok Kita kan berangkat ke Bali,Aku akan membuat Bara tidak bisa lepas dari Dinda !"


Ujar Haikal.


"Mas Kamu akan ke Bali?kenapa Aku tidak tau?"


Tanya Wulan yang terkejut.


"Aku lupa,tapi Aku berencana mengajak Kamu kesana,nanti Kamu siapkan barang-barang Kita,besok jam 10:00 Kita berangkat !"


Pungkas Haikal,


"Kami ikut Kak!"


Sambung Firman,


"Tidak bisa Kami sudah memboking kamar,dan hanya ada Kami saja!"


Tegas Haikal,Pria ini takut kalau Firman ikut bisa menghancurkan rencana Nya.


"Kita pergi lain kali!"


Sambung Nyonya Ratih.


"Iya Mas,Kita baru kembali dari Malaysia beberapa hari lalu,Kita di rumah saja kali ini!"


Sambung Karina,sang istri.


"Baiklah!"


Firman hanya bisa pasrah,ketika yang lain menolak untuk ia ikut.


Di dalam kamar Dinda terlihat begitu gusar,ia gelisah,tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


*Ting !


[Bestie Kamu lagi ngapain*?]


Sebuah pesan dari Nadia.


"Huuffff...ini nih yang bisa nolongin galau Gue!"


Gumam Dinda menatap layar ponsel nya.


[*Gue mau tidur!besok mau liburan ke Bali!]


Ting!


[Cieee...Honeymoon*!]


Dinda tersenyum,seketika ingat ingin mengajak Nadia sekalian.


[*Ayoo,ikut !Kamu bisa mengajak Marvel juga,Kita bertemu disana!tidak perlu Bara tau!]


Ting!


[Besok Gue gak bisa lagi mau temani Marvel untuk acara keluarga nya*!]


Seketika mood Dinda berubah.Dia terlihat tidak bersemangat lagi.


Dinda mengabaikan pesan terakhir dari Nadia,ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Restoran Mawar!


Bara baru saja sampai ke restoran tersebut.Dia menatap layar ponsel nya.


"Maafkan Mas Din...!"

__ADS_1


Gumam Bara,lalu melangkah masuk ke dalam restoran.


"Bara..!"


Panggil Seseorang yang ia kenal begitu akrab,Bara menoleh.


"Amel?"


Bara menatap perempuan itu dengan tatapan datar nya.Namun,cara ia memanggil Bara membuat Bara tidak asing.


"Sini!"


Amel melambaikan tangan nya ke arah Bara,pria itu mengangguk nya.


"Ada apa,katakan saja sekarang Aku sudah di sini!"


Ketus Bara yang berdiri di depan meja Amel.


"Kamu baru saja sampai,kenapa tidak duduk dulu,dan Aku janji akan ceritakan semua nya!"


Pungkas Amel,menatap ke arah Bara dengan genitnya.


"Heeemmm!"


Bara menghela nafas nya,lalu segera duduk di kursi yang ada di meja tersebut.


"Mau pesan minum dulu?"


Saran Amel.


"Langsung saja katakan ada apa?"


Ujar Bara,menatap nyalang ke arah wanita di depan nya.


Amel belum menjawab,seorang pelayan datang menghampiri mereka.


"Selamat malam Mas,Mba,mau pesan apa?"


Pelayan itu menatap ke arah mereka berdua.


"Saya pesan ...."


"Kami pesan Vanila late blend 2,yang sa-tu es nya jangan terlalu banyak,dan jangan pakai gula,satu lagi es banyak dan sedikit gula!"


Sambung Amel,sehingga Bara tidak melanjutkan ucapan nya.


Bara menatap ke arah Amel,kini semakin di buat bingung oleh wanita di depan nya.


"Makan nya apa mba?"


"Saya mau...."


"Martabak telur 2 pedas dan sedikit saos!acar nya skip saja,Dia tidak suka dengan acar !"


Sambung Amel lagi,


"Baik Mas Mba,mohon tunggu sebentar!"


Amel mengangguk nya.


"Katakan siapa Kamu sebenar nya,apa tujuan Mu mendekati Kami !"


Bara mengepalkan tangan nya.


"Apa Kamu benar-benar tidak mengenali Aku?apa hanya karena dengan wajah baru saya?"


Amel berbalik bertanya kepada Bara.Kali ini Bara benar-benar di buat bingung oleh Amel.


"Langsung saja katakan,Aku tidak akan berlama-lama disini!"


Tegas Bara.


"Ini pesanannya silahkan di nikmati!"


"Terimakasih!"

__ADS_1


Bara melihat gelas berisi minuman vanila late kesukaan nya,ia bingung bagaimana wanita di depan nya dapat mengetahui minuman yang ia sukai sejak SMA dan masa kuliah nya dulu.


__ADS_2