
Bara dan yang lain kembali duduk.Dinda sendiri masih menunggu jawaban sang suami dari pertanyaan nya.
"Aku sudah meminta Ricko untuk mengecek cctv resort ini,dan meminta nya untuk mengcopy nya!"
"Apa benar Amel di balik ini semua ?"
Haikal ingin memastikan nya.Bara segera mengangguk nya.
"Sudah Ku duga sejak awal,Aku tidak akan melepaskan Wanita itu!"
Ketus Dinda dengan kesal.
"Sayang,apa yang mau Kamu lakukan,sebisa mungkin Kamu harus menghindari wanita seperti itu!"
Pungkas Bara,ia khawatir dengan keselamatan istrinya.
"Aku tidak akan menyakiti nya dengan tangan Ku,Aku tau cara yang lain!"
Jelas Dinda.
"Membun*h tanpa menyentuh!"
Ledek Wulan,lalu mereka tertawa kecil.
"Ada apa?"
Tanya Haikal,saat melihat raut wajah Bara yang suram.
"Sayang,Ricko meminta Kamu untuk menemani Anaknya bermain selama beberapa hari disini,sebagai imbalannya Dia akan bantu Kita!"
Bara ragu,ia takut Dinda akan menolak nya.
"Tidak masalah,Aku akan menemani Arrayan,semoga masalah Mas,dan masalah kita semua kembali normal!"
Pungkas Dinda.
"Amiin!"
Sahut Haikal.
Kriing...kriing...
"Ayah menelpon !"
Ucap Haikal melihat layar ponsel nya.
"Speaker kak!"
Pinta Dinda.
"Assalamualaikum Ayah!"
"Waalaikumsalam !Haikal Kamu lagi sama dengan Bara?barusan Ayah menghubungi nya,namun tidak di angkat!"
Pungkas Tuan Faisal.
"Iya,Aku lagi sama Bara!"
"Hallo Ayah!"
Sapa Bara,
"Bar,dimana ponsel Mu kenapa gak angkat ibu mu mau bicara dengan Dinda!"
"Ponsel lagi di cas di kamar,Kami sedang berada di depan lobi resort!"
Pungkas Bara,
"Sayang...apa semua baik-baik saja?"
Tanya Nyonya Ratih,
"Ia mah,semua baik-baik saja,Mama gak sah khawatir!"
"Dimana Wulan dan Dinda?"
"Hallo Mah"
"Hallo Mama..!"
Sapa Wulan dan Dinda.
"Kalian cepat lah pulang,dirumah begitu sepi gak ada kalian,Firman dan Karina juga pergi berkunjung ke keluarga Karina!"
Pungkas Nyonya Ratih yang terlihat sedih.
"Sabar mah,Kita akan kembali li-ma hari lagi,Kami menyewa tempat ini satu Minggu!"
"Baik lah sayang,hati-hati kalian semua disana,jangan lupa jaga pola makan kalian,menanti mama jangan capek-capek,istirahat yang banyak!"
__ADS_1
"Iya mah!"
Jawab Wulan dan Dinda serentak.
"Mama akhiri ya,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"
Jawab mereka serentak.
Haikal menyimpan kembali ponsel nya.
Tiba-tiba Tuan Chau datang bersama dengan pihak yang berwajib.
"Selamat petang Tuan dan Nyonya,saudara Bara,silahkan ikut Kami ke kantor polisi,Kami menerima laporan penipuan dari Tuan Chau!"
Dua orang polisi yang di utuskan membawa Bara ke kantor polisi,kini berdiri tepat di samping mereka.
"Penipuan?"
Dinda syok.
"Suami Saya tidak menipu siapapun,ia tidak akan melakukan hal kotor itu,ini pasti ada yang tidak beres!"
Dinda mencoba membela suaminya.
"Mari ikut Kami silahkan nanti di jelaskan di Kantor saja!"
"Tunggu dulu,Saya tidak akan ikut,karena menunduk orang tanpa bukti itu adalah pelanggaran!"
Ujar Bara.
"Bagaimana tidak ada bukti,Anda sendiri yang memperlihatkan nya kepada Saya!"
Pungkas Tuan Chau.
"Tolong tunjukan bukti!"
Sambung Bara lagi.
"Benar Tuan,berikan bukti,adik saya tidak bersalah!"
Haikal ikut membela Bara.
"Buktinya ada di laptop Kamu!"
Ujar Tuan Chau,
Pungkas Bara,ia segera membuka laptop nya dan menunjukkan nya kepada Tuan Chau.
Tuan Chau kaget,melihat hasil Proposal dari Bara.
"Tuan,maaf kan Kami telah bertindak tanpa memeriksa!Kami permisi dulu!"
"Tidak masalah !"
Jawab Bara santai,namun pandangan nya kini tertuju kepada Tuan Chau.
"Tuan,Anda begitu ingin menikmati wanita muda,sehingga mau bekerja sama dengan Dia?"
Cibir Bara,Tuan Chau gemetar dan gugup.
"Bar,maksud nya bagaimana?"
Haikal sendiri masih bingung.
"Aku sudah tau sejak tadi malam,kalau laptop Ku ada yang otak atik,karena posisi laptop nya berbeda saat Kami pergi,lalu Aku tanpa sengaja bertemu dengan Asisten Le,ia melihat Amel keluar dari kamar Tuan Chau tadi malam,menurut pengetahuan Asisten Ke,mereka telah melakukan transaksi gelap dan bekerjasama !"
Pungkas Bara,Haikal dan yang lain kaget.Bara sejak awal telah mengetahui hal itu,namun ia masih ikut melayani rencana licik mereka.
Tanpa menjawab Tuan Chau segera pergi,dari hadapan mereka.
"Mas,kenapa Kamu gak cerita sama Aku?"
Tanya Dinda.
"Aku sengaja merahasiakan ini semua,agar rencana Ku lancar,dan setelah Kita saat bukti dari Ricko,Kita akan menjebak Amel,dan Aku yakin ia akan di jebloskan ke dalam penjara!"
Pungkas Bara,dengan begitu yakin.
"Benar,Aku juga punya kejutan!"
Sambung Dinda.
"Apa rencana Mu?"
Tanya Haikal kepada Bara,
"Kita akan liat besok!"
__ADS_1
Sahut Bara.
Mereka berempat segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
KAMAR!
"Ricko akan datang kemari bentar lagi!"
Ujar Bara melihat ponsel nya.
"Eemm..!"
Sahut Dinda yang sibuk dengan ponsel nya.
"Kamu lagi ngapain sih,kok dari tadi sibuk dengan ponsel?"
Bara melirik .
"Enggak ini Nadia ajak keluar nanti malam !"
"Gak boleh!"
Bara segera melarang nya.
"Bentar aja mas!"
"Gak boleh,kecuali ......"
Cup!
Bara segera mengecup bi bir Dinda sebelum tubuh ya di terkam sang suami.
"Mas lepas!"
Bara segera mengendong Dinda ke kamar nya.Tanpa basa basi,Bara segera melanjutkan aksi nya ,setelah seharian capek dengan masalah pekerjaan.
"Aaaggrh,sayang,pelan-pelan!"
Teriak Dinda dari dalam kamar.
"Tahan sayang,dikit lagi!"
Seperti biasa,mereka berdua saling melepaskan hasrat nya,bahkan kini Bara tidak bisa menahan nya walau sebentar.
"Aaahhh...sayang..."
"Aaahh..mau sayang...mau keluar!"
"Aaaagggrrrrhhhhh!"
Bara menjatuhkan tubuhnya di atas Dinda.Setelah mengeluarkan banyak tenaga,mereka memejamkan mata nya sebentar.
"Capek ?"
Bisik Bara,Dinda mengangguk nya.
"Istirahat aja dulu,sambil nunggu Ricko datang !"
"Oke!"
Dinda segera memejamkan mata nya,ia tertidur di dalam pelukan sang suami,begitu juga dengan Bara,ia memeluk erat tubuh Dinda.
Jam di dinding,menunjukkan pukul 18:00,Mereka berdua masih tertidur begitu pulas,bahkan ke dua nya masih dalam keadaan tanpa berpakaian.
Dinda mengucek mata nya,ia merasa telah lama tertidur.
"Heeemm...hoaaamm....!"
Dinda kembali menguap.
"Astagfirullah,sudah mau magrib!"
Dinda segera duduk.
"Mas,bangun,sudah mau magrib!"
Ujar Dinda,membangunkan Bara.
"Sebentar lagi,masih ngantuk!"
"Ayolah,nanti ricko datang !"
ketus Dinda segera turun dari ranjang,dan berlari ke kamar mandi.
Tok...tok...tok...
Benar saja,ada yang mengetuk pintu depan mereka.
"Itu pasti Dia!"
__ADS_1
Gumam Bara,ia segera meraih baju mandi nya,dan berjalan ke arah pintu depan.