
Bara menoleh,seseorang berdiri tepat di belakang Nya.
"Aira...!"
Panggil Bara,begitu kaget melihat wanita itu ada di depan matanya.
Aira berlari ke arah Bara,Aira memakai high heels yang begitu tinggi membuat Pria ini takut Aira jatuh.Aira memeluk Pria itu dengan paksa.
Bugh !
"Bara....!"
Gumam Aira,mengeratkan pelukan nya,Bara tersadar kalau mereka sedang di tempat umum,Bara berusaha melepaskan pelukan Aira.
"Aira,lepas!Kita di tempat umum,banyak yang liat !"
Bara mencoba melepaskan pelukan sang mantan kekasih,namun Aira masih enggan melepaskan Bara.
"Bar...mending Kamu ajak Dia ke ruang tunggu,seperti Nya ada yang harus kalian bahas!"
Ujar Aditya memberi saran,karena Aditya tahu kalau Mereka pernah menjalin kasih yang begitu hangat dan harmonis.
Percintaan ke dua nya begitu sehat,tidak pernah melakukan hal - hal di luar nalar apalagi melewati batas.Karena Bara sendiri paham betul akan hal itu,Ibu dan Ayah tidak menyukai sifat Bara yang brutal dan juga suka dugem.
Namun,berbeda dengan ke dua kakak Nya yang sudah terbiasa hidup bebas.Sejak awal tujuan Tuan Faisal ingin menikahkan Bara dengan Dinda,oleh sebab itu ia sangat menjaga Bara,karena ia ingin Dinda benar-benar murni mendapatkan perjaka bukan duda.
"Kalau ada hal yang mau di bicarakan,Kita bisa bicara di ruang tunggu!"
Seru Bara,mencoba melepaskan pelukan sang mantan.
"Aditya,kalau Aku ikut penerbangan berikut apa bisa,minta tolong gantikan dengan orang lain!"
Bara menatap Aditya,Pria itu mengangguk Nya.
Bara segera mengajak Aira ke ruangan tunggu,di dalam sana sepi,tidak ada siapapun yang datang untuk beristirahat.
"Katakan,apa yang ingin Kamu bicara dengan Ku!"
Bara duduk di kursi,lalu menyimpan tas nya kembali di kursi sebelah.
"Aku tidak ingin Kita putus!"
Jawaban Aira mengagetkan Bara.
"Aku ingin Kita kembali seperti dulu,Aku ingin Kita tetap bersama!Aku yang lebih cocok dengan Mu,bukan gadis kecil itu,Dia itu seperti ponakan bagi Mu,bukan istri,mungkin Dia belum paham apa saja kewajiban nya sebagian istri !"
Aira memegang tangan Bara,selama ini Bara tidak pernah menyentuh Aira selain memegang tangan nya.Bara juga tidak pernah menyalurkan hasr at nya dengan Aira.
__ADS_1
"Aira dengar,saat ini Aku bukan lah Bara yang dulu,sekarang Aku suami Orang,meskipun hubungan Kami sebuah rahasia,namun Aku sangat menghargai sakral nya sebuah pernikahan !"
Bara berdiri dari duduk nya,ia menatap ke arah Aira.
"Aira,Aku akan kembali,berhenti berharap,meskipun Aku tidak mencintai Dinda,tapi Dia adalah sosok seseorang yang harus Aku jaga dan lindungi!Dia istri Ku!"
Bara memegang bahu Aira,ia berharap agar Aira mengikhlaskan diriNya,dengan Dinda.
Aira bangkit dari duduk nya,lalu menyeka air mata yang sudah membasahi pipi tirus nya.
"Tidak bisa balikan,apa Aku bisa menjadi teman Mu?"
Aira mengulurkan tangan nya kepada Bara.
"Tentu saja!"
Bara menerima tangan tersebut,dan mereka berdua menggenggam nya bersama.
"Aku akan pergi,penerbangan berikutnya adalah jadwal Ku!"
Ujar Bara mengambil tas nya kembali.
"Penerbangan Kita sama,ayooo sama-sama kesana!"
Ucap Aira,namun Bara ragu.
Aira menyakinkan Bara,meskipun sudah menjadi mantan,Bara tetap bersikap lembut kepada Aira,bagaimana pun wanita yang di cintai Bara adalah Aira,meskipun mereka tidak berjodoh.Hanya saja Bara tidak ingin mengkhianati pernikahan nya yang suci itu.
"Kamu pasti sangat senang sudah memliki istri,sudah ada yang mengurus Mu,dan bahkan yang sudah siap melayani mu kapan saja!"
Cetus Aira dengan senyuman pahitnya,Ia berusaha menyembunyikan kesedihan di wajahnya.
Bara tersenyum kecut saat mendengar ucapan sang mantan.
Bagaimana pun Bara tidak ingin menyakiti Aira,jika ia terus berada di sisi Aira,itu bisa membuat wanita ini terus terluka,bahkan lebih sakit dari pada sebelumnya.
Bara menatap Aira dalam diam nya,Aira menundukkan pandangan nya.Bara tidak tega,ia telah menjalin hubungan kasih dengan Aira selama enam tahun,tapi kisah cinta mereka putus begitu saja,tanpa sebab dan akibat,apalagi hubungan mereka baik-baik saja.
Bara belum pernah mengenalkan Aira kepada keluarga nya,meskipun Ayah dan ibu tahu kalau Bara punya kekasih.Namun,mereka memilih untuk berpura-pura tidak tahu.
"Kita berpisah disini!"
Ucap Bara,berhenti tepat di sebelah Aira,Wanita itu mengangguk nya lalu belok ke jalan lain,Aira tidak pernah menoleh ke belakang saat meninggalkan Bara di tempat nya.
'Aku sejak SMA sudah melindungi gadis itu,bahkan sangat menjaga Nya,menjaga kehormatan Nya,Aku tidak pernah merusak Dia,karena tujuan Ku cuma satu,Aku ingin ia menjadi istriKu,namun kenyataan tidak semanis keinginan Ku!Aira maafkan Aku,meskipun Kita tidak bersama,tapi Aku selalu mencintai Mu'
Bara memandang punggung Aira dari belakang yang sudah berjalan menjauh dari Nya.
__ADS_1
Setelah melihat bayangan Aira menghilang,Bara segera menuju Apron.
Aira tahu kalau Bara telah pergi,ia menoleh ke belakang,benar saja Bara telah pergi.
'Aku juga wanita,Aku juga lembut dan penurut,namun kenapa takdir Ku tidak semanis dengan gadis kecil yang di nikahkan oleh Bara.Kenapa Gadis itu bisa lebih beruntung,Aku sudah enam tahun bersama dengan Bara,menci um nya saja kadang Aku lebih memilih untuk menahan nya,agar kelak Aku di pilihkan sebagai istri soleha,tapi apa kenyataan nya,Aku di sia -sia kan !'
Aira dengan nama lengkap Almira,Wanita ini mengepalkan tangan nya,menatap ke arah tempat dimana Bara berdiri sebelumnya.
Aira segera berbalik menuju tempat pertemuan para pramugari.Disana banyak teman-teman yang seprofesi dengan Nya.
Dinda yang di hantar oleh Pak Sukri menuju rumah Nadia,gadis ini menatap layar ponsel nya,tidak ada pesan masuk dari Bara sang suami.
"Ck..!"
Dinda berdecak kesal,lalu menyimpan kembali ponsel,saat Pak Sukri memasuki halaman kost milik Nadia.
"Pak Sukri,tidak perlu turun Dinda langsung masuk aja,kalau nanti Tuan Bara telepon,bilang aja Dinda nginap di tempat kawan !"
Blam!
Dinda menutup pintu mobil,tanpa mendengar jawaban dari pak Sukri,ia segera melangkah ke pintu kost milik Nadia.
Tok..tok..tok..
"Nad...Nadia....!"
Teriak Dinda dengan keras.Ia menoleh ke belakang Pak Sukri belum pergi.
"Haiss....Pak tua itu pasti tidak akan pulang kalau Nadia tidak membuka pintu !"
Gumam Dinda yang berusaha mengetuk pintu lagi.
Tok...tok...tok...
"Nadia...buka pintu Nya...!"
Teriak Dinda lebih keras dari sebelumnya.
Ceklek !
"Siapa sih teriak-teriak !"
Ucap seorang laki-laki yang membuka pintu,Dinda menatap nya dengan kaget,mata nya melotot kearah Pria itu.
"Kamu siapa ?"
__ADS_1
Dinda bertanya,karena sebelumnya ia belum pernah melihat sosok pria yang berdiri di depan Nya,dan pria itu berasal dari dalam kost teman nya.