Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
1 Bulan Kemudian


__ADS_3

Sa-tu bulan telah berlalu,Bara menerima pengobatan di Inggris,semua tentang masa lalu nya telah di hapus sebagian dari ingatan Bara,ia telah menjalani terapi hipnotis.


Pemulihan Bara berjalan dengan lancar,bahkan sesuai dengan keinginan keluarga Ardiansyah.


Bara tidak pernah mengingat atau mengenali siapa Aira di hidup nya,karena ia akan lupa saat terapi itu terus di terap kan selama kehidupan nya.


Hanya butuh waktu satu bulan untuk memulihkan kondisi Bara kembali normal,hanya saja kini prinsip nya lebih berbeda dari sebelum nya.


Bara terlihat lebih dingin dan perkataan serta perlakuan nya lebih kejam dari sebelum nya.


Kini Bara bekerja di perusahaan keluarga nya sebagai CEO,sementara Haikal tetap menjabat sebagai Direktur utama.


Sementara Anak-anak nya bekerja Tuan Faisal mengambil cuti dan juga berniat untuk pensiun di usia nya yang tidak lagi muda.


Suasana kantor begitu ramai,terlihat orang berbaris di lobi kantor,untuk menyabut kedatangan Bara untuk pertama kali di perusahaan PT.Metropolitan.


Para Karyawan bergosip di lobi.


"Kalian udah kenal belum,adik Pak Haikal,ia lebih muda dan tampan !"


"Kita harus bisa mengambil hati CEO kita,Aku dengar-dengar ia single !"


"Semua jangan ada yang berbicara,sebentar lagi,CEO baru perusahaan ini akan segera sampai!".


Pungkas Haikal,berdiri di depan semua karyawan.


Ckiiiittt !


Suara mobil berhenti di depan kantor PT.Metropolitan.


Pria tampan dengan sepatu pantofel menurunkan kaki nya sebelah dari mobil,lalu di ikuti dengan kaki yang lain,ke dua tangan berpegang pada kedua sisi jas lalu merapikan nya,ia berdiri di depan pintu mobil.


Seseorang lalu menutup pintu nya.


"Alan Kita masuk !"


"Baik Pak!"


Kini Alan si Pria misterius bekerja sama dengan Bara,Ia di pilih oleh Bara sebagai Asisten nya di kantor.


"Selamat datang Tuan !"


Semua karyawan menunduk kan kepala nya,menyambut kedatangan Bara.


Pria dengan nama lengkap Bara Rastafara Ardiansyah.Kini menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarga nya,semua orang tertunduk kepada perintah nya,tidak ada yang berani membantah.


Mereka semua berdiri di depan Bara,setelah penyambutan itu berlangsung.Bara segera berjalan ke arah ruangan nya yang di ikuti oleh Haikal.


Ceklek !


"Ini ruangan Mu!"


Ujar Haikal,Bara segera masuk.


'Semenjak pengobatan itu berjalan lancar,Adik kesayangan Ku malah lebih dingin lagi huuuffff!'


Haikal mengikuti Bara dari belakang .


"Apa Kamu menyukai ruangan ini?"


Tanya Haikal,


"Terlalu kuno!"


Jawab Bara tegas,Haikal menghela nafas nya.

__ADS_1


"Apa perlu Kita renovasi ?"


"Perlu,Saya suka lebih ke corak hitam dan putih,sertakan lukisan bunga tulip di belakang meja Ku!"


Pungkas Bara begitu saja terlintas dari bibir nya.


"Haah?bunga tulip ?"


Haikal terlihat kaget.


'Bukan kah bunga tulip bunga kesukaan Dinda,bagaimana bisa ia masih mengingat itu,sedang kan masa lalu nya telah lama di terapi!'


"Kak!"


Panggil Bara,Haikal segera sadar dari ingatan nya.


"Segera renovasi!agar Aku lebih nyaman,suasana kuno ini sedikit membuat Ku tidak nyaman!"


Ketus Bara,Haikal mengangguk nya.


"Ada yang lain?"


Haikal melihat ke arah Bara yang berdiri di dinding kaca kantor.


"Aku ingin diatas meja itu,sehari satu tangkai mawar merah,dan tiap hari harus di ganti!dan satu lagi pewangi ruangan harus yang green tea atau lavender !"


Tegas Bara.


'Semua yang Bara sebutkan adalah kesukaan Dinda'


Haikal segera melangkah mendekati Adiknya.


"Alan tinggalkan Kami!"


"Bara!"


Bara menoleh,saat Haikal memanggilnya.


"Bagaimana cara mu menjelaskan suasana ruangan ini dengan suasana anggun ?"


"Aku juga tidak tahu,tiba-tiba terpikir seseorang!Aku berharap suatu saat ia kembali,ia kembali kesini,ia akan tahu disini masih tempat nya dengan suasana yang sama !"


Pungkas Bara,lalu berjalan ke arah meja kerja.


'Seseorang ?siapa?Aira ?Dinda?'


Haikal semakin bingung dengan Adik bungsu nya.Ia ingin bertanya namun ia ragu melihat sikap dingin Bara.


"Baiklah,Kakak akan segera mengatur orang untuk merenovasi tempat ini!"


Bara mengangguk nya,ia segera mengeluarkan laptop milik nya,Haikal segera meninggalkan Bara.


Bara melihat foto Dinda saat ia berumur 15 tahun,wajah nya begitu imut dan juga sederhana,namun ada senyuman ceria di bi bir Dinda membuat Bara sedikit luluh.


"Dimana Kamu?siapa Kamu?kenapa Orang rumah tidak ada yang mengenal mu?padahal Aku jelas - jelas ingat pernah bertemu dengan Mu?"


Gumam Bara,mengelus layar laptop nya.


Ceklek !


"Pak orang tua Anda disini!"


"Suruh mereka masuk!"


Tuan Faisal,dan Nyonya Ratih datang berkunjung,karena tadi pagi tidak sempat mengantar Anaknya.

__ADS_1


"Bagaimana Kamu suka?"


Tanya Tuan Faisal.


"Aku sudah meminta Kak Haikal untuk merenovasi ruangan ini!"


"Eemm baiklah!"


Tuan Faisal dan Nyonya Ratih duduk di sofa,Bara meminta Alan untuk menyuruh OB mengantar minuman kepada orang tua nya.


Bara duduk di depan ke dua orang tua nya,kini penampilan nya lebih tampan dan lebih berkelas lagi,ia juga terlihat lebih gagah .


Bara membawa laptop bersama nya.


"Kalian pernah bertemu dengan wanita ini?"


Bara memperlihatkan foto Dinda kepada kedua orang tua nya,Nyonya Ratih terdiam.


"Kami tidak kenal,dan Kami juga baru liat,apa Dia artis?"


Tanya Tuan Faisal,Bara mengerut kan dahi nya saat mendengar pertanyaan Ayahnya.


"Dia seseorang yang selalu hadir di mimpi Ku,ia juga sering membangunkan Aku di mimpi,Aku merasa ia sangat dekat dengan Ku!"


Deg ...


Tuan Faisal dan Nyonya Ratih gugup,ia takut anaknya mulai mengingat tentang Dinda,dan akan sulit baginya untuk menjelaskan kemana Dinda pergi,tapi berbeda dengan Tuan Faisal,ia malah mendukung Anaknya.


"Apa Dia calon masa depan Mu?"


Tanya Tuan Faisal,Bara tidak menjawab,lalu ia berdiri.


"Jika ini pilihan Ku,apakah Ayah setuju?"


Tanya Bara kepada Ayahnya.


"Tentu Ayah setuju!"


"Sayang..!"


Nyonya Ratih mencubit pa ha Tuan Faisal agar jangan menanggapi ucapan Bara.


"Tenang saja!"


Bisik Tuan Faisal kepada Istrinya.


"Aku menyukai gadis ini,mungkin nanti akan bertemu!"


Ketus Bara,lalu berjalan ke arah meja nya.


***


Bedroom Apartemen,Jak*rta Selatan !


Apartemen yang elit dan juga berkelas,setiap ruangan di penuhi dengan dinding kaca,bahkan hanya sedikit yang di lapisi dengan beton.


Seorang wanita cantik sedang duduk di depan layar televisi,ia menatap ke arah TV dengan segelas anggur merah di tangan nya.


"Bara Rastafara Ardiansyah!"


Gumam Wanita tersebut,tubuh nya yang di lapisi gaun merah dan memliki belahan di samping gaun.


"Bara..I coming ...!"


Cup ..Ia mengecup gelas di tangan nya,dengan bi bir merah nya.

__ADS_1


__ADS_2