
Mereka semua sudah berada di dalam pesawat.Amel memilih duduk bersama dengan Asisten Le,Bara dengan Dinda.Sementara Haikal bersama istri nya,ada Tuan Chau yang duduk terpisah dengan Mereka.
"Mas...Aku takut!"
Ujar Dinda,yang baru pertama kali naik pesawat.
"Aku akan memeluk mu,pegang saja tangan Ku,kita akan segera sampai dengan selamat !"
Dinda mengangguk nya,Bara segera memeluk sang istri saat pesawat akan take off.
55 menit telah berlalu terbang di udara kini mereka semua telah sampai di tempat tujuan.
Kini Mereka telah sampai di penginapan Aura house Bali.Haikal memberikan kunci kamar kepada Bara dan juga yang lain.
"Aku mau sa-tu kamar bertiga dengan Mereka!"
Ujar Amel.
"Ehh..lampir Kau lupa,Mereka itu udah suami istri,Kau mau menjadi sutradara di setiap moment mereka?"
Terdengar suara seseorang yang mencibir Amel,mereka semua menoleh,itu adalah suara Nadia yang datang bersama dengan Marvel.
"Nadia.."
Seru Dinda yang sedang.
Nadia segera berlari dan memeluk Dinda,sehingga membuat tangan Dinda terlepas dari genggaman Bara.
"Tuan Bara,apa Anda mengundang orang lain dalam acara Kita?"
Tanya Tuan Chau.
"Maaf Tuan,Kami datang kemari bukan karena di undang orang,tapi pergi sendiri,ini tempat umum,dan bebas siapa saja bisa pergi,jika Anda tidak ingin meminta orang lain,kenapa Gak sekalian booking seluruh tempat disini dan wisata nya!"
Ujar Marvel,Haikal tersenyum geli,secara Marvel itu masih tergolong anak baru lulus SMA,tapi bisa mengatasi mulut orang seperti Tuan Chau.
Tuan Chau,segera menarik koper nya dan pergi,Asisten Le juga ikut pamit.
Disana hanya tertinggal Amel dan juga yang lain.
"Bar,Kakak akan kembali ke kamar,jika ada apa-apa telpon aja!"
Bara mengangguk.
"Ayo,ke kamar Ku!"
Ajak Dinda mengajak Nadia.
Mereka berempat segera pergi meninggalkan Amel.
'Liat aja,Aku akan bisa merebut kembali yang menjadi hak Ku!'
Amel menatap ke pergi empat sejoli yang sedang di mabuk cinta.Sementara ia segera pergi menuju kamar nya.
Malam Tiba..!
Dinda berpamitan stelah magrib kepada suami nya,ikut pergi bersama dengan Nadia dan juga Marvel.Ke dua sahabat nya mengajak Dinda untuk bertemu dengan paman Marvel yang berkerja di resort tersebut.
"Paman,ini Dinda,Dia sahabat Gue dan juga Sahabat calon bini Marvel !"
Ujar Marvel.
"Oke!ini calon Bini Lo,dan ini calon Bini Gue!"Ha..ha..ha..
Pria yang di panggil Paman oleh Marvel tertawa lebar.
"Eehh..bushet,om Gue dan punya suami kali!"
Sahut Dinda.
"Ha..ha..Gue cuma bercanda!"
Ketus Nya.
"Heeemm..untung saja!"
__ADS_1
Dinda mengelus dada nya.
"Tapi kalau mau di anggap serius juga Gak pa-pa,Gue duda satu anak!"
Jelas paman Marvel.
"Eeeh..Duda?"
Dinda memelototi Paman Marvel.
Paman Marvel mengangguk nya.
"Nama Gue Ricko Anggara!Gue duda anak satu,Istri Gue meninggal,dan kini Gue melajang,kalau kalian berdua ada yang ingin melamar jadi ibu sambung untuk anak Gue silahkan aja!"
Pungkas Ricko mengulurkan tangannya ke arah Dinda,lalu melirik Nadia.
Bugh!
"Berhenti menggoda dua wanita Gue!"
Marvel memukul kepala Ricko.
"Eh,sejak kapan Gue jadi wanita Lo!Ngarang!"
Bantah Dinda secepat kilat.
"Kalian tau,Gue udah lama Gak liat moment Kalian berantem semasa SMA dulu!"
Sahut Nadia yang sedari tadi cuma diam saja.
"Eeeh..tunggu!apa Mereka dulu sering berantem?"
Ricko menyela.
"Ia Paman,tiap hari dua orang ini berantem aja!tanpa hari tanpa berantem,apalagi disaat Dinda lagi Bete-Bete nya,Marvel sering gangguin Dia!"
Pungkas Nadia.
"Waaah!Din,coba Kamu belum nikah,Benci jadi cinta Lo yang sering berantem!"
Ledek Ricko.
Sahut Dinda mengedikkan ke dua bajunya.Nadia menahan tawanya.
"Gini-gini Gue gak kalah ganteng ya dari si Bar-Bar Lo itu!pertama kali Gue ketemu Dia iiih..judes banget orang nya!"
Sambung Marvel lagi.
"Eh..emang lakik Gue ganteng ya kak Nadia!"Dinda mencari pembelaan nya.
"Iya!"
Sahut Nadia,Marvel mengerucutkan bi bir nya.
"Iya lah!Anak Tuan Ardiansyah semua nya tampan,apalagi yang barusan ketemu,sopan baik,kalem dan pengertian!"
Jelas Marvel.
"Tunggu!Lo kenal dengan Anak mertua Gue?"
Tanya Dinda.
"Kenal!Papa Gue dengan Ayah Suami Lo itu teman kerja.Dan satu lagi dulu Gue sering ke tempat mereka sewaktu Bara gak tinggal di rumah,waktu kuliah Dia tinggal di Jakarta,jadi Gue sering main tempat mereka!"
Pungkas Marvel.
"Eeemm..."
Dinda mengangguk kan kepala nya.
Minuman dan cemilan yang Mereka pesan sudah sampai,ke empat orang tersebut segera mencicipi makanan di resort tersebut.
Di Kamar!
Bara sedang membereskan kamar,lalu keluar ke ruangan tamu,sekaligus ada dapur dan juga lengkap dengan ruangan televisi.
__ADS_1
Kamar itu lumanyan luas,hampir setara dengan satu kamar apartemen.
Tok..tok..tok...
"Siapa ?"Gumam Bara yang sedang menyalakan televisi nya,lalu beranjak untuk membuka pintu.
Ceklek !
"Haii...Aku datang bawain Kamu makan nih,untuk ponakan Kamu juga!eeh maksud Aku untuk istri kecil Mu!"
Ujar Amel,yang menerobos masuk.
"Tunggu apa yang Kau lakukan disini,segera keluar,disini gak ada Dinda!"
Bara mencoba menyeret perempuan itu yang sudah memaksa duduk di sofa.
"Bagus dong!Aku kesini hanya untuk melihat Mu sembari untuk beristirahat,seperti nya disini lebih nyaman!"
Amel merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Pergi!"
"..."
Amel hanya diam tidak menjawab.
Lalu Bara segera menarik kaki Amel,dan perempuan itu terjatuh.
Bugh!
"Bar...sakit"
Ketus Amel dan berusaha untuk berdiri.
"Apa Kamu tuli,Aku menyuruh Mu pergi!dan Gak usah ganggu Aku lagi!"
Ujar Bara sedikit berteriak.
"Berhenti menyuruh Ku pergi,apa Kamu enggak ngerti,Aku kesini karna Kamu!"
Sahut Amel berjalan ke arah Bara.
"Aku merindukan Mu,biar kan Aku menjadi simpanan Mu,karena Aku sangat mencintai Mu Bara!"
Sambung Amel lagi,kini memaksa untuk memeluk Bara.
"Lepas!"
Bara menghempaskan tubuh Amel ke lantai.
"Aku sudah bersikap baik pada Mu,bisa kah Kau pergi tinggalkan kamar Ku!"
Titah Bara lagi.
"Tidak!tidak bisa !Aku tidak bisa pergi !Aku mencintai Mu Bara!"
Amel kembali memaksa untuk memeluk Bara.
Plaakk!
Bara menampar Amel dengan keras,sehingga membuat tubuh nya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.
"Untuk pertama kali nya Kamu menampar Aku,dimana Bara yang dulu yan sopan dan lembut!"
Teriak Amel,sembari mencengkram kuat kaos Bara.
Amel mencoba untuk meraih bi bir Bara,dan ingin mencium nya.
"Amel,lepas!"
Teriak Bara.
"Amel!"
Tap...tap...
__ADS_1
"Sayang,kenapa pintu nya terbu....."
Bara menoleh,saat seseorang berbicara dan itu Dinda yang baru saja kembali .