
"Loe sih kelewat ganas, udah tau Kinara galak, dan lu malah main nyosor aja untung lu gax dia lempar ke UGD," tambah bayu.
Ocehan Bayu dan Aman hanya Rayhan tanggapi dengan senyum datar.
"Yuk," Rayhan menepuk kecil punggung Aman. Mereka bertiga bergerak menuju parkiran dengan diiringi ocehan jahil dari Aman dan Bayu.
"Bro, Bro bukannya itu Kinara, ??" Aman menunjuk ke arah perempuan yang tengah menuntun motor membuat Bayu juga Rayhan menghentikan langkahnnya, mata keduanya berputar mengikuti telunjuk Aman.
"Motornya kenapa, ??" tanya Rayhan dalam hati, sedikit aneh.
"Ekh bantu yuk," Rayhan merebut kunci yang dipegang Bayu.
"Kenapa dia jadi antusias begini.??" tanya Aman sambil memutar manik matanya kepada Bayu,
Bayu hanya mengangkat kedua belikatnya sama- sama tak mengerti.
Baru saja Rayhan akan mengunci helemnya,
"Itu siapa, ??" tanya Bayu. Seketika Rayhan mengarahkan pandangannya pada seseorang yang sengaja turun dari mobil untuk membantu Kinara, menuntun motornya.
"Antusias loe keduluan Ray," ejek Aman.
"Emang apa yang loe fikirkan.?? Heeh" Rayhan berdecak menyembunyikan kekesalannya. "Gue bukan mau ngebantu dia kali," Walau pun Rayhan mencoba menyembunyikan kekesalannya, tapi kekesalan dihati Rayhan tetap bisa diketahui oleh Aman dan Bayu hingga keduanya terkikik geli dengan sikap Rayhan.
"Ia, ia gue tau kok," Bayu menaiki motor yang akan dikemudikan Rayhan.
"Seorang Rayhan mana mungkin bisa jatuh cinta sama seorang cewek yang katanya aneh dan tampan, padahal dia itu idola mahasiswa dikampus ini loohh, tidak secepat itu ia nggak ??, Aman tersenyum kepada Bayu lalu menganggukan kepalanya meminta persetujuan pada Rayhan.
"Ia dong. Hati-hati loe, Jangan-Jangan loe lebih tergila-gila dibanding kita berdua ya, ??" tanya Bayu.
"Ngawur deh loe. Mana mungkin, dia bukan tipe gue kali, cewek anehhh!!" Rayhan memalingkan muka kesalnya, bukan kesal kepada kedua temannya melainkan kepada seorang lelaki yang membantu Kinara. Dia adalah Fahmi senior mereka semua.
"Eh cabut yuk," ajak Aman yang sudah siap dengan kendaraan roda dua miliknya.
********
"Kak maaf aku ngereopotin, mana ini cuaca panas banget lagi, mending kakak masuk ke mobil aja,!!"
Kinara tak samapai hati jika harus melibatkan orang lain dalam masalahnya.
"Tidak apa apa Kinar(kinar adalah panggilan kesayangan Fahmi) tenang aja, atau kamu mau terus mendorong motor berat ini sendirian bukankah tempatnya juga masih jauh,??" Fahmi mendorong motor Kinara dari sisi yang lain, sehingga bila mereka sama-sama menoleh maka mata keduanya akan saling bertemu.
Tiba-tiba .......
__ADS_1
"Hahahahha, masih ngurus motor bututtttt huuuuuhhh, buang sana kejurang.!!" ejek dua laki-laki yang berboncengan.
"Woyyy,!!" teriak Kinara lantang hingga membuat Fahmi meringis merasakan sakit pada gendang telinganya.
Pengendara itu berhenti dan menoleh kearah Kinara dengan tatapan mengejek "Ehh motor butut, tanding lagi berani gak loe.??"
"Ya kagak beranilah, pasti dia malu harus ngakuin kekalahnnya dua kali," sambung salah satunya.
"Woyyy bang****t. awas lo," Kinara melepaskan pegangannya secara tiba-tiba membuat Fahmi hampir tak bisa menahan motor Kinara yang cukup berat.
Di waktu bersamaan, Aman melewati Kinara, dan diikuti Rayahan dari belakang. Kinara langsung menghentikan dan merebut kemudi lalu menancap gas mengejar mereka.
"Kak titip motor gue," teriak Kinara setengah berlalu.
"Wah psychopath itu cewek." Rayhan lantas mengikuti Kinara.
"Ray, kenapa malah ngikutin mereka gue buru-buru," komentar Bayu saat Rayhan melajukan kuda besi miliknya melewati jalur yang seharusnya.
"Bentar kok. Loe diam aja atau gue turunin ditengah jalan." Ancam Rayhan.
"Gue penasaran apasih yang akan dilakukan cewek aneh itu," batin Rayhan.
"Kenapa gue yang harus turun, lah ini motor kan motor gue," Bayu menggerutu kesal.
"Wooyyy berhenti loe," teriak Kinara sambil menarik kuat pegas ditangannya. Aman yang sedari tadi dibonceng Kinara kian mengeratkan pegangannya, ketakutan.
"Kinara pelan-pelan gue belum kawin." Namun Kinara tidak menggubris kekhawatiran Aman. Dia terus melaju memepet pengendara didepannya.
Akhirnya setelah saling kejar, Kinara berhasil memepet mereka pada jalan yang berumput dan pengendara tersebut jatuh. Saat itu juga Kinara langsung meremas kerah baju salah satu dari mereka.
"Bosan idup loe.??" suara itu terdengar dibalik eratan giginya.
Tetapi naas salah satu dari mereka berhasil melayangkan pukulannya dipelipis kiri Kinara dan mengalirkan darah segar.
"Se***n." Kinara mengerang, tatapannya lurus mematikan.
"Bbrrrrrrruuggghhhh." Suara tersebut mengiringi seorang laki-laki yang terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri. Satu kali saja Kinara melayangkan pukulannya laki-laki tersebut tak lagi mampu untuk bangkit.
Aman, Bayu juga Rayhan. Yang sedari tadi menunggu dibelakang ikut meringis seolah merasakan tiap pukulan yang Kinara layangkan.
"Gue tau yang itu tuh sakit banget." Rayhan memegangi pipinya seakan merasakan kembali kuatnya pukulan Kinara.
"Ekh masa kita semua cuma jadi penonton, pecundang banget kita .!!" ucap Aman.
__ADS_1
"Tapi kita gak boleh gegabah juga kita kan gak tau masalah mereka itu apa ??" sahut Bayu.
"Sekarang kita nonton aja dulu nanti kalau dia kewalahan baru kita bertindak," jelas Rayhan. Yang ada dalam hati, sebenarnya dia sangat takut.
"Woyyyy.!!!" teriak Kinara pada laki-laki yang mencoba kabur darinya.
"Berhenti loe,!!!!" Kinara mendengus emosi. Lantas kaki ramping itu berlari cepat mengejar lelaki tersebut.
"Brruuuggghhhhh", satu orang lagi berhasil Kinara lumpuhkan. Kinara melayangkan pukulan kuat kaki panjangnya pada bagian belakang tubuh lelaki yang tengah berlari menghindarinya.
"Bangun loe pengecut.!!!" Kinara kembali meremas kerah bulat pada baju yang dipakai lelaki tersebut.
Kinara hendak melayangkan kepalan tangannya, "Loe pilih kuburan atau ruamah sakit,??" tanya Kinara setengah mengancam.
"Ampun-ampun," laki-laki tersebut mengiba.
Brrrrugghh
Kinara melemparnya didepan rumah yang nampak sederhana dan tak jauh dari lokasi.
"Rumah ini, apa yang psychopath ini lakukan disini," Rayhan memutar tatapannya melihat sekeliling menyelidiki hal apa yang diinginkan Kinara dari lelaki tersebut untuk rumah ini.
"Tok, tok, tok." terdengar suara nyaring dari pintu yang mulai usang, di mana
Kinara mengetuknya beberapa kali.
"Assalamu'alaikm," kalimat itu Kinara lemparkan beberapa kali. Tak lama kemudian keluar seorang ibu paruh baya dengan lengan yang masih diperban. "Wa'alaikum salam," jawabnya.
"Nak, ada apa. ??" Nampaknya ibu tersebut masih mengenali wajah orang yang menolongnya, terlihat dia tak asing dengan kehadiran Kinara dan Rayhan, juga senyumnya begitu mengembang ketika melihat kedatangan mereka (Kinara dan Rayhan).
"Minta maaf loe.!!!" Kinara menendang kecil bagian belakang dari tubuh lelaki yang masih terduduk disampingnya, lalu dia melempar senyum kecil pada ibu paruh baya tersebut.
"Saya minta maaf bu," kata itu terucap
begitu pelan.
"Kurang keras !!." Kinara menarik rambut dari bagian pangakal kepala laki-laki tadi.
"Sa-sa saya, minta maaf bbbuuk." lelaki tersebut nampak begitu gugup, ketakutan.
"Loe itu niat gak sih heuh ??" Kinara menatap kesal wajah laki-laki tak berdaya itu.
Maaf bila ceritanya masih begitu ngambang..
__ADS_1
Jangan lupa klik ππππ₯°π₯°π₯°π₯°