Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Ray dan kinara. (Revisi)


__ADS_3

"Jurus-Jurus kamu semakin hebat Kinar." Ucap Fahmi sambil menelap keringatnya.


Kinara tersenyum senang."Terima kasik Kak, oh ia mau minum es jeruk bareng aku nggak.??" Kinara mengambil tas dan menggendongnya.


"Mm." Fahmi melihat jam ditannya. "Kakak buru-buru Kinar,"


"Ooh. Ya sudah kalo gitu aku duluan kak." Kinara melambaikan tangannya, "Dah Kak." Kinara keluar dari ruang latihan.


Latihan diarasa cukup, setelah itu Kinara memutuskan kekantin untuk membeli minuman segar dan memesan makanan berat sebagai pengganti staminanya yang terkuras.


Disela Kinara menikamati makanan dan minuman yang ia pesan, Tamara datang menghampiri Rayhan yang telah cukup lama duduk disamping Kinara namun dikursi yang berbeda, sebelumnya Kinaran dan Rayhan saling diam hanya sesekali mereka saling melirik,.


"Hai Ray, kebetulan banget kita ketemu disini." Tamara mulai mengeluarkan jurusnya saat menggoda Rayhan, lewat ekor matanya Kinara melihat kenakalan Tamara kepada Rayhan.


Jari jemari halusnya menyetuh pelipis Rayhan dengan lembut, tak hanya sisitu Tamara duduk dipangkuan Rayhan dan menyentuh halus bibir merah Rayhan membuat Kinara yang juga berada disana merasa jijik melihat kelakuan tamara.


"Sial, kalau saja gue gak laper udah gue tinggalin ini kantin, jijik banget gue." kesal Kinara lalu membelakangi mereka, mengangkat kakinya pada bidang kursi dengan tangan menongka piring makanan_nya.


"Bi, " Kinara memukul meja sedikit menggertak, "lain kali bilang sama mereka kalo mau pacaran jangan dikantin, jijik gue liatnya." Setelah membayar makanan_nya lantas Kinara pergi.


Rayhan yang melihat kekesalan Yang ditunjukan Kinara, sedikit heran.


"Apa mungkin dia cemburu.??" Fikir Rayhan. Dia kemudian berdiri seolah mengusir Tamara dari pangkuannya.


"Sial banget gue hari ini, lagian itu cowok mau maunya diperlakukan seperti itu, jijik banget gue ngeliatnya." gerutu Kinara kesal karena merasa makan siangnya tercemar oleh kelakua Tamara.


Selepas menguncikan helem dikepalanya Kinara pergi meninggalkan area parkir menuju tempat yang biasa ia kunjungi (area balapan).


Hari ini seperti yang telah mereka sepakati bersama, pihak pertama yang menantang Kinara dia adalah dua orang laki-laki bertubuh tinggi dan kekar sama-sama memiliki paras wajah yang cukup menyeramkan.


Alasan Kinara menerima tantangan mereka, karena mereka cukup belagu dan suka semena-mena sama perempuan terutama mereka yang berada diwilayah kekuasan dua orang itu, kali ini Kianara tidak akan meminta uang mereka, mereka cukup bersimpu memohon maaf kepada gadis yang sebelumnya mereka rundung, dan berjanji tak akan mengulanginya.


"Tiga,Dua,Satu, hitungan mundur tersebut menandakan balapan telah dimulai,"


Tanpa segan Kinara melelajukan kuda besinya mempertaruhkan orang yang mendapat rundungan, dengan gagah Kinara mendahului mereka.


Namun, Kinara segera menghentikan laju motor ketika melihat bayangan dari kaca spionnya, lawan dibelakanng Kinara menyerempet seorang ibu dan meninggalkannya begitu saja, Kinara berlari menolong ibu tersebut sambil mengutuki lawannya.


"Wooyy bangs***t, curang lu awas Lu." Teriak Kinara. Namun bukannya bertanggung jawab dia (lawan) Kinara malah terlihat senang dan mengacungkan jelmpol lalu memutarnya terbalik.

__ADS_1


"Sial.." Kinara sangat geram dan nampak meremas jemarinya penuh emosi.


"Awas lu gue hajar sampe ******." umpat Kinara


*Di area start *


mereka nampak cemas ketika Kinara tak juga samapai sedangkan lawannya tengah bersorak gembira atas kemenangan mereka.


"Dimana kinara ??." tanya salah satu dari mereka.


"Aku gak tau.." yang lain menjawab.


"Apa dia kecelakaan.??"


"Lah, jangan berfikir begitu..!!" Bisik yang lain.


"Aku akan susuri jalanan, aku takut dia kenapa-kenapa."


"Ok jangan lupa kabari kami jika terjadi sesuatu padanya"


Detelah itu mereka membubarkan diri, sebagian kembali ke aktivitas mereka, sedang yang lain mencari Kinara.


"Cewek itu, ternyata punya hati juga." ucapan itu keluar, tanpa Ray sadari. Dia tengah memuji Kinara.


Sementara Kinara tengah mondar mandir kebingungan dan sesekali ia nampak mendekatkan Handphone ketelinganya menunggu jawaban dari panggilan yang terhubung.


"Ayo angkat dong kak, ini orang kemana sih." Kinara nampak begitu kesal.


"Kenapa loe, ??" suara Rayhan mengejutkan kinara.


**sedari tadi Rayhan memang tengah mengikuti Kinara, entah kenapa setelah bertemu dengannya, Rayhan selalu merasa tertarik untuk mengikuti aktivitas kinara**


"Astaga gue kaget,!!" Kinara mengusup-usap dadanya.


Kinara dikejutkan dengan kehadiran Rayhan yang Tiba-Tiba berdiri di belaka ngnya. "Ngapain loe disini." Secepat mungkin sikap Kinara berubah jutek.


"Hhe he." kemudian sikapnya Kinara berubah manis.


"Apa..?? kenapa tiba-tiba loe senyum ke gue??".

__ADS_1


"Nih," Kinara menunjukan sebuah kertas berisi pernyataan dan pelunasan biaya pengobatan


"Pantesan loe susah-susah senyum ke gue rupanya ada maunya, gak usah dibuat-buat gitu, kalo terpaksa ya terpaksa aja ribet amat." Rayhan merebut kertas ditangan Kinara dan segera melunasinya.


"Loe gak usah khawatir nanti gue ganti kok." Kinara merebut handphone Rayhan dan menuliskan alamatnya.


"Gue tinggal disini." sikap Kinara kembali kesemula, Jutek.


"Dasar cewek aneh, sebentar dia manis sebentar dia cuek, jutek apa perlu gue kasih gula sedikit supaya ada manis-manisnya." Rayhan menggelengkan kepalanya karena merasa heran akan sikap Kinara, cewek yang begitu dikagumi oleh seluruh Mahasiswa dikampusnya itu.


Setelah mengantar ibu yang ia tolong kekediamannya, berhubung waktu sudah semakin malam Kinara memilih pulang ke_kediaman Ayahnya.


*Selama ini Kinara tinggal terpisah bersama Indra(kakak)nya, hanya sesekali Kinara pulang ke_kediaman Safiq (Ayah) Kinara**


"Ayah,Ayah," panggil Kinara sambil melemparkan tasnya pada kursi ruang tamu, tanpa ia sadari ternyata Rayhan juga tengah berada dirumah itu.


Kehadiran Rayhan yang terduduk diruang tamu mengejutkan Kinara.


"Loe..??" Kinara mengurungkan niatnya untuk duduk saat menyadari Rayhan berada disana.


"Gila.. ternyata loe bener-bener datang nagih duit tadi sore.??"


"Duit apa..??" tanya Safiq yang datang dengan dua gelas kopi ditangannya.


"kinara kenapa pulangnya malam.??" tanya Safiq.


"Kinara tadi abis a-bi-s.." Kinara menggaru-garuk dahinya bingung harus memberikan jawaban apa.


Rayahan memutus kata-kata Kianra."Kinara abis ba.." Pernyataan Rayhan terputus saat Kinara loncat kepangkuan Rayhan lalu menutup mulutnya menghentikan Rayhan memeberi Safiq alasan mengapa Kinara terlambat pulang.


Jarak antara mata mereka berdua sangatlah dekat, sehingga Kinara dan Rayhan terlibat saling menatap lekat.


"Ternyata dia begitu cantik." dalam hatinya Rayhan tersenyum kecil mengagumi Kinara.


"Sial kenapa dia begitu tampan." Kinara maupun Rayhan sama meradakan degup jantung yang berpacu cepat. Secepat kilat menghantam bumi.


Dengan posisi ini, Kinara bisa melihat betapa indah bola mata Rayhan, rambut hitamnya wajah menawannya, lesung pipitnya.


Siapapun akan mudah mengagumi dan jatuh cinta kepada Rayhan.

__ADS_1


Rayhan. Ditatapnya wajah Kinara yang begitu cantik, bibir kecil dengan wajah putih dengan polesan sederhana namun cukup mempesona, Rayhan akhirnya sadar alasan kenapa Aman dan Bayu begitu mengagumi Kinara.


__ADS_2