
Rayhan beranjak membawa hati yang kecewa.
Rayhan terduduk ditepi tangga yang cukup sepi.
Fikirannya melayang jauh penuh penyesalan.
Menyesali perjodohan dan menghianati sebuah hubungan.
Setelah menyaksikan Kinara dan Fahmi yang tampak begitu terpukul dan kecewa, fikiran Rayhan tak henti dihinggapi penyesalan yang bertubi-tubi.
"Bagai mana mungkin dirinya akan merebut pengantin orang lain". Fikirnya. "Dan bagai mana mungkin Rayhan akan menikahi perempuan itu, sedangkan hatinya terpaut untuk orang lain."
Salah faham akan hal yang baru saja dilihatnya, membuat Rayhan sempat berfikir untuk membatalkan pernikahan itu.
(******)
Di tempat lain.
Tepatnya, ditempat seorang perempuan tengah berpose dengan gemulai memamerkan lekuk tubuhnya didepan lensa camera. Berdiri seorang perempuan mengamati aktivitas sang model didepannya, dia adalah Kinara. Dengan sejuta pertanyan dan keraguan yang cukup mengganggu, "bagai mana mungkin aku sanggup bersaing dengannya merebutkan hati Rayhan, sedangkan perempuan itu, pemilik tubuh sexy dan semakin menarik ditopang rupa cantik, menjadikannya begitu sempurna. Tak akan ada satu pun lelaki yang menolak didekatinya, lelaki manapun jelas akan menggilainya". Fikir Kinara. "Rayhan, aku semakin tidak percaya diri mengikuti keputusanmu, menikah. Sedangakan aku tau hatimu telah terpaut pada perempuan lain," fikir Kinara. Ketakutan itu kian muncul setelah mendengar pernyataan Andini, "beberapa hari yang lalu tamara memamerkan photo mesra mereka berdua" kata-kata itu masih terngiang ditelingnya, membunuh percaya diri dihati Kinara.
"Bisakah aku bersanding denganmu, ??" pungkas Kinara.
"Bisakah aku bersanding denganmu, ?? pungkas Rayhan.
Baik Kinara maupun Rayhan, mereka sama-sama dirundu salah faham mengenai kedekatan masing-masing. Siapa sangka kesalahan itu membuat hubungan keduanya semakin sulit dan sama-sama menjauh dengan dalih tak ingin saling menyakiti.
Lebih dari sepuluh menit, Kinara masih mematung menyaksikan Tamara dengan sejuta kelebihan yang dimilikinya.
*Tamara adalah sosok perempuan dengan sejuta kemampuan terutama dibidang modeling, namun dia terlahir dengan watak yang cukup buruk, Dimana dia tak akan melepaskan apapun yang sudah menjadi targetnya, bahkan Tamara akan melakukan hal apapun demi tercapainya hal tersebut, selain itu, ketenarannya dibidang yang ia geluti membuatnya angkuh dan sombong.*
*Lain dengan Kinara, tumbuh besar bersama seorang kakak laki-laki dan seorang ayah sekaligus ibu tunggal untuknya, membuat Kinara tumbuh menjadi sosok yang mandiri berjiwa kuat dan berani. Dibalik wataknya tersebut, Kinara menyimpan kelembutan hati dan toleransi yang tinggi, terlebih Kinara adalah perempuan dengan pendirian yang kokoh membuatnya memilih alur yang benar-benar tercipta dari dirinya sendiri"
Lebih dari sepuluh menit, Rayhan terhanyut memikirkan kelebihan Fahmi, dimata Rayhan, Fahmi adalah sosok sempurna, baginya perempuan mana pun akan dengan mudah bertekuk lutut dihadapan Fahmi. Terlebih Fahmi adalah sosok lelaki dengan kematangan yang sempurna, baik itu segi usia maupun dari segi karier.
*Fahmi sendiri memiliki watak yang cukup baik. Dia akan sangat perhatian dan lembut pada seseorang yang benar-benar disukainya, namun Fahmi adalah seorang yang cuek, tertutup dan dingin, bahkan Fahmi adalah tipe lelaki yang jarang sekali tersenyum untuk orang lain*
__ADS_1
*Rayhan. Terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga terpandang tak serta merta menjadikannya memiliki sikap angkuh dan sombong. Selain tampan, Rayhan tumbuh dengan sikap lembut periang dan penuh pengertian membuatnya mudah bergaul dan disukai banyak orang*
***
Sepuluh menit kemudian..
"Aku mungkin bisa memanfaatkan Tamara" bersamaan dengan itu Rayhan menggeser panah pada layar handphonenya menuju tanda berwarna hijau pertanda menerima panggilan.
****
Setelah beberapa menit saat fikiran Kinara masih merujuk pada kedekatan Rayhan dan Tamara. Fikirannya dibuyarkan dengan suara ketukan beasal dari hentakan kaki seseorang.
Segera Kinara memalingkan wajah dan menutupinya dengan topi saat seseorang berjalan didepannya.
Seseorang itu adalah Rayhan, tengah mengayunkan langkahnya menuju tempat pemotretan untuk memenuhi panggilan Tamara.
Terlihat senyum mengembang dari bibir yang dihiasi gincu berwarna merah menyala.
Tamara, dia sempat meminta Rayhan untuk berpoto berdua, dan tentunya telah Rayhan penuhi dengan setengah hati.
Setelah menyaksikan kemesraan mereka berdua(Tamara dan Rayhan). Kinara mengayunkan langkahnya meninggalkan tempat itu, sempat dihinggapi rasa kecewa namun perlahan Kinara buang, karena bagi Kinara kecewa itu bukanlah miliknya mengingat antara Kinara dan Rayhan hanya sebuah ikatan perjodohan yang tak berarti apa-apa.
Kinara berlalu meninggalkan tempat pemotretan. Saat ini dirinya tengah berdiri dibawah teriknya matahari menunggu angkot menepi. Kinara memutuskan bolos dari mata kuliahnya, Kinara merasa malas mengikuti mata kuliah dengan fikiran kacau seperti saat ini, yang kemungkinan hanya akan menyia-nyiakan waktunya.
Tak beberapa lama kemudian sebuah angkot menepi didepannya, Kinara beranjak menaiki angkot tersebut sebelum akhirnya terhenti ketika melihat sorang nenek yang tengah kesulitan saat akan menyebrang dan cukup kerepotan dengan barang bawaannya, nenek itu berniat menaiki angkot yang sama, namun masih berdiri ditepi sebrang menunggu surutnya lalu lalang kendaraan.
Kinara yang melihat hal tersebut tak lantas membiarkannya, Kinara terlebih dahulu meminta supir menunggunya, kemudian menjemput nenek dan menenteng sebagian barang bawaan dari tangan nenek tersebut.
Nenek tersebut nampak tersenyum bahagia mengiringi ucapan, "terima kasih." Wajah keriput itu tak bisa menyembunyikan senyum yang terus terkembang dari bibirnya.
Seseorang yang berdiri menyaksikan kebaikan yang diam-diam ditunjukan Kinara terlihat tersenyum kagum.
Dia, Tamara sedikit kesal saat melihat Rayhan menghentikan langkahnya demi menyaksikan Kinara yang perlahan berlalu bersama sorang nenek diangkot berwarna biru tua itu.
Tamara kemudian menarik paksa Rayhan dengan kesal dan tidak suka, perlahan menghilanglah senyum yang tersirat dari bibir laki-laki dengan lesung pipit diwajahnya.
__ADS_1
Di dalam angkot Kinara memalingkan wajah pahitnya, ketika melihat Tamara menggandeng Rayhan yang kemudian berpisah ketika memasuki mobil sama dari pintu yang berbeda.
Sejak saat itu Rayhan terus saja tersenyum kagum, hatinya seolah dipenuhi dengan pujian-pujian untuk Kinara. Akhirnya Rayhan menyadari apa yang dikatakan Aman tempo lalu benar adanya. Rayhan tersenyum kecil hingga bibirnya nampak melebar beberapa senti "Kinara !" ucap Rayhan dsambil terus saja tersenyum kagum.
Melihat Rayhan senyum-senyum sendiri membuat Tamara kesal. Terlebih, panjang lebar kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak ditanggapi Rayhan sedikutpun.
"Ray, terima kasih loh udah mau nganter aku ke mall, sampe-sampe kamu mau bolos kuliah demi aku" ucap Tamara basa basi, namun tidak ditanggapi Rayhan. Si empunya asik senyum sendiri tanpa menanggapi perempuan disampingnya.
"Oo ia Ray, terima kasih ya udah mau poto bareng aku"
Tamara masih tidak digubrisnya.
"Ray. kamu mau gak aku traktir ?? berhubung honor aku kali ini cukup lumayan jadi aku akan traktir kamu, apapun yang kamu mau silahkan ambil nanti biar aku yang bayar !!" Tamara sengaja memanis-maniskan kata-katanya demi menarik simpati Rayhan. Namun sayangnya Rayhan malah asik sendiri, hingga akhirnya sebuah kalimat terucap dari bibir Rayhan, membuat Tamara kesal sejadinya.
"Raayy" teriak Tamara. Rayhan yang terkejut seketika menginjak rem, hingga membuat Tamara tersungkur kedepan.
"Aaaduuhh" ringis Tamara sambil memegangi jidatnya.
"Oh sorry sorry" Rayhan segera mematikan mobilnya didepan sebuah bengkel lalu mengecek jidat Tamara.
"Sakiittt" tutur Tamara manaja.
"Sakit ya ??" kemudian Rayhan berinisiatif meniupnya.
Di kesempatan yang baik itu Tamara segera mengambil gambar untuk ia pamerkan.
PoV Kinara.
Setelah sampai didepan bengkel Kinara kemudian turun untuk mengambil motornya yang sempat ia titipkan beberapa hari lalu.
Setelah memberiakan kembalian ongkos yang Kinara berikan, sopir itu kembali melajukan mobilnya.
Kinara sendiri berbalik menghadap kearah bengkel. Namun sebelumnya, dari balik kaca angkot Kinara sempat melihat sesosok laki-laki dan seorang perempuan disampingnya. Dilihatnya lelaki itu tengah mencium perempuan tersebut.
Kinara sempat menyelidik ketika mobil berwana merah itu terhalang angkot yang baru ia turun darinya, setelah angkot itu melaju nampaklah Rayhan dan Tamara disana, wajah mereka kian terlihat jelas dari pintu kaca yang terbuka.
__ADS_1