Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
kinara kalah.


__ADS_3

"*K*reeeecck."; Kinara mengoyak kemeja berwarna merah maroon Rayhan hingga mempertunjukkan bidang kekar dada dibaliknya yang sontak membuat Kinara tertunduk malau, sedangkan perempuan yang mengidolakan Rayhan tampak terkegum-kagum.


"Aaa, aku mau dadanya,"


"Wow dadanya."


"Mau dong dipeluk Rayhan ." ucapan itu keluar hampir dari semua penonton perempuan.


"Sorry gue gak sengaja." Kinara langsung mematung sambil menutupi wajahnya, menyembunyikan rona raut yang berwarna merah menyala karena malu telah menarik pakain Rayhan hingga sebagian dadanya terbuka tepat didepannya, tetapi lain pada Rayhan dia tidak terlalu memperdulikan hal itu baginya telanjang dada bukan hal yang begitu memalukan walaupun diruangan itu sedikit ramai.


Kinara masih mematung dengan raut malu juga rasa bersalah hingga membuatnya kehilangan kesempatan menyelamatkan gawang dibelakangnya.. Mm ya tentu saja Rayhan mengambil kesempatan baik tersebut untuk mengakahkan lawannya (tim Kinara).


"Gooooll." Sura riuh diiringi tiupan peluit tanda waktu pertandingan usai seolah membangunkan Kinara dari tidurnya, karena saking terkejutnya.


"Apa gol.?? jadi gue kalah.??" Kinara berdecak kesal sedikit tak percaya.


"Pak tambahan waktu dong pak." mohon Kinara.


"Dalam pertandingan tambahan waktu itu hanya diberikan satu kali." Rayhan yang menjawab sambil berjalan kearah Kinara penuh maksud.


Sedangkan pak pengadil tersenyum meng-iakan penjelasan Rayhan.


Kinara tak bisa lagi berbuat apa-apa selain menerima kekalahannya dengan lapang dada, dan mau memenuhi permintaan Rayhan, tapi tentunya tidak pada hal konyol dipermintaan kedua Rayhan.


Mustahil dong itu terjadi secara Kinara belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. hihi.


Rayhan terus berjalan kearah Kinara, tatapannya lurus mengandung pertanyaan yang sulit di artikan, juga senyum yang ia siratkan seolah tengah mengancam Kinara.


Kinara termanggu dengan tatapan kosong kearah Rayhan.


"Gak !!, Ini nggak mungkin, gue yakin ini mimpi," batin Kinara, dia menepuk kasar dahinya berharap kejadian ini hanya mimpi.


Tapi tidak.!! itu bukan mimpi, Kinara harap-harap cemas dengan nasibnya, apakah itu akan terjadi.?? atau itu hanya gertakannya saja??, apakah Rayhan berniat mempermalukannya atau mungkin dia memiliki maksud lain aakkh tidak lah itu semua tidak mungkin, dan mungkin saja ada hal lain yang mendorongnya meminta hal tersebut.

__ADS_1


"Gak Kinar, loe gak boleh panik, please hati jangan tegang begitu lah." Kinara membuang nafasnya resah saat jarak Rayhan kini semakin dekat dengannya.


"Ya tuhan gue harus gimana.?? Kalo gue kabur, orang-orang terutama dia pasti nertawaain gue, tapi kalo gue tetap disini dan dia menuntut gue untuk memenuhi permintaannya?? yaah, gue harus gimana please tolong gue siapapun itu." Batin Kinara terus saja cemas dan ketakutan.


*p**oV* Rayhan.


"Gue mau lihat apa dia akan memenuhi permintaan gue yang gak masuk akal itu? rasanya gak mungkin dia nolak gue, secara perempuan mana sih yang gak mau nyium cowok setampan gue, secara gue kan begitu diidolakan, aneh kali kalo ada, alah kalo betul dia mau melakukan itu berarti dia sama dong dengan yang lain hanya mencintai ketampanan gue bukan mengagumi hati gue, dih." Batin Rayhan tak henti membandingkan Kinara dengan perempuan lainnya, yang selalu tergila-gila karena Ketampanan atau yang paling parah tergila-gila karena harta yang Rayhan miliki.


**Selama ini Rayhan selalu dibuat geram dengan tingkah perempuan yang mendekatinya, berulang kali Rayhan harus naas menerima takdir cintanya, di awal-awal hubungan Rayhan akan dikejar-kejar seolah dia benar-benar tulus mencintainya namun setelah berjalan beberapa bulan atau beberapa minggu, dia (mantan kekasih)Rayhan akan berubah matrealistis dan menjijikan menurut Rayhan.


Sebenarnya tipe perempuan yang Rayhan inginkan cukup lumrah. Rayhan hanya ingin pasngan yang bisa saling mengerti dan mandiri, bahkan Rayhan sendiri tidak terlalu menyukai perempuan manja, yang apa-apa harus diturutinya**


"Stooppp, loe jangan melangkah lagi.!!!" teriak Kinara, sebelah tangan menghentikan Rayhan dan yang lain menutupi matanya.


"Ok gue ngaku kalah, gue minta maaf." Kinara memalingkan wajahnya dari dada Rayhan yang sebagian tampak terbuka terlihat sangat sexy dan kekar.


"Ucapan loe kurang keras." Rayhan terhenti saat tangan Kinara menahannya.


"Permintaan maaf loe gak tulus." Rayhan meraih kedua tangan Kinara dan menariknya kedalam pelukan.


"Haaaaaa." Perempuan lain ternganga melihat Kinara ditarik paksa kepelukan Rayhan.


"Loe gak sopan, saat bicara tatap mata gue, ucapkan sekali lagi." Pinta Rayhan.


Sekilas Kinara mengangkat kepalanya melihat Rayhan, setelah menyadari dada Rayhan masih terbuka tepat di wajahnya, Kinara kembali membenamkan mata dibalik kelopaknya.


Mendapati reaksi lucu Kinara yang kini ada dalam dekapannya membuat Rayhan terkekeh geli, apalagi saat Kinara memaksa matanya menolak melihat dada Rayhan yang setengah terbuka karena ulah dirinya sendiri.


Lalu Rayhan mengangkat dagu Kinara mendekatkan bibir bersemu merah itu pada jangakuannya.


"Cuupp" Rayhan mencium halus bibir Kinara yang tampak sangat menggoda, membuat pipi sang pemilik terbakar sebab terkejut setengah mati.


Berjuta perasaan tumbuh dihatinya,rasa tak percaya, juga malu dan gugup tak karuan, Kinara dibuat bingung harus kah dia merasa senang dan kesal atau perasaan apakah itu Kinara sendiri tak bisa mengungkapkannya semuanya bercampur aduk mengembang sempurna dijantungnya.

__ADS_1


Selain Kinara, orang-orang yang ada disekelilingnya juga merasakan hal yang sama, mereka sangat terkejut saat ikut menyaksikan kejadian langka tersebut, bahkan mereka sampai mengabadikannya.


"Ooohh Sweet." ucap salah satu dari mereka, seketika Kinara tersadar atas hal yang tengah dilakukannya.


Kinara lantas mendorong Rayhan dan menamparnya.


"Plaaaakkkk." Pipi kuning langsat itu berubah memerah.


"Loe ." Kesal Kinara menunjuk Rayhan geram lalu meninggalkan lapangan menuju parkiran.


Meskipun Rayhan merasakan sakit dari tamaparan Kinara namun dalam hatinya Rayhan terkikik geli, Rayhan tau hal ini kali pertama untuk Kinara apalagi Rayhan melakukannya dengan sedikit memaksa, wajar saja jika Kinara bertindak lebih atas dirinya.


"Siiiaaaaaal, kenapa harus kalah sih, lagian kenapa dia tiba-tiba nyium gue, dan gue begoo malah nerima hal menijijikan itu begitu saja." Gerutu kesal Kinara sambil mengusap kasar bibirnya.


"Kenapa sih itu cowok harus ngampus disini jadi semena-mena kan sama gue, aaaakkkhh." Kinara mengacak rambutnya kesal.


"Tuhan kenapa hari ini gue begitu sial." Kinara berdiri disamping motor kesayangannya sambil terus mengutuki hal memalukan dilapangan tadi, belum selesai dengan kesialan sebelumnya, kesialan lain datang.


"Aaaaaaaaaaaa siaaalll." Kinara kembali berteriak kesal saat mendapati ban motornya tampak kempes.


"Ya tuhan tak habis-habisnya kesialan ini." Gumamnya. "Mana tambal ban jauh." Kinara berdecak kesal.


"Sial sial sial." Kinara mengerang kesal dan terus merutuki nasib kurang baik yang menimpa dirinya. Kini tak ada pilihan lain selain harus mendorong motornya ketempat tambal ban.


Β 


Di lapangan Rayhan masih terduduk santai sementara untuk menghilangkan rasa capek sambil sesekali memegangi pipinya.


Β 


"Pasti sakit kan Ray.?? Aman tersenyum setengah mengejek pada temannya itu.


jangan lupa likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ gratis kok,Ya kaaannn??? πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2