
"Mana Rayhan ??" tanya Karin.
Kinara tersenyum tipis."Masih diluar. Dia bilang minta waktu sebentar !!."
"Ooo. Baiklah kalo begitu," sahut Rahman.
Indra berdiri. "Saya akan susul Rayhan" kemudian Indra melangkah pergi setelah Safiq dan Rahman menganggukinya.
"Ray.??" Indra menepuk kecil pundak Rayhan membuatnya menegakkan batang lehernya menatap ke arah Indra.
Rayhan masih dengan posisi yang sama satelah Kinara meninggalkannya.
Indra duduk disamping Rayhan, "Kenapa loe, keberatan.??" Suara indra terdengar sedikit khawatir.
"Apa ini tidak terlalu cepat, ??" jawab Rayhan lemah. "Aku rasa ini cukup sulit," tambahnya ragu.
Indra menghela nafasnya sebelum menanggapi pertanyaan Rayhan. "Bagi orang yang baru mengenal Kinara pastinya akan sulit menerimanya. Terlebih sikap dan kelakuan Kinara yang tak biasa, aku sendiri tak heran ketika orang banyak berfikir kalau Kinara itu, perempuan kasar dan suka nyari masalah.
Tapi percayalah kinara itu perempuan baik dan berhati lembut, hanya saja dia tak bisa diam melihat orang lain ditindas itulah sebabnya dia sering berbuat kasar dan ribut.
Tapi semuanya terserah loe, loe mau terima ataupun menolak itu hak loe, dan jika loe memutuskan untuk menerima pernikahan itu, gue minta jaga dia baik-baik, !! bagi gue, dia segalanya jangan sakitin dia.!!"
Indra berdiri dan berbalik, "Satu lagi, kenali dia dari hatinya !!." kemudian Indra meneruskan langkahnya meninggalkan Rayhan.
***Tak sedikit dari mereka mengatakan hal yang sama. Namun itu belum cukup meyakinkan Rayhan, kerap kali Rayhan menemukan sisi baik pada diri Kinara, tetapi tak jarang menemukan hal yang cukup bertolak belakang, membuatnya tak bisa mencerna karakter Kinara yang sesungguhnya.***
"Kinara ??." Safiq memegang halus tangan anak bungsunya, "Ayah serahkan semua ini kepadamu. Ini akan menjadi jalan hidupmu yang baru, dan kamu sendiri yang menjalaninya. Jadi, tentukanlah dan pertimbangkan ini dengan baik, ayah ingin yang terbaik untuk kamu sayang dan yang terbaik itu Rayhan !!."
Kinara membalas genggaman Safiq. "Ayah. Kinara serahkan semua ini kepada Rayhan, apapun yang Rayhan putuskan itu juga menjadi keputusan Kinara."
Karin memeluk bahagia Kinara, "Terimakasih sayang".
"Dra.. " Rahman menegakkan kepalanya ketika Indra kembali setelah menyusul Rayhan. "Mana Rayhan..??"
"Dia diluar, biarkan dia mempertimbangkan ini.." jawab Indra lalu kembali duduk.
Rahman nampak begitu resah, dirinya khawatir Rayhan akan menolak perjodohan ini, berkali-kali Rahman mengusap kasar wajahnya dan semakin resah karena Rayhan tak juga kembali.
Beberapa menit kemudian Rayhan datang dengan rambut kelimis dan wajah yang lebih segar, terlihat bulir-bulir bening masih membasahi wajahnya.
__ADS_1
Rayhan tersenyum tipis melihat kekhawatiran di wajah orang-orang yang tengah menatapnya. "Maaf menunggu lama," kemudian duduk disamping Kinara. "Tadi Rayhan ke Mushala sebentar," Rayhan langsung memberi alasan sebelum Rahman melemparkan pertanyaan padanya.
Mendengar alasan Rayhan hati Kinara seolah terenyuh kagum atas ketaatan Rayhan dalam beragama.
"Tidak apa-apa, Nak" Safiq tersenyum suka padanya.
"Jadi bagai mana Ray..??" tanya Rahman tak sabar menunggu kepastian.
Rayhan nampak terdiam sesaat, sontak mengundang ke khawatiran, kemudian dengan mantap mengatakan, "saya .... ingin lebih mengenali Kinara dari hatinya. jadi saya setuju menikah dengan Kinara." Pernyataan itu diiringi senyum penuh keyakinan.
Kinara yang tertunduk mentap lurus pada handohone di pangkuannya, seketika menegakkan batang lehernya lalu menatap tak percaya pada Rayhan.
"Alhamdulillah," tergelegar bahagia mengikuti kesediaan Rayhan, memecah keresahan dan ketegangan, "Terima kasih, Nak." Rahman nampak begitu bahagia, begitu juga dengan Karin, Safiq
dan Indra, rona bahagia begitu terpancar diwajah mereka.
Pernyataan Rayhan telah memutus tali harapan seseorang dibalik pesan yang dikirim untuk Kinara.
"Kinara izin ke toilet sebentar." Ucapan itu diangguki Karin dan Rahman. kemudian Kinara segera meninggalkan mereka.
Saat bersamaan Rayhan mendapati notifikasi dari pesan yang dikirim Fahmi dilayar handphone Kinara yang sengaja ia taruh diatas kursi.
Kinara menatap bayang dirinya yang terpantul dari cermin didepannya.
Dirinya masih tak percaya dengan pernyataan Rayhan yang bersedia menikahinya, awalnya Kinara menganggap Rayhan tidak akan setuju dengan perjodohan ini.
Tapi ternyata lain. Kinara bingung dengan perasaannya sendiri, perasaan ini apakah bahagia atau sedih, namun yang pasti semua ini terlalu singkat untuk kinara.
Bagai mana tidak pertemuan yang belum genap satu minggu itu kini berakhir pernikahan, bukankah untuk saling mengenalpun waktu tersebut terlalu singkat.
Setelah beberapa menit, Kinara kembali dan duduk diantara mereka yang tengah bercerita dan tertawa renyah menceritakan pengalaman masing-masing.
Sebelum menduduki kursinya, terlebih dahulu Kinara nengambil handphone yang ia taruh di atas kursi, tiba-tiba Kinara terbelalak saat melihat beberapa pesan yang ia terima dari Fahmi, bukan isi pesannya yang membuat kinara terkejut, tetapi karena pesan pribadinya telah dibuka orang lain.
** sebelum Kinara pergi ke toilet, Kinara tengah menunggu balasan dari Fahmi. Dalam pesannya Kinara menanyakan keadaan rumah latihan bela diri untuk anak didiknya yang tengah direnopasi, namun tak disangka Fahmi mambalas Kinara dengan penyataan..
*Kinara. Entah berapa kali pesan serupa telah kamu terima, dan ungkapan yang sama telah aku sampaikan, bahkan hati ini tau jawaban sama akan engkau berikan, tetapi dia(hati) menolak untuk menyerah memperjuangkan cintamu, sejak mengenali dirimu hati ini menolak kehadiran perempuan lain selain dirimu. Kinara *aku akan sabar menunggumu mencintai diriku, I❤️U*.*
Kinara tak bisa memastikan siapa orang yang telah membuka pesannya, Kinara melirik teman duduk dikiri dan kanannya (Rayhan dan Karin).
__ADS_1
Apakah Rayhan atau Karin yang telah membukanya.. ?? Kinara tak tau, !! sebab expresi keduanya sama datar tak ada yang mencurigakan, mereka berdua nampak biasa saja.
Namun siapapun itu Kinara berharap dia(yang membuka) tidak sempat membaca isi pesan yang pastinya akan menimbulkan salah paham, tanpa berfikir terlalu jauh Kinara kembali duduk dikursinya.
POV Rayhan.
"Sudah ku duga," Rayhan mengepalkan jari tangannya kesal dan geram. Kemarahan yang tertahan menjadi emosi yang tak terluahkan.
Pesan yang singkat singkat itu, membuat Rayhan amat kesal pada Kinara, dirinya seakan tak rela jika Kinara mendapat pernyataan itu dari laki-laki selain dirinya.
"Kenapa gue jadi kesal begini" Rayhan menusuk kasar daging dipiringnya "Gak gue gak mungkin cemburu" batinnya mencoba menolak perasaan itu.
Kinara dan Rayhan kembali berada dalam satu mobil, namun lagi-lagi disana hanya terdapat deruman suara mesin tanpa seorang pun membuka bicara.
"Oo Iya. Om Rahman tadi bilang untuk sementara pernikahan kalian akan dilaksanakan di KUA, berhubung segalanya mendadak jadi kita semua tidak akan sempat mempersiapkan pesta mewah untuk kalian, tapi om Rahman maupun ayah mereka sama-sama setuju pesta pernikahan itu digelar setelah om Rahman pulang dari luar negri" Indra tetap fokus pada layar laptop dipangkuannya.
"Ya bagus lah" respon Rayhan acuh. Sebenarnya dia masih kesal dengan pesan yang dia temukan.
"Kak apa loe yakin mau nikahin gue ??" tanya Kinara kesal karena mendengar ucapan Rayhan.
"Emang nya kenapa masalah??" dengan kesal menjawab pertanyaan Kinara.
Indra menyempatkan menoleh kebelakang, dan dilihatnya mereka yang kurang beres.
"Iya, kenapa keberatan ??..." Kianara menaikkan nada suaranya dan menatap Rayhan kesal.
"Iya, gue keberatan nikahin loe. !!" balas Rayhan.
"Loe pikir, gue mau dinikahin loe, idih jangan kepedean loe!!"
"Loe yang kepedean,"
"Loe !!"
"Loe!!" mereka berdua saling membalas tanpa berfikir mengalah.
"Diam-diam" Indra sedikit menaikan nada suaranya. "Kalian!! semenit akur, semenit berantem, jatuh cinta tau rasa, malu seumur-umur tuh !!. Kalian besok lusa udah mau nikah jangan pada egois, lagian kalian udah pada dewasa, berantem aja kayak anak kecil, ayo minta maaf !!."
"Kagak.. !!" keduanya kompak sama-sama memalingkan wajahnya kearah jendela.
__ADS_1
..haiii readers jangan lupa like komen, dan dukung saya. ❤️❤️❤️ Thank you.