Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Penjelasan Fahmi


__ADS_3

"Apa yang ada dalam fikirannya.?" Kinara mendengus frustasi.


Kesal, kecewa, marah dan emosi seakan bertautan dihati Kinara, meskipun telah mencoba tenang dan menganggap wajar ucapan Rayhan, namun tetap saja perasaan itu tetap muncul dihati Kinara.


Apa yang Andini dan Indra katakan, itulah yang tengah ia khawatirkan. Tentang kepercayaan yang menjadi modal utama dalam sebuah pernikahan.


Entahlah, walaupun mencoba tenang namun semuanya tidak semudah itu.


Sejak satu jam yang lalu Kinara hanya terduduk diam dibelakang Faldi yang tengah mempraktikkan semua Juru-Jurus yang telah Kinara ajarkan.


Kinara kini tengah menatap lurus arah didepannya, bukan untuk menikmati keindahan dihadapannya atau tengah memerhatikan setiap gerakan tubuh Faldi yang bergera-gerak tak jauh darinya, tetapi Kinara sedang menatap kosong arah itu dan sesekali dia hanya mengacak rambutnya marah dan kesal atas kejadian yang menimpanya, dan dia tak bisa berbuat Apa-Apa.


...


...


...


Rayhan.


Sejak kepergian Indra, dirinya masih duduk gusar diruang tamu.


Rayhan terduduk menimbang ucapan Indra yang mengatakan bahwa mungkin dirinya cemburu kepada Kinara.


Ingin menolak kemungkinan tersebut tetapi yang dikatakan Indra ada benarnya.


Pasalnya, Rayhan sering merasakan ketidak relaannya saat melihat Kinara yang sering bertemu dengan Fahmi, baik itu disengaja maupun tidak disengaja.


Rayhan yang selalu menganggap antara Kinara dan Fahmi terpaut suatu hubungan yang sangat dekat. Semua itu mungkin bukan tanpa alasan, pasalnya Fahmi selalu ada dimanapun Kinara berada dan selalu ada disaat Kinara membutuhkannya.


Seperti yang terjadi diarea balapan, dimana menjadi tempat pertama Rayhan bertemu dengan Kinara, saat itu Rayhan melihat seorang lelaki berdiri memerhatikan Kinara dari kejauhan, walau ketika itu Rayhan tidak terlalu menghiraukannya, namun setelah bertemu kembali dikampus Rayhan menyimpulkan lelaki itu bukan sekedar penonton biasa namun lebih tepatnya penggemar dan penyuka Kinara, sorot mata Fahmi menjadi bukti betapa dia menaruh perasaannya untuk Kinara.


Lalu setelah itu ia mencoba menggali dan mencari informasi lebih jauh. Benar saja, ternyata kecurigaa Rayhan begitulah adanya, diketahui Fahmi pernah beberapa kali menyatakan cintanya kepada Kinara, meskipun tak ada kejelasan tentang hubungan mereka namun dengan cepat Rayhan menyimpulkan Kinara telah terlibat asmara dengan Fahmi.


Dan untuk saat ini Rayhan dapat memastikan dirinya memang tengah dilanda cemburu yang hebat kepada Kinara, penolakannya terhadap penjelasan Kinara atas kejadian dirumah sakit itu menjadi bukti kekecewaan yang bersumber dari munculnya rasa cemburu yang berlebihan dihati Rayahan, hingga membuatnya enggan untuk menerima penjelasan Kinara.


"Kinara, ternyata aku telah menyukaimu sejak pertama kita bertemu," Rayhan menggelng senyum memertawai dirinya sendiri. "Ternyata aku cukup bodoh mengartikan perasaan ini."


Tanpa fikir panjang Rayhan segera bergegas menyusul Kinara, "Tapi bagai mana dengan Fahmi.?" Rayhan kembali mundur seraya berfikir, "Tapi, apapun yang terjadi kedepannya yang penting aku sudah mengatakan perasaanku dan mengetahui perasaan Kinara, aku hanya perlu memastikan siapa yang akan Kinara pilih.!"


Lalu setelah itu Rayhan bergegas keluar untuk menyusul Kinara.


Kemana itu,,? Rayhan sudah tau harus kemana ia mencari Kinara sekarang.


Rayhan tidak akan lagi mengundurkan niatnya untuk meminta maaf kepada Kinara, dia berfikir harus segera mengakhiri kesalah fahaman ini.


Waktu menunjukan pukul 19:30. Setelah turun dari angkutan umum Rayhan mematung didepan lorong menuju kediaman Faldi.


Setelah cukup lama berdiri disana. Rayhan melenggang, namun sebuah panggilan menghentikan langkah dan memaksanya untuk berbalik.


Saat berbalik dan mendapati Fahmi berdiri dibelakang, seketika Rayhan menekuk wajahnya kemudian kembali mengayunkan langkah yang sempat terhenti.


"Rayhan, tunggu.!" Cegah Andini.


"Gue mohon dengerin dulu penjelasan kita." Tambah Andini.


"Ngapain loe datang bawa dia.? Atau dia sengaja datang untuk bertemu Kinara.?" Ucap Rayhan sambil membelakangi mereka.


"Bukan,!" Sanggah Fahmi. "Gue datang buat nemuin loe, Ray."


Tanpa bertanya mengapa Fahmi mencarinya, Rayhan kembali melenggangkan kakinya.


"Kalo loe terus ngehindari gue, bagai mana loe tau kejadian yang sebenarnya.?" Fahmi sengaja berteriak karena Rayhan kembali menghindarinya yang berusaha menjelaskan kejadian itu.


"Ray, gue mohon dengerin dulu penjelasan kita,!" Tambah Andini. "Sampai kapan loe akan membiarkan masalah ini,? sampai kapan loe akan terus salah faham kepada Kinara.? Please dengerin dulu ! sebentar saja,! mungkin setelah ini perasaan loe bisa sedikit membaik."

__ADS_1


"Cepat katakan ! atau gue pergi.!" Ucapnya datar tapi mengancam sayangnya tetap tanpa menoleh kearah mereka berdua.


"Ok. Kejadian dirumah sakit itu murni salah gue. Gue yang bodoh! karena mau ngikuti rencana Tamara untuk misahin kalian berdua.!" Ucap Fahmi lirih penuh penyesalan.


"Maksud loe.?" Tanya Rayhan.


"Ya. Dihari pernikahan loe ! gue datang bersama Tamara yang berniat jahat kepada loe dan Kinara, dia berencana untuk menggagalkan pernikahan kalian, tapi untungnya kita berdua terlambat, loe telah selesai mengucapka ijab kabul itu, dan itulah yang membuat Tamara marah dan nyuruh gue untuk ngelakuin hal paling bodoh itu."


"Lalu kenapa loe mau ngelakuin itu.?"


"Karena gue meragukan cinta loe kepada Kinara, Rayhan.!" Ditekannya kalimat itu. "Dan gue kecewa karena loe lebih dekat dengan Tamara,!" bentak Fahmi.


Tuturnya kembali lirih penuh kekecewaan, "Gue tau kok, malam itu sebenarnya loe ada diasana kan,? saat Kinara diyeroyok.?" Fahmi menggeleng tak percaya, "Loe bodoh Ray, loe malah percaya Tamara, dan lebih memilih untuk meninggalkan Kinara."


Rayhan berbalik sambil menunduk menyesal.


Raut menyesal tergambar jelas diwajahnya.


"Iya gue memang salah,! dan gue sadari itu ! gue telah salah paham padanya." Ucap Rayhan lirih.


"Itulah kesalahn loe, Ray. Loe gak pernah percaya Kinara.!"


"Gue menyesal," Tambah Rayhan.


Fahmi menggeleng kecewa, "Jadi, saat itu gue berfikir, sebelum kalian berdua melangkah lebih jauh baik gue akhiri semua itu, dengan harapan Kinara bisa terlepas dari loe, membiarkan loe pergi dan menerima gue. Tapi kenyataannya lain, Kinara lebih memilih mengejar loe untuk menjelaskan semuanya. Bukankah itu berarti dia menerima loe dan berusaha mertahanin pernikahan kalian.?" Fahmi tersenyum penuh luka.


Rayhan mengangguk kecil setelah mencoba memahami dan mencerna setiap perkataan Fahmi.


"Tuhan nggak adil bukan,? dengan mudahnya dia menempatkan cinta dihati Kinara untuk loe yang baru beberapa hari ia kenal. Sedangkan gue, meskipun telah lama dikenalnya tetap tidak bisa meluluhkan hatinya Kinara."


"Fahmi, gue minta maaf."


"Loe ingat buku yang gue berikan waktu itu.?" Tanya Fahmi, dengan sekuat tenaga menahan hatinya untuk tidak kecewa.


Setelah beberapa detik berfikir Rayhan memgangguk, "Iya. Gue ingat."


Seketika Rayhan menatapnya intens.


"Itu adalah nama loe, Ray."


"Apa.?" Rayhan hampir dibuat tidak percaya.


"Ya. Gue sendiri yang mencoret itu, gue mungkin egois tapi kedekatan loe dengan Tamara yang memaksa gue melakukan itu."


Rayhan tersentak tak cukup mengerti.


"Ini Ray." Andini menunjukan beberapa photo yang Tamara unggah kedalam grup.


Rayhan memang tidak mengetahui itu kerena dia belum sempat bergabung kedalam grup.


Dilihatnya, Photo-Photo dirinya dengan Tamara yang pasti akan membuat siapa pun salah paham, saat dikantin [Tamara duduk dipangkuannya], di mobil, ditempat pemotretan dan Lain-lain.


"Siapa yang mengambil gambar ini, Din.?" Rayhan hampir dibuat geram.


"Gue gak tau, sebenarnya loe harus berhati-hati dengan Tamara dia akan melakukan apapun demi tujuannya."


Rayhan menggeleng tak percaya, dia akhirnya sadar bahwa selama ini telah dibuat salah menilai Tamara dan Kinara, Rayhan keliru dan benar-benar keliru.


"Sekarang loe tau'kan alasan gue ngelakuin ini,? gue sayang sama Kinara dan gak akan membiarkan siapa pun menyakitinya ! selama ini gue selalu berharap dia nerima gue. Tapi ya sudahlah, gue gak mungkin memaksa Kinara untuk menjadi takdir gue. Namun yang pasti, kejadian itu murni kesengajaan gue, loe gak bisa nyalahin Kinara."


Andini yang sedari tadi terpaku diantara percakapan mereka, hanya diam sambil meremas kain yang dipakainya. Andini tak mengerti, entah apa alasan yang membuatnya tiba-tiba tidak rela melihat Fahmi yang terlihat semenyedihkan itu.


"Ray. Baik loe segera putuskan ! apa yang harus loe lakukan,? jangan membuat Kinara menunggu.!" Saran Andini.


Rayhan mengangguk, "Sebelumnya gue minta maaf karena sempat tidak mendengarkan kalian."

__ADS_1


"Itu bukan Apa-Apa, sekarang cepat temui dia ! sebelum semuanya terlambat."


"Terima kasih Fahmi." Ucap Rayhan, kini saat bertatapan dengan Fahmi wajah Rayhan berubah Berseri-seri, tak ada lagi penolakan darinya.


Rayhan beranjak, namun sempat berbalik untuk memeluk Fahmi, "Sekali lagi terima kasih."


Ucapan itu disambut senyum kecil dari wajah Fahmi, "Loe harus jaga dia Baik-Baik.!" Fahmi perlahan melepaskan pelukan Rayhan, "Jangan sampe gue mgerebutnya dari loe." Fahmi tersenyum jahil.


"Silahkan kalo loe bisa.!" Balas Rayhan.


"Gue pergi dulu." Ucap Rayhan setelah menatap mereka berdua secara bertukaran.


Andini dan Fahmi sama menganggukinya.


Setelah kepergian Rayhan.


"Fahmi.? Apa hatimu tertutup untuk wanita lain.?" Tanya Andini meminta kepastian.


Ungkapan Andini mengundang Fahmi untuk menatapnya langsung, mencoba menggali maksud atas ucapan Andini. Beberapa menit telah berlalu dan saat itu juga Fahmi masih mencerna pertanyaan Andini yang seolah tengah mengungkapkan perasaannya.


...


...


Sepuluh menit kemudian setelah Rayhan berjalan menyusuri lorong rumah Faldi, Rayhan telah sampai didepan rumah Orang tua Faldi.


Tanpa ragu Rayhan mengetuk pintu dihadapannya beberapa kali.


Tak lama kemudian seorang ibu membukakan pintu untuk Rayhan.


"Cari siapa.?" Tanyanya.


Ibu tersebut memang belum mengetahui jikalau Kinara sudah menikah, bahkan dia tak tau kalau lelaki yang berdiri didepannya adalah suami Kinara.


"Maaf Buk. Saya mencari Kinara," ucap Rayhan sopan. "Apa dia ada disini.?"


"Ia ada, apa perlu saya panggilakan.?"


"Tidak ! Buk. Tapi, kalau boleh saya mau menemuinya langsung."


"Oh boleh, boleh. Mari ! ikuti saya.!" Pinta ibu Faldi.


Rayhan pun mengikuti langkah ibu yang akan membawanya ketempat dimana biasa Kinara melatih Faldi.


Setelah beberapa saat berjalan, kini Rayhan sampai di tujuannya, dilihatnya Kinara tengah duduk sambil memerhati gerakan Faldi dengan posisi memebelakanginya.


"Itu mereka." Tunjuk ibu tersebut.


"Terima kasih, Buk." Tutur Rayhan.


"Faldi.?" Teriaknya. "Kesini sayang !" Pinta ibu tersebut seakan mengerti. Dia meninggalkan Rayhan dan Kinara membiarkan mereka duduk berdua.


Kinara yang sempat menoleh saat ibu itu memanggil Faldi, segera mengemasi barangnya dan berdiri ketika Rayhan telah duduk disampingnya.


"Tumben kesini, mau apa,?" Tanya Kinara datar. "Kalo masih mau ngebahas Fahmi maaf gue gak ada waktu.!"


Suasana Hening...


"Gue minta maaf.!" Ucap Rayhan memecah kesunyian.


Seketika Kinara menghentikan aktivitasnya, "Nyantai aja ! gue nggak Apa-Apa kok."


"Gue ngaku salah, gue ngelakuin ini karena gue cemburu sama Fahmi ! dia selalu ada didekat loe ! diarea balapan, dikampus, ditempat latihan, di rumah sakit bukankah dia yang selalu ada untuk loe.?"


Seketika Kinara menjatuhkan tas rangsel ditangannya, ia berbalik dan menatap Rayhan tajam tanpa berkedip.

__ADS_1


Rayhan yang mendapat Kinara melangkah kearahnya dan menatapnya tajam lantas berdiri.


Tiba-Tiba..


__ADS_2