Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
kinara dan rayhan2


__ADS_3

Rayhan menatap Kinara yang kini berada dipangkuannya,suasana berubah hening seolah dalam dunia ini hanya tersisa mereka berdua, Rayhan masih menatapi wajah cantik Kinara.


Rayhan melihat bola mata indah yang nampak begitu cerah dan berbinar, pipi putih langsat dihiasi hidung kecil sedikit mancung, memiliki bibir kecil berwarna merah semakin menambah cerah rona pada pipi Kinara.


Tiba-tiba saja bibirnya terdorong untuk mencium Kinara. Tapi..


"Kheemmm," Safiq berdehem seolah menyadarkan mereka.


"Mm sorry-sorry." Kinara replek melepaskan tangannya yang menempel dibibir Rayhan kemudian turun dari pangkuan Rayhan, pipinya memerah sepertinya semua darah ditubuh Kinara berkumpul dipipinya saking malunya Kinara, karena telah melakukan hal tersebut kepada Rayhan.


Kinara kemudian berlari kedalam kamarnya diikuti mata Rayhan yang tak henti mengagumi Kinara, hingga tanpa Rayhan sadari senyuman terus mengembang dari bibirnya. Kinara tertegun beberapa saat sekilas melirik Rayhan yang masih memperhatikannya.


Kinara. Dia tak henti memikirkan kejadian itu, dan jika dia tiba-tiba mengingatnya kembali detak jantung Kinara akan berdegup kencang, darahnya seolah berdesir mengalirkan hawa panas kesekujur tubuh Kinara.


"Aduuh kenapa gue bisa gegabah gini sih." Kinara Memukul-Mukul kecil kepalanya. "****-**** kenapa gue harus melakukan itu sih, memalukan." Kianara kemudian duduk ditepi ranjangnya.


 


*Diruang Tamu*


 


"Nak, maafkan sikap Kinara, dan mohon maklumi tingkahnya yang terkadang suka semena-mena."


"Tidak apa-apa om, toh kami baru beberapa kali bertemu, bahkan untuk saling mengenalpun bagi kami itu terlalu dini, saya dan Kinara belum sepenuhnya mengerti akan sikap masing-masing."


"Terima kasih nak,semoga kamu bisa menerima kinara dan juga menyayangi kinara seperti kami menyayanginya."


"Insya alloh om." Kata-kata itu diikuti senyuman penuh arti.


pov Kinara


Kinara membuka tirai yang menutupi jendela kamarnya.


"Aku masih tak percaya tentang hal yang akan dilakukan Rayhan terhadapku tadi bayang-bayang itu, ?? apakah itu sebuah kesengajaan.??"


"Atau mungkin hanya sebuah kesalah fahaman ku.?? Aku sungguh naif dan terlalu serius menanggapi perlakuan Rayhan." Gumamku.


Aku sandarkan semua pertanyaan dibenak ini pada pintu jendela yang aku biarkan terbuka.


Dari pekarangan ku dengar alarm mobil membuyarkan semua pertanyaann dalam otakku, disana berdiri tegap laki-laki dengan setelan rapih tersenyum sambil menatap kearahku.


Dialah Rayhan laki-laki yang baru saja keluar dari rumah.


Dia tampak melambaikan tangan sepertinya hendak berpamitan untuk pulang. Aku hampir dibuat tak sadar.


Saat senyuman itu ia lemparkan kepadaku, hatiku lantas berkata "dia begitu manis dan tampan, aku sadar baru kali ini ada laki-laki yang mampu menggetarkan hatiku seperti ini."


Itu hanya sedikit dari banyaknya kekagumanku terhadap Rayhan, senyuman itu menghipnotisku hingga tak ku sadari mobil itu terus menjauhi pekarangan, sementara aku masih berdiri kaku dijendela tanpa tersenyum atau melambaikan tangan membalasnya.


"Kinara,??" ayah masih berdiri diambang pintu saat aku melihat Rayhan berlalu pergi.

__ADS_1


"Kenapa yah.??"


"Apa ayah boleh bicara..??"


tanya Ayah serius. Sebelumnya aku tak pernah melihat ayah bicara seserius ini.


"Ya tentu,.. apakah itu hal yang serius..??"


"Kinara.??" Ayah memapahku duduk di kursi sebelah ranjang.


"Ayah harap Kinara tidak akan menolak perjodohan ini, Om Rahman memohon kepada Ayah untuk menikahkan kamu dengan anaknya Rayhan, dan ayah tidak bisa menolak itu nak, ayah yakin kamu akan bahagia memiliki keluarga seperti mereka, mereka sangat baik, ayah juga tidak akan khawatir saat kamu menikahi Rayhan,sepenuhnya ayah tau keluarga itu mereka sangat baik nak."


"Tapi Yah. Bukankah ini terlalu terburu-buru, kami berdua baru bertemu beberap hari yang lalu, dan tiba-tiba saja Om Rahman meminta aku dan Rayhan dijodohkan..?? Apa hubungan kami kedepannya akan baik-baik saja.??"


"Kalian sudah pada dewasa, Ayah yakin kalian akan secepatnya saling mengenal, berikan sedikit saja ruang untuk menhenali Rayhan."


"Apa Kinara boleh meminta waktu untuk mempertimbangkannya kembali..??".


"Tentu nak, ambil berapa pun waktu yang kamu perlukan."


**Di kampus**


Pov Kinara


Kami kembali bertemu, setelah kejadian malam tadi suasana ini terasa lebih canggung, aku bahkan sampe salah tingkah ketika Rayhan menatap kearahku,tetapi perasaan hati ini terlalu dihinggapi rasa takut, takut sebenarnya perlakuan itu tidaklah berarti apa-apa.


Apa lagi Rayhan tak pernah menolak kehadiran Tamara, seperti yang terjadi di kantin kemarin, bahkan sedikitpun dia tak pernah keberatan saat Tamara bermanja terhadapnya, padahal jika difikirkan secara logika sudah ada aku, walau aku hanya dipilih oleh orang tuanya, kuhela nafasku dalam-dalam "Yasudahlah, mungkin tadi malam dia hanya berpura-pura baik didepan ayahku."


Sebelum melanjutkan pelajaran extra, Kinara memutuskan menemui Rayhan terlebih dahulu untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya kemarin.


"Ray," Kinara memberanikan diri duduk disamping Rayhan yang tengah asik dengan buku-buku ditangannya.


"Ada apa..??" Tanya Rayhan tanpa menoleh Kinara.


"Sikapnya masih saja datar kepadaku, bahkan saat bicara pun dia tak menolehku." Batin Kinara.


"Ia aku mau mengembaliakn uang mu kemarin, makasih ya, maaf juga telah membuatmu datang kerumahku." Kinara berusaha basa basi kepada Rayhan.


"Gak usah minta maaf, kalo saja mamah tidak memaksaku datang kerumah mu, aku juga tidak akan datang, malas kali." Rayhan nengucapakn hal tersebut dengan sangat datar seolah dia tengah mengungkapkan penyesalannya.


"Maksud loe..??"


"Ya. Kau ingat,?? malam itu aku tidak datang, sebagai gantinya mamah menyuruhku untuk datang sendirian kerumah mu."


"Oh, baguslah kalau gitu." Setelah menaruh uang diatas buku yang dipegang Rayhan,dengan hati bergemuruh kesal kemudian Kinara pergi meninggalkan Rayhan.


"Harusnya gue sadar, dari awal memang gak mungkin dia suka sama gue, Kinar Kinar bisa-bisanya loe berharap lebih dari itu cowok." Kinara tak henti merutuki dirinya.


"Kianara, akan ku buktikan bahwa akulah satu-satunya lelaki yang mampu membuatmu tergila-gila." ucap Rayhan ketika melihat Kinara berlalu meninggalkannya dengan raut kesal.


Rayhan membayangkan Kinara yang bertekuk lutut dihadapannya..

__ADS_1


"Untuk itu aku harus berpura-pura biasa saja." ucap Rayhan tersenyum yakin.


Ditangannya, Rayhan memegang sebuah buku tips melumpuhkan hati seorang perempuan.


Poin-Poin yang tertulis dalam buku tersebut adalah.


-Dengarkan semua keluh kesah dan Unek-Uneknya


-Ketahui kebiasaannya.


-Mengambil hati orang tuanya.


-Suka memberikan kejutan.


Dan ada tips lain yang diciptakan oleh imajinasi Rayhan sendiri.


-Berpura-pura cuek dan acuh saat didekatnya.


Rayhan tertawa sendiri saat membaca Poin-Poin yang baru didapatkannya.


Rayhan yakin seratus persen hal tersebut akan berhasil, mengingat Kinara adalah sosok perempuan cuek, fikirnya.


Aman datang menepuk pundak Rayhan. "Hey senyum-senyum sendiri. Gak sakit, kan loe.??" Aman melihat expresi kesal diwajah Rayhan.


Rayhan hanya tersenyum kesal menanggapi ucapan Aman.


"Loe kenapa sih aneh banget, loe lagi baca buku apaan sih kayaknya serius banget." Aman mencoba merebut buku ditangannya, namun segera ditepis Rayhan.


"Kepo aja loe ama urusan orang."


Rayhan.


Bayu yang baru datang, dari belakang langsung mencabut buku tersebut dari tangan Rayhan.


"Haaahh.." Bayu melotot pada buku ditangannya. "Man. Loe lihat.??" Bayu menunjukan buku tersebut kepada Aman.


Aman tertawa.


"Hahaha.. Gila loe Ray. Gue gak nyangka loe sampai mempelajari hal konyol seperti ini."


Dengn kesak Rayhan merebut bukunya dari tangan Aman. "Kita semua berhak bersaing."


"Kita..?? Loe aja kali gue gak sudi." Ejek Aman.


"Eh Ray. Loe denger ya, walau pun didunia ini tersisa satu perempuan dan l


perempuan itu adalah Tamara, gue lebih memilih jomlo daripada harus ngerebutin Tamara."


"Hahah." Keduanya tertawa mengejek Rayhan.


"Tamara..??" Rayhan tersenyum dalam hati.

__ADS_1


Aman dan bayu tidak tau sebenarnya perempuan yang dimaksud Rayhan bukanlah Tamara.


__ADS_2