
"Kemana dia..??" Batin Kinara kecewa. "Dasar cowok nyebelin, gue suruh dia keluar bukan berarti harus pergi meninggalkan gue, tapi gue mau dia berfikir dan tau kalau gue itu lagi butuh dia.!!" Batin Kinara kesal.
Ya begitulah perempuan suka kode-kodean, menyuruhnya pergi padahal niatnya nahan dia, bilang gak mau padahal suka, bilang terserah padahal dalam hatinya ia ia ia. Entahlah, tapi yang pasti tidak semua orang mengerti dengan deretan kode perempuan, berkatalah sejujurnya.!! hihi.
"Dek, " Indra membawa sup sum-sum untuk Kinara, "Katanya sup ini baik untuk pemulihan." Indra menyuapi Kinara. "Aaa." Indra menganga seolah dialah yang akan disuapi.
"Kak, mmm. Apa Kakak.??" Kinara berniat menanyakan Rayhan namun dirinya terlalu gengsi lalu mengganti topik bicaranya.
Indra sekilas mendongakkan wajahnya menatap Kinara. "Ada apa, Dek.??"
"Mm apa- apa- mm apa, Kakak sudah menghubungi ayah.??" Tanya Kinara sedikit kesal dan mengangap dirinya pengecut karena tidak bisa berkata jujur.
"Astaga Kakak lupa, Dek. Sekarang cepat habiskan makanan kamu dan minum obat ini, kakak mau nelpon ayah. Ayah pasti sangat mencemaskan kamu."
Setelah memberikan obat dan air kepada Kinara sampai memastikan dia meminumnya, Indra keluar untuk menghubungi Safiq.
Setelah meminum obatnya, Kinara merasa kantuk. Ya, mungkin itu reaksi awal dari obat yang diberikan Indra.
Rayhan.
Melihat Indra keluar, lantas Rayhan masuk menggantikan Indra menemani Kinara.
Dilihatnya Kinara telah tertidur pulas, jam dipergelangannya menunjukan jam setengah tujuh pagi.
"Kinara.??" Rayhan duduk ditepi ranjang tempat Kinara berbaring.
"Aku minta maaf.!" Rayhan mencium punggung tangan Kinara penuh sesal.
"Aku tidak bermaksud tidak mempercayaimu, tapi keadaan saat itu sangat sulit, aku minta maaf atas kebodohanku saat itu. Kinara aku berjanji akan memenuhi keinginganmu untuk menikah." Rayhan menggeleng sedikit tersenyum lucu, "Kamu kira pernikahan itu mainan.?? Kau meminta aku untuk menikahimu supaya Kak indra cepat menikah.?? Lalu apa yang akan kau lakukan jika Kak Indra sudah menikah, ?? apa kau akan mencampakan ku dan kembali kepada Fahmi.?? Apa kau setega itu.??
Rayhan terus berbicara walau tanpa sahutan dari orang yang ia ajak bicara, karena Kinara tengah tertidur pulas.
"Kinara.??" Rayhan mentapi wajah cantik Kinara, Rayhan menyibak helaian rambut yang menghalangi wajahnya.
"Kamu itu cantik, tapi sayang kamu itu galak, aku bahkan telah dibuat salah faham karena sipat galakmu itu." Rayhan terus berbicara layaknya seorang Kakak yang tengah membacakan cerita pengantar tidur untuk adiknya.
Karena terlalau lama duduk akhirnya rasa kantuk menghampiri Rayhan.
Tanpa Rayhan sadari dia tertidur disamping Kinara dengan posisi memegang dan memeluk tangan Kinara.
Indra tersenyum bahagia, tak lama kemudian menekan tombol merah mengakhiri rekamannya.
"Rayhan." Indra menggeleng sambil meneruskan langkahnya.
Sebelumnya Indra hendak masuk kedalan kamar rawat Kinara untuk mengambil kunci mobilnya, namun urung ia lakukan karena melihat Rayhan tengah berbicara sendiri didepan Kinara yang tengah tertidur pulas.
Indra mengambil barang yang ia letakan diatas meja disamping ranjang Kinara. Indra melenggang namun sempat berbalik, "Kalian berdua, Kakak doakan semoga selalu bahagia." Indra melanjutkan langkahnya keluar dari kamar rawat Kinara dengan senyum yang terus tersungging dari wajahnya.
.....
Dikediaman Rahman.
__ADS_1
"Yah, ada apa.?? Kenapa Kinara.??" Tanya Karin cemas.
"Kinara kecelakaan." Jawab Rahman.
Sesuai permintaan Kinara Indra hanya akan mengatakan kejadian ini sebagai sebuah kecelakaan. Dan menutupi semuanya.
"Astaghfirulloh." Karin menganga tak percaya. "Bagai mana ini bisa menimpa Kinara, apa Kinara baik-baik saja.??" Tanya Karin dengan wajah panik dan cemas.
Saat itu juga Karin langsung menyambar tasnya dan masuk kedalam mobil yang bahkan tanpa orang yang akan mengemudikannya.
"Ayah.?!" Teriak Karin tak sabar.
Rahman yang masih memakai pakaian tidurnya langusung bergegas menghampiri Karin.
.....
Di kediaman Safiq.
Safiq yang telah rapih dengan pakaiannya tertegun sejenak saat menerima telpon dari Indra mengenai kabar Kinara.
"Bagai mana ini bisa terjadi kepada Kinara..?" Syafiq menekan sudut matanya berharap linangan itu tidak menetes.
Beberapa saat sebelum Indra menutup telponnya Safiq telah melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
....
Di Kampus.
Andini mendengar desas desus yang tengah memojokan Kinara.
Ditambah lagi hari ini Kinara tidak datang untuk ngampus membuat mereka meyakini ucapan Marisa dan Ellena tentang Tamara.
Andini menggeleng, garis diwajahnya kian menonjol geram dan emosi. "Kinara tidak mungkin melakukan itu, aku yakin ini semua hanya akal-akalan Tamara.
Kemudian, Andini segera melajukan mobilnya menuju kediaman Indra.
"Bik, apa Non Kinaranya ada.??" Tanya Andini yang baru sampai dan disambut oleh pembantu Indra.
"Non Kinara tengah dirawat dirumah sakit, Neng." Jawab Bik Nur (pembantu Indra).
"Kinara dirawat, sakit apa.??" Tanya Andini heran. Heran mengapa Tiba-Tiba Kinara masuk RS. "Bukannya kemarin dia baik-baik saja.??" Batin Andini.
"Tidak sakit, Neng. Non Kinara mengalami kecelakaan." Jelas Bik Nur
"Kinara kecelakaan.??"
Penjelasan Bik Nur membuat Andini sedikit bertanya. "Apakah itu murni kecelakaan atau sengaja dibuat celaka." Pertanyaan tersebut kian memenuhi benak Andini.
Di RS.
Rayhan menyipitkan matanya masih mencoba mengumpulkan semua kesadarannya.
__ADS_1
Beberapa saat setelah terkumpul kesadarannya Rayhan menoleh, dilihatnya seseorang tengah berdiri disampingnya.
"Bangun loe.!" Suruh Fahmi dengan nada cukup tinggi.
Sepertinya Fahmi tidak suka dengan kehadiran Rayhan disisi Kinara.
Karena tidak ingin Kinara sampai terbangun oleh keributan Fahmi, terpaksa Rayhan bangun dan keluar dari ruangan tanpa menghiraukan Fahmi.
"Shhiitt. Laki-laki kurang ajar." Kesal Rayhan. "Hhhuuaaammpp." Sepertinya Rayhan belum puas dengan tidurnya.
"Gangguin orang tidur aja." Decak Rayhan.
Kemudian menuntun langkahnya membuka pintu dan melentangkan tubuhnya pada kursi diluar kamar Kinara.
Sebelum kesadaran Rayhan benar-benar terbenam dalam tidurnya, Fahmi melempar sebuah buku yang sontak membuat Rayhan kembali pada kesadarnnya.
Wajah Rayhan tertekuk kesal. Rayhan menatap Fahmi dengan sangat tajam.
Siapapun orangnya pasti tidak akan senang jika ada yang mengganggu tidurnya. Apalagi malam tadi, Rayhan belum sempat tidur barang semenit pun.
"Jauhi Kinara.!" suruh Fahmi setelah melemparkan buku tersebut.
"Gue gak bisa." Sahut Rayhan sambil membuang wajahnya.
"Apa loe belum cukup egois.?? Apa loe akan tetap seperti itu.?" Fahmi melipat tangannya didada.
"Kinara sudah ayah pilihkan untuk gue, dan gue tidak akan menjauhinya." Rayhan mesih memalingkan wajahnya.
"Lalu bagai mana dengan Tamara.?? Bagai mana loe berfikir menikahi Kinara sedangkan loe bermain gila bersama Tamara. Apa loe masih waras ..?!" Bentak Fahmi.
"Tau apa loe tentang hubungan gue dengan Tamara.?? Walaupun gue pernah memiliki hubungan dengan Tamara tapi selangkah pun gue gak akan ngelepas Kinara. Gue tetap bakal nikahi dia, ngerti loe.!!"
Fahmi mendengus emosi. "Gue harap bukti itu cukup untuk menjauhkan loe dari Kinara. !!" Setelah mengucapkan kata terakhirnya Fahmi melenggang kedalam kamar Kinara.
"Bagai mana mungkin ini terjadi !?. Cinta datang dengan tiba-tiba. Aku tak pernah mengira pertemuan singkat, ternyata bisa melawan kebersamaan yang lebih lama terjalin. Biarlah cinta ini terbukti. Perasaanku padanya seperti bunga yang tak bisa tumbuh dipadang yang subur. Tetapi Rayhan, cinta itu telah datang bersamamu."
Tulisan ini mengungkapkan isi hati Kinara kepada dua orang berbeda.
Tetapi dalam tulisan tersebut ada sebuah nama yang sengaja dicoret seseorang.
Tulisan kedua.
"Aku akan segera menikah, tapi bolehkah jika aku ragu,?? jujur saja aku takut, karena aku bahkan belum begitu mengenalinya. Kak Indra aku akan terus berusaha walau harus berkorban."
"Ayah, apakah engkau tau.?? Aku telah mengorbankan sebuah hati yang begitu tulus mencintai ku. Wa.....
Di tulisan ketiga ada beberapa bait yang hilang terkoyak.
Rayhan menutup binder tersebut. "Atas nama keluarga ku, aku minta maaf karena telah menghancurkan cinta kalian." Wajahnya tiba-tiba muram penuh kecewa.
Karena sebuah nama yang hilang membuat Rayhan berfikir cinta yang Kinara maksud itu adalah Fahmi.
__ADS_1
Pendirian Rayhan kembali goyah, hatinya masih maju mundur untuk menerima pernikahan yang tinggal satu hari itu.