Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Tamara kesal.


__ADS_3

Kinara berdiri samping motornya "Aku tak boleh menolak perjodohan itu, atau kak Indra akan menunda pernikahannya lebih lama" Kinara berjalan kecil penuh kegelisahan. Selain itu Kinara kembali teringat akan kata-kata Rahman.


Flashback.


Malam itu seusai makan malam. Safiq, Indra, juga Kinara berpamitan pulang lebih awal tanpa menunggu kedatangan Rayhan.


Kinara beserta keluarga, beranjak meninggalkan meja, kini tinggal Rahman dan Karin dengan tetap duduk disana menunggu Rayhan.


Kinara berbalik mengikuti langkah Safiq dan Indra, tapi sebelumnya Kinara sempat ditahan Rahman.


"Kinara ?!" Rahman memegang pergelangan Kinara. Membuat Kinara menghentikan langkahnya.


Kinara berbalik dengan sunggingan senyum dibibirnya "ada apa om??" Kinara kembali duduk mengikuti Rahman, menariknya.


"Nak,!!" Rahman memegangi jemari Kinara penuh permohonan. "Om mohon hiduplah bersama Rayhan, terima dia. Nikmati masa muda mu bersamanya dan lekas tua lah dengan tetap saling mencintai. Om berjanji Rayhan akan melindungimu sebaik mungkin. Om mohon jangan tolak perjodohan ini"


Karin ikut memegang tangan Kinara "berjanjilah untuk menikah dengan Rayhan, !! kami berdua sepakat. Restu ini hanya milik kamu nak, dan tidak akan didapatkan oleh perempuan mana pun" kata-kata itu begitu lembut penuh harapan.


Kinara membalas keduanya dengan ikut menumpukan telapak tangannya disana, "saya.." Kinara sefikit berfikir. Dia tersenyum yakin kepada keduanya, "semuanya tergantung Rayhan, dia yang akan menjadi imam, Kinara serahkan semua pada keputusannya."


Mendengar jawaban Kinara, Rahman dan Karin akhirnya lega keduanya saling menatap bahagia. Kebahagiaan itu begitu nampak dari wajah keduanya yang berubah berseri.


"Apa Kinara sudah boleh pergi ??" seketika mereka melepaskan genggamannya.


"Iya sayang, iya. Terima kasih Kinara" Rahman mengusap halus punggung tangan Kinara.


"Iya." Jawab Kinara.


Setelah itu Kinara segera berlari kepada Indra dan mensejajarkan langkhnya.


Flash back off.


"Indra, ??" Safiq menaruh handphonenya diatas meja. Rambutnya masih sedikit basah dari air wudhu.


"Kenapa yah," Indra sekilas menatap Safiq.


"Dimana Kinara ??" Safiq duduk diatas kursi. Terlebih dahulu mengambil tuxedo yang ditaruh Kinara.


"Baru saja keluar," Indra masih Fokus pada layar didepannya.


"Tolong telpon dia, dan bilang jangan keman-mana" Safiq merapihkan dasi yang melilit lehernya.


"kenapa hari ini perasaanku tidak enak, lain dari biasanya. Mudah-mudahan tidak akan terjadi apa-apa pada putri ku" batin Safiq. Perasaan yang cukup mengganggu itu membuat fikirannya sedikit kacau .


"Indra. Nanti kamu jemput Kinara dan tolong antar ke kediaman calon mertuanya"

__ADS_1


"Ngapain yah??" Indra tanpa menoleh Safiq.


"Memilih baju akad"


"Ooh. Ia, nanti Indra Jemput . Tapi yah Indra sedikit sibuk,tolong ayah hubungi dulu Kinara, supaya Kinara tidak pergi kemana-mana"


Safiq hanya diam menatap kosong kearah jendela.


"Yah. Ayah??"


Indra sedikit menaikkan nada suaranya.


Safiq mengrejap "Astagfirulloh,"


"Kenapa yah" indra menatapnya heran.


"Enggak Dra, mungkin ayah cape jadi fikiran ayah kacau" Safiq sedikit mengurut-urut dahinya.


"Ayah perlu istirahat ?? Indra rapihkan dulu kamar untuk ayah"


Indra mempunyai ruangan khusus untuk dirinya beristirahat.


"Tidak !! tidak !!" cegah Safiq. "Ayah ada meeting diluar kota, nanti biar ayah istirahat dimobil saja, tapi pastikan malam ini Kinara mencoba pakaiannya !!, takutnya tidak pas. Kita masih punya waktu satu hari untuk mempermaknya"


Indra tersenyum kecil sambil menatap ayahnya penuh kasih, "baik yah"


"Ayah ??, ada apa??." Kinara sibuk mengikat rambutnya denga terburu-buru. "Aduuh bisa telat aku" gumamnya sedikit kesal.


"Kinara kamu dimana ??" Suara safiq disebrang telpon.


"Ditoilet yah, lagi ganti pakaian" Kinara mengapit handphone dengan bahu dan kepalanya.


"Malam ini kamu jangan pergi ke mana-mana.!!"


"Kenapa yah.??" Kinara mengikat rambutnya.Dia mendengus kesal ketika pengikat yang ia gunakan putus. "Yah kenapa putus sih??" Kinara menaruh hanphonenya.


" Kinar, Kinar." Sayu- sayu. Sura safiq terdengar dari handphone yang Kinara Taruh diatas portable.


"Ayah nanti Kinara telpon balik" Setelah menutup telponnya. Kinara mengecek tasnya mencari ikat rambut cadangan.


Sementara Kinara sibuk dengan tasnya. Kinara dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tiba-tiba meremas dan mengikat rambutnya, hal kecil tersebut mengingatkan Kinara pada masa kecilnya, dimana Indra selalu mengikat rambutnya dengan penuh kasih.


Lewat cermin didepannya Kinara melihat dengan jelas wajah cantik dibalut kerudung berwarna coklat muda bersembunyi dibelakangnya, setelah selesai dengan aktivitasnya dia tersenyum kepada Kinara yang sejak tadi memerhatikannya.


Selepas itu. Perempuan dengan balutan kerudung berwarna coklat muda, beranjak meninggalkan Kinara tanpa sepatah katapun, dia hanya tersenyum manis padanya sebelum ahirnya meninggalkan Kinara. Kinara sendiri nampak terkesima, dia hanya diam, sampai akhirnya dia mnyentuh ikatan dikepalanya dan menyadari perempuan itu telah berlalu pergi, Kinara sempat kehilangan jejaknya, dan akhirnya mendapatinya tengah berdiri di dalam mushala.

__ADS_1


Kinara hendak menunggu. Namun, akhirnya urung saat teringat ada jadwal pelatihan, dan sepertinya Kinara akan telat jika terus berdiri menunggu sampai perempuan itu selesai dengan kewajibannya.


Kinara berlari cepat menuju motor kesayangnnya yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.


Kinara telah berlalu saat Indra berjalan memasuki area musahala.


Indra berjalan dengan mata fokus pada dasi dilehernya yang tengah ia longarkan, setelah melonggarkan dasinya Indra kemudian melepaskan kancing pada lengan kemejanya. Indra berjalan tanpa melihat langkah didepannya yang sama fokus dengan aktivitasnya tanpa melihat tujuan didepannya, keduanya bertemu dilorong mushala dan saling melewati, namun keduanya tampak sama-sama cuek. Apalagi dengan perempuan itu, dia berjalan melewati Indra tanpa memperdulikan lelaki yang baru saja lewat dan hampir menabraknya, seakan dia benar-benar tidak perduli saat sang direktur telah berbalik dan memperhatikan langkahnya.


"Siapa dia ??" sekilas Indra melihat pundak perempuan yang berjalan menjauhinya. Indra tersenyum tipis, setelah itu indra kembali berjalan dengan tujuannya.


Di tempat sebelumnya..


Setelah Kinara berlalu meninggalkan area bengkel.


Sepasang mata yang tertuju padanya tak henti berdecak kagum.


Rayhan, yang melihat sisi kesederhanaan Kinara terus saja memujinya.


"Kinar-Kinar" Rayhan menggeleng kagum. "Aku heran dengan dia, kenapa dia tak pernah terlihat memamerkan kekayaannya ??" sekilas Rayhan menoleh tamara.


Tamara bernada tidak suka "Dih !!. emang dia orang miskin kali Ray !!" Tamara bernada merendahkan.


*Selama ini Kinara. Dia tak pernah menunjukan siapa dirinya. Saat kebanyakan orang saling bersaing memamerkan setatus dan kekayaan mereka, Kinara malah lebih menyembunyikan setatus sosialnya**


Rayhan kembali menggeleng kecil "Kamu juga bergikir dia orang miskin ??"


"Ya. Aku yakin itu, aku tak pernah percaya dengan gosip yang mengatakan dia anak orang kaya" Tamara berdecak. "Orang miskin ngaku-ngaku orang kaya, heuh gak nyadar diri !!" Tamara memalingkan matanya kesal.


Rayhan tersenyum kecil menanggapi ucapan Tamara. "Aku kagum sama dia. Tapi penasaran juga ingin melihat expresi mereka, bagai mana jadinya kalau mereka melihat sendiri keadaan Kinara yang sesungguhnya, aku yakin mereka akan dipermalukan oleh penilaian mereka." Rayhan kembali tersenyum kecil penuh sukur "pilihan Ayah memang yang terbaik"


Tamara memutus perkataan Rayhan "Kamu kenapa sih, dari tadi terus saja memuji dia" Tamara memberenggut kesal. "Jadi semua berita tentang perjodohan mereka benar ??" batin Tamara,


"Lah, emang begitu paktanya dan aku ta..


Tamara kembali memutus perkataan Rayhan, "Kamu harus tau Ray !!, Kinara itu sengaja menyembunyikan sifat aslinya dibalik kedok kesederhanaan, kalau saja kamu tau sifat Kinara yang sesungguhnya, aku tak yakin kamu mau mengulangi ucapanmu" nada suara Tamara begitu tinggi dia merasa kesal dan marah ketika Rayhan terus saja membela Kinara.


"Kamu ?? kenapa tiba-tiba marah ??" Rayhan menatap Tamara dengan sudut matanya, heran.


"Sudahlah Ray,!! kamu itu belum sepenuhnya tau siapa Kinara, kau itu orang baru, buka mata kamu dan simpan pujian-pujianmu.!! Jangan sampai kamu menyesalinya. Dan kamu harus tau Ray !! Kinara itu perempuan jahat dan liar. !! Kamu jangan sapai di butakan kesederhanaan !!" ucapnya penuh kemarahan.


Seketika keheningan menghampiri mereka.


Tamara yang kesal dengan Rayhan, dia memilih diam sambil memalingkan wajahnya pada jendela mobil. Begitu juga dengan Rayhan penilaiannya yang bertolak belakang dengan Tamara membuatnya diam dan menimbang, "apakah benar begitu ??"


"Awas kamu Kinara !!, kau tak boleh mendapatkan Rayhan !!, tak ada yang boleh mendapatkan Rayhan selain aku !!" Tamara meremas jemarinya penuh emosi. "Akan ku tunjukan siapa kau sebenarnya."

__ADS_1


**Rayhan yang kini menjadi mahasiswi kampus "A" tiba-tiba saja menjadi perbincangan dari mulut ke mulut. Wajahnya yang tamapan dihiasi pribadi baik dan selalu bersikap ramah kepada siapapun, membuatnya begitu digilai. Tak terkecuali Tamara**


"Tamara adalah seorang perempuan yang akan melakukan apapun demi meraih tujuannya. Dia adalah perempuan yang tidak senang ada orang yang lebih mengunggulinya dalam hal apapun"


__ADS_2