Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Kinara bosan


__ADS_3

Heeuuuhh, decaknya bosan. Selain tidur dan rebahan tak ada lagi aktivitas yang bisa dilakukan Kinara.


Huaaaammpp. Kinara menutup mulut dengan tangannya. "Bosan." Ucapnya.


Suasana rumah sakit membuat Kinara gabut se gabut-gabutnya. Apalagi saat ini tidak ada satu orang pun yang menemaninya.


"Ternyata begini rasanya tinggal dirumah sakit, membosankan.!!"


Kinara mengusap wajahnya dan tanpa sengaja mencium aroma harum.


"Bau apa ini, bau parfum siapa ini??." Kinara mengendus-ngendus pakaiannya. "Perasaan aku tidak memakai parfum."


Kinara berfikir dan mengingat-ingat setiap yang datang dan memegang tangannya hingga membuat aroma parfume itu begitu menempel dipakaian Kinara.


"Andini,? Bukan. Kak indra, bukan. Mamah Karin, bukan juga. Mm Fahmi, bukan. Ayah, apalagi."


Kinara membali menciumi kain dibagian lengannya.


"Aduh pengen pipis." Kinara mencoba bangun dari berbaringnya, "Aduh," Ringis Kinara. "Sus, Suster." Panggilnya namun tidak ada sahutan.


Meskipun masih merasa pusing dan linu dibeberapa bagian tubuhnya, Kinara mencoba bangun tanpa memperdulikan rasa sakitnya.


Dia berhasil duduk ditepi ranjang dengan kaki terjulur kebawah siap melangakah.


"Heuuuuhhh." Desahnya kesal sambil melirik tongkat tempat menggantung tabung kecil berwarna putih tersebut.


"Ternyata loe ngeribetin ya." Dengan kesal Kinara melepas satu persatu pelester yang menempel diselang infus kemudian menarik selang beserta jarumnya.


.....


Kesabaran Rayhan mengayunkan langkah kakinya yang sakit, akhirnya membuahkan hasil.


Rayhan telah sampai dan tengah berdiri didepan pintu kamar Kinara. "Kau harus tau betapa aku berusaha keras untuk samapai disini." Ucap Rayhan sebelum menggapai pintu kamar Kinara.


"Heii," Rayhan menerobos masuk kedalam kamar Kinara. Dilihatnya Kinara tengah melepas selang yang memebantu mencukupi nutrisinya selama sakit.


"Apa yang kau lakukan.??" Rayhan terburu-buru menghampiri Kinara.


Tetapi naas kaki sakit itu malah tersandung hingga membuat tubuhnya oleng dan roboh menabrak Kinara.


Bruuugghhh.


Kinara yang sempat berdiri, terjatuh kembali diatas ranjang rawatnya tertimpa tubuh Rayhan.


Aaaaaa...


Teriak Kinara sebelum akhirnya diam sesaat setelah matanya bertemu dengan mata Rayhan yang meneduhkan.


Aroma soft yang Kinara cium dari tubuh Rayan sukses membuat tubuhnya memanas terutama dibagian wajah, jantungnya tiba-tiba berpacu tak cepat membuat fikirannya karuan.


Rayhan.


Ditatapnya lekat perempuan yang terbaring tak berdaya dibawah tubuhnya.


Tak bisa dipungkiri jantung Rayhan pun berdebar kencang, saat menatap wajah Kinara sedekat ini.


Bahkan tangan Rayhan sampai tergerak untuk membelai wajah mulus didepannya.


Sebelum Rayhan berhasil menyentuh pipi Kinara.


Tiba-tiba.


Seorang Suster nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf, maaf." Suster itu segera mebalikan tubuhnya, karena malu telah memergoki mereka berdua. "Aduuhhh." Ringisnya menyesal. "Aku datang disaat yang kurang tepat."


Awww.


Ringis Kinara sambil memegangi tulang belakangnya.


"Sory, sory." Ucap Rayhan mencoba bangun dan berdiri, kemudian mengulurkan tangannya membantu Kinara duduk. "Apa ada yang sakit mari aku bantu duduk." Ucapnya.


Namun bukannya menerima uluran tangan Rayhan Kinara malah menatapnya lama.


Melihat Kinara terdiam, tanpa pikir panjang Rayhan langsung mendukung Kinara membantunya duduk.


"Ternyata dia cukup perhatian." Batinnya.

__ADS_1


Ditatapnya lelaki yang tengah membantunya duduk.


Rayhan menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal saat mencoba memanggil Suster yang tengah membelakanginya.


"Mm Sus." Panggil Rayhan.


Pelan-pelan Suster tersebut membalikan tubuhnya.


Dilihatnya mereka berdua tersenyum canggung.


Suster itu tersenyum kikuk, "Hehe. Maaf saya cuma mau mengganti kain pembalut kepala Nyonya Kinara."


"Oh silahkan." Rayhan sedikit menggeserkan posisinya.


"Tuan siapa yang melepas ini.?" Suster itu memungut selang yang telah tercecer dilanatai.


Rayhan melirik Kinara dengan sudut matanya.


Suster menggeleng heran.


"Saya tadi hendak ke kamar mandi, tapi kesulitan karena tidak ada yang memegangi tabung infus ini jadi terpaksa saya melepasnya." Jelas Kinara.


Rayhan mengerutkan dahinya menanggapi penjelasan Kinara.


"Sus. Perempuan ini sedikit keras kepala mohon wajar."


Kinara menatap Rayhan kesal. "Iiissshh." Decaknha. "Sus, kapan saya boleh pulang.?" Tanya Kinara dengan nada bosan.


Suster itu membuka memutar kain kasa dikepala Kinara. "Saya tidak tau, kita tunggu samapai dokter mengizinkannya."


"Sus apa boleh saya yang melakukannya.??" Tanya Rayhan ditengah waktunya menyimak pekerjaan suster.


Suster tersenyum kecil. "Tidak usah, ini tugas kami."


"Apa suster tidak yakin dengan kemampuan saya.? Biarpun saya bukan mahasiswa kedokteran, tapi saya yakin bisa melakukan ini." Ujar Rayhan penuh percaya diri.


"Tidak bo..


"Oo." Rayhan memutus ucapan suster. "Kalau gitu aku laporkan suster ke atasannya, saya akan bikang bahwa suster tidak memperlakukan pasiennya dengan baik, mau.?" Ancam Rayhan.


"Jangan, jangan." Suster tersebut langsung menyerahkan alat medis ditanganya kepada Rayhan.


"Sebentar lagi semua ini akan menjadi kewajiban gue, jadi gue akan belajar melakukan ini." Ucap Rayhan sambil turun dari tempat duduknya.


Ucapan Rayhan kembali membuat hati Kinara melambung tinggi, dalam hati kecilnya Kinara terus sajaa tersenyum.


"Gue harus belajar melakukan ini."


"Maksud loe belajar.?" Kinara menyernyit tak yakin, lalau ia memundurkan tubuhnya


"Udah, jangan takut. Loe harus yakin sama kemampuan gue." Ucap Rayhan sambil mengoleskan kapas yang dibasahi alkohol untuk membersihkan luka Kinara.


"Aaaww perih." Ucap Kinara lirih.


Puuuhhhhh.


Rayhan meniup lembut luka Kinara.


Aroma segar dari mulut Rayhan mampu membuat tubuh Kinara kembali memanas dan jantungnya berdebar tak menentu.


"Wajah mu merah sekali.?" Rayhan memegangi kedua pipi Kinara, "Apa aku terlalu kuat menekan luka mu.?" Tanya Rayhan khawatir.


"Apa wajahku semerah itu.?" Ucap nya dalam hati, saat ini Kinara benar-benar dibuat malu.


Bukan malu karena orang lain melihat aibnya, tapi malu karena Rayhan berdiri tepat dihadapannya.


Aroma tubuh Rayhan hangat tubuhnya harum segar nafasnya, bisa dirasakan langsung oleh Kinara.


"Sus apa sampai disini ada kesalahan.?" Rayhan mempersilahkan Suster untuk mengecek hasil kerja dirinya.


"Sepertinya cukup baik," pujinya.


Rayhan tersenyum bangga atas pujian Suster padanya.


Setelah selesai, Suster itu kemudian pamit meninggalkan mereka berdua. Wajahnya tak henti menyiratkan senyuman karena telah memergoki aksi mesra pasiennya.


"Gue minta maaf atas kejadian semalam." Rayhan menarik kursi kemudian duduk didepan Kinara yang tengah duduk diatas ranjangnya.

__ADS_1


Sebelum Kinara menjawab permintaan Rayhan, seseorang datang mengantar makanan yang telah dipesan Indra khusus untuk Kinara.


"Makanannya udah dateng, loe makan dulu ya." Rayhan mengambil makanan yang telah dipesankan Indra dari tangan driver.


"Gue suapin.?" Pinta Rayhan.


"Gak usah gue bisa sendiri, kok.!" Kinara mencoba menambil toples kotak berisi nasi dan lauk.


"Gue aja," Rayhan menyambar toples tersebut sebelum Kinara berhasil mengambilnya.


"Gue bisa sendiri, kok." Ucap Kinara kekeh.


Tapi Rayhan juga tak mau kalah dari Kinara.


"Apa loe mau maafin gue atas kejadian semalam.??" Ulangnya.


"Ia gue maafin, sekarng berikan mangkuk itu." Kinara mengulurkan tangannya meminta makanan yang tengah dipegang Rayhan.


"Apa loe Ikhlas maafin gue.?" Tanya Rayhan memastikan.


"Gue ikhlas 100%, sekarang biarkan gue makan sendiri."


"Apa itu berasal dari hati loe yang paling dalam.?"


"Iya Rayhan."


Rayhan tersenyum geli saat mendengar Kinara menyebut namanya.


"Kalo loe benar-benar nerima permintaan maaf gue, gue minta loe jagan nolak untuk gue suapin, anggap saja ini sebagai permintaan maaf gue sama loe." Rayhan mencoba membujuk Kinara supaya mau menerima permintaannya (Menyuapi Kinara).


Kinara menatapnya tajam. "Permintaan macam apa ini, Ray. Kedua tangan ku tidak apa-apa untuk sekedar makan aku masih bisa."


"Ok berarti loe belum ikhlas maafin gue.!?" Rayhan menaruh mangkuk ditangannya.


"Ok. Ok. Gue ngalah, tapi ingat ini hanya karena gue mau membuktikan bahwa gue udah maafin loe gak lebih.!!" Ucapnya sedikit kesal.


"Ini cewek, sedang sakit aja masih galak apalagi kalau sembuh bisa abis tulang rawan ku." Batin Rayhan.


Akhirnya Kinara terpaksa menerima suapan demi suapan dari tangan Rayhan.


Sesekali Kinara tertunduk malu saat berpapasan langsung dengan wajah Rayhan, apalagi dia tidak berhenti menyiratkan senyum dibibirnya membuat Kinara menjadi salah tingkah.


Ditengah suapan Rayhan kepada Kinara, Rayhan menyempatkan bertanya menghilangkan kecanggungan.


"Apa alasan kamu mau nerima pernikahan ini.?" Tanya Rayhan.


Kinara terdiam sesaat tanpa menjawab Rayhan.


"Oo. Ia gue lupa bilang kak Indra akan pulang terlambat, dia nyuruh aku buat ngejagain kamu." Tambahnya.


"Oo ternyata dia datang ngejenguk gue karena disuruh Kak Indra untuk jagain gue, hhmmmp. Gue kira atas kemauannya sendiri." Gumam Kinara kecewa.


"Kinara. Kinara.?" Rayahan melambaikan tangannya didepan wajah Kinara, saat melihat Kinara tiba-tiba melamun.


"Oo ia, bagaimana.?"


"Tentang pernikahan itu gue harap loe ikuti kata hati loe apapun itu."


Rayhan mengerutkan dahinya, Rayhan menganggap ucapan Kinara bukan jawaban dari pertanyaannya.


"Apa loe yakin mau nikah sama gue.?"


Pertanyaan Rayhan sontak membuat Kinara tersendak.


Ukhu Ukhu.


"Mm gue tergantung loe, kalo loe gak keberatan gue sih gak apa-apa, gue bisa terima."


"Lalu bagai mana dengan.......


Rayhan menghentikan pembicaraannya, tadinya Rayhan bermaksud untuk menanyakan Fahmi, namun Rayhan takut Kinara malah tersinggung dan mengusirnya kembali seperti tadi malam.


"Dengan apa.?"


"Dengan ... Dengan, oh bukan, mamah bilang karena kondisi kamu masih lemah jadi hanya aku yang datang ke KUA besok. Nanti kita vidio call disana, Mamah tidak mau pernikahan kita mengganggu masa pemulihanmu."


"Ooh baiklah kalau gitu." Kinara tertunduk pasrah.

__ADS_1


Lepas baca jangan lupa LikeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ komen ↙️↙️↙️.


Happy reading semua. πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2