Istri Terbaik Pilihan Ayah

Istri Terbaik Pilihan Ayah
Shan.


__ADS_3

"Kenapa menatapku seperi itu?" Rayhan bertanya karena sejak tadi Istrinya itu terus saja menatapnya dengan tatapan yang cukup mengusik perhatiannya.


Kinara yang sejak tadi tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia atas kepulangan Rayhan yang Tiba-Tiba itu tersenyum malu, Kinara yang diam diam Mencuri-curi pandang dari Rayhan tak bisa melakukan itu lagi karena kini Rayhan sudah menangkap tatapannya.


"Ada apa Sayang?" Rayhan yang sedang duduk bersandar bergeser turun mensejajarkan wajahnya dengan Kinara.


"Tidak ada!" kilah Kinara, dia yang merasa malu lantas menutupi wajahnya dengan selimut, tetapi selimut itu pelan pelan ditarik Rayhan sehingga wajah yang merah merona itu tak bisa lagi bersembunyi dibaliknya.


"Apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Rayhan yang saat itu tengah menatapnya dengan tatapan lembut yang selalu membuat jantung Kinara berpacu 10X lebih cepat dari biasanya.


"Tidak ada !" jawaban sama Kinara berikan, tapi biar begitu Rayhan tau kalau ucapan itu bertolak belakang dengan yang tersirat dalam hatinya.


"Atas kepulanganku ini, kamu terlihat sangat bahagia, apa itu betul?" terka Rayhan sengaja menggoda Kinara.


"Haruskah aku jawab ia?" balas Kianra.


"Tidak perlu, karena walau tidak kamu jawab atau kamu mencoba berbohong dan menyembunyikan kebahagiaan itu dibalik tembok yang menjulang tinggi sekalipun aku tetap bisa tau"


Kinara memiringkan posisinya hingga berhadapan langsung dengan Rayhan yang tengah menongka kepala dengan tangannya.


"Aku rasa pendapat ini terlalu berlebihan" kata Kinara.


"Benarkah?" Tanya Rayhan yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Kinara.


"Bukankah kamu yang berlebihan? saat melihatmu seperti ini siapapun akan tau kalau matamu ini berlebihan, bahkan kamu tidak bisa menyembunyikan perasaan itu, tapi kamu terus berusaha menutupinya, bukankah ini berlebihan?"


"Apakah aku terlihat seperti itu?" tanya Kinara.


"Ya tentu, apa kamu tidak menyadarinya.?"


"Tidak ! lagi pula dari mana kamu tau kalau aku sangat berbahagia atas kepulangamu?"


"Aku tau, karena aku merasakan itu, aku sangat bahagia bisa bertemu dan menatap istriku seperti ini" jawab Rayhan, atas itu Kinara tampak tersenyum gemas.


"Kau sangat pandai Berkata-kata Ray"


"Ya, apa itu terdengar indah?"


"Ya"


"Baguslah, kamu perlu tau Kata-Kata ini sudah sangat lama aku rangkaikan"


Bukkkk..


Kinara yang merasa kesal atas ucapan Rayhan lantas memukulnya.


"Aku kira Kata-Katamu itu terucap begitu saja tanpa dirangkai dari jauh jauh hari, kalau seperti ini kebahagiaanmu itu terdengar bohong, Ray."


"Ooh benarkah? apa aku terdengar sedang berbohong?"


"Ya, lebih tepatnya berguarau, aku tau kok sebenarnya pertemuan ini untuk kamu biasa biasa saja'kan?" Ucap Kinara sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.


Cuuuppp...


Bibir itu dikecup oleh Rayhan.


"Aku sangat merindukanmu," beberapa saat Rayhan menatap mata Kianara dengan hangat, "Apa kata ini bisa meyakinkanmu?" Bisik Rayhan lembut.


"Ya sedikit," balas Kinara sambil tersenyum gemas.


"Aku serius, coba jangan buat lelucon! kalo tidak aku akan menyesali kepulanganku kali ini, padahal masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan" ucap Rayhan sedikit kecewa.


"Baiklah aku sangat yakin sekarang," jawab Kinara, menarik selimut dan menutupi tubuhnya sampai didada.

__ADS_1


"Apa kamu terpaksa mengatakan itu?" tanya Rayhan.


"Sedikit," jawab Kinara.


"Apa kamu sedang bercanda?" tanya Rayhan dengan nada kecewa.


"Tidak ! lagian sejak kapan aku suka becanda" jawab Kinara dengan pastinya, dan seketika Ryahan terdiam mengatup tak bersuara.


Kirana mendelik saat melihat Rayhan tampak terdiam saja, lalu dia segera memiring menatap Rayhan dengan hangat sambil tersenyum lalu berkata, "Aku tidak merindukanmu.... Aku tidak bisa bercanda tentang ini, kebohongan terbesarku adalah tidak merindukanmu" ucap Kinara dan seketika Rayhan pun berubah wajah, dia mengdap sambil tersenyum manis, kedua tangannya ia tumpukan dengan kepala diatasnya.


Cuuppp..


Lagi lagi Raryhan mencium bibir Kinara dengan lembut namun kali ini lebih bergairah.


"Aku sangat merindukanmu sayang" Kata Rayhan setelah melepaskan ciumannya.


Ada Rasa kecewa dihati Kinara saat Rayhan malah menghentikan ciumannya, jiwa Kinara menuntut lebih atas itu.


"Sayang" Rayhan berkata dengan ragu.


"Ya," Kinara yang sedang menunduk pun mendongak menatap suaminya, menunggu kata yang hendak Rayhan sampaikan.


Flash back.


Sebelum Rayhan pulang ke Indonesia, Karin sempat berbicara dengan Rayhan didalam telpon, perbincangan itu membuat Rayhan tertekan dan secara tidak langsung batinnya merasa tertuntut. Dalam usia pernikahan yang hampir menggenapi satu tahun ini kesekian kalinya Karin bertanya tentang kehamilan Kinara, Rayhan merasa risih, dia bahkan hampir enggan untuk menerima panggilan Karin karena Rayhan tau Karin akan membahas itu lagi.


Falsh back Off.


"Ya ada apa?" sahut Kinara.


"Ray, Rayhan" Kinara Mengibas-ibaskan tanggannya didepan Rayhan yang kala itu tampak tengah melamun.


"Oh ya, Sayang" Rayhan mengerejab sadar.


"Haruskah aku mengatakan ini kepada Kinara sekarang? jika aku bertanya apa dia akan tersinggung?" Batin Rayhan Bertanya-tanya.


"Sayang apa kamu senang aku pulang?"


"Ya tentu, kebahagiaan ini melebihi apapun"


"Kinara sedang sangat bahagia, apa mungkin aku sanggup melontarkan pertanyaan yang akan memberatkan hatinya?" Batin Rayhan menimbang.


"Ray, ada apa? kenapa kamu diam lagi?"


"Oo... tidak Sayang, aku hanya tidak menyangka malam ini aku akan tidur sambil memelukmu lagi" Rayhan sengaja mengalihkan pembicaraannya, merasa tidak mungkin mengusik kebahagiaan Kinara Rayhan memilih menunda menyampaikan keinginan Karin.


Kinara tersenyum manis saat Rayhan berkata sebagai mana yang ia rasakan saat ini.


"Lalu kenapa kau diam saja?" goda Kinara.


"Diam saja?" Rayhan menyernyit penuh tanya atas ucapan Kinara.


"Apa kamu sedang menantangku, Sayang?" tanya Rayhan penuh gairah.


"Apa kau merasa tertantang, Ray?" Kinara balik bertanya dan sontak mengundang tatapan maniak dari Rayhan.


Sambil tersenyum Rayhan lantas mencengkram kedua belikat Kinara dan menindihnya dari atas.


"Jangan salahkan aku kalau besok kamu nggak bisa berjalan" katanya dengan penuh gairah, tapi belum juga Rayhan berhasil melancarkan aksinya sebuah panggilan mengganggu dan menghentikannya.


Tau panggilan tersebut dari Indra Rayhan segera mengambil telpon seluler dan menerima panggilan tersebut.


"Ray, Kakak sudah menemukan Shan" kata Indra dalam panggilannya.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Rayhan dengan segala ketidak percayaannya.


Ingin lebih leluasa mebahas tentang Shan dengan Indra, Rayhan lantas pergi sedikit menjauh dari Kinara, tapi sebelum itu Rayhan telah lebih dahulu minta izin kepada Kinara.


....


Keesokan harinya di Kampus.


"Kinara." Panggil seseorang, Kinara yang tengah berjalan menuju kelas pun berhenti, dengan cepat ia berbalik untuk mengamini panggilan yang suaranya tidak Kinara kenali, Kinara sempat tertegun beberapa saat menatapi lelaki yang berhasil menghentikan langkahnya, beberapa saat telah berlalu Kinara masih belum juga bisa mengingat siapa lelaki tampan yang tengah menatapnya sendu yang tak lama kemudian lelaki itu memeluknya dengan hangat.


"Aku sangat merindukanmu" Bisiknya dalam pelukan itu.


"Kinara.." Lelaki itu melepaskan pelukan dan menyeka air mata bahagianya sementara Kinara masih tertegun diam tanpa suara.


Tak lama kemudian Kinara pun berjalan meninggalkan lelaki yang baru saja memeluknya, lelaki itu tak lain adalah Shan.


Kinara telah pergi, sementara Shan masih menatapi tiap langkah Kinara yang terus berjalan menjauhinya.


"Shan, Kinara dan Rayhan menikah dengan jalan perjodohan, jika mereka bersatu karena itu suatu saat mereka juga akan berpusah karena itu juga. Shan, belum terlambat untuk mendapatkan Kinara karena Rayhan belum tentu biasa mencintai Kinara sebesar kamu mencintai dia, tunjukan Shan! tunjukan kalau kamu mencintai Kinara melebihi Rayhan"


Kalimat tersebut adalah Kata-Kata yang diucapkan Tamara pada malam reuni kepada Shan. Shan yang hampir merelakan Kinara menikahi Rayhan Kini bertekad lain, Shan berniat mengambil kembali Kinara dari Rayhan.


Selepas pertemuan dan mendapat pelukan dari Shan Kinara berjalan lunglai menuju kelasnya, fikirannya Tiba-Tiba memikirkan sesuatu yang cukup membebani.


Shan telah kembali, sejak kepergiannya keluar Negri dan setelah kurang lebih enam tahun tidak bertemu Shan kini datang kembali saat dirinya telah menikah dan dimiliki orang lain.


"Heiii..." Andini menepuk pundak Kinara dengan sangat kuat, setelah berulang kali memanggil Kinara tanpa disahuti Andini pun merasa kesal dan akhirnya memutuskan untuk menepuknya dengan cukup kuat yang tentunya sangat mengejutkan Kinara.


"Andini !" Kinara berhenti dan langsung menatap Andini dengan tatapan kesal.


"Kenapa murung?" Tanya Andini.


"Enggak Din" jawab Kinara enteng sambil ngelengos pergi meninggalkan Andini yang masih menatapnya dengan tatapan penuh tanya.


"Lah ini anak gimana sih?" tanya Andini sambil kemudian mengikuti Kinara dari belakang.


Dalam kondisi itu Kinara berulang kali menelponi Rayhan untuk memberi tau dia bahwa Shan telah kembali, tetapi sayangnya saat itu Rayhan sedang ada rapat perusahaan mewakili Indra yang masih di luar negri dan baru akan kembali sore hari nanti terlihat sibuk dan tidak menerima panggilan Kinara.


"Kinara..." lagi lagi suara yang sama memanggil perempuan yang hampir setahun ini menjadi istri Rayhan. Kinara yang baru keluar dari ruang Dokter pun berhenti lalu berbalik kesumber suara.


Sore ini setelah tadi pagi tidak sengaja mendengar percakapan Rayhan dan Karin di telepon Kinara memutuskan untuk mendatangi Dokter spesialis untuk berkonsultasi perihal keturunan, berbagai macam pertanyaan dan keluhan Kinara ajukan tentang dirinya yang telah menikah dengan tempo yang cukup lama tapi belum juga dikarunia'i keturunan. Tak ada keluhan yang mengkhawatirkan hanya untuk meyakinkan Kinara Dokter menyarankan untuk memeriksa sendiri kesuburan rahim Kinara.


"Shan" Kinara yang berdiri didatangi Shan.


"Kinara sedang apa disini?" tanya Shan dengan mata meneliti orang lain yang mungkin datang bersama Kinara.


"Emm enggak aku cuma iseng aja" jawab Kinara enteng. "Kamu sendiri?" Kinara balik bertanya.


"Hanya kebetulan lewat saja, iseng main main" jawab Shan.


"Oo ia aku lupa kalau kamu pemilik rumah sakit ini" kata Kinara.


"Enam tahun lebih semuanya masih tetap sama" Shan menyahuti.


"Mungkin karena ini rumah sakit jadi tidak terlalu banyak yang diubah jadi semuanya masih terlihat sama."


Shan Mengangguk-angguk kecil, "Kamu benar Kinara bangunan ini tak ada yang berubah masih tetap seperti dulu." Sejenak Shan terdiam menatapi Kinara dengn Kata-Kata Tamara yang menguatkan tekadnya untuk mengatakan kembali perasaannya kepada Kinara, "Oo ia Kinara ada masih ada satu hal yang sejak enam tahun yang lalau hingga Kini tidak pernah berubah." Ucap Shan.


"Apa itu?" Kinara menyernyit penuh tanya.


"Perasaanku padamu" Batin Shan berkata. Shan berniat mengatakan perasaannya saat itu juga tapi niatnya terhalang saat Kinara Tiba-Tiba mengharuskan menerima panggilan.


"Ayah"

__ADS_1


__ADS_2